Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Vina Suka


__ADS_3

Devina menunggu suaminya pulang di kamar sambil sesekali melirik jam yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, tadi Ziko memberikan katanya dia ada makan malam bersama dengan rekan kerja Papa nya, jadi tadi Devina hanya makan malam dengan Nazwa saja. Sekarang Devina masih belum tidur padahal Ziko bilang dia bisa tidur lebih dulu karena mungkin Ziko pulang lebih malam karena tempatnya memang cukup jauh.


Sayangnya Devina tidak pernah bisa tidur jika Ziko tidak bersamanya bahkan sekarang Devina sama sekali tidak mengantuk, dia masih menunggu suaminya pulang. Sesekali Devina melihat ponselnya karena takut Ziko memberikan kabar di sana, tapi masih belum ada kabar juga.


Saat tengah duduk diam tiba-tiba pintu kamar terbuka Devina kira itu suaminya, tapi ternyata mertuanya. Tersenyum tipis Nazwa masuk ke dalam dan duduk di tepian ranjang sambil menatap menantunya.


"Vina enggak tidur?" Tanya Nazwa


Devina menggelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih.


"Vina nunggu Ziko." Kata Devina pelan


"Tidur aja dulu kalau udah ngantuk." Kata Nazwa


Devina kembali menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Mama temani sampai tidur mau?" Kata Nazwa


Tadi Zidan memberi kabar katanya mereka masih belum selesai dan mungkin akan pulang lebih malam makanya dia langsung menemui Devina.


"Enggak, Vina mau tunggu Ziko." Kata Devina


Belum sempat Devina menjawab ponselnya bergetar membuat Devina langsung melihatnya, benar dari Ziko, tapi isi pesannya membuat wajah Devina cemberut.


Sayang kamu tidur duluan ya?


Ziko masih belum selesai kayaknya bakal malam banget pulangnya


Vina tidur duluan ya?


Devina menghela nafasnya pelan dan membalas dengan singkat.


Iya Ziko


Meletakkan lagi ponselnya di nakas Devina menatap mertuanya yang kini tersenyum.


"Enggak papa Ma enggak usah di temani." Kata Devina


"Vina yakin?" Tanya Nazwa memastikan


Devina mengangguk membuat Nazwa berusaha mengerti lalu memeluk juga memberikan ciuman di kening menantunya.


"Kalau butuh sesuatu Vina bilang ya?" Kata Nazwa


Devina mengangguk dan begitu Nazwa keluar kamar Devina memasang wajah sedihnya dia berbaring di atas ranjang dengan posisi menyamping. Mengusap sayang perutnya Devina berusaha mengerti kalau Ziko sudah bekerja dan semua waktu pria itu bukan hanya untuknya.


"Baby jangan nakal ya? Papi lagi kerja." Kata Devina


Masih merasa belum mengantuk Devina mengambil lagi ponselnya lalu berpikir sebentar, siapa yang harus dia hubungi?


Akhirnya Devina memilih untuk melakukan panggilan vidio dengan Mommy nya dengan harapan semoga Mommy nya belum tidur. Benar saja tak butuh waktu lama panggilan itu di angkat, tapi bukan wajah Fahisa yang terlihat melainkan Daffa.


'Hey sayang'


Devina tersenyum manis.


"Daddyy"


'Kenapa belum tidur sayang?'


"Belum ngantuk hehe Mommy mana?" Tanya Devina


'Di kamar mandi, Ziko mana sayang?'

__ADS_1


"Ziko belum pulang lagi makan malam sama rekan kerja Papa." Kata Devina


'Hm jadi anak Daddy kesepian ya?'


Devina mengangguk singkat sambil memasang wajah lucunya.


'Kasihan..... Siapa yang telpon Mas?'


Devina mendengar suara Mommy nya membuat senyum manisnya mengembang dengan sempurna.


'Devina sayang'


Tak lama ponsel itu berpindah tangan ke Fahisa.


"Mommyyy"


Devina dengan senang menyapa membuat Fahisa tersenyum.


'Sayangnya Mommy apa kabar sayang?'


"Vina baik hehe Vina enggak bisa tidur Ziko belum pulang, jadi telpon Mommy." Kata Devina


'Iya sayang'


Setelah itu Devina mengobrol dengan kedua orang tuanya untuk waktu yang cukup lama mungkin sekitar setengah jam, mereka membahas banyak hal bersama.


Mengobrol dengan kedua orang tuanya membuat Devina mulai mengantuk dan akhirnya tertidur tanpa mematikan telponnya.


'Lihat Mas dia tidur'


Fahisa dan Daffa tersenyum melihat Devina yang terlelap wajahnya dapat terlihat, anak mereka itu sepertinya lelah sekali.


'Selamat tidur sayang'


°°°°


Tepat pukul sepuluh malam Ziko sampai di rumah dan Zidan langsung memintanya untuk istirahat karena besok pagi mereka harus pergi ke kantor lagi. Rasanya lelah sekali Ziko ikut Papa nya ke banyak tempat hari ini bahkan dia tak sempat menelpon Devina dan hanya bisa mengirim pesan saja.


Naik ke atas Ziko masuk ke dalam kamar dia membuka pintu dengan hati-hati dan ternyata Devina sudah tidur. Senyum Ziko mengembang dengan sempurna rasa lelahnya perlahan hilang ketika melihat Devina.


Istrinya itu tidur dengan posisi telentang selimutnya tidak benar membuat Ziko tersenyum.


Berjalan mendekat Ziko membetulkan letak selimut istrinya dan mengusap pelan pipinya membuat Devina melenguh pelan.


"Emhhh"


Ziko tersenyum lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan tertidur karena sudah sangat lelah.


Mungkin sekitar sepuluh menit Ziko keluar dari kamar mandi hanya dengan celana pendeknya tanpa memakai baju lalu naik ke atas ranjang dengan perlahan.


"Istri aku udah bobok"


Ziko tersenyum dia membawa helaian rambut Devina yang mengganggu ke belakang telinga lalu mencium kening Devina dengan sayang.


"Maaf ya Ziko pulangnya lama"


Tangan Ziko menyusup masuk ke dalam selimut dan mengusap perut buncit Devina dengan sayang.


"Makasih anak Papi udah pintar dan enggak nakal sama Mami"


Ziko lalu berbaring dia memeluk Devina dengan hati-hati dan memejamkan matanya.


Ziko tertidur bersama dengan Devina.

__ADS_1


°°°°


Pagi sekali Devina sudah bangun dan orang pertama yang dia lihat adalah Ziko yang tertidur dengan memeluknya membuat senyum Devina mengembang dengan sempurna. Waktu berlalu dengan Devina yang asik menatap wajah Ziko sambil mengusap pipinya atau menyentuh hidungnya.


Kelihatannya Ziko nyenyak sekali entah jam berapa kemarin Ziko pulang, tapi sepertinya Ziko masih kelihatan lelah membuat Devina tidak tega sendiri. Tangan Devina masih asik mengusap pipi Ziko lalu dia mendekat dan memberikan ciuman di keningnya.


"Ziko capek ya?"


Devina tersenyum dia masih asik memandangi wajah suaminya.


"Ziko masih bobok pasti capek ya?" Kata Devina lagi


Biasanya kalau Devina menyentuhnya Ziko bangun atau paling tidak menggeliat pelan dalam tidurnya, tapi ini tidak artinya Ziko sangat sangat lelah.


"Kasihan Ziko." Kata Devina


Devina terus menatap wajah suaminya hingga perlahan Ziko bergerak dalam tidurnya lalu membuka matanya.


Devina diam untuk beberapa saat hingga Ziko benar-benar tersadar dan melihat Devina yang kini tersenyum.


"Ziko udah bangun." Kata Devina


Ziko bergumam pelan lalu Devina mendekat dan memberikan ciuman di bibir suaminya.


"Selamat pagi Ziko"


"Selamat pagi sayang"


Suara Ziko yang baru sekali bangun tidur membuat jantung Devina berdetak sangat cepat, serak sekali.


"Ziko pulang jam berapa?" Tanya Devina berusaha mengalihkan fikirannya


"Hm jam sepuluh sayang." Kata Ziko masih dengan suara seraknya


Devina mengangguk singkat lalu menatap Ziko ketika tangan Ziko mengusap pipinya.


"Udah bangun dari tadi ya?" Tanya Ziko


Devina mengangguk lagi.


"Kangen Ziko"


Ziko tersenyum dia mengusap lagi pipi Devina dengan sayang.


"Mau mandi sama Ziko enggak?"


Devina tersenyum lalu mengangguk dengan semangat membuat Ziko tertawa pelan.


"Vina suka"


Ziko menatapnya dengan bingung.


"Suka apa?" Tanya Ziko


Devina tersenyum malu lalu memeluk Ziko dan menyembunyikan wajahnya di lekukan leher sang suami.


"Suka mandi sama Ziko"


Dan Ziko tertawa karena merasa gemas.


°°°°


Vina mau aku culik dari Ziko aja lah gemes banget😭

__ADS_1


__ADS_2