Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Ziko Marah


__ADS_3

"Aku ada janji sama Gio"


Sebelum makan malam Ziko mengatakan hal itu lalu pergi meninggalkan Devina sendirian dan membuat istrinya itu kini hanya makan malam bersama dengan mertuanya, tapi nafsu makan Devina mendadak hilang hingga dia hanya memakan sedikit saja. Begitu selesai Devina meminta izin untuk kembali ke kamar dengan alasan mengerjakan tugas dan beruntung mertuanya itu percaya.


Melangkahkan kakinya dengan lesu Devina masuk ke dalam kamar lalu duduk di tepian ranjang dan meraih ponselnya sambil melihat pesan yang tak kunjung mendapat balasan. Menghela nafasnya pelan Devina mencoba untuk menelpon, tapi sayangnya tidak ada jawaban.


Sepertinya Ziko marah sekali, tapi Devina tidak salah.


Merasa bingung Devina mencari nomor Mona lalu menelpon teman baiknya itu untuk bercerita, tapi bukan jawaban temannya itu malah mengirim pesan.


Kenapa Vin?


Gue lagi ngerjain tugas, ada yang penting? Kalau penting gak papa telpon lagi aja


Enggak Mona


Yaudah Mona ngerjain tugas aja


Setelah memberikan balasan Devina meletakkan ponselnya di atas ranjang lalu berbaring dengan posisi menyamping dan menjadikan tangannya sebagai bantalan. Mengingat kejadian tadi membuatnya kesal sekali karena Raga dia jadi bertengkar dengan Ziko.


'Devina'


Devina menoleh saat namanya dipanggil dan dia menghela nafasnya pelan karena tau Raga yang memanggil, tapi baru saja akan pergi pria itu tersenyum lalu seolah sengaja mendekat dan memeluknya.

__ADS_1


Waktu berjalan dengan sangat cepat hingga tubuh pria itu ditarik dan jatuh karena pukulan Ziko.


Memejamkan matanya Devina mencengkram kuat tangannya, dia benar-benar takut Ziko sangat marah padahal sebelumnya pria itu tidak pernah seperti ini padanya. Saat Devina mendengar suara deringan ponsel dengan cepat dia mengambil ponselnya lalu senyumnya perlahan terbit ketika nama Ziko tertera disana.


Aku di jalan pulang


Devina akan menunggu sampai Ziko pulang ke rumah dan masuk ke dalam kamar lalu berbaring disampingnya seperti biasa.


°°°°


Sudah sekitar sepuluh menit Ziko hanya diam di dapur sambil berkali-kali menghela nafasnya pelan, bingung harus masuk ke kamar atau tidak karena jujur dia tidak tau harus menghadapi Devina seperti apa. Seandainya kalian bertanya jelas saja Ziko percaya dengan Devina, tapi entah kenapa dia merasa sangat kesal dan tidak mood.


Sayangnya jika dia sudah masuk ke dalam kamar dan melihat Devina apa lagi melihat raut wajah sedihnya Ziko tidak akan bisa tahan, dia tidak pernah tega. Namun, egonya sangat tinggi Ziko masih merasa bahwa Raga berani seperti itu karena Devina yang memang tidak pernah bisa tegas.


Entahlah yang jelas Ziko sangat bingung apalagi dia malah membawa masalah Alda juga.


Mengacak rambutnya frustasi Ziko mengambil minum dari dalam kulkas dan menenggaknya hingga habis sebelum akhirnya melangkahkan kakinya menaiki tangga. Sampai di depan pintu kamar Ziko baru saja ingin masuk, tapi suara Mama nya terdengar dan membuat dia mengurungkan niatnya.


"Ma belum tidur?" Tanya Ziko sambil tersenyum


Nazwa menggelengkan kepalanya pelan lalu meminta Ziko untuk mendekat.


"Tumben banget kamu malam-malam keluar ada apa?" Tanya Nazwa

__ADS_1


"Enggak ada Ma cuman mau keluar aja dan kebetulan udah ada janji juga sama Gio." Kata Ziko jujur


"Tadi Devina makannya dikit banget loh dia langsung masuk kamar dan bilang mau ngerjain tugas, tapi waktu Mama lihat ke kamar malah tidur, apa sakit?" Tanya Nazwa


"Mungkin capek Ma tadi kan jadwal kuliahnya sampai sore." Kata Ziko membuat Nazwa mengangguk singkat


"Yaudah kamu kalau ada apa-apa bilang ya? Jangan buat Devina nangis loh kamu itu udah janji sama orang tuanya bakal buat dia bahagia, jangan dilanggar Devina itu baik." Kata Nazwa


"Iya Ma"


Setelah mengatakan itu Nazwa beranjak pergi membuat Ziko terdiam di tempatnya, apa dia keterlaluan?


Menghela nafasnya pelan Ziko membuka perlahan pintu kamarnya dan masuk ke dalam yang ternyata sangat gelap. Menghidupkan lampu karena ingin mengganti pakaian Ziko melihat Devina yang ternyata belum tidur.


Dia langsung bangun dan mengusap kedua pipinya yang basah karena air mata membuat Ziko jadi merasa sangat bersalah. Tersenyum singkat Ziko berjalan mendekat dan Devina dengan wajah sedihnya langsung memeluk pria itu dengan sangat erat membuat Ziko merasa sedikit sesak.


Isakan mulai terdengar dan bahu Devina bergetar hebat membuat Ziko dengan sedikit paksaan mengangkat tubuh istrinya lalu mendudukkan di atas pangkuannya. Berusaha sedikit melepaskan pelukan Ziko menatap tepat ke arah mata Devina yang penuh luka.


"Ziko...... Maafin Vina.... Jangan marah Vina minta maaf"


Astaga Ziko kamu sudah keterlaluan!


Ziko benar-benar memaki dirinya sendiri karena telah sangat menyakiti Devina kesayangannya.

__ADS_1


°°°°°


Double updateee yeeeeee🥰


__ADS_2