
Tangan mungil Devina melingkar manis di leher Ziko menariknya untuk semakin mendekat dan membalas ciuman pria itu dengan penuh kelembutan sambil memejamkan matanya. Keduanya baru saja pulang tadi dan begitu masuk ke dalam kamar Ziko langsung menciumnya membuat Devina hanya bisa diam, membiarkan Ziko melakukan apa yang dia inginkan.
Saat hampir kehabisan nafas barulah Ziko menjauhkan wajahnya dan menatap Devina yang sama terengah karena ciumannya membuat Ziko tersenyum. Tatapan matanya berbeda Devina tau, jadi dia hanya diam ketika Ziko mengangkat tubuhnya dan membawanya ke ranjang.
Devina duduk di pangkuannya dia menatap sang suami dan hanya diam ketika jari Ziko mengusap bibir bawahnya dengan penuh kelembutan.
"Em Ziko"
Ziko tersenyum lalu memeluk Devina dan beralih mencium leher istrinya bahkan memberikan kecupan disana.
"Zikooo"
Tadi ketika menjemput Devina ke kampus dia melihat lagi Raga yang menghampiri Devina, tapi kali ini Devina terlihat risih bahkan istrinya itu menepis tangan Raga yang berniat menyentuhnya.
Ziko merasa senang, tapi juga kesal pada Raga yang berbuat seenaknya pada Devina bahkan mengabaikan peringatan yang dia berikan.
Setelah meninggalkan beberapa kecupan di leher istrinya Ziko menjauhkan wajahnya dan menatap Devina yang sekarang wajahnya sudah memerah.
"Nakall"
Tertawa kecil Ziko mencium bibir Devina hingga berkali-kali.
"Aku sayang banget sama kamu Vin." Kata Ziko
Perkataan itu membuat Devina tersenyum lalu memeluk Ziko dengan erat dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Ziko enggak marah sama Vina karena Raga kan?" Tanya Devina
"Enggak Vin." Kata Ziko
Devina tersenyum senang seraya mengusap bahu Ziko dengan tangan lembutnya.
"Vin"
"Emm"
"Maaf ya? Aku cemburuan banget sama kamu." Kata Ziko
"Enggak papa Ziko jangan minta maaf kata Vano kalau Ziko cemburu berarti Ziko sayang sama Vina dan takut kehilangan Vina." Kata Devina
"Iya aku takut banget kehilangan kamu." Kata Ziko pelan
"Vina juga"
"Apa kamu merasa risih sama sikap aku yang terlalu posesif?" Tanya Ziko
"Enggak"
"Susah banget Vin hilangin rasa cemburu aku rasanya aku mau kurung kamu aja di rumah biar cuman aku yang bisa lihat kamu." Kata Ziko
"Ziko mau Vina enggak usah kuliah ya?" Tanya Devina
Pertanyaan yang istrinya ajukan itu membuat Ziko terdiam untuk sesaat, tapi setelahnya dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Enggak Vin sebelum menikah aku kan udah janji gak akan halangin kamu untuk kuliah." Kata Ziko
"Beneran? Kalau Ziko memang gak mau Vina kuliah enggak papa." Kata Devina
Devina menjauhkan tubuhnya lalu menatap Ziko dengan senyuman.
"Enggak Vin kamu bisa tetap kuliah." Kata Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang
"Ziko harus percaya sama Vina ya? Em kita harus saling percaya kata Mommy yang paling penting dari sebuah hubungan itu kepercayaan." Kata Devina
"Pinter banget." Kata Ziko dengan senyuman manisnya
"Vina janji bakal selalu percaya sama Ziko, jadi Ziko juga harus janji." Kata Devina
"Iya aku janji." Kata Ziko
"Menurut Ziko kenapa Raga bohong?" Tanya Devina
"Karena dia suka sama kamu dan dia mau deketin kamu dengan berbohong kayak gitu supaya kamu gak risih juga merasa nyaman ada dekat dia." Kata Ziko
"Ziko cenayang ya?" Tebak Devina
Ziko tertawa mendengarnya dan hal itu membuat Devina menatapnya dengan senyuman.
"Ziko ganteng banget." Kata Devina
"Aku salting nih Vin." Kata Ziko dengan senyuman manisnya
Devina tersenyum senang dan meletakkan kedua tangannya di bahu Ziko lalu mencium bibirnya sekilas.
"Enggak papa besok kan libur kuliahnya." Kata Ziko
Mengangguk singkat Devina kembali memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu Ziko. Tanpa di duga Devina mencium leher pria itu berkali-kali membuat Ziko membeku ditempatnya.
"Vina jangan mulai"
Devina terkekeh dan malah memberikan kecupan disana membuat Ziko menggeram pelan.
Menarik tubuh Devina hingga kini berhadapan dengannya Ziko mengusap pipinya lalu mendekatkan wajahnya, berniat memberikan ciuman sampai suara ketukan membuat dia mengurungkan niatnya.
"Ziko? Kamu dipanggil sama Papa sayang"
Menghela nafasnya pelan Ziko menatap Devina sebentar lalu mencubit gemas pipinya.
"Awas nanti malam ya?"
Devina hanya tertawa lalu beranjak dari pangkuan Ziko dan membiarkan pria itu berjalan menjauh, tapi baru akan membuka pintu Devina memanggilnya.
"Ziko"
Menatap istrinya dengan alis bertaut Ziko dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan Devina setelahnya.
"Vina enggak sabar nunggu nanti malam"
__ADS_1
°°°
Pandangan Ziko terpaku pada istrinya yang sedang menuruni tangga matanya enggan berkedip melihat penampilan Devina yang luar biasa cantiknya. Malam ini niat mereka harus tertunda karena orang tuanya mengajak mereka untuk pergi makan malam bersama teman lama Zidan.
Sejak bersiap Devina memang meminta Ziko untuk menunggu di luar agar tidak melihatnya dan malah marah atau protes dengan make up yang dia pakai. Sekarang Ziko benar-benar jatuh ke dalam pesona Devina yang terlihat sangat cantik.
Penampilannya cukup sederhana, tapi memang Devina memakai make up dengan warna yang cukup mencolok hanya saja dia terlihat sangat cantik.
Ziko bahkan tetap diam ketika istrinya itu kini sudah berdiri di hadapannya, dia tidak sadar hingga suara Nazwa membuat nya tersentak.
"Ya ampun sayang cantik banget kamu." Kata Nazwa
Devina tersenyum lalu kembali menatap suaminya yang juga tengah menatapnya dengan bangga.
"Yaudah yuk berangkat." Kata Zidan
Ziko membiarkan kedua orang tuanya berjalan lebih dulu dan menggenggam tangan Devina hingga membuat istrinya itu menatapnya.
"Cantik banget sayang"
"Em makasih Ziko." Kata Devina senang
Keduanya berjalan di belakang orang tua Ziko hingga sampai di halaman rumah Devina masuk dan duduk di belakang bersama mertuanya. Di perjalanan Ziko terus melirik ke arah Devina yang duduk dibelakang dan tersenyum ketika melihat istrinya itu terlibat pembicaraan dengan Mamanya.
Kedua wanita itu sesekali tertawa dan sial Ziko benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya bahkan hal itu tidak luput dari pandangan Zidan yang hanya bisa tersenyum penuh arti melihatnya.
'Gila cantik banget Devina'
Ziko terus mengatakan hal itu di dalam hatinya dan ketika tanpa sengaja mata mereka bertemu Ziko tersenyum.
Kenapa bisa ada wanita seperti Devina?
Dia benar-benar telah jatuh hati padanya.
'Ziko sana keluar dulu Vina mau pakai make up'
'Ngapain sih Vin? Gak usah ah udah cantik'
'Ihh gak mau kan Vina udah kuliah, jadi udah boleh pakai make up sanaa keluar duluu'
Menggelengkan kepalanya pelan Ziko mengalihkan pandangannya ke depan, terlalu bucin hingga mendengar suara Devina saja membuat jantungnya berdebar. Sekitar lima belas menit perjalanan mobil Zidan berhenti di area restoran yang cukup besar.
Begitu turun dari mobil Ziko kembali membiarkan orang tuanya berjalan lebih dulu dan ketika Devina sudah ada di dekatnya dia merangkul sayang pinggang Devina.
"Aku gak rela banyak orang yang lihat kecantikan kamu"
Suami posesif!
°°°
Aku update nihhh🥰
Cantik enggak si Vinaaa??
__ADS_1