Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Hujan


__ADS_3

Rumah Cessa kini bukan hanya ada Devina, tapi Mona dan Nayla juga yang memang Cessa minta untuk datang karena jujur dia merasa bingung sendiri dengan Devina. Teman baiknya itu minta yang aneh-aneh seperti minta Alex memakaikan cincin di jari manisnya atau meminta Alex untuk memeluknya.


Saat Cessa menolak dia langsung memasang wajah sedih seperti ingin menangis membuat Cessa akhirnya tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan si ibu hamil. Sekarang Cessa sedikit lega dengan kedatangan Mona juga Nayla yang membuat Devina tidak hanya merecokinya, tapi yang lainnya juga.


Devina sekarang tengah duduk sendirian karena ketiga temannya lagi masak atas permintaan Devina sendiri.


'Vina mau makan kalian yang masakkk baby nya Vina mau coba masakan aunty nya'


Terlihat sekali Devina sangat antusias menunggu ketiga temannya selesai memasak, dia duduk dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Sudah setengah jam berlalu mereka sepertinya sudah mau selesai, jadi Devina pergi ke dapur.


Dugaannya salah ketiga temannya belum selesai bahkan keadaan dapur sekarang cukup berantakan membuat Devina jadi merasa bersalah. Berjalan mendekat Devina menatap ketiganya yang kini tersenyum manis padanya.


"Belum ibu hamill sebentar lagi ya?" Kata Mona


Devina mengangguk faham dia menatap mereka lagi.


"Emm masak apa?" Tanya Devina penasaran


"Cuman bikin omelette nih sama capcay tenang Vin resepnya dari Nayla pasti enak." Kata Cessa


Devina tersenyum senang memang Nayla itu pintar memasak.


"Vina enggak sabar." Kata Devina


"Alex mana sih? Lama amat suruh beli ice cream doang." Kata Cessa kesal


Ah iya tadi Devina juga bilang mau beli ice cream, jadi Cessa minta saja Alex yang beli sekalian pria itu ingin keluar untuk membeli rokok katanya.


"Sabar kali Ces." Kata Nayla


Ketika yang lain sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing Devina memperhatikan mereka dengan senyuman di wajahnya, dia beruntung sekali memiliki teman seperti mereka.


Coba kalau punya teman seperti Hara atau Bella atau Kak Yuna mungkin setiap hari dia bisa di marah, tapi mereka tidak pernah marah pada Devina.


"Saaa"


Suara Alex terdengar dia masuk ke dalam dengan membawa belanjaan di tangannya, tak hanya ice cream dia juga membeli beberapa camilan.


"Wahh Alex udah pulang, mana ice cream punya aku?" Kata Devina


"Aduh Ibu hamil ini nih gue beliin banyak lo gak hamil aja gemesin apalagi lagi berbadan dua ehh berbadan tiga gini gemesinnya nambah nambah." Kata Alex


"Waduhh Ziko mana Ziko." Kata Mona


"Ziko kejauhan Cessa aja Cessa." Kata Nayla


Mona dan Nayla tertawa membuat Cessa berdecak pelan, dia tidak cemburu pada Devina toh untuk apa juga Devina sudah menikah dengan Ziko dan lagi Devina udah hamil pula.


Devina sendiri sama sekali tidak terganggu dia mulai memakan ice cream miliknya lalu melirik ke arah Alex yang sedang mengeluarkan satu bungkus rokok miliknya. Mata Devina menatap benda itu dengan penasaran di keluarganya tidak ada yang merokok dan Ziko juga tidak.


"Keluar bentar ya gue, kalau butuh apa-apa panggil." Kata Alex


Baru akan keluar Devina memanggil Alex lalu menatapnya dengan senyuman.


"Alex"


"Hm kenapa?" Tanya Alex


"Itu enak? Rasanya apa?" Tanya Devina penasaran


Pertanyaan itu bukan hanya mengejutkan Alex, tapi juga ketiga temannya yang secara serempak menatap Devina.


"Oh enak kalau untuk gue rasa coklat." Kata Alex asal


"Wahh Vina suka coklat mau coba juga." Kata Devina membuat Alex melotot mendengarnya


"Astaga Devina apaan enggak enggak bisa habis gue di hajar Vano sama Ziko." Kata Alex panik


"Vin lo apaan sih nanya gitu." Kata Mona


"Vina kan mau tau." Kata Devina dengan wajah polosnya

__ADS_1


"Kacau nih kacau." Kata Alex


Devina masih tersenyum seolah tidak sadar apapun.


"Enggak enak ini Vin bikin sesek." Kata Alex lagi


"Ohh kalau gitu enggak mau." Kata Devina membuat Alex menghela nafasnya lega


"Aduh Ibu hamil udah makan ice cream aja." Kata Cessa


"Ehh iya"


Devina tersenyum lalu mulai memakan ice cream miliknya membuat Alex menggelengkan kepalanya pelan.


Ketiga temannya juga hanya bisa menghela nafasnya pelan.


Ada-ada saja kemauan Devina.


°°°°


"Ziko mana ya?"


Wajah Devina berubah sendu karena sampai sore Ziko masih belum menjemputnya di rumah Cessa atau sekedar mengirimkan pesan untuknya padahal Devina rindu sekali pada suaminya. Di rumah Cessa masih ada Nayla juga Mona kalau Alex sudah pulang karena katanya ingin pergi main basket bersama dengan yang lainnya.


Sekarang Devina ada di dalam kamar Cessa bersama dengan yang lainnya juga dia sudah makan tadi dan cukup banyak juga, tapi sekarang Devina mau pulang. Tadi mereka menelpon Ziko hanya saja tidak di angkat mungkin pria itu lagi sibuk.


Devina diam sambil memainkan kedua tangannya.


"Aduh udah dong Vin kan ada kita nanti juga Ziko jemput." Kata Mona sambil mengacak-acak rambut Devina dengan gemas


Devina menghela nafasnya pelan lalu mengangguk singkat.


"Ziko nanti deket sama cewek lain." Kata Devina


"Gak mungkin! Gue hajar dia kalau bener." Kata Cessa


"Ibu hamil mikirnya jangan macam-macam." Kata Nayla


"Tapii cewek di kantor kan cantik-cantik nanti Ziko suka sekarang aku udah mau gendut." Kata Devina


"Yaa kan benar Monaaa." Rengek Devina


"Aduh Devina udah berapa kali sih di bilang Ziko gak bakal ninggalin lo." Kata Mona


Devina mengerucutkan bibirnya sebal dan tak lama setelahnya ponselnya berdering ada nama Ziko di sana membuat wajah Devina berubah senang.


"ZIKOOOO"


Devina begitu bersemangat ketika mengangkatnya membuat ketiga temannya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihatnya.


"Ziko dimanaa? Masih lama enggak?" Tanya Devina


'Hm ini udah mau pulang kok, mau titip sesuatu enggak?'


"Enggakkk"


'Yaudah aku jemput ke sana ya?'


"Iya Zikoooo"


Begitu Ziko mematikan panggilannya Devina meletakkan lagi ponselnya lalu menatap ketiga temannya dengan senyuman.


"Mana Zikonya? Kabur?" Ledek Mona


Devina menunjukkan cengirannya membuat dia terlihat lebih menggemaskan.


"Ziko mau susulin Vina." Kata Devina


"Aduh Vinnn"


Cessa yang merasa gemas langsung mencubit pipi temannya itu cukup kuat membuat Devina mengerucutkan bibirnya sebal.

__ADS_1


"Jangannnn"


Nayla tertawa sambil meminta Cessa melepaskan cubitannya pada Devina yang langsung membuat Devina mengusap pipinya yang memerah.


"Haha gemes bangett"


"Sakittt"


Devina merengek pelan dan memukul lengan Cessa karena kesal, tapi sama sekali tidak terasa sakit.


Devina itu lucu orang yang membencinya pasti punya masalah dalam hidupnya.


Sulit membenci Devina meskipun gadis itu sering bertingkah menyebalkan dan begitu manja, tapi tidak masalah semua orang menyukainya.


Semua orang menyukai Devina.


°°°°


Hujan


Di perjalanan pulang tiba-tiba saja hujan deras, tapi tanpa ada petir atau kilat yang menyambar dan dari balik kaca mobil Devina menatap ke luar dengan senyuman. Di sampingnya tentu saja ada Ziko yang sedang fokus mengendarai mobilnya sambil sesekali melirik ke arah Devina.


Saat melihat beberapa anak kecil yang bermain hujan di lapangan yang mereka lewati Devina tersenyum lebar, dia mau juga. Menoleh ke samping Devina menatap Ziko dengan antusias lalu mengajak Ziko untuk bermain hujan.


"Zikoooo"


"Iya sayang"


"Ziko ayo main hujann." Kata Devina


Ziko langsung menatap Devina dengan alis bertaut lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"No"


"Ayoo Zikoo main hujan pasti seru." Ajak Devina lagi


"Enggak boleh Devina nanti kamu sakit." Kata Ziko


Devina mengerucutkan bibirnya sebal lalu menatap keluar dengan wajah sendu membuat Ziko menghela nafasnya pelan, tapi dia tidak akan memberikan izin.


Ziko tau istrinya dia tidak bisa bermain dengan hujan karena nanti malah sakit seperti dulu.


"Kalau gitu tangannya aja yang main hujan Vina buka kacanya ya?" Kata Devina berusaha mencari cara lain


"Enggak"


"Sebentar ajaaa." Kata Devina lagi


Menghela nafasnya pelan akhirnya Ziko mengangguk membuat senyum manis Devina mengembang dengan sempurna.


Membuka kaca mobilnya Devina mengeluarkan sedikit tangannya dan membiarkan rintik air hujan membasahi tangannya.


Devina tersenyum senang dia melihat lagi ada banyak anak-anak yang main hujan dan ketika ada yang melihat ke arahnya Devina melambaikan tangannya.


Cukup lama Devina membiarkan tangannya di basahi air hujan hingga akhirnya Devina memasukkan lagi tangannya dan menutup kaca mobil sesuai janjinya.


"Udah?"


Devina mengangguk sebagai jawaban.


"Tadi banyak anak kecil main hujan." Kata Devina


Ziko tersenyum mendengarnya.


"Nanti kalau baby nya sudah lahir dan sudah besar Vina ajakin main hujan diam-diam biar Ziko enggak marahin kita." Kata Devina sambil mengusap perutnya


Ziko lantas tertawa mendengarnya kalau sedang tidak membawa mobil Ziko sudah akan mencium bibir istrinya.


Ada saja tingkah Devina yang membuatnya gemas sendiri.


°°°°

__ADS_1


Aku update nih hehe🥰


Update lagi gak yaaa🤭


__ADS_2