
"Raga gak usah aku bisa sendiri"
Helaan nafas Devina terdengar ketika Raga datang dan mengambil alih piring yang tadi bawa, mereka sedang ada di kantin, tidak tadinya hanya ada Devina bersama Intan juga Hanifa, tapi Raga datang. Pria itu membawa piring miliknya dan meletakkan di meja yang menjadi tempat Devina serta kedua temannya duduk.
Kedatangan pria itu tentu saja membuat kedua temannya menatap Devina dengan alis bertaut, tapi Devina hanya bisa mengangkat bahunya, pertanda bahwa dia juga tidak tau. Akhirnya Devina duduk sambil mengucapkan Terima kasih pada Raga dan dia duduk tepat disamping Intan, tapi Raga malah duduk di sampingnya.
Devina takut nanti Ziko akan lihat karena sebentar lagi pria itu akan datang menjemputnya, dia sengaja makan dulu karena memang sudah sangat lapar.
"Udah beli minum Vin?" Tanya Raga
"Udah pesan nanti sebentar lagi dianterin." Kata Devina
Pria itu mengangguk singkat lalu menatap Devina yang mulai menyantap makan siangnya. Sikap Raga tidak luput dari pandangan kedua temannya yang merasa bingung.
Sejak awal mereka juga tau kalau Raga menyimpan rasa pada Devina, tapi pria itu sudah memiliki kekasih dan mereka khawatir kalau nanti kejadian seperti dulu terulang lagi, ketika Devina dilabrak oleh Yuna.
"Vin kenapa tiba-tiba dia deketin lo?" Bisik Intan
Devina menatap Intan lalu menggelengkan kepalanya pelan dengan raut wajah lelah, dia juga tidak tau.
"Ga tumben lo gak sama Kania?" Tanya Intan
"Oh enggak papa dia masih ada jam." Kata Raga
"Gak takut dia cemburu lo?" Tanya Intan lagi
"Enggak lah dia mah gak bakal cemburu." Kata Raga santai
"Tapi, kamu jangan gitu Raga nanti dia marah gimana? Aku gak mau kalau dia marah karena salah faham." Kata Devina
"Enggak akan Vin dia juga kenal kamu kok." Kata Raga
"Vina sama Kania gak terlalu dekat." Kata Devina
"Gak papa Vin." Kata Raga sambil menepuk pelan pundaknya
Pergerakan tiba-tiba itu membuat Devina tersentak dan sedikit menjauhkan tubuhnya membuat Raga tersenyum canggung.
"Jangan main pegang aja lo Ga istri orang itu." Kata Intan
"Maaf maaf refleks." Kata Raga
"Lagian kenapa disini sih? Lo cowok sendiri diantara kita bertiga." Kata Hanifa yang sejak tadi diam
"Lalu? Gue gak ada masalah." Kata Raga
"Udah ah mendingan kita makan aja." Kata Devina
Saat ini Devina hanya ingin menyelesaikan makan siangnya lalu pulang ke rumah bersama dengan suaminya, dia jadi takut berdekatan dengan Raga akan membuat Ziko marah dan Devina tidak mau kalau Ziko marah.
Setelah Devina mengatakan hal itu tidak ada percakapan lagi mereka hanya diam sambil menyantap makan siang, tapi sesekali Intan akan mendekat dan membisikkan sesuatu padanya.
Sepertinya Ziko memang benar Raga ada niat lain, dia bukan hanya ingin berteman dengan Devina karena ketika awal Raga tidak begini dia tidak selalu muncul di hadapan Devina, tapi sekarang pria itu muncul terus dan datang ketika di tempat itu ada Devina.
Devina tidak suka dengan seseorang yang bisa membuat hubungan rumah tangganya dengan Ziko menjadi tidak baik.
Aku jemput ya?
__ADS_1
Kamu mau makan dulu? Gak mau makan sama aku aja nanti?
Yaudah kalau kamu udah lapar makan dulu aja nanti aku jemput ke kantin ya?
See you cantik
Tadi Ziko membalas pesannya begitu makanya sekarang Devina sedikit takut kalau Ziko jemput dan melihat ada Raga yang duduk disampingnya padahal Devina juga tidak mau. Saat makan siangnya sudah hampir habis Devina mendengar Raga yang memanggilnya dan secara refleks dia menoleh.
Pria itu tersenyum padanya membuat Devina menatap nya dengan alis bertaut dan tanpa Devina duga Raga mengangkat sebelah tangannya dan menyentuh sudut bibirnya. Baru ingin menghindar Devina sudah mendengar suara Ziko yang cukup kuat juga sentakan ditangan Raga yang membuat tangan pria itu menjauh dari wajahnya.
"RAGA!"
Raut wajah Ziko sangat tidak bersahabat membuat Devina takut dan dia tidak menolak ketika Ziko meraih tangannya. Dengan sedikit terburu-buru Devina mengambil tasnya dan berdiri di dekat suaminya.
"Udah gue bilang jangan pernah lo deketin Devina lagi! Sekali lagi gue lihat hal kayak gini habis lo sama gue!"
Setelah mengatakan hal itu Ziko membawa Devina dengan langkah kaki terburu-buru meninggalkan area kantin dan Devina hanya bisa menurut saja. Begitu sampai di parkiran Devina langsung masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Ziko.
Di dalam Ziko tak langsung melajukan mobilnya Devina dapat melihat pria itu mengalihkan pandangannya dengan tangan yang terkepal kuat.
"Zi.."
"Aku kan udah bilang jangan dekat-dekat sama Raga! Kenapa kamu malah di kantin sama dia? Terus apa itu tadi dia sentuh kamu!" Kata Ziko marah
Devina langsung menunduk mendengar Ziko yang marah padanya apa lagi tatapan mata suaminya itu berbeda, dia sangat marah.
"Kenapa kamu masih dekat-dekat sama dia? Kamu sengaja gak mau makan sama aku karena mau makan di kantin sama dia?" Tanya Ziko lagi
Devina dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Enggak"
Di perjalanan Devina hanya bisa diam dia merasa takut dan ingin menangis karena Ziko memarahinya. Kedua tangannya memegang kuat tas yang dia pakai bahkan tadi Devina tidak sempat minum, dia haus sekali.
Saat matanya melihat botol air mineral Devina langsung mengambilnya dan hal itu tidak luput dari pandangan mata Ziko yang langsung menahan tangannya ketika Devina ingin meminumnya.
"Itu minum udah lama lupa aku buang, kamu haus?" Tanya Ziko
Devina menganggukkan kepalanya pelan membuat Ziko mengalihkan pandangannya ke sekitar dan menemukan warung yang tidak jauh dari tempatnya.
Tanpa berfikir lagi Ziko menepikan mobilnya membuat Devina menatapnya, tapi pria itu tidak mengatakan apapun dan turun dari mobil. Tak butuh waktu lama Ziko kembali dengan membawa air mineral lalu memberikan nya pada Devina.
"Ini minum yang ini aja." Kata Ziko
"Makasih Ziko." Kata Devina
Ziko bergumam pelan sebagai jawaban lalu kembali melajukan mobilnya menuju rumah tanpa mengatakan apapun lagi pada istrinya. Sama sekali tidak ada percakapan hingga keduanya sampai di halaman rumah dan Ziko masih belum mengajaknya bicara.
Tentu saja hal itu membuat Devina sedih sendiri, jadi ketika pria itu ingin turun Devina menahan lengannya dan membuat Ziko menatapnya tanpa ekspresi.
Apa Devina salah?
Devina juga tidak tau kalau Raga akan melakukan hal itu padanya dan dia juga tidak suka dengan apa yang Raga lakukan tadi, tapi Ziko marah.
Selain itu Devina makan memang karena dia sudah sangat lapar dan lagi tadi dia hanya makan bersama Intan juga Hanifa tanpa ada Raga di antara mereka, pria itu datang sendiri.
"Kenapa?" Tanya Ziko
__ADS_1
Devina memasang wajah sedihnya mendengar hal itu.
"Ziko marah?" Tanya Devina
"Kenapa kamu masih tanya?" Kata Ziko
"Kenapa marah sama Vina? Tadi Vina makan karena lapar dan tadi gak ada Raga dia tiba-tiba datang kalau Ziko gak percaya tanya aja sama Hanifa atau Intan." Kata Devina pelan
Ziko tidak memberikan tanggapan apapun dan hanya diam sambil menatap Devina saja.
"Kenapa marahin Vina?" Tanya Devina lagi
Ziko menghela nafasnya pelan lalu mengusap pipi Devina dengan sayang.
"Maaf"
"Vina enggak mau dekat-dekat sama Raga tadi dia yang tiba-tiba datang." Kata Devina
"Iya maaf udah marahin kamu." Kata Ziko sambil menatap Devina dengan penuh kelembutan
Devina mendekat lalu memeluk Ziko dengan sayang membuat suaminya itu melakukan hal yang sama.
"Jangan marahin lagi Vina takut." Kata Devina
"Iya maaf"
"Vina minta maaf kalau salah, tapi jangan marahin Vina." Kata Devina pelan
Ziko melepaskan pelukannya lalu meminta Devina untuk pindah dan duduk dipangkuannya.
Dengan sedikit susah Devina berpindah dan duduk dipangkuan Ziko lalu memeluk nya lagi, tapi Ziko membuat Devina sedikit menjauh.
Keduanya bertatapan Ziko menyentuh sudut bibir Devina yang tadi sempat tersentuh oleh Raga lalu menciumnya hingga berkali-kali.
"Vina mau dengerin Ziko kan?" Kata Devina
Devina langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Jangan dekat-dekat lagi sama Raga ya?" Kata Ziko
"Iya"
"Kalau Raga gangguin Vina bilang sama Ziko." Kata Ziko
"Iya"
"Vina miliknya Ziko, jadi gak ada pria lain yang boleh sentuh Vina selain Ziko." Kata Ziko
"Iya"
"Pintar banget." Kata Ziko dengan senyuman
Devina ikut tersenyum lalu mendekat dan mencium bibir Ziko sebentar.
"Vina gak mau bikin Ziko marah lagi"
°°°°
__ADS_1
Haloo aku updateeee🥰