
"Daddy Vina pulang dulu ya?"
Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna dia memeluk serta mencium pipi Daddy nya sebelum akhirnya menghampiri Ziko yang akan mengajaknya pulang dan tidak lupa Devina melambaikan tangannya. Sejak datang ke kantor Daddy nya dia sangat senang apalagi Daddy nya membelikan banyak sekali makanan untuknya dan tidak hanya itu Daffa juga menunda semua pekerjaannya untuk menemani Devina.
Sekarang Devina akan pulang dan dia sudah masuk ke dalam mobil bersama dengan sang suami yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan area perkantoran. Sepanjang perjalanan Devina menceritakan semua kegiatannya di kantor Daddy nya dengan penuh semangat membuat Ziko tersenyum mendengarnya.
Dia senang kalau Devina juga senang.
"Vina kenyang banget udah makan banyak, Ziko udah makan?" Tanya Devina
"Belum"
Perkataan itu membuat Devina menatap suaminya dengan mata membulat.
"Kenapa belum? Ini udah lewat makan siang tau." Kata Devina
"Malas mau makan di kantin." Kata Ziko dengan senyuman
"Ziko mau makan dimana? Nanti Vina temani." Kata Devina
"Di rumah aja sayang." Kata Ziko
"Hm yaudah tapi langsung makan ya?" Kata Devina
Ziko hanya mengangguk saja sebagai jawaban dan kembali fokus pada jalanan di hadapannya hingga beberapa menit setelahnya ponsel Ziko berdering yang langsung pria itu angkat ketika melihat ada nama Bianca disana.
"Kenapa Bianca? Gue lagi di jalan pulang." Kata Ziko
Dalam diam Devina menatap sang suami yang sedang berbicara dengan Bianca lalu tak lama setelahnya Ziko menatap Devina dan menanyakan sesuatu.
"Bianca minta aku ke rumah Alda mau makan siang bareng karena hari ini dia ulang tahun." Kata Ziko
"Em yaudah Vina ikut atau enggak?" Tanya Devina
"Ikutlah sayang masa enggak." Kata Ziko membuat Devina tersenyum mendengarnya
Akhirnya Ziko memutar balik mobilnya karena rumah Alda memang berada di dekat rumah Bianca yang berbeda arah dengannya. Selama perjalanan Devina tidak banyak bicara, dia hanya diam sambil memainkan ponsel miliknya.
Jujur saja sekarang Devina sudah tidak terlalu cemburu dengan Alda dan berusaha bersikap biasa meskipun suaminya terlihat cukup akrab setiap kali keduanya bertemu. Namun, sekarang Devina berusaha mengerti kalau keduanya tidak ada hubungan lebih dan lagi Ziko adalah suaminya jadi Devina harus percaya padanya.
Sekitar kurang lebih dua puluh menit perjalanan akhirnya mobil Ziko berhenti di area rumah yang baru pertama kali Devina datangi dan dengan senyuman dia turun dari mobil. Keduanya berjalan beriringan dengan tangan Ziko yang menggenggam erat tangan Devina.
Begitu masuk dari pintu utama keduanya dapat melihat Alda dan Bianca yang ternyata hanya berdua saja, tadinya Ziko kira akan bersama dengan orang tua Alda juga.
"Loh sama Vina juga?" Kata Alda
"Iya tadi habis jemput Devina." Kata Ziko sambil tersenyum
Devina dapat melihat senyuman tipis disana lalu dia mengikuti Ziko untuk masuk ke dalam dan mereka langsung pergi ke ruang makan.
"Sebenernya mau sama Mama dan Papa juga, tapi mereka lagi ada urusan jadi kita aja lagian gak ada yang spesial kok cuman makan biasa aja." Kata Alda
__ADS_1
"Ah iya selamat ulang tahun Al." Kata Ziko membuat Alda tersenyum senang mendengarnya
"Thanks ya? Bisa-bisanya lo gak ucapin gue tepat waktu padahal dulu lo selalu ucapin paling pertama." Kata Alda sambil tertawa kecil
Ziko hanya menanggapinya dengan senyuman lalu mengajak Devina untuk duduk tepat di sampingnya.
"Gue udah masak nih Ko tadi dibantu sama Bianca, dulu kita sering banget makan bareng masakan Mama apalagi pas masih sekolah lo sering minta bekal gue." Kata Alda membuat Ziko tertawa kecil mendengarnya
Hanya saja ketika melihat ke arah meja makan Ziko langsung terdiam.
"Vina alergi udang." Kata Ziko membuat keduanya juga ikut terdiam
"Ah maaf gue gak tau Vin." Kata Alda
"Duh gimana ya?" Kata Bianca
Devina hanya tersenyum dan mengatakan kalau hal itu tidak masalah karena Devina juga sudah makan.
"Kamu mau pesan aja gak?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban membuat Ziko tersenyum dan mengusap kepalanya sebentar.
"Gak papa?"
"Iya masih kenyang kok tadi kan makannya banyak." Kata Devina sambil tersenyum
"Beneran? Gak mau pesan sesuatu?" Tanya Ziko lagi
Dan semua itu tidak luput dari pandangan Alda yang sejak tadi memang menatap mereka berdua dalam diam.
°°°°
Saat ini Ziko berada di dapur untuk mencuci tangannya sedangkan Devina masih berada di ruang tamu bersama dengan Bianca dan Alda mungkin mereka sedang mengobrol. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore sebentar lagi Ziko akan mengajak Devina untuk pulang karena tak ada yang harus dia lakukan lagi disini.
Sejak tadi Ziko juga merasa ada yang aneh dengan Alda berkali-kali Ziko melihat bahwa gadis itu sedang menatapnya, tapi Ziko memilih tidak ambil pusing. Begitu selesai mencuci tangannya Ziko berniat untuk kembali ke ruang tamu, tapi saat berbalik dia berpapasan dengan Alda yang entah sejak kapan ada di dekatnya.
"Alda"
Gadis itu tersenyum sambil menatapnya dan Ziko berniat pergi, tapi Alda menahannya.
"Ada apa Al?" Tanya Ziko
Alda mendongak dan menatap mata Ziko yang sekarang menatapnya tanpa ekspresi.
"Kenapa kesini sama Devina?" Tanya Alda
Pertanyaan itu tentu saja membuat Ziko bingung sendiri.
"Kenapa? Ya kemanapun gue pergi Devina memang selalu ada." Kata Ziko
"Kenapa lo nikah secepat ini? Apa lo seyakin itu sama dia?" Tanya Alda
__ADS_1
Ziko semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan gadis dihadapannya.
"Maaf Ko"
"Maaf untuk apa? Lo kenapa sih?" Tanya Ziko bingung
Bukan menjawab Alda malah mendekat dan memeluknya membuat Ziko terkejut bukan main. Masih diliputi dengan rasa terkejutnya Ziko tersentak ketika Devina berseru kesal.
"ALDA"
Raut wajah Devina menunjukkan bahwa dia marah dan dengan penuh kekesalan Devina menarik Alda agar menjauh dari suaminya.
"Alda apa-apaan sih?!" Kata Devina marah
Mungkin karena mendengar keributan Bianca datang dan berada di antara yang lainnya.
"Maksud kamu apa?!" Kata Devina lagi
Wajah Devina memerah karena dia merasa kesal dan Ziko dengan penuh kelembutan menggenggam tangan Devina.
"Vina"
"Aku gak suka kamu peluk suami aku kayak gitu! Maksud Alda apa?" Kata Devina
Devina tidak pernah semarah ini, tapi sekarang dia terlihat sangat marah.
"Devina lo apaan sih? Ziko sama Alda kan udah temenan dari....."
"Vina enggak peduli sekarang Ziko suami aku dan Alda gak boleh kayak gitu." Kata Devina
"Bianca udah jangan bicara lagi, Devina sayang udah jangan marah-marah dan Alda please jangan kayak gitu lagi, kita memang teman Alda, tapi gue juga suaminya Devina." Kata Ziko
Dengan nafas memburu Devina berlalu pergi membuat Ziko langsung mengatakan pada Bianca dan Alda bahwa dia akan pulang.
"Gue pulang dulu"
Ziko berlari kecil dan dia dapat melihat Devina yang berjalan keluar sambil membawa tas miliknya membuat Ziko langsung bergegas mengambil ponsel juga kunci mobil yang ada di meja. Begitu berhasil menyamakan langkah kakinya Ziko langsung menahan tangan Devina.
"Devina"
"Lepas! Vina mau pulang." Kata Devina
"Iya iya kita pulang sekarang." Kata Ziko dengan penuh kelembutan
Begitu berhasil membuat Devina tenang keduanya masuk ke dalam mobil dan di dalam Devina sama sekali tidak mau mengeluarkan suara, dia sangat kesal.
Di tempatnya Ziko berkali-kali melirik Devina yang tidak kau bicara dan menatap ke samping dengan tangan terkepal.
Devina sangat marah.
°°°
__ADS_1
Devina marah ihhh😔