
Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna begitu ice cream pesanannya datang, dia sudah lama sekali dia tidak datang kesini. Saat ini dia bersama Ziko berada di kedai ice cream yang biasa mereka kunjungi dan Devina juga memesan ice cream yang biasa dia pesan.
Sebelumnya mereka juga sudah makan siang di rumah karena Ziko memilih untuk memesan makanan saja dari pada keluar, dia ingin bersama Devina. Tentu saja tidak ada bantahan atau protes karena Devina justru merasa senang dan setengah hari tadi keduanya habiskan dengan berpelukan.
Devina puas sekali bermanja dengan suaminya.
"Habis ini mau kemana?" Tanya Ziko
Devina mendongak untuk menatap suaminya lalu tersenyum dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Emm pulang aja." Kata Devina
"Pulang?"
"Iya ehh tapi ke supermarket dulu mau beli makanan." Kata Devina
"Nanti kita kesana." Kata Ziko
"Ziko aaa"
Ziko menatap Devina dengan alis bertaut, tapi tetap membuka mulutnya dan menerima suapan yang Devina berikan untuknya.
"Enak kan?" Kata Devina
"Iya enak manis banget apalagi makannya sambil lihat kamu." Kata Ziko
Devina berdecak pelan, tapi dia tidak bohong kalau perkataan itu membuatnya salah tingkah.
"Mau lagi gak?" Tanya Devina
"Kalau aku makan punya kamu lagi nanti ice cream aku utuh." Kata Ziko sambil tersenyum
"Iya bener juga." Kata Devina
Ziko menggelengkan kepalanya pelan dan memperhatikan Devina yang memakan ice creamnya dengan penuh semangat. Memang Devina sangat suka makan ice cream bahkan mertuanya bilang kalau di rumah mereka selalu ada stok ice cream untuk Devina karena gadis itu hampir makan ice cream setiap hari.
Kata Daffa kalau belum dimarah belum mau berhenti.
"Ziko"
"Hm"
"Besok main ke rumah Kak Ara yuk." Ajak Devina
"Kak Ara? Boleh nanti kamu chat Kak Ara dulu kalau dia gak ada acara apa-apa kita kesana." Kata Ziko
__ADS_1
Devina mengangguk patuh lalu tanpa meminta izin dia mengambil ice cream milik Ziko dan mencobanya. Melihat hal itu Ziko hanya bisa tersenyum, menggemaskan sekali istrinya.
"Kamu kangen sama Kak Ara?" Tanya Ziko
"Iya kangen sama Angga juga aku mau gangguin dia." Kata Devina senang
"Jahil banget." Kata Ziko
"Biarinn lucu tau gangguin Angga dia itu cengeng banget aku gendong aja nangis." Kata Devina
Ziko tertawa mendengarnya lalu tangannya terulur menghapus ice cream di sudut bibir istrinya.
"Kotor ya? Vano bilang Vina kalau makan ice cream kayak anak kecil." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya
"Cuman sedikit kok." Kata Ziko dengan senyuman manisnya
Dengan senyuman Ziko terus memperhatikan Devina sambil sesekali memakan ice cream miliknya. Entah kenapa Ziko tidak pernah bisa barang sebentar saja mengabaikan Devina apalagi sudah menikah begini.
Rasanya memperhatikan wajah cantik istrinya itu sudah menjadi kegiatan rutin untuknya.
Ziko tidak peduli meskipun banyak yang mengatakan bahwa Devina itu terlalu manja dan seperti anak kecil karena Ziko justru suka serta tidak pernah mempermasalahkannya.
Memang kenapa kalau istrinya manja?
Toh Devina tidak menyusahkan mereka dan Ziko juga tidak pernah sekalipun mempermasalahkan hal itu.
"Vina"
"Emm kenapa?" Tanya Devina sambil menatapnya dengan senyuman
"Kamu harus selalu percaya kalau aku selalu mencintai kamu dan kamu juga jangan pernah berubah ya? Tetap jadi Devina yang seperti sekarang." Kata Ziko
Perkataan itu membuat Devina terdiam sejenak, tapi setelahnya dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Iya Ziko"
"Aku selalu mencintai kamu Vina." Kata Ziko
"Iya Vina percaya sama Ziko." Kata Devina
Ziko tersenyum lalu mencubit pelan pipi Devina dan kembali memakan ice cream miliknya.
Ziko akan selalu membuat Devina bahagia dan dia tidak akan membiarkan seorang pun menyakitinya.
¤¤¤
__ADS_1
"Zikooo"
Panggilan itu membuat Ziko yang sedang berada di kamar menghampiri Devina yang tadi sedang di kamar mandi dan dia dapat melihat istrinya itu kebingungan. Menyentuh pelan pundaknya Devina menatap Ziko dengan raut wajah sedih bahkan air mata yang menggenang di pelupuk matanya membuat Ziko cemas sendiri.
Tanpa menunggu lagi Ziko bertanya alasan istrinya itu menangis, tapi Devina malah terisak hingga Ziko dengan penuh kelembutan menghapus air matanya. Dengan sedikit paksaan Ziko mengajak Devina ke kamar lalu mendudukkannya di tepian ranjang dan melihat seluruh tubuh Devina takut kalau Devina terluka.
"Kamu kenapa Vina?" Tanya Ziko panik
Devina memasang wajah sedihnya lalu menghapus air mata yang ada di pipinya.
"Ziko cincinnya jatuh, tapi Vina cariin gak ketemu." Kata Devina
"Cincin?"
"Iya cincin pernikahan kita jatuh terus waktu Vina cariin gak ketemu, gimana?" Kata Devina sambil menangis
Astaga Ziko sudah takut kalau Devina menangis karena jatuh, tapi ternyata karena cincin.
"Hey udah jangan nangis nanti aku bantuin cari gak bakal hilang kan jatuhnya di kamar mandi." Kata Ziko sambil mengusap pipi Devina
"Vina udah hilangin cincinnya." Kata Devina
"Enggak hilang Vina cuman jatuh aja mungkin kamu enggak benar carinya." Kata Ziko
"Ihh benar tau udah Vina cariin, tapi enggak ada." Kata Devina sambil memukul lengan suaminya karena kesal
"Iya sayang udah jangan nangis pasti ada kok mungkin kamu gak lihat aja nanti aku bantuin carinya." Kata Ziko
"Kalau enggak ketemu gimana?" Tanya Devina sedih
"Ketemu sayang nanti aku cariin ya?" Kata Ziko
"Vina suka cincinnya." Kata Devina lagi
Ziko ingin sekali mencubit kedua pipi Devina kuat-kuat sangking gemasnya.
"Nanti kita cariin lagi ya?" Kata Ziko
Devina menatap Ziko dengan wajah cemberut lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Udah dong senyum dulu." Kata Ziko
Devina menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis membuat Ziko ikut tersenyum lalu mengusap kepalanya dengan sayang.
"Kan nambah cantik istriku sayang"
__ADS_1
¤¤¤
Double updatenya sayangg😚