Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Rindu


__ADS_3

Kurang lebih satu bulan berlalu baby twins terlihat sangat sehat dan beberapa hari yang lalu mereka dapat kabar bahwa Adara telah melahirkan sepasang bayi kembar yang lucu membuat Devina sangat antusias ingin melihatnya. Hari ini mereka akan pergi ke rumah orang tua Devina setelah sebelumnya mereka menjenguk Adara di rumah sakit kini ketika gadis itu sudah pulang mereka mau berkunjung.


Devina pergi ketika hampir malam karena hanya waktu itu anak-anaknya akan tenang biasanya kalau siang hingga sore baby twins sangat rewel lalu di sekitar jam enam hingga tengah malam mereka akan tenang dan baru menangis ketika jam satu atau dua malam. Sekarang Devina ada di perjalanan bersama dengan Ziko menuju rumah orang tuanya dan Devina terlihat sangat antusias.


Dalam dekapannya ada baby twins yang Devina jaga dengan hati-hati begitu juga dengan Ziko yang membawa mobilnya pelan.


"Kita mau main sayang ke rumah Oma sama Opa." Kata Devina dengan suara lembutnya


Sekitar tiga puluh menit mungkin mereka berdua baru sampai di rumah keluarga Wijaya dan sebelum turun Ziko meminta Devin menunggu dia membuka pintu karena Ziko akan mengambil alih Arthan dari dekapan istrinya.


Ketika membuka pintu mobil Ziko yang mengambil Arthan dibuat terkejut karena anak itu merengek kuat membuat Devina meminta Ziko membawa baby Ardhan saja.


Lihat kan memang nanti Arthan yang akan jadi saingannya, nempel sekali dengan Devina.


Keduanya melangkahkan kaki menuju pintu utama dan mengetuk pintu hingga Bibi membukanya membuat Devina langsung masuk ke dalam dan langsung berseru kencang.


"Mana baby nyaaaaa?"


Tak lama kedua orang tuanya muncul mereka tersenyum senang dan langsung menyambut keduanya dengan penuh kebahagiaan bahkan Daffa dan Fahisa langsung mengambil alih baby twins dari tangan Devina dan Ziko.


"Sini sayang biar Mommy sama Daddy yang jagain baby twins." Kata Fahisa


Beruntung Arthan tak menangis ketika digendong oleh Fahisa dia terlihat tenang saja.


Begitu anaknya ada di tangan orang tuanya Devina langsung menghampiri Adara dan Devano yang ada di ruang tengah lalu mengintip baby twins yang tidak tertidur. Mata kedua bayi itu terbuka mereka menatap Devina lalu terlihat seperti sedang tertawa.


"Ihh gemesss"


Devina tersenyum senang dia mengangkat baby Nadhin dengan hati-hati dan anak itu diam sama sekali tidak menangis atau merengek.


"Haii aku Ante Vinaa." Kata Devina


"Hai Tantee aku Nadhin." Balas Adara membuat keduanya tertawa pelan


Devina menatap Adara dengan senyuman manisnya.


"Lucuuu Vina enggak punya baby perempuan." Kata Devina sambil mengusap pipi Nadhin dengan sayang


"Cantik banget Nadhin." Kata Ziko yang ada di samping Devina membuat istrinya itu menoleh dan menatapnya dengan senyuman


"Iyaa cantikk terus lucu gemesin." Kata Devina

__ADS_1


Devina memberikan Nadhin pada Ziko lalu beralih mengambil Nathan yang membuat anak itu sedikit merengek, tapi diam saat Devina mengusap pipinya.


"Mirip Vanooo sedikit." Kata Devina


"Iyaa ganteng ya kayak Arthan sama Ardhan." Kata Adara


"Nanti lucu mereka kalau sudah besar main bertiga nanti Nadhin sendirian." Kata Devina sambil tertawa


Dia bahkan membayangkan kalau mereka sudah besar nanti pasti lucu.


"Nadhin ikutan juga dia nyempil." Kata Adara ikut tertawa


Keduanya tersenyum lalu Adara mengusap pipi Nathan dengan sayang membuat bayi tampan itu menggerakkan lidahnya karena mengira Adara akan memberi susu.


"Vina ayo kita jalan-jalan sama baby twins." Kata Adara


"Ayoo pasti seru." Kata Devina senang dia bahkan terlihat sangat antusias


Devina membaringkan lagi Nathan di atas ranjang begitu juga dengan Ziko yang membaringkan Nadhin di sana.


Setelahnya Devina memeluk Adara dan Devano dengan sayang membuat yang lainnya menatap mereka dengan senyuman.


Sepertinya akan ada banyak waktu untuk Mama muda menghabiskan waktu bersama para baby twins nantinya.


"Aduh Mommy senang sekali kalian datang rumah jadi ramai apalagi ada dua baby twins yang lucu lucu." Kata Fahisa


Devano ikut tersenyum dia mendekat dan menatap baby Arthan lalu mencium keningnya singkat.


"Vinaa senang." Kata Devina


Wajah Devina terlihat begitu bahagia pipinya juga memerah senyumnya mengembang dengan sempurna membuat Ziko senang sekali melihatnya.


"Vina mau nginap di sini?" Tanya Ziko


"Em mau, tapi besok lagi aja kita enggak bawa perlengkapan baby twins." Kata Devina sambil tersenyum


Devina mau menginap, tapi mereka tidak bawa perlengkapan baby twins, jadi lain waktu saja mereka menginap.


Devina akan sangat senang karena ada Adara dan dua keponakannya yang lucu.


Pasti akan sangat menyenangkan.

__ADS_1


°°°°


"Sini anak Daddy"


Devina tersenyum dia menghampiri Daffa lalu memeluknya dari samping, keduanya duduk di ruang tengah tadi Devina baru saja selesai memberikan susu untuk kedua anaknya. Sekarang Adara ada di kamar menidurkan Nathan dan Nadhin yang sejak tadi menangis kalau Ziko ada bersama Fahisa menunggu baby twins.


Arthan dan Ardhan belum tidur mereka hanya menyusu sebentar lalu sudah terkadang memang begitu. Sekarang sudah jam delapan dan mungkin Devina akan pulang jam sembilan nanti bersama Ziko.


"Gimana keadaan Vina sekarang?" Tanya Daffa


"Baikk Daddyyy." Kata Devina dengan senyuman


"Gemes banget sih anak Daddy padahal udah punya anak dua." Kata Daffa


Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Daddy nya dengan wajah cemberut.


"Daddy jangan bilang Vina gemes sekarang Vina udah jadi Mami nya baby twins Vina sudah besar." Kata Devina


Daffa tertawa pelan dia mengusap pipi anaknya itu dengan sayang.


"Sepi sekali sayang tidak ada kamu di rumah." Kata Daffa


"Ada Adaraaa." Kata Devina


"Adara pendiam sayang dia seringnya mengobrol dengan Mommy kalau Vina kan cerewet kerjaannya gangguin Daddy terus." Kata Daffa


Devina tersenyum lalu mencubit pipi Daddy dengan dengan gemas.


"Nanti yang gangguin Daddy anak-anaknya Vinaaa apalagi Arthan dia pasti cerewet." Kata Devina sambil tertawa


"Iya seperti Angga dan Alana sama Aluna, tapi Daddy suka sekarang Daddy punya empat lagi ada Arthan dan Ardhan lalu Nathan sama Nadhin." Kata Daffa


"Iya rumah Daddy jadi ramai nanti penuh." Kata Devina


Daffa tertawa dia memeluk anaknya itu dengan sayang lalu mencium puncak kepalanya.


Sejak dulu Daffa tidak pernah bisa menganggap bahwa anak-anaknya sudah besar bahkan begitu juga pada Sahara yang sudah memiliki tiga anak.


Bagi Daffa mereka masih tetap anak-anaknya yang kecil yang selalu bergantung padanya yang selalu merengek dan menangis kalau dia tidak pulang karena ada urusan keluar kota.


Ya bagi Daffa semua anak-anaknya masih sekecil itu.

__ADS_1


°°°°


Siapa yang setuju Devina masih gemesin meskipun udah punya baby???


__ADS_2