
Devina tidak tau kenapa, tapi belakangan ini dia sering merasa cemas sendiri bahkan terkadang jantungnya akan berdegup dengan sangat kencang, tapi Devina tidak tau alasannya. Berusaha untuk tidak memikirkan apapun Devina menganggap itu semua hal biasa dan tidak perlu dia cemaskan.
Sekarang lagi dan lagi Devina hanya di rumah sendirian karena belakangan ini Nazwa memang sibuk ke rumah Nadya untuk mengurus acara yang sebentar lagi akan di gelar dan Devina tidak di izinkan ikut, jadi dia di rumah saja. Masih pukul sebelas biasanya Nazwa pulang lagi ke rumah saat siang untuk makan siang bersama dengan Devina lalu kembali dan baru pulang ketika sore.
Devina duduk diam sambil mengusap perutnya dengan sayang.
"Baby nya Vina kenapa? Mami dari kemarin gak tenang terus, kenapa ya?"
Devina berbicara sendiri lalu melihat ke arah ponselnya yang bergetar dan ternyata ada pesan dari suaminya.
Sayang nanti aku jemput ya?
Kita makan siang sama-sama Mama enggak pulang mungkin pulangnya sore
Seulas senyum terbentuk di bibir Devina dan dia langsung membalas pesan dari suaminya.
Iya Ziko
Vina tunggu yaaa❤
Selesai membalas pesan Devina berbaring lagi di atas ranjang dia menatap ke atas sambil tersenyum. Tangannya terangkat Devina menatap jari-jarinya yang indah kalau kata Ziko.
'Tangan Vina lembut banget jari nya juga lucu kecil-kecil'
Devina tersenyum manis dia melihat juga cincin yang melingkar di jari manisnya, cincin kesukaan Devina yang merupakan cincin pertunangan juga pernikahan mereka.
'Ziko enggak boleh lepas cincinnya ya?! Kalau di lepas Vina marah'
'Enggak sayang cincinnya akan aku pakai terus'
Tertawa pelan Devina mengusap cincin itu dengan sayang lalu menciumnya.
"Cincin kesayangan Vina." Kata Devina
Lagi, Devina melihat ke arah foto pernikahan yang tergantung di dinding dan kembali teringat perkataan suaminya.
'Vin... Aku gak pernah nyangka pada akhirnya aku bisa dapatkan kamu, seorang wanita yang aku pikir enggak akan bisa aku miliki karena status persahabatan yang dari awal sudah mengikat kita dan karena lelaki lain yang sempat singgah di hati kamu'
'Vin... Aku bahagia banget hari ini karena bisa jadi pendamping hidup kamu, jadi orang yang akan selalu ada untuk kamu, suami kamu, makasih banyak Vin karena udah membalas cinta dari Ziko'
Tanpa sadar setetes air mata jatuh ketika Devina mengingat perkataan itu, dia bahagia sekali bisa menikah dengan Ziko.
'Kamu itu spesial Vin enggak akan ada orang yang bisa gantikan kamu di hidup aku, enggak akan pernah ada yang bisa, jadi Devina kamu harus sama aku terus sampai kita punya anak dan menua bersama'
Lagi, air mata Devina jatuh dia mengusap air matanya dan tersenyum lalu mengusap perutnya dengan sayang.
"Papi itu laki-laki yang hebat kalau baby nya Vina laki-laki harus seperti Papi ya?" Kata Devina
Devina menarik nafasnya panjang lalu mengusap lagi kedua pipinya yang masih sedikit basah.
__ADS_1
"Mau ketemu Ziko"
Devina cemberut dia berkali-kali melirik ke arah jam menunggu waktu makan siang agar bisa segera ketemu suaminya.
Devina ingin memeluk Ziko.
°°°°
Devina berlari kecil menghampiri suaminya membuat Ziko langsung meminta dia untuk berhenti, tapi Devina tidak mau dengar dia tetap berlari dan memeluk suaminya dengan sayang. Mata Devina terpejam dia mendekatkan wajahnya ke leher Ziko dan mencium dalam aroma tubuh suaminya yang menenangkan.
Ziko tersenyum dia membalas pelukan itu dengan hati-hati karena sekarang Ziko sudah tidak bisa memeluk dengan erat mengingat ada perut buncit Devina. Cukup lama Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Ziko dengan senyuman di wajahnya.
Wajah Devina semakin menggemaskan pipinya benar-benar sangat tembam lucu sekali hingga Ziko selalu ingin mencubitnya.
"Mau makan apa hm?" Tanya Ziko
"Mau.... Emm enggak tau." Kata Devina
"Eh kok enggak tau?" Kata Ziko dengan penuh kelembutan
"Enggak tau Vina maunya sama Ziko." Kata Devina
Ziko tertawa lalu mengajak Devina keluar rumah dan masuk ke dalam mobil.
"Ayam?"
"Chicken"
"Vina bosan di rumah." Kata Devina
"Hm"
"Boleh enggak habis ini Vina ikut Ziko?" Tanya Devina
Belum sempat Ziko menjawab Devina sudah lebih dulu bicara.
"Janji janji enggak bakal nakal Vina duduk diam aja di tempat Ziko ya? Nanti Ziko kasih Vina banyak makanan biar Vina diam di sana." Kata Devina
"Aku antar ke tempat Mama ya?" Kata Ziko
"Enggakkk"
"Masalahnya aku sama Papa habis ini keluar Vin enggak di kantor." Kata Ziko
Devina langsung cemberut.
"Besok aja ya?" Kata Ziko
Menghela nafasnya pelan Devina mengangguk singkat sebagai jawaban.
__ADS_1
"Tapi, habis ini maunya ke rumah Mommy." Kata Devina sambil tersenyum
Ziko mengangguk singkat sebagai tanggapan.
"Nanti aku antar ke sana"
Devina sudah lama tidak bertemu orang tuanya.
Dia rindu sekali.
°°°°
Wajah Devina berubah sendu melihat Mommy nya yang ternyata sakit ketika dia datang ke rumah hanya Daffa dan Devano juga Adara yang muncul. Saat Devina tanya dimana Mommy nya Daffa langsung menjawab kalau Fahisa ada di kamar.
Ternyata begitu Devina lihat Fahisa sedang tertidur dengan dahi yang di kompres membuat dia langsung merasa sedih. Sejak tadi Devina tidak mau beranjak dia duduk di ranjang sambil menatap Fahisa yang kini sudah terbangun.
Mommy nya itu tersenyum, tapi Devina masih memasang wajah sedihnya dia memainkan jari tangan Fahisa yang terasa hangat ketika di sentuh.
Pantas saja perasaan Devina tidak tenang.
"Enggak Papa sayang Mommy udah baikan." Kata Fahisa pelan
Devina tak menjawab dia masih memainkan jari tangan Mommy nya.
"Daddy udah ajak Mommy ke rumah sakit, tapi Mommy gak mau, jadi Daddy panggil Dokter aja Vina jangan cemas Mommy udah gak papa." Kata Daffa menjelaskan
"Iya Vin enggak papa Mommy udah baikan kok demamnya juga udah turun." Kata Devano
"Iya Devina jangan cemas Mommy udah lebih baik." Kata Adara menambahkan
Devina tak menjawab dia masih diam.
"Sayang"
Devina menunduk tak mau melihat wajah Mommy nya.
"Hey sayangnya Mommy." Kata Fahisa
Devina menatap lagi Fahisa dan tersenyum tipis, tapi Devina malah mau menangis.
"Mommy enggak bilang karena enggak mau Vina khawatir lagian Mommy udah lebih baik." Kata Fahisa
Devina terisak pelan membuat Fahisa langsung ingin duduk dan memeluknya.
"Enggak papa sayang Mommy baik-baik aja." Kata Fahisa
Fahisa memeluk Devina dengan sayang membuat Devina dapat merasakan hangatnya tubuh Fahisa.
Devina menghapus air matanya dia bersandar di bahu Fahisa dengan manja.
__ADS_1
°°°°
Yuhuuu aku updateee😘