Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Papi Ziko


__ADS_3

"Aaa Zikooo"


Devina merengek ketika suaminya itu terus saja mengganggunya dengan menggesekkan hidung mancungnya di leher Devina membuat dia merasa geli, tapi Ziko malah tertawa senang dan bukannya berhenti. Sekalinya berhenti dia malah beralih mencubit hingga menggigit pipinya karena katanya gemas membuat Devina kesal sendiri.


Sudah satu jam Ziko begitu dia memang baru pulang dari kantor saat sore dan ketika sampai rumah baby twins tidur, jadilah Devina yang dijadikan sasaran. Terlihat sekali Ziko merasa sangat gemas dia bahkan mencubit pipi Devina hingga memerah.


Setelah merasa cukup puas Ziko menjauhkan wajahnya dia tertawa lalu menangkup kedua pipi Devina dan menekannya hingga bibir Devina mengerucut.


"Gemes gemes gemess"


Devina nyaris menangis kalau saja Ziko tidak melepaskan tangannya dari pipi.


"Sakitt Ziko"


Devina cemberut membuat Ziko kembali tertawa lalu mencium pipinya.


"Gemes banget pipinya tambah gembul." Kata Ziko


Memang berat badan Devina bertambah lagi kalau tidak salah bertambah lima kilogram membuat pipinya sangat gembul.


Sejak melahirkan Devina memang selalu makan karena Ziko sering sekali membelikan dia makan kadang saja kalau pria itu di kantor dia akan mengirimkan makan lewat delivery.


Jadi, bagaimana Devina tidak semakin berisi?


"Gara-gara Ziko pipinya jadi tambah gembul." Kata Devina


"Iya aku buat tambah gembul lagi nanti biar gemesin." Kata Ziko sambil mengusap pipinya dengan lembut


"Jangannn"


Devina cemberut dia tidak mau berat badannya naik lagi nanti Ziko akan semakin jahil.


"Gak papa lucu tauu sayang." Kata Ziko


Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia tidak mau nanti Ziko akan semakin jahil padanya.


"Enggakkk"


Ziko tertawa dia memeluk Devina dengan erat membuat Devina kini tersenyum karena tingkah suaminya.


Baru akan bicara Devina langsung menoleh ketika suara tangisan terdengar begitu juga dengan Ziko yang langsung tersenyum.


"Udah bangun." Kata Ziko dengan antusias

__ADS_1


Suaminya itu langsung beranjak dan menghampiri ranjang bayi si kembar dia tersenyum melihat baby Ardhan yang sudah bangun lebih dulu dan menangis. Melihat itu Ziko langsung menggendongnya dia mencium keningnya dengan sayang membuat anak itu merengek pelan.


Duduk di tepian ranjang Ziko masih mendekap baby Ardhan dia mengusap pipinya dengan sayang, tapi anak itu masih merengek karena mungkin haus.


"Ziko sini dulu mungkin dia haus mau susu." Kata Devina dengan penuh kelembutan


Meskipun masih ingin bersama baby Ardhan, tapi Ziko tidak tega juga melihat anak itu menangis dan akhirnya memberikannya pada Devina. Begitu ada dalam dekapan istrinya baby Ardhan diam apalagi ketika Devina menyingkap sedikit bajunya untuk menyusui baby Ardhan.


Baby Ardhan menyusu dengan penuh semangat membuat Devina tersenyum dia mengusap pipi anaknya itu dengan sayang.


"Vin mau juga." Kata Ziko


Devina langsung melotot mendengarnya membuat Ziko tertawa.


"Bercanda"


Devina berdecak kesal lalu menatap Ziko yang tengah asik memperhatikannya.


"Ziko sana mandi nanti keburu malam." Kata Devina


"Nanti aja." Kata Ziko


"Ziko nanti keburu malam enggak baik mandi malam malam." Kata Devina dengan penuh kelembutan


Devina tersenyum melihat Ziko yang sangat lucu di matanya dengan wajah cemberut itu.


"Nanti Ziko selesai mandi baby twins udah pada bangun dan udah selesai minum susu, jadi bisa diajak main, sana mandi dulu." Kata Devina


Ziko menghela nafasnya pelan lalu mengangguk singkat dia mencium pipi Devina gemas dan menggigitnya pelan.


"Jangan boleh tidur baby twins nya." Kata Ziko


Tersenyum geli Devina mengangguk singkat dan menatap Ziko yang kini memasuki kamar mandi. Devina menunduk untuk melihat Ardhan lalu mengusap pipinya dengan sayang.


"Papi gemesin ya sayang"


Devina tersenyum manis, kehidupannya benar-benar sangat sempurna sekarang.


°°°°


Benar kata Devina ketika Ziko selesai mandi baby twins tidak tidur mata mereka terbuka dan Ziko sangat senang dia langsung membawa baby Ardhan ke dalam dekapannya lalu mencium keningnya. Kedua anaknya ada di ranjang mereka karena Devina sengaja membaringkannya di sana mengingat Ziko ingin bermain dengan mereka.


Tangan Ziko tidak bisa diam dia mengusap pipi Arthan dengan sayang dan sesekali menekannya pelan karena merasa gemas. Anak itu terlihat tenang karena sudah kenyang jadi anteng saja belum lagi yang menggendongnya Papi Ziko.

__ADS_1


Devina duduk di dekat suaminya memperhatikan Ziko yang benar-benar asik dengan anak mereka.


"Papi kalau lagi kerja maunya pulang terus mau lihat Arthan yang rakus." Kata Ziko


Memang benar kalau sedang di kantor Ziko selalu kepikiran dengan kedua anaknya dan juga Devina dia selalu ingin cepat pulang. Saat pulang anaknya tidur Ziko langsung cemberut karena dia tidak bisa mengajak keduanya bermain kalau dia ganggu Devina akan merajuk padanya nanti.


"Sayang lihat deh dia makin gendut ya? Gemes banget pipinya gembul." Kata Ziko


Devina mengangguk setuju, jelas saja kedua anaknya itu kuat sekali menyusu.


"Aaaa"


Devina tertawa melihat Ziko yang entah sedang melakukan apa.


"Gemes banget sih anak Papi." Kata Ziko


"Ziko boleh enggak besok Vina ke rumah Mona nanti yang jemput ke rumah Cessa sama Alex." Kata Devina


"Besok?"


"Heem boleh enggak?" Tanya Devina sambil menatap suaminya dengan penuh harap


"Boleh, tapi di sana aja ya? Jangan kemana-mana nanti Vina kelelahan." Kata Ziko


Devina mengangguk dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.


"Sayangnya Papi mau main ya besok?" Kata Ziko


Ziko mencium kening Arthan lagi lalu membaringkan anak itu dan bergantian membawa Ardhan ke dalam dekapannya.


Seperti biasa Ardhan hanya diam dia terlihat senang ketika digendong Ziko membuat senyuman manis Ziko mengembang dengan sempurna.


"Inii anak Papi yang paling kalem gemes banget kayak Mami." Kata Ziko


Devina tertawa pelan dia menatap Ziko yang terus bicara dengan baby twins.


Gemas sekali melihatnya Ziko terlihat sangat antusias meskipun tidak ada balasan yang baby twins berikan.


Ziko sangat senang rasanya dia mau di rumah saja dengan anak-anak dan istrinya, tapi tidak mungkin juga.


Tidak masalah Ziko punya akhir pekan yang dia khususkan untuk anak dan istrinya.


°°°°

__ADS_1


Pesen Ziko satu yaa untuk pasangan hidup author :)


__ADS_2