Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Bumil


__ADS_3

"Ayo bangun sayanggg"


Mata Devina perlahan terbuka dia menatap Ziko yang tersenyum sambil mengusap kepalanya dengan sayang dan yang Devina lakukan malah mendekat dan memeluk suaminya seraya kembali memejamkan mata. Hari ini Devina harus pergi ke kampus untuk kembali menyerahkan skripsinya yang sudah di perbaiki, tapi Devina sangat malas bahkan dia masih enggan untuk bangun.


Kali ini Ziko tidak bisa memaksa dia hanya bisa mengusap kepala Devina dengan sayang sambil berusaha membujuk istrinya itu agar segera bangun. Sekarang sudah pukul tujuh dan ya waktunya sarapan, jadi Ziko harus membangunkan Devina dan mengajaknya untuk sarapan.


Kali ini Ziko mencubit pelan pipi Devina.


"Bangun sayang udah pagi kita sarapan dulu." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


Devina bergumam pelan, tapi bukan menjawab dia malah memeluk Ziko lagi.


"Sayang"


"Em nanti ajaa." Kata Devina masih dengan matanya yang terpejam


"Devina makan dulu ya? Inget kan kata dokter apa? Devina harus makan teratur." Kata Ziko


Devina menjauhkan sedikit wajahnya lalu mendongak dan menatap mata Ziko dengan mata sayunya.


"Bangun dulu terus mandi." Kata Ziko


"Mandinya nanti aja." Kata Devina dengan wajah cemberut


Ziko tersenyum sambil mengusap lagi pipi istrinya.


"Yaudah kalau gitu cuci muka sama sikat gigi aja dulu ya? Habis itu kita ke bawah sarapan." Kata Ziko


Mengangguk patuh Devina mengusap pelan kedua matanya lalu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Ziko yang terus menatapnya.


Ziko menunggu hingga kurang lebih sepuluh menit Devina keluar dengan wajah yang masih sedikit basah dan kali ini istrinya terlihat lebih segar. Tersenyum manis Ziko berjalan mendekat dia mengambil handuk kecil lalu mengeringkan wajah Devina dengan cara mengusapnya perlahan menggunakan handuk.


Begitu selesai Ziko menggantungkan lagi handuknya kemudian merapihkan rambut Devina yang berantakan.


"Ziko panas rambutnya ikat aja." Kata Devina


Ziko mengangguk singkat lantas mengambil ikat rambut Devina yang ada di meja dan mengikat rambut istrinya dengan hati-hati.


"Udah sekarang cantik." Kata Ziko


Devina tersenyum dia berjinjit dan mencium bibir suaminya sekilas.


"Makasih Papi Zikoo." Kata Devina


Tertawa kecil Ziko mengangguk lalu mengajak Devina untuk turun dan makan sarapan bersama dengan yang lainnya.


"Ziko"


"Hm"


"Sekarang Vina udah jarang bantuin Mama." Kata Devina pelan


"Enggak papa lagian ada Bibi." Kata Ziko


"Nanti Mama marah." Kata Devina sambil mendongak dan menatap Ziko dengan wajah lucunya


"Siapa yang bisa marah sama kamu sih Vin?" Kekeh Ziko


"Hara, Bella, Kak Yuna emm terus siapa lagi ya?" Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Mama gak mungkin marah sayang." Kata Ziko


"Bener ya?"

__ADS_1


Ziko mengangguk dan mencium gemas pipi Devina membuat istrinya itu tersenyum senang.


Sampai di ruang makan ternyata semua sudah berkumpul dan keduanya langsung bergabung bersama dengan kedua orang tua Ziko. Senyuman Nazwa mengembang dengan sempurna melihat kehadiran menantunya.


"Selamat pagi sayang"


"Pagi jugaa." Kata Devina dengan senyuman manis di wajahnya


"Lihat nih Mama udah masak semur ayam untuk Devina." Kata Nazwa membuat mata Devina berbinar senang


"Vina mau ke kampus hari ini atau mau di rumah aja?" Tanya Zidan


Devina mendongak dan menatap mertuanya dalam diam, terlihat bingung harus menjawab apa.


"Malas ya?" Tebak Nazwa


Devina mengangguk singkat membuat Nazwa tersenyum mendengarnya.


"Memang ke kampusnya jam berapa hm?" Tanya Nazwa


"Janji sama Pak Mario jam satu, tapi nanti kalau enggak malas Vina datang hehe kalau enggak datang juga nanti Vina lama selesainya." Kata Devina dengan senyuman


"Iya Devina enggak papa enggak usah kamu paksakan kalau kamu memang lagi gak mau pergi kamu kan lagi hamil harus banyak istirahat." Kata Zidan


"Iya Pa"


"Yaudah sekarang makan dulu." Kata Nazwa


Lagi, Devina mengangguk patuh dan dia lebih dulu mengambilkan makan untuk suaminya sebelum mengambil makan untuk dirinya sendiri.


Devina makan dengan lahap dan kali ini Devina sangat senang karena dia tidak merasa mual seperti kemarin.


"Mama boleh enggak Vina ambil lagi?"


"Semua untuk Vina." Kata Nazwa


Devina tersenyum senang dia mengambil lagi ayam yang ada di piring membuat Ziko menatapnya penuh arti.


"Baby twins lapar banget ya?"


Devina mendongak ketika Ziko mengatakan itu dan dia mengangguk dengan semangat.


Agh menggemaskan!


°°°°


"Haloo Ibu hamilll"


Mona melangkahkan kakinya dengan semangat menghampiri Devina yang sedang duduk di depan ruang Pak Mario sendirian. Akhirnya Devina memutuskan untuk pergi dan karena Ziko tidak bisa menunggu, jadi dia meminta Mona untuk datang dan menjaga Devina karena kebetulan Mona sedang tidak ada jadwal apapun.


Saat datang Devina sedang duduk sendirian sambil memainkan kedua kakinya dan begitu Mona datang senyumnya langsung mengembang dengan sempurna. Apalagi ketika teman baiknya itu duduk di sampingnya Devina semakin senang.


"Udah lama ya Bumill?" Tanya Mona


"Belumm"


"Dosennya belum balik?" Tanya Mona


Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Tadi Pak Mario chat katanya dia masih ada jam belum selesai, jadi aku harus nunggu sebentar." Kata Devina sambil tersenyum


"Aduh kasian nih gue bawain coklat." Kata Mona

__ADS_1


Mengeluarkan dua coklat dari dalam tasnya Mona memberikan satu pada Devina.


"Tadi gue beli dua." Kata Mona


"Makasih Mona." Kata Devina


"Sama-sama bumill." Kata Mona


Devina tersenyum dia membuka coklat yang diberikan oleh Mona dan memakannya.


"Mona udah selesai sama skripsinya?" Tanya Devina


"Udah tinggal sidang." Kata Mona


"Vina belum." Kata Devina pelan


"Santai aja Vin." Kata Mona


Devina mengangguk dan kembali memakan coklat.


"Emm Mona"


"Iya kenapa?" Kata Mona sambil menatap Devina


"Vina gendut enggak?" Tanya Devina yang malah membuat Mona tertawa


"Apasih nanya gitu segala." Kata Mona


"Mona jawabbb nanti kalau gendut Vina jadi jelek." Kata Devina dengan bibir mengerucut


"Gak ada istilahnya gendut itu jelek Devina sayang." Kata Mona


Devina terdiam sambil menatap Mona yang kini tersenyum.


"Lagian nih ya kalau untuk lo mau gendut atau kurus kek lo tetap cantik gila gue aja heran dah Vin dulu Tante Fahisa ngidam apa ya?" Kata Mona


Devina kembali tersenyum ketika mendengarnya.


"Tapi semua juga cantik." Kata Devina


"Ya iya terus kenapa lo nanya coba? Udah deh lo itu mau gimana juga tetap cantik lucu dan imut gue nanti kalau hamil mau ngeliatin muka lo terus dah Vin biar anak gue cantik." Kata Mona


"Em kalau Vina liatin Mona terus nanti anak Vina....."


"Jangan jangan Vin mending lo liatin Kakak lo terus tuh ah gila Kak Ara cantiknya kebangetan kayak lo." Kata Mona


"Mona juga cantik." Kata Devina


"Ya gue mah seperempat nya." Kata Mona


Devina tertawa mendengarnya sejak dulu Mona memang selalu berhasil membuatnya senang.


"Nanti Mona sama Gio nikah terus punya anak." Kata Devina


Perkataan itu membuat Mona melotot ketika mendengarnya.


"Ogah!"


Dan Devina tertawa senang membuat matanya menyipit.


Kalau Ziko lihat dia pasti akan sangat gemas dengan istrinya.


°°°°

__ADS_1


Aku updateee🥰


__ADS_2