Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Dua Kepribadian


__ADS_3

"Atu uwa iga pat imaa"


Devina tertawa pelan dia mendengarkan Ardhan yang sedang belajar menghitung, dia terlihat serius sekali, tadi mertuanya membelikan sebuah buku dan Ardhan terlihat begitu senang. Sejak tadi anak itu sibuk mencoret-coret buku lalu menghitung sambil mengangkat jari-hari tangannya.


Berbeda lagi dengan Arthan yang malah ngambek di beliin buku, jadi sekarang anak itu pergi lagi bersama dengan Zidan ke toko mainan untuk membeli mobilan. Memang Arthan sama Ardhan itu berbeda sekali sifatnya, ya mungkin hampir mirip dengan Devina dan Devano.


Dulu juga Devano yang rajin pria itu suka baca buku dan suka sekali dengan hitung-hitungan nah kalau Devina kebalikannya, mungkin Arthan dan Ardhan juga sama.


"Atu uwa igaa aaaa"


Ardhan merengek pelan ketika lupa lalu dia mengangkat lagi jempolnya sambil mengulang menghitung.


"Atu"


Lalu Ardhan mengangkat lagi jari telunjuknya.


"Uwa"


"Ihh gemes banget sih anak Ami." Kata Devina sambil mengangkat tubuh Ardhan


Dipangkunya tubuh Ardhan lalu dengan gemas di cium pipinya membuat Ardhan merengek pelan.


"Ami dahh Amii"


Devina tertawa sebelum menjauhkan wajahnya dan membawa Ardhan untuk menghadap ke arahnya.


"Ardhan sekolah ya?" Canda Devina


Anehnya anak itu malah mengangguk dengan semangat.


"Aldan mau cekolah." Kata Ardhan


"Eh nanti belajar dulu." Kata Devina sambil tersenyum


"Aldan belajal itung atu uwa iga pat." Kata Ardhan dengan wajah menggemaskan


"Ardhan udah bisa hitung sampai berapa?" Tanya Devina


"Cegini." Kata Ardhan sambil menunjuk kelima jarinya


"Pinter banget." Kata Devina


Devina mencubit pelan pipi anak itu membuat Ardhan merengek.


"Abis ima belapa?" Tanya Ardhan


"Abis lima itu enam." Kata Devina


"Nam, abis tuu?" Tanya Ardhan lagi


"Tujuh"


"Ujuh"


"Coba hitung lagi nanti kalau benar Ami kasih ice cream." Kata Devina


Ardhan tersenyum senang lalu mengangkat lagi tangannya.


"Atu uwa iga pat aaaa upaa." Katanya marah


Devina tertawa wajah Ardhan terlihat kesal.


"Empat lima"


"Pat imaa"

__ADS_1


"Enam tujuh"


"Nam ujuh"


"Delapan sembilan"


"Apan.. Abis tu apa Ami?" Tanya Ardhan dengan wajah bingung


"Sembilan"


"Lann"


"Sepuluh"


"Uluhh"


"Jadi?"


"Gak bica banyak Aldan pucing kepalanya cakit." Kata Ardhan membuat Devina tertawa


Anak itu kalau bicara sudah seperti orang besar saja Devina benar-benar gemas sendiri.


"Sini Ardhan." Kata Devina


Ardhan mendekat lalu memeluk Mami nya dengan manja membuat Devina tersenyum sambil menciumi pipinya.


"Nanti Ami masakin ikan ya?" Kata Devina


"Aldan cuka ikan." Kata Ardhan sambil tersenyum lebar


Devina tersenyum dia mencium lagi pipi Ardhan cukup lama.


"Es klim untuk Aldan?" Kata Ardhan


Anak itu menatap Devina dengan cengiran lucu di wajahnya membuat Devina tersenyum lalu menggendongnya dan membawanya ke dapur.


"Cambil nonton tipi." Kata Ardhan


Sekali lagi Devina mengangguk dan membawa Ardhan ke ruang tengah dia menghidupkan tv dan mencari film kartun. Begitu menemukan film SpongeBob Ardhan langsung tersenyum dia memakan ice cream yang tadi sudah Devina bukakan untuknya.


Anak itu terlihat lucu sekali dia menonton sambil memakan ice cream dan berantakan ada banyak ice cream di area bibir Ardhan yang membuat anak itu terlihat lucu.


"Altan lamaa." Kata Ardhan sambil menoleh dan menatap Devina


Devina tertawa dia mengambil tissue lalu mengusap sekitaran bibir Ardhan yang terkena ice cream.


"Iya lagi beli mainan, Ardhan kenapa enggak ikut Opa beli mainan?" Tanya Devina


Ardhan hanya menggelengkan kepalanya lalu memakan lagi ice cream miliknya sambil melihat ke arah televisi.


Ardhan memang mudah berubah, kemarin ketika Zidan mengajak untuk beli mainan dia semangat, tapi tadi tidak mau.


Ya, seperti itulah Ardhan.


°°°°


Arthan pulang membawa banyak mainan dia menumpahkan semuanya di ruang tengah dan menunjukkannya pada Ardhan, ada juga mainan untuk Ardhan yang Zidan belikan. Melihat itu Ardhan tersenyum dia mengambil beberapa mainan lalu melihatnya.


Ada sepuluh mungkin mainan yang Arthan beli semuanya Zidan yang belikan, anak itu terlihat senang sekali ketika di toko mainan. Menunjuk banyak mainan Zidan membelikan semuanya dan membuat Arthan senang bukan main.


"Api Apii Altan beli mainan banyak." Kata Arthan


Anak itu berlari menghampiri Ziko yang baru saja pulang membuat pria itu tertawa dan langsung menggendongnya.


"Banyak banget." Kata Ziko

__ADS_1


"Opaa beliin." Kata Arthan sambil tersenyum


"Ya ampun Pa banyak banget belinya." Kata Ziko


"Enggak papa Ziko." Kata Zidan


Ziko tersenyum mendengarnya lalu melihat Ardhan yang tengah asik melihat-lihat mainan.


"Yaudah Papa mau ke kamar dulu." Kata Zidan


Ziko mengangguk singkat dan begitu Papa nya pergi dia duduk di samping Ardhan yang asik melihat mainan.


Tak lama Devina muncul membawa susu untuk kedua anaknya karena tadi mereka minta susu, memang sampai sekarang keduanya masih minum susu.


"Eh Ziko"


Ziko tersenyum dia mengambil alih susu yang Devina bawa.


"Arthan Ardhan ini susu nya." Kata Ziko


Kedua anak itu langsung tersenyum dan mengambil gelas mereka masing-masing lalu meminum susu itu hingga habis dalam waktu singkat.


"Pinter banget." Kata Ziko sambil mengusap sudut bibir kedua anaknya bergantian


"Taruh meja aja dulu." Kata Devina


Ziko menaruh gelasnya di atas meja lalu menepuk tempat di sampingnya agar Devina mau duduk di sana.


"Ardhan udah pinter berhitung." Kata Devina


"Iya?"


"Heem dari tadi dia ngitung terus pakai tangan gini satu dia tiga katanya." Kata Devina yang malah sama menggemaskan dengan dua anaknya


Ziko tertawa dia mencubit gemas pipi Devina.


"Ardhan coba hitung Papi mau dengar." Kata Ziko


Ardhan tersenyum dia bangun lalu menghampiri Ziko dan duduk di dekatnya.


"Atu uwa iga pat ima nam.... bis tu apa lagi Ami?" Tanya Ardhan membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Tujuh delapan"


"Ujuh apan"


"Sembilan sepuluh"


"Lan uluh yeee." Kata Ardhan senang


Ziko dan Devina tersenyum tak lama suara Arthan terdengar membuat mereka menatap anak itu lalu tertawa melihat tingkahnya.


"Tablak tablakk." Kata Arthan sambil menabrak satu mobil mainan miliknya ke mobil mainan yang lain


"Arthan sama Ardhan sekolah ya?" Kata Ziko


Berbeda dengan Ardhan yang senang Arthan langsung marah dia melempar mainannya karena kesal.


"Aaaa gakk gakk mau cekolahhh"


Benar-benar dia kepribadian yang berbeda antara si kembar.


°°°°


Hm sepertinya akan lebih mudah dan menguntungkan menculik Ardhan🤣

__ADS_1


Culik Ardhan💃👶🛫


__ADS_2