Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Daddy


__ADS_3

"Daddyyyy"


Devina berlari memasuki rumah dan langsung memeluk Daffa yang tengah duduk sambil fokus pada laptopnya membuat pria paruh baya itu terkejut bukan main. Melepaskan pelukan anaknya Daffa menatap wajah Devina yang terlibat sedih bahkan seperti ingin menangis membuat dia merasa bingung sendiri.


Tidak lama Adara muncul bersama dengan Ziko juga Devano yang membuat Devina kembali memeluk Daddy nya dengan erat, dia mau mengadu kalau Ziko dan Devano habis memarahinya. Tadi mereka berdua memarahi Devina padahal kan Devina hanya mau menyelamatkan kucing lucu itu agar tidak tertabrak mobil.


Devina kesal pada mereka berdua!


"Ada apa anak Daddy sayang?" Tanya Daffa dengan penuh kelembutan


Belum sempat Devina bicara Ziko sudah lebih dulu menjelaskan semuanya.


"Tadi Adara sama Devina pergi jalan-jalan ke sekitar sini aja, tapi gak izin ke aku atau Vano jadi kami cemas Pa kami cari mereka keliling rumah dan ternyata gak ada lalu kamu cari keluar terus tadi Devina hampir aja ketabrak mobil kalau aja mobil itu gak ngerem mendadak." Kata Ziko


"Vinaa kan gak jauhhh tadi Vina lihat kucing lucunya mau ketabrak makanya Vina lariii." Kata Devina membela dirinya


"Bahaya Devina." Kata Ziko


Devina memasang wajah sedihnya lagi dan memeluk Daffa dengan erat membuat pria paruh baya itu menghela nafasnya pelan.


"Vina jangan gitu sayang." Kata Daffa


Devina semakin cemberut karena Daddy nya tidak membelanya.


"Vina kan lagi hamil jangan lari-larian gitu Adara juga kalau mau kemana-mana kalian bilang dulu biar Vano sama Ziko enggak bingung." Kata Daffa dengan penuh kelembutan


Daffa mengusap sayang rambut Devina membuat anak itu diam dan memilih untuk tidak bersuara.


"Kalau Vina jatuh atau kalau tadi mobilnya enggak ngerem lalu Vina tertabrak gimana? Nanti baby nya Vina gimana?" Tanya Daffa lagi


"Ya tapiii....."


Devina mengurungkan niatnya untuk bicara dan malah melepaskan pelukan Daddy nya lalu pergi ke kamar dengan wajah cemberut membuat Daffa menghela nafasnya pelan. Setelahnya dia menatap tiga orang di hadapannya yang diam tanpa mengeluarkan satu katapun.


"Sudah kalian mandi dulu, sebentar lagi kita harus sarapan." Kata Daffa


Mendengar itu Ziko mengangguk singkat lalu pergi ke kamar istrinya masih dengan perasaan sebal dan gemas akan tingkah Devina. Masuk ke dalam kamar Ziko malah melihat Devina yang berbaring di atas ranjang sambil menutup wajahnya dengan bantal.


Menghela nafasnya pelan Ziko berjalan mendekat dia meraih bantal yang Devina pegang membuat istrinya itu merengek pelan.


"Devinaa"


"Enggakkkk"


"Devina ayo mandi dulu." Kata Ziko


"Enggakk"


"Marah?"


"Enggakk"


Ziko tertawa pelan dia langsung memeluk tubuh istrinya itu dengan erat membuat Devina kembali merengek dan minta untuk di lepaskan. Bukan melepaskan Ziko malah menyingkirkan bantal yang menutupi wajah Devina lalu mencium pipi istrinya itu lama.


"Zikooo"

__ADS_1


Sekarang Ziko membawa kepalanya ke leher Devina dan memainkan hidungnya di sana membuat Devina kali ini tertawa karena merasa geli.


"Ihh jangan haha Ziko geliii"


Bukan hanya hidungnya tangan Ziko juga sekarang menggelitik pinggang istrinya membuat Devina tertawa kencang.


"Haha udah udahhh ihhh Zikoooo"


Menghentikan gerakan tangannya Ziko menjauhkan tubuhnya lalu menatap Devina yang masih tertawa dan memintanya untuk bangun. Kali ini Devina menurut dia bangun dengan dibantu oleh Ziko yang menarik pelan kedua tangannya.


"Mandiii"


Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Enggakk"


"Devinaa"


"Ziko sekarang suka marahin Vina." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal


"Makanya Vina jangan nakal." Kata Ziko


"Vina enggak nakal." Kata Devina pelan


"Aku gak mau kehilangan kamu Devina apalagi sekarang kamu udah punya baby twins, aku gak mau kehilangan kamu dan mereka." Kata Ziko sambil mengusap perut Devina dengan sayang


Ziko menatap Devina dengan senyuman lalu mencium singkat bibirnya dan membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.


"Kalau terjadi sesuatu sama kamu aku bakal nyesel Vin aku bakal salahin diri aku sendiri karena gak bisa jaga kamu dengan baik, jadi Mami Vina jangan nakal ya?" Kata Ziko


"Vina punya baby twins di dalam perut Vina, jadi jangan nakal jangan pecicilan jangan lari-larian terus." Kata Ziko lagi


Devina mengangguk lagi sebagai jawaban.


Devina mungkin tidak tau, tapi Ziko sangat tidak mau kehilangannya dia bahkan tidak bisa membayangkan akan seperti apa hidupnya tanpa Devina nanti.


"Sekarang mandi ya?" Kata Ziko


Kali ini Devina menurut dia melepaskan pelukannya dan menatap Ziko yang tengah tersenyum padanya.


"Vina enggak bakal nakal lagi." Kata Devina


Ziko tersenyum dan mengangguk singkat.


"Vina mandi dulu ya?" Kata Devina


Ziko mengangguk singkat sambil menatap Devina yang kini masuk ke dalam kamar mandi membuat dia menghela nafasnya lega. Tadi jantung Ziko berdegup dengan sangat kencang melihat Devina yang hampir saja tertabrak mobil.


Menyebalkannya Devina malah menatapnya dengan senyuman tanpa rasa takut karena hampir tertabrak. Menggelengkan kepalanya pelan Ziko keluar dari kamar lalu menuruni tangga dan menghampiri lagi mertuanya di ruang tamu.


"Vina gimana?" Tanya Daffa begitu Ziko duduk disampingnya


"Lagi mandi Pa udah gak ngambek kok." Kata Ziko


Daffa tersenyum mendengarnya, dia senang sekali karena Ziko sangat sabar menghadapi anaknya.

__ADS_1


"Maafin Vina ya? Kamu jangan pernah bosan atau capek sama Devina." Kata Daffa sambil tersenyum


"Enggak akan Pa." Kata Ziko


Daffa tersenyum senang ketika mendengarnya.


Hal paling berat ketika ingin melepas Devina adalah rasa takut bahwa nanti orang lain tidak ada yang sanggup menghadapi Devina.


Devina yang mood nya mudah berubah.


Devina yang terlalu manja dan terbiasa dengan semua keinginannya yang selalu di penuhi.


Devina yang cengeng dan mudah sakit.


Daffa hanya takut bahwa orang lain tidak ada yang bisa menerima anaknya dengan semua hal itu, tapi dia lega sekarang.


Keluarga Ziko memperlakukan Devina lebih dari seorang menantu, tapi mereka memperlakukan Devina seperti seorang anak.


Ya, Daffa sudah cukup senang untuk itu semua.


°°°°


Daffa terus mengusap rambut anaknya dengan sayang karena tadi Devina minta untuk ditemani hingga dia tidur dan Daffa melakukannya. Saat ini Daffa ada di kamar anaknya menunggu Devina hingga tertidur sedangkan Ziko lagi pergi keluar karena habis ditelpon oleh Zidan beberapa saat lalu.


Biasanya Ziko yang menemani Devina tidur, tapi kali ini Daffa yang melakukannya karena Ziko sedang keluar dan Daffa begitu senang sudah lama dia tidak menemani anaknya. Menatap wajah Devina yang masih sama lucunya seperti ketika kecil dulu membuat senyum Daffa tidak bisa hilang dari wajahnya.


Sampai saat ini harapan Daffa dia hanya ingin bisa melihat anak-anaknya menikah dan merawat cucu-cucunya bersama mereka nanti. Harapannya menjadi nyata sebentar lagi Daffa akan melihat kedua anaknya yang lain memiliki anak yang lucu seperti Sahara dulu.


Dulu dia senang ketika Sahara melahirkan dan dia bisa bermain bersama cucu-cucunya yang menggemaskan.


"Kenapa Vina cepat sekali besarnya?"


Daffa bergumam pelan sambil mengusap dahi Devina dengan sayang.


"Dulu Vina yang selalu merengek sama Daddy minta di gendong." Kata Daffa lagi


'Daddy gendong'


Daffa masih ingat wajah lucu Devina ketika masih kecil yang menatapnya sambil merentangkan kedua tangan.


"Daddy senang Devina sekarang bahagia sama Ziko, tapi terkadang Daddy juga rindu Vina di rumah." Kata Daffa pelan


Setelah Sahara menikah Devina yang selalu membawa tawa untuk mereka, tapi sekarang Devina sudah menikah juga.


"Daddy rindu sekali digangguin sama Vina." Kata Daffa lagi


Daffa tersenyum tipis dia mengusap sayang dahi anaknya lalu mencium keningnya cukup lama.


Setelah memastikan Devina tidur dengan lelap Daffa menarik selimut hingga sebatas pinggang Devina lalu menutup gorden agar tidak menyilaukan Devina.


"Tidur yang nyenyak princess Daddy"


Devina memang selalu menjadi kesayangan.


°°°°

__ADS_1


Devina memang deh gak bisa dilupain Daddy kangen banget tuh sama kamu Vin🥰


__ADS_2