Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Si Kembar


__ADS_3

Tujuh bulan.


Usia kandungan Devina sudah memasuki bulan ketujuh. Perutnya sudah sangat membuncit sekarang membuat Devina sedikit kesulitan tidur ketika malam.


Kedua anaknya sangat suka melihat perutnya. Setiap hari mereka akan mengusap-ngusap perutnya lalu mencium seraya memberikan sapaan pada calon adik mereka.


Seperti sekarang contohnya. Si kembar berada di atas ranjang bersama dengan Devina.


Kedua anak itu mengusap perut Devina dengan sayang. Sejak tadi mereka bermain di dalam kamarnya.


Meskipun agak sedikit bising, tapi Devina senang melihatnya.


"Adik aku kapan lahilnyaa?" Kata Arthan sambil mencium perut Maminya dengan sayang.


Devina tertawa pelan dan ikut mengusap perutnya.


"Amii nanti Aldan enggak akan nakal cama adik." Kata Ardhan disertai cengiran lucunya.


"Altan jugaa Altann." Kata Arthan tidak mau kalah.


"Iya dong anak Mami kan pintar, jadi enggak boleh nakal sama adiknya." Kata Devina seraya mengusap kepala kedua anaknya secara bergantian.


"Adik aku capa namanya?" Tanya Ardhan dengan penuh rasa ingin tau.


"Hm rahasia dong." Kata Devina.


"Kenapa lahaciaa?" Tanya Ardhan sedih.


"Iya rahasia nanti Mami kasih tau kalau adiknya sudah lahir." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


Kedua anak itu tersenyum manis. Lalu tiba-tiba suara Nazwa yang cukup kuat terdengar dari bawah sana.


"YA AMPUN INI KOK BUNGA MAMA RUSAK?"


Dan kedua anaknya saling bertatapan, terlihat panik dan takut.


"Ami Amii bukan aku, tapi Altan dia tablak tablak bunga Oma." Kata Ardhan panik karena takut dimarahi.


"Gak Amiii tablaknya beldua wushh gitu telus bunganya langsung lucak." Kata Arthan yang tidak mau disalahkan sendirian.


"Kan Mami bilang apa? Jangan tabrak tabrakan, masih ngeyel?" Kata Devina dengan wajah galaknya.


Mereka terlihat semakin panik. Kedua anak itu langsung meminta maaf.


"Aaa Ami maapin jangan malah." Kata Arthan dan Ardhan.


Kedua anak itu langsung turun dari atas ranjang.


"Altan cama Aldan minta maap cama Oma, tapi Ami jangan malahin." Kata Arthan.


Lalu keduanya berlari keluar kamar Devina dan membuat Devina tersenyum lucu. Dengan hati-hati dia turun dari atas kasurnya.


Devina menyusul kedua anaknya yang sekarang sudah menuruni tangga dan menghampiri Omanya.


"Oma Omaaa"


Kedua anak Itu berlari dan langsung memeluk kaki Nazwa hingga membuat wanita itu terkejut bukan main. Dia langsung menunduk dan menatap kedua cucunya dengan raut wajah bingung.

__ADS_1


"Omaaa Altan cama Aldan yang tablakin bunganya maapinnn jangan dimalahin Oma." Kata Arthan heboh.


"Omaa jangan malahin kitaa." Kata Ardhan ikutan.


Nazwa yang awalnya kebingungan langsung tertawa. Kini dia mensejajarkan tingginya dengan kedua cucunya.


"Oh jadi Arthan sama Ardhan ya? Hm nanti Oma bilangin ke Papi biarin mobil mainannya dibuang." Kata Nazwa yang berpura-pura.


Hal itu membuat kedua cucunya langsung ketakutan. Mereka memeluk Nazwa dengan erat sambil merengek.


"Jangan Omaaaa"


"Omaa maapin jangan bilang Papiiii"


Devina menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah kedua anaknya itu. Mereka memang sulit dikasih tau.


Kemarin mereka menabrakkan mobil mainannya ke pagar rumah lalu ke jemuran baju hingga baju-baju yang sudah hampir kering itu jatuh berserakan.


Devina benar-benar bingung menghadapi kedua anak itu.


"Omaaa jangan bilang Papi nanti Altan gak bica main mobilan gak bica tablak tablakk." Kata Arthan dengan wajah cemberut.


"Oma mau telpon Papi." Kata Nazwa yang masih ingin menggoda kedua cucunya yang jahil itu.


Dan ketika Nazwa berdiri lalu berjalan sambil berpura-pura menelpon keduanya langsung mengikuti. Mereka menarik-narik ujung baju Nazwa sambil terus merengek.


"Hayo Oma marah kan? Makanya Mami bilang apa jangan kayak gitu lagi." Kata Devina yang membuat kedua anak itu diam dengan wajah sedih.


Mata keduanya sudah berkaca-kaca dan dalam hitungan detik Arthan sudah menangis. Arthan memang cengeng padahal dia yang paling jahil dan tidak bisa diam.


"Mamiiii"


Kedua anak itu menangis dengan wajah yang terlihat begitu sedih.


"Oma marah nanti Oma enggak sayang lagi sama Arthan dan Ardhan." Kata Devina lagi.


"Gakk Amiii jangan gituu"


Kini mereka berdua menangis. Ardhan yang tadinya diam sekarang ikut menangis juga.


Dan keduanya langsung berlari menghampiri Nazwa lagi.


"Oma jangan malahhh"


Keduanya menatap Nazwa dengan air mata yang membasahi pipi mereka. Melihat itu Nazwa tersenyum dan menunduk.


Dia menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi cucunya.


"Janji enggak boleh kayak gitu lagi ya?" Kata Nazwa.


Dengan penuh semangat keduanya mengangguk dan langsung memeluk Nazwa lagi.


Astaga dasar si kembar.


Semua orang selalu gemas dan kesal sendiri dengan tingkah mereka berdua.


Mau marah pun tidak pernah bisa.

__ADS_1


••••


"Sini sayang"


Ziko merangkul Devina yang sekarang duduk bersandar pada kepala ranjang karena tidak bisa tidur. Pria itu membawa kepala Devina untuk bersandar di bahunya.


Dia juga mengusap-ngusap perut buncit istrinya itu dengan sayang. Sejak dua minggu belakangan ini hampir setiap malam Devina tidak bisa tidur dan Ziko yang selalu menemaninya.


Meskipun Devina selalu meminta dia untuk tidur lebih dulu, tapi Ziko tidak pernah mau.


"Anak Papi udah enggak sabar mau keluar ya?" Kata Ziko yang membuat Devina tersenyum mendengarnya.


"Iya nih Papi aku enggak sabar mau ketemu Papi." Kata Devina.


"Papi juga enggak sabar mau ketemu sama duplikatnya Mami." Kata Ziko.


Devina tertawa mendengarnya, dia memeluk lengan Ziko dengan sayang.


"Nanti Ziko lebih sayang Vina kecil." Kata Devina bercanda.


"Enggak dong nanti sayangnya sama kan istri aku juga masih kecil." Kata Ziko yang membuat Devina langsung cemberut.


"Vina udah besar Ziko ishh kan Vina sudah mau punya anak tiga." Kata Devina tidak Terima disebut masih kecil.


"Tapi, muka Vina masih kayak anak kecill." Kata Ziko sambil mencubit dan menarik pipi istrinya itu cukup kuat.


"Enggak Zikoooo." Rengek Devina.


Dia kan sudah mau punya anak tiga, kenapa masih sering disebut anak kecil?


Devina kesal!!


"Tuh kan kayak Arthan kalo lagi ngambek, istri aku masih kecil masih kayak anak sma." Kata Ziko sambil tertawa.


"Enggakkkkk"


Devina semakin cemberut. Dia mendongak lalu mencubit kuat pipi suaminya yang malah membuat Ziko tertawa.


"Ziko enggak boleh bilang gituu." Protes Devina.


"Iya iyaa Mami Vina." Kata Ziko.


Devina masih tetap cemberut, tapi langsung tersenyum ketika Ziko mencium bibirnya untuk beberapa detik.


"Maaf ya sayang"


Ziko melakukannya lagi hingga berkali-kali membuat Devina kini tertawa.


"Vina ayo ciuman"


Ehh dasar Ziko masih saja sama mesumnya!


•••••


Ada satu part terakhir di Istri Manja Ziko yaaa🤗


Part terakhir nanti Devina melahirkan terus aku buat tamat okeeee🥰

__ADS_1


Kita pindah ke cerita anak-anaknyaaa😍


__ADS_2