Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Manja


__ADS_3

"Cekalangg!"


Arthan mengamuk anak itu melempar semua mainannya dan menangis dengan keras karena ingin bertemu Ziko yang pagi ini berangkat ke kantor tanpa berpamitan dengan kedua anaknya mengingat mereka masih tertidur dengan lelap. Sekarang Devina pusing sendiri dengan Arthan yang mengamuk ingin bertemu Ziko kalau Ardhan sudah diam bahkan anak itu anteng sambil memakan bubur yang tadi dia buatkan.


Membujuk Arthan itu bukan hal yang mudah apalagi kalau anak itu sudah mengamuk seperti sekarang susah sekali membuatnya diam. Saat di gendong anak itu memberontak dan malah memukul wajah Devina dengan tangan mungilnya sambil merengek minta menemui Ziko.


"Apiiii mauu apiiii cekalanggg"


Devina menghela nafasnya pelan dia berusaha menenangkan Arthan yang terus saja menangis.


"Iya iya kita telpon ya?" Kata Devina dengan penuh kesabaran


"Gakkk! Apiiii cekalang." Rengek Arthan sambil memukul wajah Devina


Memeluk sayang anaknya Devina mendudukkan Arthan yang membuat anak itu menangis lagi hingga berguling di atas karpet.


"Apiiii Apiiii"


Devina mencari ponselnya dan menghubungi Ziko lalu meletakkan benda itu di atas karpet dan menggendong lagi anaknya.


"Arthan sayangnya Mami udah ya? Jangan nangis nanti kita ke tempat Papi hmm? Nanti susul Papi ya?" Kata Devina dengan penuh kelembutan


Arthan masih saja menangis, tapi ketika ponsel Devina yang ada di atas karpet menunjukkan wajah Ziko dia langsung diam. Meminta turun Arthan berjalan dia mengambil ponsel itu dan mengangkatnya hingga kini wajahnya juga ikut terlihat layar.


"Apiiii"


Arthan berseru kencang membuat Devina tersenyum melihatnya dia berniat mengambil ponselnya, tapi Arthan langsung berteriak.


"Aaaa"


"Iya iya enggak." Kata Devina


Suara tawa Ziko terdengar dia menatap Arthan yang pipinya basah karena air mata.


"Ziko dia nangis karena Ziko berangkat waktu dia lagi tidur." Kata Devina


"Api Apiii pulanggg." Kata Arthan


'Jangan nangis Arthan nanti jelek sebentar lagi Papi pulang ya?'


Arthan sudah berhenti menangis dan dia diam ketika Devina menghapus air matanya karena fokus menatap Papi nya.


'Nanti Papi pulang ya? Sebentar lagi pulang'


Anak itu kini diam dia tersenyum dan mengangguk membuat Ziko tersenyum melihatnya, dia terpaksa berangkat lebih cepat karena terburu-buru. Mau menunggu anaknya bangun, tapi mereka masih tidur dengan sangat lelap tadi makanya Ziko memilih untuk berangkat tanpa menunggu si kembar bangun.


"Dari tadi dia nangis." Adu Devina


'Ya ampun iya nanti Papi makan siang pulang ya?'


"Untung Ardhan enggak ikutan nangis dia mah lagi makan sambil nonton tv." Kata Devina lagi


'Arthan enggak makan?'


"Gakkk"


Arthan menjawab sendiri dia masih memegang ponsel Devina dan menatap wajah Ziko dari sana.


"Amii dahh." Kata Arthan

__ADS_1


Anak itu memberikan ponselnya lalu berdiri dan menghampiri Ardhan yang asik makan.


"Ziko udah ya? Ziko lagi sibuk ya?" Kata Devina


'Hm enggak kok, tapi ini mau nemuin Papa'


"Yaudah Ziko temui Papa dulu Vina mau suapin Arthan makan." Kata Devina


'Iya sayang nanti aku pulang waktu makan siang ya? I love you Vina'


Devina tersenyum mendengarnya.


"I love you too Papi." Kata Devina dengan penuh kebahagiaan


Begitu panggilannya di matikan Devina menaruh ponselnya di atas meja dan mengambil makan yang tadi sudah dia ambilkan untuk Arthan.


"Arthan ayo makan itu lihat Ardhan udah makan banyak." Kata Devina


Arthan menoleh dia menatap Devina dengan lugu membuat Devina gemas sendiri.


"Ardhan udah makannya sayang?" Tanya Devina


Ardhan menggelengkan kepalanya dia menatap Devina sambil tersenyum.


Anak itu sangat pintar dia sudah bisa makan sendiri bahkan terkadang tidak mau kalau Devina suapi. Ya meskipun kalau makan cukup berantakan, tapi Ardhan sangat pintar dia tidak rewel.


"Sekarang Arthan makan ayo." Kata Devina


Devina menyuapi Arthan dan anak itu kini menurut dia menerima suapan demi suapan yang Devina berikan untuknya. Sesekali Devina juga melihat Ardhan dia mengusap sudut bibirnya yang sedikit kotor seraya tersenyum.


Sampai akhirnya Ardhan selesai makan anak itu benar-benar menghabiskan buburnya membuat Devina sangat senang karena Ardhan makan dengan lahap.


"Ami dahhh." Kata Arthan yang juga ingin menyelesaikan makannya


"Eh Arthan belum masih banyak ini baru setengah." Kata Devina


Arthan menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.


"Dahh"


"Yaudah ini minum juga." Kata Devina sambil memberikan minum untuk Arthan


Anak itu minum juga cukup banyak lalu setelah kedua anaknya selesai makan Devina bergegas ke dapur untuk menaruh semuanya di dapur kemudian kembali ke ruang tengah. Di sana si kembar terlihat anteng mereka duduk sambil menonton kartun dan tentunya dengan jarak yang cukup jauh dari layar televisi.


Devina duduk di dekat keduanya dia mengusap kepala mereka bergantian dan Ardhan langsung menjatuhkan dirinya, berbaring di atas paha Devina dengan manja.


"Cucu Omaaa"


Suara Nazwa terdengar membuat kedua anaknya itu bangun dan menoleh melihat Nazwa yang baru saja kembali dari supermarket. Mertuanya itu membawa jajanan kesukaan si kembar dia duduk di dekat Devina dan menunjukkan biskuit kesukaan si kembar.


"Mauu Maa mauuu"


Ardhan sangat heboh dia suka sekali biskuit itu.


"Iya iyaa duduk dulu biar Oma buka." Kata Nazwa sambil tersenyum


Keduanya duduk dengan tenang dan Ardhan langsung berseru senang begitu mendapat biskuit kesukaannya.


"Ya ampun anak ini." Kata Devina sambil tertawa

__ADS_1


Ardhan memakan biskuit miliknya dalam diam begitu juga dengan Arthan memang kedua anak itu suka sekali memakan biskuit.


Hah terkadang kedua anak itu membuat Devina sangat ingin menggigitnya karena gemas.


°°°°


Ziko melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah ketika makan siang, tapi dia tidak mendengar suara si kembar meskipun sudah memanggil hingga sosok istrinya muncul dari arah dapur. Senyumnya mengembang Ziko berjalan mendekat dan langsung memeluk Devina dengan erat membuat istrinya itu membalas pelukannya tak kalah erat.


Tadi si kembar pergi bersama dengan Nazwa dan sebelumnya Devina sudah mengirim pesan pada Ziko, tapi mungkin suaminya itu tidak membuka ponselnya. Cukup lama berpelukan Devina menjauhkan tubuhnya dia mencium kedua pipi juga bibir suaminya singkat lalu meraih tangannya dan mencium punggung tangan itu dengan sayang.


"Si kembar lagi sama Mama tadi keluar." Kata Devina


Ziko mengangguk singkat dan mengajak Devina untuk duduk.


"Kangen Ziko." Kata Devina dengan manja


Devina memeluk Ziko lagi dia mendusal manja pada sang suami.


"Arthan rewel ya?" Tanya Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang


"Enggak cuman tadi pagi aja nangis terus enggak mau diam karena Ziko tinggal." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya


Devina semakin mendekat dia mendusal manja di leher Ziko sambil memejamkan matanya dan Ziko asik mengusap pipinya.


"Makannya sebentar lagi ya Ziko? Vina masih mau peluk." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya


"Enggak makan juga enggak papa." Kekeh Ziko


Devina mendongak untuk menatap matanya lalu tersenyum.


"Emm harus makan nanti Ziko sakit." Kata Devina


"Iya nanti makan berdua ya? Aku ke kantor lagi juga nanti nunggu si kembar." Kata Ziko


Devina tersenyum dia mengeratkan pelukannya dan Ziko terus saja mengusap pipinya.


"Ini pipinya masih gembul aja." Kata Ziko


"Iya berat badan Vina naik lagi tiga kilo." Kata Devina dengan wajah cemberut


Perkataan itu membuat Ziko tertawa.


"Enggak papa bagus." Kata Ziko


Devina mengerucutkan bibirnya sebal dia memeluk lagi Ziko dengan sangat erat.


"Ayo buat baby untuk si kembar." Canda Ziko


Perkataan itu membuat Devina menatap Ziko sambil melotot membuat suaminya itu tertawa dan mencium bibirnya lama.


"Bercanda"


Devina menggerutu, dia bukan tidak mau, tapi rasanya jangan sekarang Arthan masih cukup rewel begitu juga dengan Ardhan yang terkadang sama rewelnya.


Mungkin nanti, sebentar lagi.


°°°°


Alhamdulillah bisa update, tapi maaf kalau belum maksimal ya😩

__ADS_1


Masih ada yang nungguin kan☹️


__ADS_2