Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Sembilan Bulan


__ADS_3

Sembilan bulan sudah usia kandungan Devina sekarang Ziko selalu siap untuk istrinya bahkan dengan izin dari Papa nya dia mengurangi jam kerjanya agar bisa menjaga Devina lebih lama. Perut Devina benar-benar membuncit dan sekarang Devina sudah sering sekali mengalami kesulitan untuk tidur tidak jarang dia tidur ketika jam satu atau jam dua malam.


Semua orang sangat antusias menanti hari kelahiran baby Devina dan Ziko yang memang sudah sangat dinantikan oleh keluarga Ziko ataupun keluarga Devina. Setiap hari Devina hanya menghabiskan waktunya di rumah dia jarang keluar sesuai permintaan dari suaminya dan Devina tidak membantah, dia juga mulai malas bergerak.


Devina biasanya hanya di kamar atau ruang tengah bahkan kalau mau turun ke dapur saja harus ditemani oleh suaminya atau Nazwa padahal Devina bilang dia bisa sendiri dan akan hati-hati. Sekarang Devina sedang makan siang bersama dengan Nazwa dan tadi suaminya memberi kabar kalau dia akan pulang sekitar jam tiga.


"Mama udah Vina kenyang"


Devina mengatakan itu ketika Nazwa berniat menambah lagi makan siang untuknya.


"Udah?"


Devina mengangguk sambil tersenyum.


"Vina kenyang." Kata Devina


"Yaudah kalau Vina udah kenyang." Kata Nazwa


Devina tersenyum dia berniat membawa piring kotornya ke dapur, tapi Nazwa melarangnya.


"Udah enggak papa biar Bibi aja." Kata Nazwa


Devina terdiam sejenak lalu mengangguk ketika Nazwa tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


"Mau ke kamar enggak?" Tanya Nazwa


"Enggak Ma mau ke ruang tengah aja Vina mau nonton tv." Kata Devina


"Yaudah ayo." Kata Nazwa


"Ehh enggak papa Vina sendiri aja kan dekat." Kata Devina


Nazwa akhirnya tersenyum dan membiarkan Devina pergi ke ruang tengah sendirian dengan sangat berhati-hati bahkan Devina terus berpegangan agar tidak jatuh. Perutnya sudah besar apalagi Devina mengandung anak kembar dan hal itu membuat Devina sedikit kesulitan untuk banyak bergerak.


Sampai di ruang tengah Devina langsung duduk dia tersenyum dan mengusap perutnya dengan sayang.


"Anak Mami sebentar lagi keluar ya? Mau ketemu sama Mami ya?" Kata Devina entah pada siapa


Devina terus mengusap perutnya hingga dia merasakan pergerakan di sana membuat senyumnya semakin mengembang dengan sempurna. Meskipun terkadang sering sakit, tapi Devina suka malah dia panik sendiri kalau tidak ada pergerakan yang anaknya timbulkan.


"Nanti kita main sama-sama ya? Sama Mami dan Papi"


Devina sudah sangat bahagia membayangkan kalau dia dan Ziko akan merawat anak mereka bersama.


Ah tidak sabar sekali rasanya.


°°°°


Ziko tersenyum manis ketika dia masuk ke dalam kamar dan melihat Devina yang tertidur dengan sangat nyenyak. Waktu sudah menunjukkan empat sore dia sedikit terlambat dari janjinya pada Devina yang mengatakan akan pulang sekitar jam tiga karena ada hal mendadak yang harus diselesaikan.


Berjalan mendekat Ziko duduk di tepian ranjang dia menunduk lalu mencium sayang kening Devina dan mengusap pipinya membuat istrinya itu menggeliat pelan dalam tidurnya. Mata Ziko kini beralih ke perut buncit Devina yang tertutupi selimut lalu menyingkap sedikit selimut itu dan memberikan usapan di perut buncitnya juga ciuman singkat di sana.

__ADS_1


Ternyata perbuatannya itu membuat mata Devina perlahan terbuka.


"Mmh"


Ziko mendongak dia tersenyum melihat mata Devina yang terbuka dan menatapnya dengan sayu.


"Ziko"


Ziko mengusap pipi Devina dengan sayang.


"Udah bobok lagi aja." Kata Ziko


Devina bergumam pelan dia menikmati usapan yang Ziko berikan di pipinya.


"Ziko kapan pulangnya?" Tanya Devina


"Hm baru aja sampai." Kata Ziko sambil tersenyum


Mengangguk singkat Devina minta untuk di bantu bangun lalu dia duduk diam sambil bersandar di ranjang. Menghela nafasnya pelan Devina mengusap pelan perutnya dan tak lama tangan Ziko berada di atasnya.


"Halo baby"


Devina tersenyum dia menatap Ziko yang mencium lagi perutnya dengan sayang.


"Baby nya Ziko gimana keadaannya?" Tanya Ziko sambil menatap Devina


"Baik Papi." Kata Devina


"Kapan ini baby nya Papi keluar?" Tanya Ziko


"Sebentar lagi Papi." Kata Devina


Keduanya saling tatap lalu tertawa dan setelahnya Devina minta di peluk membuat Ziko langsung mendekat untuk memeluknya. Tidak erat, hanya pelukan biasa agar Devina tak merasa sesak atau terganggu dengan pelukannya.


"Ziko kenapa baru pulang? Tadi Vina tungguin di bawah, tapi Ziko enggak datang, jadi Vina ke kamar terus malah ketiduran." Kata Devina


Devina tidak marah dia hanya sekedar bertanya saja.


"Ziko ada urusan mendadak di kantor, jadi gak bisa langsung pulang tadi, maaf ya?" Kata Ziko


Devina tersenyum lalu mengangguk singkat.


"Enggak papa Ziko jangan minta maaf Vina cuman tanya." Kata Devina


Ziko ikut tersenyum dia mendekat dan memberikan ciuman singkat di bibir istrinya.


"Kangen Mami Vina"


Devina tertawa lalu menangkup wajah Ziko dan menekan kedua pipinya hingga bibir suaminya itu mengerucut, terlihat lucu di matanya.


"Awh"

__ADS_1


Devina tiba-tiba meringis karena merasakan gerakan di perutnya lantas dia membawa tangan Ziko ke perutnya membuat pria itu juga merasakan hal yang sama.


"Baby nya senang karena Papi udah pulang." Kata Devina


Ziko ikut tersenyum dia mendekatkan wajahnya ke perut Devina lalu bicara.


"Sayangnya Papi lagi apa? Sebentar lagi baby mau keluar ya? Sehat selalu ya sayang sama Mami juga." Kata Ziko


Ziko kembali mencium perut Devina membuat Devina mengusap rambut Ziko dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


Dia juga tidak sabar menunggu kelahiran baby nya meskipun tidak bohong Devina juga takut, tapi rasa ingin bertemu dengan baby nya lebih besar dari rasa takut itu.


Devina yakin dia akan baik-baik saja begitu juga dengan kedua anaknya.


°°°°


"Tangan Ziko sinii"


Devina meminta tangan Ziko untuk dimainkan dia tersenyum senang ketika tangan suaminya yang besar berada dalam genggamannya dan bisa dia sentuh sesukanya. Tangan Ziko sangat lembut Devina suka, tapi tangan suaminya juga besar sekali dibandingkan tangan Devina yang mungil.


Berat badan Devina naik belasan kilogram dan sekarang tangannya sedikit lebih gendut, tapi lucu kalau kata Ziko bahkan Devina sampai harus menyimpan cincinnya di laci. Sekarang Devina juga semakin manja dia selalu mau ada di dekat Ziko apalagi kalau malam tidur harus di peluk dan kalau bangun tidak ada Ziko di sampingnya dia akan menangis.


"Tangan Vina gendut." Kata Devina sambil menatap Ziko dengan senyuman lucunya


"Gemes"


Devina semakin tersenyum hingga matanya menyipit.


"Kata Mommy nanti kalau sudah melahirkan enggak gendut lagi, tapi Kak Ara iya Ziko mau tau? Kak Ara berat badannya nambah banyak, tapi Kak Ara jadi lucu." Kata Devina


"Vina juga lucu apalagi kalau pipinya semakin tembem, jadi gemes mau aku gigit terus." Kata Ziko


"Enggak boleh gigit nanti sakit." Kata Devina dengan tangan yang masih memainkan jari-jari Ziko


"Cubit boleh kan?" Kata Ziko


Devina menatap Ziko sebentar lalu mengangguk dengan senyuman di wajahnya.


"Vina mau cium." Kata Devina


Setelah mengatakan itu Devina meminta Ziko mendekat lalu memberikan ciuman singkat di bibirnya dan setelahnya menatap Ziko dengan senyuman.


Ah lucu sekali istrinya ini Ziko jadi sangat gemas.


°°°°


Halo ini sedikit yang memang masih ada di draft dan cuman aku tambahin sedikit aja🙂


Sebelumnya maaf ya aku belakangan ini gak update karena Ibu aku memang lagi sakit dan aku benar-benar gak bisa nulis karena pikiran aku terpecah kemana-mana🙂


Nanti kalau Ibu aku udah membaik dan sehat aku bakal rajin update yaa dan maaf untuk cerita Vano dan Adara yang udah empat hari enggak aku update🙂

__ADS_1


Sesegera mungkin aku bakal update yaa Terima kasih sudah mau menunggu, jangan bosan ya nunggu aku update❤


__ADS_2