
"Vina berangkat dulu ya?"
Ziko tersenyum mendengar suara lembut istrinya ketika berpamitan untuk pergi ke kelas dan sebelum membiarkan Devina turun dari mobil Ziko lebih dulu memberikan ciuman singkat di pipinya, dia tidak sempat untuk mengantarkan ke kelas karena Ziko juga harus bergegas ke fakultasnya. Setelah mencium punggung tangan suaminya dengan penuh kelembutan Devina melambaikan tangannya lalu turun dari mobil dan melangkah kan kakinya masuk ke dalam.
Memasuki area kampus Devina sesekali mengedarkan pandangannya dan mencari Intan atau Hanifa yang mungkin saja baru datang sama sepertinya. Sayangnya Devina tidak bertemu keduanya karena teman baiknya itu sudah duduk manis di dalam kelas.
Dengan senyuman Devina berlari kecil menghampiri keduanya dan duduk diantara mereka berdua.
"Eh udah dateng." Kata Intan
"Hai Intan"
"Vin mau ikut gak? Habis ini kan jam kosong sampai jam sebelas gue sama Hanifa mau ke cafe deket kampus." Kata Intan
"Emm mauu." Kata Devina dengan senyuman manisnya
"Tadi Raga nyariin." Kata Hanifa membuat Devina menatapnya
"Raga?"
"Hm dia cariin lo, tapi gue sama Hanifa bilang lo belum datang dan dia pergi deh." Kata Intan menjelaskan
Devina hanya mengangguk singkat dan tidak mau terlalu memikirkan.
"Vin"
"Emm"
"Masalah sama Raga waktu itu Ziko gak marah kan?" Tanya Hanifa
Jujur dia sedikit cemas memikirkan Devina takut kalau teman baiknya itu bertengkar karena masalah Raga. Terakhir kali Ziko terlihat marah sekali pada Raga karena berusaha menyentuh Devina.
"Enggak kok Hanifa hehe Vina juga udah minta maaf sama Ziko terus hapus blokir nomor Raga dari HP." Kata Devina dengan senyuman
"Vin mulai sekarang lo kalau sama cowok jutek deh jangan lembut gitu nanti banyak yang suka." Kata Intan
"Bener kata Intan kalau ada yang nyapa juga cuekin." Kata Hanifa menambahkan
"Vina gak bisa gitu namanya gak sopan dong masa ada yang sapa di cuekin." Kata Devina
"Vin kalau lo terlalu ramah dan welcome ke cowok-cowok yang ada mereka makin suka sama lo orang kalau lo diem aja mereka udah suka apalagi kalau ramah gitu ngantri deh pada doaiin lo sama Ziko pisah." Kata Intan
"Ihh Intan jangan ngomong gitu." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal
"Gue serius Vin makanya jangan terlalu ramah lah sama cowok, oke?" Kata Intan
"Hm nanti Vina coba." Kata Devina
"Lo tuh yang cuek galak gitu sama orang lain." Kata Hanifa
"Kayak Hanifa ya?" Kata Devina
Hanifa tertawa kecil lalu menganggukkan kepalanya.
"Iya kayak gue biar gak ada yang suka." Kata Hanifa
"Ish pasti ada tau Hanifa kamu aja yang gak sadar atau Hanifa mau aku kenalin ke temen aku gak?" Tanya Devina antusias
"Vin jangan mulai." Kata Hanifa
__ADS_1
"Hehe iya ish bercanda." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya
"Gimana gak banyak yang suka sama lo coba Vin? Asli ya gue takut dah cowok gue naksir lo." Kata Intan
"Intan gak boleh ngomong gitu kamu harus percaya sama pacar kamu sendiri." Kata Devina
"Tau lo Tan ucapan itu doa." Kata Hanifa
"Ya ampun maaf enggak enggak cowok gue pasti cinta mati sama gue." Kata Intan
Devina tersenyum mendengarnya, dia senang sekali bisa bertemu dengan Intan dan Hanifa kalau tidak pasti dia tidak punya teman.
"Mau tau gak? Kebanyakan cowok yang deketin Vina itu cuman penasaran aja, tapi mereka gak bakal tahan lama-lama sama aku." Kata Devina
"Kenapa?" Tanya Intan penasaran
"Hm aku itu manja banget terus banyak mau dan punya kembaran yang posesif nya minta ampun makanya gak ada deh yang bakaln tahan lama-lama cuman Ziko yang berhasil luluhin hati Daddy sama Vano." Kata Devina
"Itu artinya dia benar-benar sayang dan perjuangin lo Devina." Kata Hanifa
Devina mengangguk dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, dia sangat bahagia.
Dia memang sangat beruntung kan?
°°°°
Decakan kesal Ziko terdengar ketika Nizam menahannya dan mengajak dia untuk ikut bersama yang lainnya ke cafe dekat kampus, padahal Ziko berniat menghampiri istrinya. Namun, tidak enak juga kalau terus menolak makanya pada akhirnya Ziko mengangguk juga dan mengikuti yang lainnya.
Mereka masuk ke dalam Ziko hanya ada Nizam dan Putra karena memang mereka hanya akan pergi bertiga saja. Di perjalanan Ziko menyempatkan diri untuk menghubungi Devina dan bertanya dimana istrinya itu sekarang.
Tak butuh waktu lama panggilannya sudah diangkat dan suara Devina mulai memasuki indra pendengarannya.
'Hm di cafe sama Intan dan Hanifa'
"Cafe mana?" Tanya Ziko
'Dekat kampus Ziko memang kenapa?'
Senyuman manis Ziko mengembang dengan sempurna ketika mendengarnya, dia akan bertemu Devina disana.
"Hm enggak nanya aja yaudah aku tutup telponnya ya?" Kata Ziko
'Heem'
Mematikan panggilan telponnya Ziko meletakkan lagi ponselnya lalu melirik kedua temannya yang ternyata sedang menatapnya.
"Bucin banget"
"Dari dulu udah bucin." Kekeh Ziko
"Enak ya punya istri kayak Devina dia itu paket lengkap gak sih? Cantik, lucu, lemah lembut ah pokoknya lengkap deh semua ada di dia." Kata Putra
"Wajar banget Ziko ngebet nikah." Kata Nizam sambil tertawa
"Sebenernya dulu niat mau nikah udah lulus kuliah, tapi orang tua Devina bilang kalau mau dalam waktu dekat gak papa ya gue gas lah keburu berubah fikiran." Kata Ziko
"Gue ngeliat Ziko jadi mau nikah." Kata Putra
"Tapi sadar gak sekaya dia haha." Kata Nizam membuat Putra tertawa mendengarnya
__ADS_1
"Bener banget Ziko mau nikah muda atau enggak tetap aja sih hidupnya terjamin." Kata Putra
"Jangan gitulah." Kata Ziko merasa tidak enak
Mereka hanya tertawa saja hingga tak lama setelah nya mobil Ziko berhenti di area cafe dan ketiganya langsung saja turun lalu masuk ke dalam. Hal pertama yang Ziko cari ketika masuk ke dalam adalah sosok Devina bahkan dia meminta kedua temannya untuk mencari tempat selagi dia menghampiri istrinya.
Devina duduk bersama ketiga temannya di dekat kaca dia dapat melihatnya dari tempatnya berdiri dan dengan senyuman Ziko berjalan mendekat.
"Vina"
Istri cantiknya itu menoleh dan menatap Ziko dengan senyuman seraya melambaikan tangannya.
"Ziko kok ada disini?" Tanya Devina
"Hm tadi waktu telpon kamu aku memang lagi dijalan." Kata Ziko
Devina mengangguk faham lalu mengedarkan pandangannya.
"Sendirian?" Tanya Devina
"Sama Nizam dan Putra tuh duduk gak jauh dari sini." Kata Ziko sambil menunjuk ke arah kedua temannya
Kembali menganggukkan kepalanya Devina menatap Ziko dengan senyuman untuk beberapa saat.
"Yaudah sanaa sama temannya kok malah disini." Kata Devina
"Mau disini aja." Kekeh Ziko
"Ish aneh banget kesini sama temennya juga." Kata Devina sambil mendorong pelan lengan suaminya
"Sini aja." Kata Ziko
Bukan pergi Ziko menarik tempat duduk di dekat Devina lalu duduk disana tanpa permisi.
"Gak papa kan?" Tanya Ziko pada kedua teman istrinya
Intan dan Hanifa hanya mengangguk saja.
"Ziko ish sana sama temennya masa malah kesini." Kata Devina
"Ya ampun bentar disini dulu." Kata Ziko
"Mau ngapain?" Tanya Devina
"Lihat kamu"
"Ish Ziko di rumah juga ketemu terus." Kata Devina sebal
Ziko tertawa lalu beranjak dari tempatnya duduk dan mengacak pelan rambut istrinya.
"Yaudah aku ke yang lain nanti pesanannya aku yang bayar sekalian." Kata Ziko
Belum sempat Devina menjawab Ziko sudah lebih dulu pergi dan duduk bersama kedua temannya membuat Devina menghela nafasnya pelan.
"Dasar Ziko"
°°°
Updateee nanti malam kita update lagi yaa😘
__ADS_1