Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Devano


__ADS_3

"Zikoooo"


Ziko yang tengah fokus mengerjakan tugas tersentak kaget ketika Devina berseru kencang dan langsung memeluknya dari belakang membuat Ziko menghentikan sejenak kegiatannya. Menoleh ke samping Ziko dapat melihat senyuman manis Devina yang mengembang dengan sempurna terlihat sekali kalau istrinya itu sangat bahagia.


Cukup lama memberikan pelukan Devina melepaskan pelukannya lalu menatap sang suami dengan senyuman serta binar di mata indahnya. Ikut tersenyum Ziko mengusap sayang kepalanya lalu dengan penuh kelembutan bertanya tentang hal yang membuat istrinya itu merasa sangat senang.


Dengan penuh antusias Devina mengatakan hal yang membuatnya bahagia.


"Zikoo tadi Daddy telpon katanya minggu ini Daddy bakal pergi ke rumah Om Juan untuk melamar Adara dan artinya Vano mau menikah sama Adara, dia pasti senang sekali." Kata Devina dengan semangat


"Benarkah? Kabar yang baik sayang." Kata Ziko


"Daddy bilang kita tidak jadi ke villa dan nanti kasih kejutan Mommy minggu depannya saja." Kata Devina


Ziko mengangguk faham dan menatap Devina yang terlihat begitu bahagia.


"Vano pasti senang sekali Ziko." Kata Devina


"Mau ketemu Vano?" Tanya Ziko


Devina langsung menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


"Mauuu"


"Besok Vina ada kuliah jam berapa?" Tanya Ziko


"Pagi sampai siang jam dua." Kata Devina


"Aku sampai jam tiga kalau gitu nanti jam tiga kita ke rumah Vano kamu pergi ke kost Hanifa dulu." Kata Ziko


Devina tersenyum senang dan kembali menganggukkan kepalanya lalu memeluk Ziko dengan sangat erat membuat suaminya itu tertawa.


"Vano pasti senang nanti dia jadi ada teman." Kata Devina


"Sekarang juga kan ada." Kekeh Ziko


"Maksudnya di rumah Ziko ish nyebelin." Kata Devina dengan bibir mengerucut


"Iya iya maaf"


"Vano sering bilang dia kesepian di rumah nanti kalau ada Adara dia gak sepi lagi." Kata Devina


Senyuman manis mengembang sempurna di wajah cantiknya membuat Ziko tidak henti menatapnya hanya untuk melihat kecantikan Devina yang selalu berhasil membuatnya terpesona.


"Kamu sayang banget sama Vano ya?" Kata Ziko


"Iyaa sayang banget soalnya Vano juga sayang banget sama aku kita kan dari kecil sama-sama." Kata Devina


"Hm aku tau"


"Sekarang aku sama Vano udah menemukan orang lain yang bisa buat kami bahagia." Kata Devina dengan senyuman manisnya


"Aku?"


"Heem Vina udah ketemu Ziko dan Vano udah ketemu Adara." Kata Devina


Ziko tersenyum dan memberikan usapan sayang di pipinya.


"Dulu Vina pernah takut kalau Vano punya pacar terus jadi cuek sama Vina, tapi sekarang kita udah sama-sama punya pendamping." Kata Devina


"Kamu gemes banget sih Vin." Kata Ziko sambil mencubit pelan pipinya


Devina hanya tersenyum lalu menatap ke layar laptop Ziko yang ada di meja dan baru sadar kalau suaminya itu sedang mengerjakan tugas.


"Eh Vina ganggu Ziko kerjain tugas ya?" Kata Devina


"Enggak sayang kamu enggak pernah ganggu aku." Kata Ziko


"Yaudah Ziko lanjut kerjain tugas lagi Vina cuman mau kasih tau itu tadi." Kata Devina sambil tersenyum

__ADS_1


"Terus sekarang Vina mau apa?" Tanya Ziko


"Mau tiduran sambil main hp." Kata Devina senang


"Yaudah cium dulu." Kata Ziko


Devina tersenyum lalu mencium singkat pipi suaminya sebelum beranjak dari tempat duduknya dan berbaring di ranjang. Menggelengkan kepalanya pelan Ziko kembali fokus pada layar laptop di hadapannya.


Sambil berbaring di atas ranjang Devina memainkan ponselnya dan berkirim pesan pada Devano dengan perasaan gembira, dia tidak sabar untuk bertemu dengan kembarannya besok.


Aku jam dua belas udah selesai kelas Vin


^^^Yee Vina mau ke rumah mau ketemu Vano^^^


Iya boleh aku juga udah kangen banget sama kamu


^^^Nanti kalau udah sama Adara kamu enggak kesepian lagi hehe^^^


Iya dong biar sama kayak Vina


^^^Vina kangenn^^^


Aku juga kangen sama kamu


^^^Besok mau peluk yang lamaaa^^^


Enggak boleh


^^^Ihh bolehh^^^


Bercanda iya boleh aku juga mau peluk kamu yang lama


^^^Udah lama Vina enggak peluk Vano^^^


Besok bisa peluk


Lagi enggak ada tugas dan Adara lagi ke rumah Om Juan


^^^Em pasti sepi ya? ^^^


Iya makanya Vina kesini


^^^Besokkk^^^


Gak sabar mau ketemu Vina


^^^Vina jugaa^^^


Yaudah sebentar Mommy panggil aku


Devina tersenyum dan menatap layar ponselnya lalu membaca lagi chat dirinya bersama Devano dengan perasaan senang.


Rasanya Devina ingin segera bertemu dengan kembarannya.


°°°°


Devina berjalan menuju kelas dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya, dia akan masuk di mata kuliah terakhir lalu setelahnya pergi ke kostan Hanifa dan menunggu Ziko menjemputnya. Di sampingnya ada Hanifa juga Intan yang tengah asik membicarakan rencana mereka untuk pergi nonton bersama.


Tentu saja Devina tidak ikut karena setelah jam dua dia akan pergi ke rumah Devano bersama dengan sang suami. Baru saja akan memasuki kelas seseorang menahan lengan Devina dan ternyata dia adalah Raga.


Hal itu membuat Devina menarik lengannya dengan kasar dan menatap pria itu dengan tajam.


"Raga mau apalagi?!" Kata Devina marah


"Vin sebentar...."


"Ga udah deh lo gak capek apa ya? Gara-gara lo Devina sama suaminya berantem tau gak?!" Kata Intan kesal


"Pergi deh Ga." Tambah Hanifa

__ADS_1


"Vin gue cuman mau minta maaf kemarin Daddy kamu hubungin aku." Kata Raga membuat Devina langsung menatapnya


"Daddy?"


"Iya kali ini aku serius mau minta maaf dan setelah ini janji gak bakal gangguin kamu lagi." Kata Raga


Devina terdiam sejenak, apa yang Daddy nya lakukan?


"Aku gak mau cari masalah sama Daddy kamu, jadi aku dimaafin kan?" Kata Raga


Devina hanya bergumam pelan sebagai jawaban.


"Aku beneran gak bakal gangguin kamu Vin." Kata Raga


Devina mengangguk lalu membalik tubuhnya dan kembali melanjutkan langkah kakinya sambil terus bertanya-tanya.


Apa yang Daddy nya katakan pada Raga?


Satu hal yang dia ingat biasanya Daddy nya selalu memberikan ancaman yang berhasil membuat orang-orang akhirnya menurut sama seperti Devano yang pernah mengancam Yuna.


'Aku gak mau cari masalah sama Daddy kamu'


Ah sudahlah biarkan saja yang penting Raga tidak akan mengganggunya lagi.


"Percaya gak Raga ngomong gitu?" Tanya Intan


"Dia udah bawa Daddy berarti bener." Kata Devina


"Bagus lah kalau dia gak gangguin lagi." Kata Hanifa yang membuat Devina tersenyum mendengarnya


Devina tidak perlu menghindar lagi kan?


Raga sendiri yang akan menjauh dan berjanji tidak akan mengganggunya lagi.


Kabar yang sangat baik Devina jadi semakin senang hari ini.


°°°°


Ziko tertawa kecil begitu Devina berlari kecil dan masuk ke dalam mobil lalu dengan penuh semangat memakai sabuk pengamannya, tidak sabar sekali. Mengusap pelan kepalanya Ziko sedikit terkejut ketika Devina meraih tangannya lalu mencium punggung tangannya, tapi setelahnya dia tersenyum dan mencubit pelan pipinya.


Melajukan mobilnya secara perlahan Ziko sesekali melirik Devina yang sejak tadi tersenyum sambil menatap lurus ke depan, dia senang sekali karena Ziko menjemputnya lebih cepat. Kebetulan kelasnya selesai setengah jam lebih awal karena Dosennya ada keperluan mendadak makanya Ziko menjemput Devina lebih cepat.


Sepanjang perjalanan tak banyak percakapan keduanya hanya saling bertanya tentang perkuliahan tadi. Sampai akhirnya mobil Ziko berhenti di area rumah keluarga Wijaya dan dia dapat melihat Devina yang begitu semangat.


Saat Devina turun dia merangkulnya dengan sayang lalu bersama-sama masuk ke dalam dan begitu pintu terbuka mereka dapat melihat Daffa yang tengah duduk sambil membaca sesuatu.


"DADDYYY"


Suara Devina membuat Daffa mendongak dan tersenyum lalu Ziko melepaskan rangkulannya sambil menatap Devina yang berlari kecil menghampiri Daffa. Seperti seorang anak kecil Devina memeluk Daddy nya dengan sangat serat membuat Daffa tersenyum dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.


Begitu pelukannya terlepas Ziko mendekat dan menyapa serta mencium sayang punggung tangannya. Tak lama mereka di buat terkejut dengan seruan Devina yang memanggil kembarannya.


"VANOOO"


Melakukan hal yang sama Devina memeluk kembarannya itu dengan sangat erat membuat Daffa dan Ziko tersenyum melihatnya. Sesaat setelahnya Ziko melihat Fahisa yang baru saja keluar dari ruang tengah dan hal itu membuat Ziko berjalan mendekat untuk mencium punggung tangannya.


Kembali pada Devina yang masih berada di pelukan kembarannya untuk waktu yang cukup lama. Ketika menjauhkan tubuhnya Devina menangkup wajah Devano lalu berjinjit dan mencium pipinya.


"Kangen Vanooo"


°°°°


Aku updateee🥰


Jadi niatnya aku memang mau bikin Devina hamil atau punya baby gitu yaa, tapi nanti ceritanya berlawanan sama di Sahara In Love hehe😁


Nah nanti setelah Devano menikah aku bakal time skip cerita Devina sama Devano ke beberapa tahun setelahnya.


Jadi enggak berlawanan sama cerita Sahara dan enggak bakal terlalu lama juga karena aku juga udah gemess mau buat Devina sama Ziko punya baby😭 Bukan kalian aja akunya juga gemess haha🤣

__ADS_1


__ADS_2