
Ziko bergegas melangkahkan kakinya ke dalam rumah dengan plastik yang berisikan ice cream pesanan istrinya tadi dia sengaja pulang lebih dulu karena Papa nya mau kembali ke kantor. Jujur Ziko masih sedikit asing dan bingung dengan dunia perkantoran bahkan tadi Ziko tidak mau jauh-jauh dari Papa nya karena dia sendiri kebingungan.
Mungkin karena itu Zidan sering sekali mengajak Ziko untuk turut serta dalam pekerjaannya dan ya Ziko sudah tidak secanggung ketika pertama kali ikut, dia sudah mulai terbiasa. Begitu sampai di depan kamar Ziko langsung membuka pintu kamar dan senyumnya terbentuk ketika melihat Devina yang tertidur.
Istrinya itu tidur dengan posisi menyamping dan pipi yang menempel pada bantal dan kalian harus tau Devina terlihat sangat menggemaskan. Ziko tetap masuk ke dalam dia menaruh plastik yang dia bawa ke meja lalu duduk di tepian ranjang sambil menatap Devina.
Tadi Devina tidak berhenti mengirim pesan untuknya.
Zikooo
Zikooo kapan pulangnya?
Ziko cepetan pulang Vina kesepian :(
Vina mau ice creammm
Ziko masih lama yaaa?
Vina susul yaaa kalau lama😠
Ziko tidak bisa menahan senyumnya ketika mengingat semua pesan yang Devina kirimkan untuknya. Perlahan tangan Ziko terulur untuk mengusap sayang pipi Devina membuat istrinya itu melenguh pelan.
"Vina lucu banget kalau lagi tidur." Kata Ziko dengan senyuman
Mencium singkat keningnya Ziko pergi untuk menaruh ice cream milik istrinya ke kulkas dan di dapur dia bertemu dengan Mama nya.
"Eh Ziko udah pulang, Papa mana sayang?" Tanya Nazwa
"Papa masih di kantor Ma aku pulang duluan karena takut Devina cariin." Kata Ziko sambil menaruh ice cream milik Devina ke kulkas
"Vina tidur sekarang?" Tanya Nazwa
"Iya Ma lucu banget dia kalau lagi tidur." Kekeh Ziko
"Tapi, Devina itu memang lucu Mama jadi gak sabar nunggu anak kalian pasti mereka lucu banget." Kata Nazwa membuat Ziko tersenyum mendengarnya
"Aku juga Ma." Kata Ziko
"Kamu sering tanya sama Devina dia mau apa dan selagi gak bahaya turuti maunya dia." Kata Nazwa
Ziko mengangguk patuh lalu memeluk Nazwa dengan sayang membuat wanita paruh baya itu tersenyum seraya mengusap kepalanya dengan lembut.
"Kamu harus jagain Devina ya? Kamu yang lebih tau gimana Devina dia itu mudah lelah dan sakit, jadi kamu harus jagain Devina." Kata Nazwa
"Iya Mamaaa"
Nazwa tertawa kecil lalu melepaskan pelukannya.
"Tadi Vina delivery makanan." Kata Nazwa
"Makanan apa Ma?" Tanya Ziko
"Dia pesan donat dan Devina makan setengah kotak dari yang dia beli." Kata Nazwa dengan senyuman
"Ya ampun"
"Biarkan Ziko asal jangan terlalu sering besok kalau dia mau beli sesuatu jangan beli yang terlalu manis." Kata Nazwa
__ADS_1
"Iya Ma"
"Yaudah Mama mau ke rumah Tante Dania dulu." Kata Nazwa
"Hati-hati Ma." Kata Ziko membuat Nazwa tertawa mendengarnya
"Rumahnya di sebelah Ziko." Kekeh Nazwa
Ziko hanya tersenyum lalu setelahnya dia pergi ke kamar untuk melihat Devina dan ternyata istrinya itu masih tidur dengan sangat lelap.
Devina terlihat tenang akhirnya Ziko duduk di sofa lalu melepaskan satu per satu kancing kemeja yang tadi dia kenakan karena merasa panas. Di letakkan dengan asal kemeja yang sudah Ziko lepas ke sofa lalu dia bersandar dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Ada banyak pesan yang masuk dan Ziko membuka lebih dulu pesan dari Mona karena ada belasan pesan yang masuk ke ponselnya.
Woy Ziko
Ajakin Devina dong ke cafe biasa kita kumpul bareng sama yang lainnya nanti malem
Dia chat gak di balas
Ajakin dong gue mau lihat calon Mama muda ahayy
Ziko tertawa kecil membacanya dia hanya membaca empat pesan terbawah dan setelahnya mengetikkan balasan untuk Mona.
Iya nanti kalau di mau Mon
Cantik ya calon Mama muda istri gue tuh
Saat Ziko tengah membalas banyak pesan Devina bergerak pelan dalam tidurnya lalu perlahan matanya terbuka. Selama beberapa saat Devina diam untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya dan hal pertama yang dia lihat adalah Ziko yang sedang duduk di sofa.
Devina langsung mendekat membuat Ziko tersenyum dan mengusap pelan pipinya.
"Eh udah bangun?" Kata Ziko
Devina mengangguk singkat dan setelahnya dia berpindah duduk di pangkuan suaminya.
"Ziko udah dari tadi ya?" Tanya Devina
"Hm gak juga sayang." Kata Ziko sambil mengusap rambut Devina dengan penuh kelembutan
Devina tersenyum lalu dia mendekat dan memeluk suaminya serta bersandar di dada bidangnya yang tidak tertutupi apapun.
"Ziko kenapa bajunya enggak di pakai?" Tanya Devina
"Panas sayang." Kata Ziko
"Mana ice cream Vina?" Tanya Devina sambil mendongak dan menatap mata suaminya
"Ada aku taruh kulkas, tadi Vina habis makan donat ya?" Kata Ziko
Devina mengangguk dengan senyuman di wajahnya.
"Iya Vina makan enam yang rasa coklat terus green tea emm terus apa lagi yaa?" Kata Devina
Ziko tersenyum lalu mencubit gemas pipi Devina yang malah membuat istrinya itu ikut tersenyum.
"Banyak banget makannya." Kata Ziko
__ADS_1
"Enak tauu Ziko." Kata Devina
"Jadi tambah gemesin Mami Vina." Kata Ziko
Devina tersenyum lebar dia senang mendengar Ziko memanggilnya begitu.
Menarik sedikit Ziko agar lebih mendekat Devina mendaratkan bibirnya di leher sang suami dan menciumnya membuat Ziko langsung memeluk Devina dengan sayang.
"Hmm"
Menjauhkan wajahnya Devina dapat melihat bercak kemerahan di leher suaminya membuat senyuman kembali terlihat di wajahnya.
Devina menggerakkan tubuhnya karena ingin mendekat, tapi hal itu refleks membuat Ziko memejamkan matanya dan mendesis pelan.
"Vina jangan gerak-gerak sayang." Pinta Ziko
Devina mendongak dan menatap Ziko dengan wajah bingung.
"Udah Vina duduk aja gini." Kata Ziko
Tersenyum manis Devina mengangguk patuh.
"Diam ya? Jangan banyak gerak." Kata Ziko
Lagi, Devina menganggukkan kepalanya.
Tangan Ziko terulur mengusap kepala Devina dengan sayang lalu membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Ziko wangi"
Ziko tertawa kecil mendengarnya.
"Wangi keringat." Kata Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak"
Devina mencium aroma tubuh Ziko yang dia suka membuat Ziko tersenyum dengan tangan yang masih mengusap rambut istrinya.
"Mona ajakin kita ke cafe nanti malam, kamu mau ke sana?" Tanya Ziko
Devina mengangguk sebagai jawaban.
"Ziko"
Ziko bergumam pelan sebagai tanggapan lalu menatap Devina yang kini mendongak untuk menatapnya.
"Mau ciumm"
Ziko tertawa kecil ketika mendengarnya.
Ya ampun semakin hari Devina semakin menggemaskan.
°°°°
Ziko enggak kuat Devina gemesin banget kawann😭
__ADS_1