
Hal yang selalu Devina takutkan ketika bersama dengan Ziko adalah hadirnya orang lain di tengah kebahagiaan mereka berdua dan sepertinya hal itu akan terjadi dalam waktu dekat. Perasaan Devina tidak tenang apalagi ketika dia dan Ziko akan pergi makan siang bersama dengan Alda juga Bianca di salah satu restoran tempat mereka biasa pergi.
Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, dia percaya pada Ziko sangat, tapi entah kenapa rasa cemas juga khawatir terus menghantui Devina sejak dia bertemu dengan Alda pertama kalinya. Mungkin karena kesan pertemuan pertama mereka kurang baik dimana Alda memeluk suaminya dan Ziko terlihat biasa saja.
Sudahlah Devina akan berusaha menyingkirkan fikiran buruk itu dari dalam otak dan fikirannya.
"Udah siap?"
Devina mendongak dan dengan senyuman dia menganggukkan kepalanya lalu meraih tangan sang suami dimana dia langsung merasakan genggaman penuh kelembutan yang Ziko berikan.
Devina tidak peduli apapun bagi dia yang paling penting adalah Ziko tidak boleh pergi darinya.
"Kamu cantik banget." Kata Ziko
Ziko mengatakan nya dengan senyuman sebelum akhirnya dia membuka pintu mobil dan membiarkan Devina masuk ke dalam. Setelah keduanya berada di dalam mobil Ziko memasangkan sabuk pengaman untuknya.
"Jangan mikirin apapun ya?" Kata Ziko dengan penuh kelembutan
Hanya anggukan singkat yang dapat Devina berikan dan dia hanya diam selama perjalanan menuju restoran sungguh Devina tidak tau kenapa dia sangat gelisah.
Berkali-kali Devina mengalihkan pandangannya dan memainkan jari-jari tangannya, terus seperti itu hingga mereka sampai. Sebelum turun Ziko meraih tangannya dan membuat Devina kini menatapnya tanpa senyuman.
Raut wajah cemasnya begitu terlihat.
"Vina kenapa?" Tanya Ziko dengan penuh kelembutan
Devina menunduk lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Hey jangan bohong, kamu kenapa sayang?" Tanya Ziko lagi
Kali ini Devina mendongak untuk menatap mata sang suami lalu kembali menggelengkan kepalanya.
"Vina... Cuman banyak tugas." Kata Devina
"Bohong kan?" Tebak Ziko
"Bener kok Vina banyak tugas dan ada ujian juga." Kata Devina pelan
"Jangan difikirin." Kata Ziko dengan penuh kelembutan
Tersenyum tipis Devina mengangguk patuh lalu bersama suaminya keluar dari dalam mobil dan memasuki area restoran. Mata Ziko menjelajah hingga suara seseorang terdengar dan ternyata ada Alda yang melambaikan tangan pada keduanya.
Masih dengan tangan yang menggenggam tangan istrinya Ziko berjalan mendekat lalu duduk di hadapan Alda bersama dengan Devina yang duduk disampingnya.
"Udah lama Al?" Tanya Ziko
"Belum lama kok ini tinggal nunggu Bianca aja." Kata Alda
Ziko mengangguk faham lalu menoleh dan menatap Devina yang sejak tadi diam.
"Hey udah jangan difikirin nanti aku bantuin kamu kerjaiin tugasnya." Kata Ziko sambil mengusap pelan pipi istrinya
Devina tersenyum sambil bergumam pelan.
"Oh iya lo mau pesan apa Ko?" Tanya Alda
"Samaiin aja, tapi jangan ada udang nya ya? Istri gue gak bisa makan udang dia alergi." Kata Ziko
"Oke"
__ADS_1
Memanggil salah satu pelayan Alda menyebutkan beberapa pesanan termasuk untuk Bianca. Di tempatnya Devina masih diam sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Vina"
Sekali lagi Ziko memanggilnya, dia merasa bingung dengan sikap Devina sejak mereka berangkat karena istrinya itu terlihat gelisah dan memikirkan sesuatu.
"Kamu kenapa?" Tanya Ziko
"Enggak papa." Kata Devina dengan senyuman
"Jangan ngelamun." Kata Ziko
Devina mengangguk singkat sebagai jawaban lalu menatap gadis di depannya yang juga ikut tersenyum padanya.
"Bianca udah dimana?" Tanya Ziko
"Udah di jalan kok mungkin bentar lagi sampai." Kata Alda
"Bentar ya? Mau ke toilet dulu, tunggu ya Vin." Kata Ziko
Devina hanya bergumam pelan lalu menatap Ziko yang berjalan ke toilet dan meninggalkan dia berdua dengan gadis bernama Alda.
Suasana semakin canggung Devina hanya tersenyum tipis pada wanita dihadapannya dan begitu juga dengan Alda. Saat Devina mengalihkan pandangannya gadis itu mengatakan sesuatu yang membuat Devina kembali menatapnya.
"Ziko banyak berubah ya?"
Devina tidak memberikan tanggapan hanya diam sambil menatapnya.
"Dulu dia gak suka cewek yang manja dan gak terlalu suka diatur." Kata Alda
Hanya gumaman singkat yang Devina berikan.
Devina tersenyum menanggapinya, dia tidak mau bicara apapun dengan wanita yang ada dihadapannya.
Belum sempat mengatakan sesuatu Bianca datang dan duduk tepat disamping Alda lalu menyapa Devina dengan ramah membuat Devina kini tersenyum tulus. Tak lama setelahnya Ziko juga kembali dari kamar mandi dan duduk disamping Devina.
Setelahnya tak banyak percakapan mereka hanya makan siang dalam diam lalu sedikit bercerita tentang masa lalu.
Devina hanya mendengarkan saja, dia tidak berniat memberikan tanggapan.
°°°
Dalam perjalanan pulang Devina masih diam tidak mengajak Ziko bicara atau apapun bahkan kalau suaminya itu bertanya dia hanya akan menjawab dengan singkat dan sekarang Devina hanya fokus pada ponselnya. Ada banyak pesan yang masuk, tapi Devina hanya membalas pesan dari beberapa orang saja yang menurutnya cukup penting.
Tidak ada persahabatan antara seorang pria dan wanita karena salah satu diantaranya pasti akan melibatkan perasaan.
Tanpa sengaja Devina membaca hal itu dan dia benar-benar gelisah padahal Devina sudah janji akan selalu percaya pada Ziko, tapi entahlah dia malah tidak tenang. Sungguh Devina ingin mengajukan banyak pertanyaan pada suaminya, tapi Devina tidak berani mengatakannya.
Dia takut salah bicara.
"Vin udah sampai"
Perkataan itu sukses membuat Devina tersentak dan melepaskan ponsel yang ada di genggamannya. Dengan canggung Devina memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu keluar dari dalam mobil.
Melihat hal itu Ziko langsung menyusul nya hingga masuk ke dalam kamar dan dengan segera Ziko meraih tangan Devina lalu mengajaknya untuk duduk. Ditatap nya wajah Devina yang sekarang sedang menunduk dan ketika Ziko meraih dagunya lalu membawa Devina untuk menatapnya, dia melihat ada yang berbeda dari tatapan istrinya.
"Kenapa? Bukan soal tugas atau ujian kan?" Tebak Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan enggan untuk menjawab.
__ADS_1
"Devina hey aku tau kamu lagi mikirin sesuatu kan? Kenapa hm?" Tanya Ziko sambil mengusap pipinya
Devina kembali menggelengkan kepalanya.
"Devina kamu udah janji bakal selalu jujur sama aku." Kata Ziko
Devina diam dan kali ini menatap mata suaminya.
"Ziko"
"Hmm"
"Vina mau nanya boleh?" Tanya Devina
Ziko menghela nafasnya pelan lalu mendekat dan mengusap pipinya dengan sayang.
"Vin kamu gak perlu minta izin apapun yang mau kamu tanyakan kamu bisa menanyakan hal itu padaku." Kata Ziko
"Ziko enggak suka cewek yang manja ya?" Tanya Devina
"Aku suka, kenapa?" Tanya Ziko
"Dulu?"
Ziko menatapnya dengan alis bertaut lalu setelah sadar maksudnya dia tersenyum.
"Dulu memang enggak suka karena aku terbiasa lihat Mama yang mandiri banget, tapi setelah kamu semuanya berubah aku suka banget sama Devina yang manja." Kata Ziko sambil mencubit gemas pipinya
"Vina mau nanya lagi." Kata Devina
"Iya boleh"
"Ziko.... Em Ziko pernah suka sama Alda gak dulu? Apa dulu Ziko sama dia pernah pacaran?" Tanya Devina
Pertanyaan itu membuat Ziko tersenyum penuh arti ternyata istri cantiknya ini masih sangat cemburu.
"Aku gak pernah suka sama Alda dan kita gak pernah pacaran." Kata Ziko
Devina diam sambil menatapnya membuat Ziko tersenyum lalu meminta Devina untuk pindah dan duduk di pangkuannya. Tak ada penolakan Devina kini duduk dipangkuan suaminya dan mendongak seraya menatap matanya.
"Sekarang kamu boleh tanya semua yang mau kamu tanyakan tentang aku, Alda dan Bianca aku akan jawab semuanya." Kata Ziko
Tak ada tanggapan Devina masih diam dengan mata yang terus menatap suaminya.
"Jangan biarin ini terlalu banyak berfikir"
Ziko mengatakan hal itu sambil mengusap kepalanya.
"Boleh tanya apapun?" Tanya Devina
Ziko tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku tau kamu cemburu, aku tau kamu penasaran tentang Alda dan aku tau apa yang kamu fikirikan Devina"
Tak ada tanggapan Devina hanya diam lalu tak lama dia memeluk suaminya dengan sayang.
"Sekarang tanyakan semua yang mengganggu fikiran kamu dan aku akan jawab semuanya supaya kamu gak gelisah kayak gini, aku gak suka lihatnya"
°°°
__ADS_1
Kurang enggak nihh🤣 Kalo bilang kurang banyak nanti aku up lagi lohh😝