
Malam ini Ziko bersama dengan Devina duduk sambil menonton tv juga memakan ice cream yang tadi sempat Devina beli mereka baru saja selesai makan malam bersama. Keduanya menonton tv di kamar Ziko mereka sedang menonton film yang diputar di salah satu stasiun tv, film action.
Tak ada percakapan Devina terlihat begitu fokus dengan film yang sedang dia saksikan dan Ziko juga sama, tapi sesekali dia melirik Devina. Mereka sudah sepakat akan tidur ketika sudah larut malam dan menghabiskan waktu dengan menontom film atau bercerita.
Seharian tadi mereka melakukan banyak hal setelah pergi ke studio musik Ziko mengajak Devina berjalan-jalan ke taman lalu makan pizza. Hari ini Devina sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama dengan suaminya.
"Aku udah ngantuk deh Vin." Kata Ziko
Devina langsung menoleh dan menatapnya dengan wajah cemberut.
"Ish gak boleh tidurnya nanti ajaa." Kata Devina
"Iya aku kan cuman bilang aja." Kata Ziko sambil mengacak gemas rambutnya
"Vina suka nonton film action seruu banget." Kata Devina
"Gak suka film romance?" Tanya Ziko
"Suka, tapi lebih suka action selain itu...."
"Selain itu apa hmm?" Tanya Ziko sambil menatap Devina dengan alis bertaut
Devina tertawa kecil lalu mencium sekilas bibir Ziko dan mengatakan hal yang membuat suaminya ikut tertawa.
"Selain itu gak ada yang lebih romantis dari pada Ziko." Kata Devina
"Vin kamu ini gemesin banget sih." Kekeh Ziko
"Bener tau pokoknya Ziko yang paling romantis sedunia." Kata Devina dengan senyuman manisnya yang mengembang sempurna
"Dan Devina yang paling cantik sedunia." Kata Ziko
Tersenyum manis Devina kembali melihat ke layar tv yang masih memutar film. Di tempatnya Ziko terus menatap sang istri dengan senyuman, dia dapat melihat wajah serius Devina.
Tangannya secara refleks mengusap kepala Devina membuat istrinya itu menoleh dan menatapnya. Senyuman Devina terbentuk, tapi keningnya berkerut ketika Devina melihat sesuatu.
"Kenapa?" Tanya Ziko bingung
"Ziko makan ice cream nya berantakan tuh lihat ada coklat-coklat di bibirnya." Kata Devina
"Benarkah?"
Devina menganggukkan kepalanya lalu menahan tangan Ziko yang ingin membersihkan ice cream di bibirnya.
__ADS_1
"Vina aja." Kata Devina
Ziko diam sambil menatap Devina yang meletakkan ice cream di nakas lalu mendekat pada Ziko dan mencium bibirnya berkali-kali membuat Ziko membeku di tempatnya.
Tak hanya di bibir Devina juga melakukan hal yang sama di sudut bibir Ziko, menciumnya hingga berkali-kali lalu menjauhkan wajahnya dan menatap Ziko dengan senyuman.
"Udah sekarang gak ada lagi." Kata Devina senang
Ziko masih diam, dia benar-benar terkejut dengan apa yang Devina lakukan.
"Ziko kenapa diam ajaa?" Tanya Devina
Merasa gemas karena Ziko tak kunjung bersuara Devina mencubit gemas kedua pipinya lalu mencium bibirnya lagi.
Saat akan menjauhkan wajahnya Devina yang dibuat terkejut kala Ziko menahannya, dia meletakkan juga ice cream di meja dekat ranjang lalu menahan tubuh Devina agar tidak menjauh. Membalik tubuh Devina hingga kini berada di bawahnya Ziko menatap Devina yang terlihat sedang menetralkan deru nafasnya.
"Sekarang suka banget godaiin aku ya?" Kata Ziko sambil mencapit gemas hidungnya
Devina hanya tersenyum dengan pipi memerah.
"Kamu yang mulai sayang." Kata Ziko
"Vina kan cuman cium." Kata Devina dengan wajah lugunya
Ziko menggelengkan kepalanya pelan lalu mendekatkan wajahnya dan memberikan kecupan di leher Devina membuat istrinya itu melenguh pelan sambil mencengkram kuat kaos yang dia kenakan.
Ziko menjauhkan wajahnya dan menatap Devina lagi.
"Kita lagi nonton film." Kata Devina
"I don't care Devina." Kata Ziko sambil mencubit pelan pipinya
Devina mengerucutkan bibirnya sebal, tapi dia tetap diam ketika Ziko membangunkannya dan mengangkat tubuhnya agar duduk dipangkuannya.
"Kamu sekarang nakal sayang." Kata Ziko
"Ziko yang ajarin Vina nakal." Kata Devina dengan senyuman
Tertawa kecil Ziko mengusap wajah Devina dengan sayang menelusuri setiap bagian wajah cantiknya dengan jari dan berhenti lama di bibirnya. Tangan Ziko mengusap bibir itu perlahan membuat Devina menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
Saat wajah Ziko mendekat Devina memejamkan matanya dan dia langsung melingkarkan tangannya di leher Ziko begitu bibir mereka bersentuhan. Sama seperti Ziko yang suka menciumnya Devina juga merasakan hal yang sama, dia suka mencium bibir Ziko.
Rasanya seperti candu.
__ADS_1
Devina dapat merasakan usapan di punggungnya lalu Devina tanpa mengatakan apapun mendorong pelan tubuh suaminya hingga mereka berbaring di ranjang.
"Vina suka"
Ziko hanya diam sambil menatapnya dengan nafas tak beraturan.
Senyuman manis Devina terbentuk dia mencium sekilas bibir suaminya.
"Vina suka bibir Ziko." Kata Devina
Setelahnya Devina mencium rahang hingga leher suaminya membuat nafas Ziko semakin berat.
"Vina suka semuanya." Kata Devina
Tatapan mata Ziko mulai berbeda Devina tau dan dia juga sudah tidak malu lagi sekarang untuk memulai lebih dulu.
Dia akan melakukan hal yang membuat suaminya senang.
Dia akan menjadi Devina yang nakal untuk Ziko.
Tangan Devina menyusup masuk ke dalam kaos hitam yang Ziko kenakan lalu mengusap perut kotak-kotak itu dengan tangannya yang lembut.
"Devina stop"
"Gak mau." Kata Devina sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Kamu bilang kita lagi nonton film." Kata Ziko dengan suaranya yang berubah serak
"Enggak sekarang Vina mau main sama Ziko." Kata Devina
Astaga apa ini?
Kenapa Devina bisa berubah begini?
Devina mendusal manja di lehernya lalu mengecup leher Ziko membuat suaminya itu mengerang pelan tak hanya itu Devina menggigit pelan kuping Ziko dan berbisik disana.
"Vina mau main sama Ziko"
¤¤¤
Aduhh gimana ini gaiss😶
Aku mau jujur yaaa😂 Jujur ini aku dari pertama bikin cerita ini mikir terus, mau kasih konflik gimana ya?
__ADS_1
Mereka udah sesempurna itu gak tau mau bikin konflik yang gimana dan gak mungkin bikin konflik dimana Ziko selingkuh bisa habis aku di santet online haha😂
Gak tau deh sayang banget sama merekaa😶