Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Sensitif


__ADS_3

Kabar kehamilan Devina membuat semua orang bahagia dan Devina sangat senang untuk itu karena anaknya yang masih di dalam kandungan telah memberikan kebahagiaan untuk banyak orang. Meskipun jujur sampai saat ini Devina masih belum yakin bahwa dia sudah siap untuk menjadi seorang Ibu, tapi Devina sangat senang dengan kenyataan bahwa dia sedang hamil.


Saat ini Devina akan segera menyelesaikan perkuliahannya yang hanya tinggal sedikit agar nanti Devina tidak terlalu sibuk dan mengganggu kesehatan janinnya. Selama ini kalian jelas tau seperti apa Devina dia tidak bisa terlalu lelah itu ketika dia sedang tidak hamil apalagi ketika sedang hamil begini.


"Vina capek Ziko"


Devina mengatakan itu dengan manja ketika dia masuk ke dalam kamar dan langsung duduk di atas ranjang.


"Mau mandi dulu gak?" Tanya Ziko sambil mengusap kepala Devina dengan sayang


Devina mendongak untuk menatap mata suaminya lalu dia menggelengkan kepalanya pelan.


"Capek Ziko ganti baju aja ya?" Kata Devina


"Iya gak papa." Kata Ziko


Tersenyum singkat Ziko mengusap pipi Devina dengan sayang lalu memeluknya membuat Devina langsung bersikap manja. Tangan Devina membalas pelukan suaminya dan pipinya menempel di bahu Ziko dengan bibir yang mengerucut.


"Yaudah Vina tiduran dulu aku mau mandi sebentar." Kata Ziko


Devina mengangguk patuh dia menatap Ziko yang sudah melepaskan pelukannya, tapi belum sempat pergi menjauh Devina menahan tangannya.


"Kenapa sayang?" Tanya Ziko


Devina tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Sini Vina bukain bajunya Ziko." Kata Devina


Ziko ingin menolak, tapi Devina terus menatapnya dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya membuat Ziko akhirnya mengangguk singkat.


Tatapan mata Devina begitu tulus ketika menatapnya dan sambil tersenyum tangan mungil istrinya itu perlahan membuka kancing kemeja yang dia pakai. Begitu semua kancing terlepas Devina melepaskan kemeja hitam milik suaminya lalu tersenyum senang.


"Udahhh"


Ziko tertawa kecil dia mencubit gemas pipi Devina dan malah membuat istrinya itu tersenyum.


"Ziko"


"Iya Devina kenapa lagi hm? Mau mandiin aku?" Tanya Ziko sambil bercanda


"Em enggak"


Devina tersenyum lagi dia masih terus menatap wajah suaminya yang sangat tampan.


"Ziko mandinya jangan lama yaa? Nanti Vina kangenn." Kata Devina


"Kalau kangen Vina susul aja." Kekeh Ziko


"Enggakkk"


"Iya aku gak lama mandinya." Kata Ziko dengan senyuman


Ziko mencium sebentar bibir Devina sebelum akhirnya beranjak menjauh dan pergi ke kamar mandi.


Sekarang Devina hanya duduk diam sambil menunggu suaminya yang sedang mandi dan dengan senyuman Devina mengambil ponselnya. Begitu benda itu hidup Devina langsung mencari kontak teman-temannya dan melakukan panggilan vidio dengan Mona.


Cukup lama Devina menunggu sampai akhirnya panggilan itu terangkat juga.


"Halo Monaaaa ih kok ada Cessa sama Naylaaa???? Ihh jahat enggak ajak aku." Seru Devina begitu melihat ada Cessa dan juga Nayla dengan Mona yang ada di tengah


'Tadi cuman sama Nayla, tapi Cessa dateng abis berantem sama Alex haha...... Enggak heh apaan sih?!'


Devina langsung memasang wajah cemberutnya.


"Jahattt enggak ajak aku." Kata Devina sedih


'Ehh ehh bukan gak ngajak Devinaa, tapi tadi memang gak janjian mau kumpul gini kalau udah janji ya pasti ajak lo lah'


Devina masih memasang wajah cemberutnya.


'Ya ampun Vin maaf dong bukan gak mau ngajak....'


Devina langsung mematikan panggilannya karena merasa kesal lalu melempar asal ponselnya.


Wajahnya cemberut dia sangat kesal karena tidak di ajak padahal Devina sangat sangat ingin kumpul bersama mereka apalagi sudah lama mereka tidak main karena sibuk dengan urusan skripsi masing-masing, tapi sekarang mereka bertiga malah bermain dia tidak di ajak.


Sesaat setelah itu pintu kamar mandi terbuka Ziko keluar dengan sudah berpakaian dia tengah mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, tapi wajahnya berubah bingung melihat Devina yang terlihat cemberut.

__ADS_1


Dengan cepat Ziko melangkahkan kakinya mendekat dia duduk di dekat Devina dan menatap matanya.


"Kenapa sayang?" Tanya Ziko


Devina enggan menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya pelan, tapi kali ini air mata mulai menggenang.


"Kenapa hm?" Tanya Ziko sambil mengusap pipinya


"Jahatt"


Devina mengatakan kata itu dengan pelan dan air matanya jatuh.


"Eh kenapa? Siapa yang jahat? Aku jahat? Aku mandinya kelamaan ya?" Tanya Ziko


"Bukan Ziko." Kata Devina pelan


"Terus siapa sayang?" Tanya Ziko sambil mengusap air matanya dengan sayang


"Tadi Vina telpon Mona ternyata dia lagi sama Nayla dan Cessa mereka jahatt Vina enggak di ajak." Kata Devina


"Hey mungkin kamu cuman salah faham aja udah jangan nangis." Kata Ziko sambil mengusap air mata Devina dengan sayang


"Yaa tapii mereka enggak ajak akuuu masa aku di tinggal enggak di ajak aku kan kangen." Kata Devina lagi


"Iya udah nangisnya nanti aku antar ke sana ya?" Kata Ziko


"Enggak mauuu aku marah." Kata Devina membuat Ziko tersenyum tipis melihatnya


"Mungkin Vina cuman salah faham aja." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


Devina memasang wajah cemberutnya lalu memeluk Ziko dari samping dan tak lama setelahnya ponsel Ziko berdering membuat dia langsung meraihnya. Ada nama Mona pasti gadis itu merasa bersalah dan Ziko langsung tersenyum, Devina memang sangat sensitif rupanya.


"Mona telpon." Kata Ziko


Devina tak memberikan tanggapan apapun dan malah memeluk Ziko dengan erat membuat suaminya itu tersenyum lalu mengangkat telpon dari Mona.


'Ziko dimana Vina? Cepet kasih ke dia gue mau ngomong ya ampun sumpah yaa dia marah sama kita bertigaa'


"Vina ini Mona mau ngomong?" Kata Ziko


"Enggak mau katanya Mon." Kata Ziko


'Ziko cepet kasih tau dia gue sama yang lain gak maksud main tanpa ajak dia sumpah deh tadi gue janjian cuman sama Nayla terus Cessa dateng kita gak sengaja juga kumpul bertiga gini'


Mona terlihat panik ketika menjelaskannya.


'Ziko cepetan mana si Vina'


Suara Nayla yang sekarang terdengar.


'Ko cepetan kasih ke Vina kita mau ngomong'


Dan kali ini suara Cessa yang terdengar.


"Vina ini mereka mau ngomong sama kamu." Kata Ziko


Devina masih menggelengkan kepalanya pelan.


"Gak mau dia." Kata Ziko


'Vinaa ya ampun maaf sumpah gak maksud kumpul tanpa ajakin lo'


Ziko tersenyum dia mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Udah Mon besok lagi aja ya? Vina lagi gak mau ngomong katanya." Kata Ziko


'Yaa gak bisa gak tenang kita nya!'


Cessa berseru kesal kepada Ziko membuat Ziko tertawa kecil.


"Gak gitu biarin aja dulu Vina memang lagi sensitif." Kata Ziko


'Ya biasanya gak sampe gini'


"Maklum Mon efek hamil." Kekeh Ziko


Perkataan Ziko itu untuk sesaat membuat Mona terdiam hingga Mona bersama Nayla dan Cessa berseru kencang membuat Ziko menjauhkan ponselnya.

__ADS_1


'APA?! HAMIL? DEVINA HAMIL?!'


"Iya"


Setelah mengatakan itu Ziko mematikan telponnya lalu meletakkan ponselnya di ranjang dan menatap Devina yang ternyata sudah terlelap. Tawa kecil Ziko terdengar dia secara hati-hati melepaskan pelukan Devina lalu membaringkannya di ranjang.


Ziko mencium sayang kening istrinya lalu mengusap pelan perut rata Devina dan tersenyum manis.


Ah Ziko tidak sabar menanti kehadiran dua baby lucu mereka.


°°°°


"Aaaaa Ibu hamill siniiii"


Devina masih memasang wajah cemberut ketika mendengar suara Mona, tapi dia tetap berjalan mendekat dan menghampiri ketiga temannya yang langsung memeluknya dengan erat. Malam ini Ziko mengajak Devina makan di luar sekalian mereka bertemu dengan Mona dan yang lainnya juga, beruntung Devina mau.


Cukup lama ketiga teman Devina memeluknya kalau Ziko dia sudah duduk tepat di samping Gio yang sejak tadi memang sudah datang. Setelah Devina merengek minta di lepaskan baru mereka melepaskan pelukannya dan mengajak Devina duduk.


Dengan gemas Mona mencubit pipi Devina membuat Devina merengek pelan.


"Sakitt"


"Aaa Devina bentar lagi jadi Mama mudaaa." Kata Mona senang


Devina tersenyum senang mendengarnya.


"Ihh sumpah Vina kita minta maaf ya? Tadi bener kok gak sengaja bisa kumpul bertiga." Kata Nayla


"Iya Vin jangan marah." Kata Cessa


Devina mengangguk singkat lalu tersenyum.


"Udah berapa bulan kandungannya?" Tanya Mona dengan antusias


"Kok lo belum kasih tau?" Tanya Cessa lagi


"Udah empat minggu baru tau kemarin ish Vina jugaa terus yaa baby nya Vina ada dua." Kata Devina membuat mereka berseru senang


"Aaaa gilaa gue seneng banget." Kata Cessa


"Waduh gila Ziko mantep bener sekali jadi dua." Kata Gio membuat Ziko tertawa pelan ketika mendengarnya


"Ihh pasti gemesin deh nanti kayak lo Vin." Kata Nayla


Devina tersenyum senang dia mengusap perutnya dan berkata dalam hati.


'Baby nya Vina semua orang sayang sama kalian'


Devina tertawa kecil ketika Mona kembali memeluknya dengan erat.


"Aaaa seneng bangettt." Kata Mona


"Vina juga seneng." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya


"Asik banget nanti gue jadi aunty." Kata Cessa


"Belakangan ini Vina memang sensitif makanya tadi dia marah banget sama kalian." Jelas Ziko


"Vinaaaa lo jangan khawatir kita itu kalau mau kumpul bareng-bareng pasti ajakin lo malah yaa lo itu yang harus wajib dateng." Kata Nayla membuat Devina tersenyum


"Enggak enak kalau enggak ada lo itu apalagi kalau cuman ketemu Mona sama Nayla ih males banget udah bosen." Kata Cessa


"Dih siapa yang mau ketemu lo memang hah?! Tadi lo yang tiba-tiba dateng." Kata Mona sebal


Devina tertawa kecil mendengarnya.


"Ihh jangan ribut." Kata Devina


"Iya iya enggakkk." Kata Nayla sambil mencubit pelan pipi temannya


Devina hanya bisa tersenyum, dia sangat senang karena ketiga temannya begitu baik dan mereka juga sangat senang dengan kabar kehamilannya.


Nanti Devina akan mengerjai mereka dengan banyak permintaan aneh.


°°°°°


Aku updateeee🥰

__ADS_1


__ADS_2