
"Vina kenapa cemberut gitu?"
Pertanyaan yang Fahisa ajukan untuknya hanya Devina jawab dengan gelengan singkat serta senyuman tipis di wajahnya dan ketika wanita paruh baya itu duduk disampingnya Devina memeluknya dari samping. Sungguh Devina merasa kesal tadi dia memang senang, tapi tiba-tiba Ziko meminta izin untuk pergi karena Bianca dan Alda meminta dia untuk menjemputnya.
Awalnya Devina ingin melarang, tapi tidak jadi dia hanya mengangguk saja dan sekarang Devina malah kesal sendiri bahkan dia ingin sekali menyusul suaminya. Namun, tidak mungkin mengatakan pada orang tuanya nanti mereka malah marah dan takutnya lagi Devina dikira terlalu berlebihan.
Sudahlah Ziko juga hanya menjemput saja dan lagi ada Bianca disana, jadi Devina tidak perlu khawatir kan?
"Devina hey kok sekarang malah ngelamun." Tegur Fahisa
Perkataan itu membuat Devina tersentak dan menatap Mommy nya dengan senyuman lalu menggelangkan kepalanya pelan seraya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Enggak papa Mommy." Kata Devina
"Udah ah jangan cemberut gitu Ziko kan cuman keluar sebentar masa udah kangen." Kata Fahisa
Devina hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Emm"
"Mommy mau ke super market sebentar sama Daddy kamu mau ikut gak?" Tanya Fahisa
"Enggak, tapi beliin Vina ice cream sama coklat." Kata Devina
"Yaudah, kamu tunggu sini jangan cemberut gitu paling Ziko bentar lagi pulang." Kata Fahisa
Devina mengangguk singkat sebagai jawaban lalu melambaikan tangannya pada Fahisa yang berjalan menjauh.
Begitu sosok wanita paruh baya itu menghilang dari pandangannya Devina menghela nafasnya pelan lalu beranjak dari tempat tidurnya dan ikut pergi keluar kamar. Tujuannya adalah kamar Devano dan begitu masuk ke dalam Devina tersenyum lalu berlari menghampiri kembarannya.
"Vanooo"
Devano menatapnya dengan senyuman lalu tertawa kecil ketika Devina memeluknya dari samping, cukup erat.
"Vano lagi ngapain? Ngerjain tugas?" Tanya Devina penasaran
"Hm baru aja selesai, Ziko belum pulang?" Tanya Devano
Devina menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban lalu dia mengambil ponsel Devano yang ada di meja dan membukanya.
Sudah lama sekali dia tidak memainkan ponsel milik kembarannya.
"Kamu sama Ziko gak ada masalah kan?" Tanya Devano sambil mengusap kepala kembarannya dengan sayang
"Emm gak ada, tapi Vano sekarang Vina cemburuan banget sama Ziko." Kata Devina
Devano tertawa kecil mendengarnya, hal yang wajar kalau Devina cemburu pada suaminya.
"Gak papa itu wajar asal jangan terlalu berlebihan ya? Kamu harus percaya sama Ziko sama seperti Ziko percaya sama kamu." Kata Devano
Devina mengangguk singkat sebagai jawaban lalu meletakkan lagi ponsel kembarannya di meja dan mendongak untuk menatap wajah kembarannya.
"Udah lama banget kamu gak masuk kamar aku kayak gini terus mainin HP aku." Kata Devano
Senyuman Devina perlahan terbentuk dia menutup matanya sebentar ketika Devano mengusap pipinya.
"Aku kangen sama kamu, disana kamu harus bahagia kalau Ziko bikin kamu sedih bilang ke aku nanti biar aku balas dia." Kata Devano
"Vina disana bahagia dan Ziko enggak akan bikin Vina sedih." Kata Devina dengan senyuman manisnya
"Aku tau Vin." Kata Devano
"Emm sekarang peluk lagii yang lama." Kata Devina
Devano tersenyum dan langsung membalas pelukan yang Devina berikan untuknya dengan cukup erat, dia juga sesekali memberikan ciuman di puncak kepala kembarannya.
"Meskipun kamu udah menikah, tapi kalau kamu mau minta beliin sesuatu sama aku bilang ya? Uang aku jadi utuh karena kamu jarang minta jajan." Kata Devano membuat Devina terkekeh mendengarnya
"Pakai beliin sesuatu untuk Adara." Kata Devina
__ADS_1
"Susah dia Vin kadang suka ngomel kalau aku beliin banyak-banyak." Kata Devano sebal
"Gak papa beliin terus." Kata Devina
"Iya, aku memang sering beliin dia sesuatu ya meskipun nanti dia ngomel." Kata Devano
Devina hanya bisa tersenyum mendengarnya tak lama setelahnya dia melepaskan pelukannya lalu menatap lagi Devano dengan mata indahnya.
Mata yang selalu berhasil membuat orang-orang merasa tenang.
"Vina sayang banget sama Vano"
Ah sudah lama juga Devano tidak mendengar kata itu dari kembarannya.
°°°
Setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah sang mertua Ziko masuk ke dalam rumah sambil membawa burger yang tadi belikan untuk istrinya. Sebenarnya Devina tidak meminta, tapi Ziko hanya berinisiatif saja karena dia tau tadi Devina sedikit merajuk padanya.
Jujur Ziko juga ingin menolak, tapi dia tidak enak apalagi yang menghubunginya Bianca dan bukan Alda kalau saja Alda dia pasti bisa menolaknya. Makanya begitu pulang Ziko lebih dulu membelikan burger untuk Devina di tempat favorit istrinya dimana mereka biasa beli.
Begitu masuk ke dalam Ziko tidak menemukan siapapun dan ketika bertanya pada Bibi ternyata mertuanya sedang pergi keluar. Mengangguk faham Ziko langsung naik ke atas dan masuk ke dalam kamar Devina dan dia dapat melihat istri cantiknya disana.
Saat Devina mendongak Ziko dapat melihat raut wajah cemberutnya membuat pria itu tersenyum dan langsung menghampirinya.
"Aku beliin burger tadi kayak biasa pakai keju plus telur dan saus tomat." Kata Ziko
Perlahan raut wajah cemberut Devina hilang dia langsung mengambil apa yang suaminya belikan.
"Lama ya?" Kata Ziko
"Heem lamaaa." Kata Devina kesal
"Maaf, tadi aku jemput mereka di mall dan Bianca sama Alda duduk di belakang kok." Kata Ziko
"Iyaaa"
Menatap suaminya sebentar Devina menarik sudut bibirnya dan membentuk sebuah senyuman membuat Ziko ikut tersenyum melihatnya.
"Makan dulu." Kata Ziko sambil mengusap kepala Devina dengan sayang
"Heemm"
"Vano mana?" Tanya Ziko
"Ada di kamar lagi telponan sama Adara." Kata Devina
Ziko mengangguk faham dan kembali menatap Devina yang tengah asik memakam burger yang tadi dia belikan.
Ziko terus menatap nya hingga Devina selesai makan dan secara refleks dia mengusap sudut bibirnya membuat Devina tersenyum senang.
"Mau aku ambilin minum?" Tanya Ziko
"Enggak tadi Vina udah ambil minum soalnya habis makan kue." Kata Devina
Setelah mengatakan itu Devina mengambil gelas yang ada di meja lalu menghabiskan air minum yang tadi dia bawa.
"Makasih Ziko." Kata Devina
"Anytime sayang, maaf aku tadi gak bisa nolak karena Bianca yang telpon." Kata Ziko
Devina hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu menatap Ziko sebentar dan tanpa di duga Devina kini berpindah dan duduk dipangkuan suaminya.
Awalnya Ziko terdiam, tapi ketika Devina memeluknya dia langsung terkekeh pelan dan membalas pelukan itu seraya mengusap rambut hitamnya. Cukup lama hingga Ziko penasaran akan satu hal dan menanyakannya pada Devina.
"Vina"
"Hmm"
"Aku mau nanya." Kata Ziko
__ADS_1
Devina langsung menjauhkan tubuhnya dan mendongak untuk menatap mata suaminya.
"Em tanya apa?" Kata Devina
"Kamu bener-bener cemburu sama Alda ya?" Tanya Ziko
Tanpa berpikir lagi Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Vina gak suka ada cewek lain yang dekati Ziko." Kata Devina jujur
"Meskipun itu Alda teman aku sejak kecil?" Tanya Ziko
"Iya, kenapa Ziko enggak suka?" Tanya Devina curiga
Ziko tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Bukan gak suka sayang." Kata Ziko
"Terus?"
"Aku cuman mau nanya aja." Kata Ziko dengan senyuman
"Kalau gitu Ziko harus dengerin Vina." Kata Devina
"Iyaa"
"Vina gak suka kalau Ziko dekat sama cewek lain dan Vina gak peduli entah itu teman lama atau sahabat baik sejak kecil karena yang jelas Vina enggak suka!" Kata Devina dengan wajah galaknya
Ziko hanya diam sambil menatap wajah Devina yang terlihat menggemaskan padahal dia sedang kesal.
"Kalau Vina bilang enggak boleh berarti enggak boleh! Ziko cuman punya Vina gak boleh ada yang dekati Ziko pokoknya Vina cemburu sama semua orang kecuali Mona, Cessa dan Nayla." Kata Devina lagi
Tersenyum manis Ziko menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia mengerti semua ucapan istrinya.
"Kalau Ziko masih dekat sama cewek lain Vina bakal marah." Kata Devina
"Iya sayang"
"Sini Vina mau ngelakuin sesuatu biar orang-orang pada tau kalau Ziko punya Vina." Kata Devina
Ziko menautkan alisnya dan menatap Devina dengan bingung, tapi dia dibuat menahan nafas kala Devina mendekatkan wajah ke lehernya dan meninggalkan kecupan disana.
"Vina enggak Terima kalau ada cewek lain yang dekati Ziko"
Ziko yang masih terkejut hanya diam dan kembali menahan nafas ketika dia merasakan hembusan nafas Devina di lehernya bahkan ketika bibir lembut istrinya itu menyentuh kulitnya.
Hampir saja Devina meninggalkan lagi kecupan disana kalau saja pintu kamar tidak tiba-tiba terbuka.
"Vin kata Mommy itu ice......"
Mata Devina membulat dia menjauhkan tubuhnya dan menoleh lalu matanya menangkap sosok Devano yang terlihat sangat terkejut.
"Itu.... Nanti turun Mommy sama Daddy udah dibawah"
Ziko tertawa kecil sesaat setelah pintu kamar tertutup lalu dia menatap Devina yang juga tengah menatapnya.
Pipinya memerah sempurna membuat Ziko tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium singkat bibirnya.
"Sekarang Devina nya Ziko nakal banget"
°°°°
Duhh Vina nakalnyaaa kan di lihat Vano untung udah nikah coba kalau belum udah jadi babak belur tuh Ziko nya🤣
Biasanya kita kasih visual Vina sekarang gantian visualnya Ziko.
Manis bangett deh untuk aku aja ya Vinn😭
__ADS_1