
"Kok ketawaa?"
Devina merengek ketika yang lain mentertawakan perkataannya tadi padahalkan Devina bicara jujur, kemarin Ziko mengatakan hal yang sama padanya. Suaminya itu bilang kalau mereka akan jalan-jalan seperti biasanya, tapi ketika Devina bicara dia malah ditertawakan, menyebalkan.
Mengerucutkan bibirnya sebal Devina memeluk Fahisa dengan wajah cemberutnya membuat yang lain benar-benar merasa gemas sendiri dengan tingkahnya. Mana ada orang yang mengatakan hal itu dengan wajah polos serta senyuman seperti Devina.
Pantas saja Devina membuat Ziko sampai tergila-gila.
"Kenapa ketawa?! Vina kan benar kemarin Ziko bilang gitu." Kata Devina kesal
"Bukan jalan-jalan itu maksudnya Vin." Kata Devano dengan tawanya
"Terus apa maksudnya? Kata Daddy jalan-jalan." Kata Devina sambil menatap Daffa
"Sudah sudah Vina masih kecil." Kata Daffa
"Ish enggak! Vina udah menikah tau udah jadi istri orang mana ada masih kecil." Kata Devina kesal
Daffa tertawa lalu mencubit pelan pipinya.
"Maksud Daddy itu bulan madu Devina." Kata Devano akhirnya
Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Daffa dan Ziko bergantian sebelum akhirnya mengangguk faham.
"Enggak usah jalan-jalan juga bisa kata Mona di kamar juga bisa." Kata Devina lagi
"Ya ampun Devina." Kata Fahisa
"Kenapa? Mona bilang gitu kata dia bilang bulan madu di kamar juga bisa." Kata Devina
"Udah sayang gak usah dibahas ya?" Kata Daffa sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Kenapa Daddy?" Tanya Devina
Ziko benar-benar gemas sendiri melihat tingkah Devina yang terlampau polos.
"Enggak papa nanti aja kamu bahas sendiri sama Ziko." Kata Daffa
Mengangguk faham Devina tersenyum lalu matanya berbinar ketika Bibi mengantarkan makanan serta minuman untuk mereka. Ada brownis disana dan Devina langsung mengambilnya.
"Ini Mommy buat?" Tanya Devina
"Iya hanya ada itu sayang kemarin Mommy buat, kalau tau kalian mau kesini Mommy akan buatkan banyak." Kata Fahisa
"Enggak papa." Kata Devina
"Vina disana gimana Ziko?" Tanya Fahisa pada menantunya
"Vina baik-baik aja kok Ma dia sama Mama juga deket banget sering ngobrol berdua." Kata Ziko membuat Fahisa tersenyum mendengarnya
Sering kali dia merasa cemas dengan anaknya, tapi mendengar bahwa orang tua Ziko bersikap baik pada anaknya membuat dia merasa lega.
"Vina masih manja gak disana?" Tanya Daffa pada anaknya
"Em sedikit." Kata Devina
"Dia manja sekali." Kata Ziko sambil tertawa
"Ish enggak cuman sedikit aja." Kata Devina protes
"Bohong itu Dad gak mungkin Vina enggak manja." Kata Devano
__ADS_1
"Ihh emang enggak kok Vina aja suka bantuin Mama nya Ziko." Kata Devina membela diri
"Iya sayang udah gak usah didengerin." Kata Fahisa
"Udah dengar." Kata Devina
Fahisa menggelengkan kepalanya pelan dengan tingkah Devina yang masih sama.
Beruntung sekali Devina mendapatkan Ziko yang sangat mencintai serta mau menerima Devina apa adanya bahkan tidak pernah merasa terganggu dengan sikap manja Devina.
"Ziko gimana udah nikah sama Vina, kaget enggak lihat dia manja banget gitu?" Tanya Fahisa
"Enggak Ma dari waktu pacaran Vina memang manja, tapi Ziko gak masalah kok malah seneng." Kata Ziko
Orang tua Devina tersenyum mendengarnya ternyata Ziko sama seperti mereka malah senang dengan Devina yang suka bersikap manja.
Manjanya Devina itu biasanya seperti minta dipeluk atau merengek ketika dia merasa bosan dan terus menempel ketika dia ingin.
Mungkin hanya Ziko orang selain dari keluarga yang tahan dengan Devina dan sikap manjanya.
¤¤¤
Saat Ziko sedang mengobrol dengan kedua orang tuanya Devina memilih untuk pergi mengobrol dengan kembarannya di halaman belakang rumah. Menyandarkan kepalanya di bahu kembarannya Devina tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum senang bahkan dia memeluk lengan kembarannya dengan sayang.
Rasa rindunya seolah terbayar ketika dia melihat dan memeluk Devano seperti biasanya, mungkin terdengar berlebihan, tapi itu yang Devina rasakan. Sulit sekali berada jauh dari Devano meskipun ketika bersama Ziko dia merasa baik-baik saja, tapi tetap ketika Devina sendirian dia terus memikirkan Devano dan keluarganya.
Maklum saja masih satu minggu pertama.
"Vina kangen banget sama Vano." Kata Devina
"Aku enggak"
"Ish bohong! Vano suka masuk kamar Vina kan? Vano kesana karena kangen sama Vina." Kata Devina
"Mommy bilang." Kata Devina
"Kamu betah kan disana Vin?" Tanya Devano mengalihkan pembicaraan
"Em betah"
"Kamu biasanya ngapain disana?" Tanya Devano
"Nonton tv atau main game sama Ziko kadang ngobrol sama Mama juga." Kata Devina
"Kamu senang kan disana?" Tanya Devano lagi
Devina menatap Devano dengan senyuman lalu menganggukkan kepalanya.
"Heem senang banget Vano disana mereka baik banget sama Vina apalagi Mama dia sering ajakin Vina ngobrol." Kata Devina
Devano tersenyum lalu mengusap pipi Devina dengan sayang membuat kembarannya itu tersenyum.
"Vano tau gak?" Tanya Devina
"Tau apa?"
"Vina kangen banget sama Vano terus Mommy dan Daddy, tapi kalau Vina bilang sama Ziko dia langsung ajakin Vina kesini bahkan pas pertama kali Vina pergi Ziko bilang kalau Vina masih mau tinggal disini kita bisa tinggal lagi untuk beberapa hari." Kata Devina
Hati Devano menghangat ketika mendengarnya, dia senang sekali dengan kenyataan bahwa Ziko tidak membatasi hubungan Devina dengan keluarganya dan lagi Ziko sangat pengertian pada Devina.
"Ziko baik"
__ADS_1
"Iyaa Ziko baik banget dia kayak Vano suka ngalah sama Vina." Kata Devina
"Ziko sering gangguin kamu kayak aku gak?" Tanya Devano sambil tersenyum
"Em kadang-kadang kalau Vano sering." Kata Devina membuat Devano tertawa kecil mendengarnya
"Tapi, kamu kangen kan aku gangguin?" Kata Devano
"Iyaaa"
Devina mengatakannya dengan bibir mengerucut lalu dia memeluk Devano lagi dan memejamkan matanya.
Bahagia sekali hari ini dia bisa menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya.
Ziko memang sangat pengertian.
¤¤¤
"Vina kita udah sampai"
Ziko mengusap pipi Devina dan berusaha membangunkan istrinya ketika mereka sampai di rumah sekitar pukul sembilan malam. Menghabiskan waktu seharian penuh di rumah mertuanya Devina pasti merasa lelah sekarang bahkan dia terlihat begitu nyenyak.
Tersenyum manis Ziko mencium sekilas pipinya lalu keluar dari dalam mobil dan menggendong tubuh Devina dengan hati-hati. Saat masuk ke dalam rumah Ziko berpapasan dengan kedua orang tuanya yang mungkin baru selesai makan malam dan Ziko langsung mengatakan bahwa dia akan pergi ke kamar karena Devina ketiduran.
Sampai di kamar Ziko membaringkan tubuh Devina dengan hati-hati diatas ranjang lalu menyelimuti tubuhnya, tapi Devina malah membuka matanya.
"Mm Ziko kita udah sampai?" Tanya Devina begitu sadar dimana dia berada
"Udah, kamu tidur aja." Kata Ziko sambil mengusap kepala Devina dengan sayang
"Mau ganti baju." Kata Devina
"Yaudah aku ambilin dulu bajunya di lemari." Kata Ziko
"Vina aja." Kata Devina sambil menahan lengan suaminya
Bangun dari tempat tidurnya Devina mengambil piyama miliknya di dalam lemari lalu pergi ke kamar mandi.
Saat tengah membuka bajunya Devina terkejut ketika Ziko membuka juga pintu kamar mandi lalu menatapnya dengan senyuman.
"Ish Ziko gantian Vina dulu yang ganti baju!"
Ziko tertawa lalu berjalan mendekat membuat Devina menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Sini aku bantuin." Kata Ziko
Devina diam ketika Ziko menarik tangannya menjauh lalu mengambil piyama miliknya dan membuka satu per satu kancingnya.
"Tangannya masukin." Kata Ziko
"Ih Vina bisa sendiri bukan anak kecil masa digantiin." Kata Devina kesal
"Gak papa aku sekalian cuci mata." Kata Ziko sambil tertawa
Devina merasa kesal lantas mengambil piyamanya yang ada di tangan Ziko lalu memukul lengannya dengan kuat.
Bukan merasa bersalah Ziko justru tertawa dan menatap Devina yang kini membelakanginya.
Memukul pelan kepalanya Ziko merutuki dirinya sendiri yang mendadak mesum.
Dasar Ziko nakal!
__ADS_1
¤¤¤
Astaghfirullah Ziko kamu ini berdosa banget😂