
Sejak tadi Devina mencari keberadaan suaminya yang entah ada dimana tadinya Devina pikir Ziko sedang keluar, tapi kunci motor juga mobil ada di atas meja dan ponselnya juga hanya orangnya saja yang tidak ada. Sudah pergi ke kamar mandi hingga ruang keluarga juga ruang musik sang suami Devina masih belum menemukan sosok Ziko.
Berdecak pelan Devina melangkahkan kakinya menuruni tangga lalu melihat ke sekitar dia juga melihat keluar dan ke belakang rumah, tapi masih tidak ada. Saat melihat Bibi dia bertanya, tapi wanita paruh baya itu bilang kalau dia tidak melihat Ziko.
Ya ampun Devina kesal awas saja kalau ketemu.
"Ish Ziko mana sih? Masa dia pergi, tapi kunci motor sama mobilnya ada." Gerutu Devina
Baru akan kembali ke kamar Devina melihat kamar tamu yang sedikit terbuka hal itu membuat Devina penasaran lalu berjalan mendekat. Sedikit mengintip ke dalam Devina dapat melihat Ziko yang duduk dengan memangku sebuah buku pria itu tersenyum ketika tengah membaca.
Berdecak kesal Devina membuka pintu cukup kuat hingga membuat Ziko terkejut dan refleks menaruh buku harian istrinya itu ke bawah bantal.
"Ziko ngapain sih disini?! Ish aku tuh nyariin dari tadi ke atas bawah depan belakang, tapi enggak ketemu gak taunya lagi duduk santai disini." Gerutu Devina kesal
Ziko menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal sambil menatap Devina dengan senyuman konyol.
"Ziko aku nanya ihh dari tadi aku cariin tau." Kata Devina kesal
"Hehe maaf maaf." Kata Ziko
"Tadi baca apa? Mana mau lihat?" Tanya Devina
"Eh enggak baca apa-apa." Kata Ziko
"Bohong ish tadi Ziko lagi baca aku lihat." Kata Devina galak
"Enggak kamu salah lihat udah yuk makan dulu udah siang." Kata Ziko sambil mengajak Devina pergi
"Baca apa enggak?! Mana ish aku mau liat." Kata Devina lagi
Ziko menghentikan gerakan Devina yang ingin mendekat dan hal itu membuat Devina menatapnya dengan mata memicing.
"Ziko baca yang aneh-aneh ya?" Kata Devina
"Hah aneh apa?" Tanya Ziko
"Ziko baca cerita dewasa ya?" Kata Devina yang malah membuat Ziko tertawa
"Enggak Vin ya ampun." Kata Ziko
"Ya terus baca apaaa? Vina mau liat." Kata Devina lagi
"Enggak baca apa-apa kok." Kata Ziko
__ADS_1
"Ish mau liatt." Kata Devina
Devina berusaha mendorong Ziko agar menjauh dan hal itu malah membuat mereka berdua terjatuh ke atas ranjang dengan Devina yang berada di atasnya. Melihat sedikit lembaran buku di sana Devina mengulurkan tangannya untuk mengambil, tapi Ziko sudah lebih dulu menahan tangannya.
"Zikooo"
Devina berseru kesal ketika Ziko membalik tubuhnya hingga kini dia berada di bawah suaminya.
"Enggak ada apa-apa Devina sayang." Kata Ziko lembut
"Kalau enggak ada apa-apa kenapa enggak boleh lihat? Apa di sana ada foto cewek-cewek seksi ya?" Kata Devina sambil menatap mata suaminya
"Untuk apa lihat foto cewek seksi kalau istri aku aja seksi bisa di lihat langsung lagi hm?" Kata Ziko
Devina diam dengan pipi memerah, tapi dia masih penasaran apa yang suaminya itu baca.
"Ziko baca apa terus?" Tanya Devina lagi
"Memang kamu mau tau banget hm?" Kata Ziko
Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Baca buku harian kamu." Kata Ziko
"Buku harian kamu yang aku bawa dari rumah kamu kemarin." Kata Ziko
Mata Devina langsung membulat dia berniat membalik tubuhnya dan mengambil buku itu, tapi Ziko sudah lebih dulu menahan kedua tangannya sambil tersenyum miring.
"Mau ngapain?" Tanya Ziko
"Ihh Ziko baca buku harian Vina itu kan rahasia." Kata Devina
"Enggak papa kan enggak boleh ada rahasia di antara kita sayang." Kata Ziko
Berdecak kesal Devina ingin bangun, tapi kedua tangannya masih di tahan.
"Kamu sebenernya udah suka sama aku dari lama kan? Selama ini kamu cuman ragu aja karena masih sering ketemu Alex benar kan?" Kata Ziko
"Dari dulu Vina sayang Ziko." Kata Devina pelan
Ziko tersenyum sambil menatap Devina yang kini kedua pipinya memerah sempurna.
Mendekatkan wajahnya Ziko mencium bibir Devina dengan lembut membuat istrinya itu memejamkan mata dan memeluk lehernya mereka bahkan tidak sadar kalau pintu masih terbuka sempurna.
__ADS_1
Ziko menggeram pelan dia menjauhkan wajahnya dan menatap Devina yang terengah karena ulahnya. Tersenyum singkat Ziko mendekat dan berniat memberikan kecupan di lehernya sampai sebuah suara membuat keduanya sadar bahwa pintu belum tertutup.
"Ya ampun Bi ini kamar tamu kenapa pintunya kebuka? Memang ada tamu di sini kalau ada siapa...... Ya ampun Ziko!" Kata Nazwa nyaris berteriak
Mata Devina membulat dia mendorong tubuh Ziko agar menjauh lalu mereka berdua bangun dan astaga keadaan mereka berdua sangat berantakan.
Oh tidak bawa Devina pergi dia malu sekali!
°°°°
"Ziko enggak malu apa sama Mama?!"
Hari ini Devina benar-benar harus sabar menghadapi suaminya karena setelah ketauan tadi bukannya malu Ziko mah bersikap biasa bahkan berusaha mencuri ciuman di bibirnya. Saat ketauan tadi Ziko juga hanya tertawa lalu mengatakan kalau dia kelepasan dan pria itu mengatakannya dengan santai.
Berbeda sekali dengan Devina yang rasanya ingin menghilang saja sangking malunya tadi dia juga langsung berlari pergi karena malu. Kalau kalian mau tau sampai sekarang pipi hingga telinga Devina masih memerah, dia benar-benar malu.
"Enggak lah kita kan udah menikah wajar aja." Kata Ziko membuat Devina kesal sekali mendengarnya
"Ya tapi enggak wajar kalau kita kayak tadi di liat orang tau." Kata Devina kesal
Ziko tertawa kecil dan hal itu membuat Devina merasa lebih kesal.
"Ziko nih ish enggak malu sama sekali." Kata Devina
"Ya memang enggak." Kata Ziko
"Aku enggak berani keluar kamar malu." Kata Devina
"Oh yaudah kita di kamar aja lagian di kamar seru apalagi cuman berdua sama kamu bisa bebas." Goda Ziko
"Ish Ziko!"
"Kita bisa lanjutin yang tadi kan baru sebentar." Kata Ziko lagi
"Ziko nyebelin." Seru Devina kesal
Devina berniat menjauh, tapi Ziko dengan cepat memeluknya dari belakang dan menciumi leher Devina membuat istrinya itu terdiam dengan jantung berdetak sangat cepat.
"Tenang dong sayang Mama malah senang kan tadi kita lagi proses buat cucu." Kata Ziko
Ah Devina kesal kalau Ziko sudah sangat sangat mesum begini!
°°°°
__ADS_1
Hei aku updateee🥰