
Menatap undangan pernikahan milik kembarannya Devina terlihat sangat senang juga antusias, cepat sekali waktu berjalan mereka baru saja selesai ujian satu minggu yang lalu dan sebentar lagi kembarannya akan menikah. Undangan yang Devano kirimkan bukan untuknya, tapi untuk mertuanya kalau Devina sih tidak usah di undang dia akan datang paling awal untuk kembarannya.
Rindu sekali rasanya pada Devano dia jadi ingin memeluk kembarannya itu dengan sayang atau meminta Devano menemaninya hingga tidur, dia rindu sebentar lagi mereka benar-benar tidak bisa melakukan hal itu lagi, Devina sudah tidak mungkin minta ditemani Devano hingga tidur sambil di peluk. Tersenyum penuh arti Devina mendongak begitu pundaknya di sentuh ternyata ada Ziko yang sekarang duduk di sampingnya membuat Devina bersandar di bahunya.
"Ini untuk Mama sama Papa." Kata Devina
"Iya nanti kita kasih waktu makan malam." Kata Ziko
Devina bergumam pelan lalu mendongak dan menatap mata Ziko dengan wajah sendu.
"Eh kenapa?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan, tapi air matanya tiba-tiba jatuh membuat Ziko cemas sendiri.
"Kenapa sayang?" Tanya Ziko sambil mengusap air matanya dengan sayang
Devina menggelengkan kepalanya lagi.
"Kenapa? Vina harusnya senang." Kata Ziko
"Memang senang." Kata Devina pelan
"Terus kenapa nangis? Kenapa air matanya jatuh?" Tanya Ziko dengan penuh kelembutan
"Vina... Vina kangen sama Vano." Kata Devina yang malah semakin menangis
"Hey jangan menangis sayang kita pergi ke rumah Daddy kamu ya? Kita ketemu Vano." Kata Ziko
"Zikooo"
"Hm kenapa? Hapus air matanya ya cantik." Kata Ziko
Devina mengusap kedua pipinya yang basah lalu menatap Ziko dengan mata sendunya.
"Vina boleh minta sesuatu enggak?" Tanya Devina
"Kenapa masih tanya kamu boleh minta apapun sama aku selagi aku bisa akan aku penuhi." Kata Ziko
"Ziko boleh enggak empat hari sebelum Vano menikah kita menginap di rumah Daddy?" Kata Devina
Ziko tersenyum mendengarnya dia mengusap kepala Devina dengan sayang lalu mencium singkat keningnya.
"Boleh, satu minggu sebelumnya juga boleh." Kata Ziko
"Bener?"
"Hm asal Vina janji sekarang nangisnya berhenti." Kata Ziko
"Janji Vina enggak nangis lagi." Kata Devina sambil mengusap air matanya
__ADS_1
"Aku kan udah pernah bilang kalau aku enggak akan pernah larang kamu untuk ketemu orang tua atau kembaran kamu sayang." Kata Ziko
Devina diam sambil menatap Ziko yang tersenyum padanya.
"Saat kamu rindu atau ingin bertemu dengan mereka bilang sama aku nanti kita bisa main ke rumah atau menginap di sana." Kata Ziko
Devina tersenyum lalu memeluk Ziko dengan erat.
"Aku gak suka lihat Devina sedih apalagi nangis, jadi Devina sayang katakan semua yang kamu inginkan dan suami kamu ini bakal berusaha buat memenuhi semuanya." Kata Ziko
Devina mengeratkan pelukannya dia bersandar di dada bidang suaminya membuat Ziko tersenyum seraya mengusap lembut kepalanya.
"Sayang Ziko sayang bangett"
Tertawa kecil Ziko mengatakan hal yang sama lalu memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya.
"Ini kabar baik kembaran kamu mau menikah, jadi jangan nangis nanti kita menginap di rumah Daddy ya? Nanti Vina harus mendampingi Devano seperti dulu Devano mendampingi Vina ketika kita akan menikah." Kata Ziko
"Heem"
Melepaskan pelukannya Ziko menatap Devina dengan senyuman, lihat menangis sebentar saja hidungnya langsung memerah.
"Lihat merah banget hidungnya jadi gemes." Kata Ziko sambil mencapit gemas hidung istrinya
Devina mengerucutkan bibirnya sebal.
"Eh minta di cium bibirnya." Kata Ziko
"Cium ya?"
Tanpa menunggu tanggapan Ziko berkali-kali mencium singkat bibir Devina lalu menjauhkan wajahnya ketika merasa puas.
"Ziko"
"Hm"
"Kalau cium Vina jangan di gigit sakit tau." Kata Devina
Ziko tertawa senang mendengarnya.
"Kamu sih gemesin." Kata Ziko
"Zikooo"
"Iya Devina ada apa lagi?" Tanya Ziko
"Sebentar lagi Ziko ulang tahun." Kata Devina
"Iya Devina harus kasih hadiah." Kata Ziko
__ADS_1
"Hadiahnya apa?" Tanya Devina
"Apa aja asal dari Devina." Kata Ziko
"Vina enggak mau kasih hadiah." Kata Devina
"Kenapa?"
"Emm kenapa ya?" Kata Devina dengan raut wajah seperti sedang berfikir
"Kamu sadar gak sih Vin kalau kamu itu gemesin banget? Rasanya aku mau gigit kamu." Kata Ziko
"Ihh jangan kayak vampire sukanya gigit." Kata Devina
"Iya iya sekarang aku mau nanya kamu beneran gak mau kasih aku hadiah?" Kata Ziko
"Mauu kok hehe, tapi rahasia." Kata Devina
Ziko hanya bisa tertawa kecil mendengarnya.
"Ziko ingat gak? Waktu Ziko ulang tahun terus Vina kasih hadiah Ziko ajak Vina ke loteng kita nonton sama-sama vidio yang Vina buat terus di situ Ziko cium Vina disini." Kata Devina sambil menunjuk bibirnya
"First kiss ya?" Kekeh Ziko
"Iyaa terus besoknya Vina ketauan sama Vano." Kata Devina
"Kamu enggak pintar bohong." Kata Ziko
"Iya enggak apalagi sama Vano enggak bisa bohong pasti ketauan." Kata Devina
"Kamu kaget ya waktu itu?" Kata Ziko
"Heem tapi Vina suka." Kata Devina
"Sekarang apalagi Vina sering cium Ziko." Kata Ziko
"Lebih sering Ziko." Kata Devina
"Yaudah sama-sama sering." Kata Ziko
Devina tertawa lalu memeluk lagi Ziko dengan erat membuat suaminya itu tersenyum seraya mengusap kepalanya dengan sayang.
Ziko selalu berhasil membuat mood nya membaik.
°°°°
Masih ada lagi kok tenang🤣
Vano sebentar lagi menikah habis itu kita time skippp yeee🥰
__ADS_1