Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Kecupan


__ADS_3

"Devina yang bener aja, enggak boleh!"


Ziko melotot kala Devina membuka jaket yang dia kenakan karena ingin berfoto di sudut cafe yang menurutnya sangat bagus, tapi Devina ingin berfoto tanpa memakai jaket yang menutupi bajunya yang memang terbuka. Sontak saja keinginan itu Ziko tolak, tapi Devina dengan wajah memelasnya meminta Ziko agar mengizinkan untuk mengambil foto meskipun hanya satu kali.


Selain itu cafe juga tidak terlalu ramai, jadi tidak banyak yang akan memperhatikan mereka, tapi tetap saja Ziko merasa kesal dan menolak keinginannya. Astaga dia bisa mati di tangan mertua serta kembaran dari istrinya kalau mereka tau Ziko membiarkan Devina keluar dengan baju terbuka begitu.


"Ziko cuman sekali aja janji gak akan aku upload kemana-mana cuman untuk foto di h aku aja." Kata Devina dengan wajah sedih


"Vin aku bisa di hajar sama Daddy kamu dak Vano kalau mereka lihat aku biarin kamu keluar pakai baju kayak gini." Kata Ziko


"Zikooo"


Devina memasang wajah penuh permohonan yang membuat Ziko menghela nafasnya pelan.


"Satu kali"


Devina langsung tersenyum dia berjalan ke sudut dan menatap kamera dengan senyuman manis hingga Ziko selesai mengambil foto.


"Satu kali lagiii"


"No"


"Ish satu kali lagi janjiii." Kata Devina


Ziko menghela nafasnya lagi dan mengangguk lalu membidikkan kamera ponselnya ke arah Devina.


Begitu selesai Ziko langsung memakaikan lagi jaket milik Devina yang tadi gadis itu lepas dan sekarang punggung mulus Devina tak lagi terlihat.


"Sekarang kita pulang." Kata Ziko


Devina menganggukkan kepalanya lalu memeluk lengan sang suami dan Bersama-sama berjalan menuju parkiran. Setelah ini mereka berdua akan langsung pulang karena orang tua Ziko mengatakan bahwa dia rumah mereka ada Bianca dan Nadya.


Oh iya masalah Bianca dan Alda sekarang Devina sudah tidak peduli terakhir yang dia dengar Alda pergi lagi ke Malaysia.


Baguslah Devina jadi tidak perlu menahan rasa kesal lagi pada gadis yang berusaha mendekati sang suami.


"Bianca mau pergi lagi Ziko?" Tanya Devina ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil


"Enggak sayang, tapi dia memang mau keluar kota untuk beberapa hari bersama teman-temannya untuk liburan." Kata Ziko


"Sama Alda juga?" Tanya Devina


"Hm kalau itu enggak tau, tapi mungkin enggak Alda kan ada di Malaysia." Kata Ziko


Devina mengangguk faham lalu menatap Ziko yang sekarang fokus pada jalanan dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.


"Ziko"

__ADS_1


"Hm"


"Jaketnya aku buka lagi ya kan kita di mobil." Kata Devina


"Iya boleh"


Mendengar jawaban itu Devina langsung melepaskan jaket yang dia kenakan dan menaruhnya di atas kedua pahanya.


"Buku harian Vina di simpan dimana?" Tanya Devina


"Di laci lemari." Kata Ziko


Devina bergumam pelan lalu meraih ponsel Ziko dan membukanya untuk melihat foto yang tadi Ziko ambil.



"Ish Vina cantik." Kata Devina memuji dirinya sendiri


"Kamu memang cantik sayang." Kata Ziko sambil tertawa kecil


"Ziko"


"Apa sayang?" Tanya Ziko


"Besok Vina mau ajak Ziko ke mall mau belikan sesuatu untuk Ziko." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Hm ya habisnya cuman bisa minta temani sama Ziko aja." Kata Devina


"Kamu kenapa lucu banget sih Vin?" Kata Ziko gemas


Devina hanya tersenyum lalu terus menggeser layar ponsel kekasihnya sampai tangannya berhenti di salah satu foto yang membuat wajahnya berubah cemberut.


"Ziko ini siapa?!" Seru Devina kesal


Ziko tersentak mendengarnya dia menoleh sebentar dan melihat foto yang Devina tunjukan.


Itu foto Ziko bersama dengan Kakak tingkatnya.


Tidak tidak jangan salah sangka Ziko waktu itu dapat tugas dia harus mewawancarai beberapa orang dan kebetulan Ziko mewawancarai Kakak tingkatnya itu yang memang merupakan perempuan.


Tapi, bukan tanpa alasan dia mewawancarai Kakak tingkatnya yang itu karena memang wanita itu sangat pintar bahkan namanya di kenal di fakultasnya.


"Kenapa Ziko foto sama dia?! Ini siapa?!" Tanya Devina dengan wajah memerah


Melihat bahwa akan ada pertengkaran Ziko menepikan mobilnya lalu menatap Devina yang terlihat marah dan kesal.


"Ziko ini siapa? Ish Ziko udah bosan sama Vina sekarang." Kata Devina

__ADS_1


Aduh Devina sedang datang bulan hari pertama habis saja kamu Ziko.


"Vina bukan gitu ini tugas....."


"Mana ada tugas foto sama cewek cantik?!" Kata Devina marah


"Aduh Vin dengerin dulu dong." Kata Ziko


"Ziko jahat." Kata Devina pelan


Wajahnya berubah sedih membuat Ziko langsung meraih tangannya meskipun Devina berusaha melepaskan tangannya.


"Hey dengerin dulu ya?" Kata Ziko


"Enggakkk"


"Devina aku ada tugas untuk wawancara beberapa orang dan Kakak tingkat aku yang ini pintar banget bahkan hampir semua Dosen kenal sama dia alasan aku foto karena nanti foto itu harus aku taruh di makalah yang aku buat." Kata Ziko menjelaskan


Wajah Devina masih cemberut, tapi dia tidak melepaskan tangan Ziko yang menggenggamnya.


"Satu aja udah cukup ngapain aku cari yang lain." Kata Ziko lagi


Devina masih diam membuat Ziko kini menangkup wajahnya dan menatap mata istrinya.


"Fotonya belum aku hapus karena belum aku pindah ke laptop dan bukan cuman sama dia aja kok ada beberapa orang juga nih kamu lihat foto yang lain." Kata Ziko dengan sabar


Devina menolak untuk melihat lalu dia menatap mata sang suami dengan wajah cemberut.


"Maaf ya hehe udah dong jangan marah kan ini tugas." Kata Ziko


Menghela nafasnya pelan Devina mengangguk singkat lalu mendekat dan memeluk sang suami dengan cukup erat.


Di peluknya leher Ziko lalu tanpa permisi Devina memberikan kecupan di leher sang suami hingga bekas kemerahan terlihat di sana.


"Vina"


Ziko menggeram pelan, tapi Devina kembali melakukan hal yang sama di sisi lain lehernya.


"Ayo Ziko jalan nanti Mama nungguin"


Devina mengucapkan kalimat itu setelah menjauhkan wajahnya dan terlihat santai padahal Ziko sudah panas dingin.


Ya anggap saja hukuman dari Devina.


°°°°


Aku updateee🥰

__ADS_1


Besok aku bakal double update yaa maaf baru bisa update sekarang🥰


__ADS_2