
Devina yang baru saja selesai mandi berlari kecil menghampiri Ziko yang sedang fokus pada layar laptop bahkan dengan isengnya Devina langsung duduk dipangkuan suaminya. Jelas saja hal itu membuat Ziko terkejut, tapi dia tidak marah dan membiarkan saja Devina melakukan apa yang dia mau lalu kembali fokus pada laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaan yang diminta Zidan untuk segera diselesaikan.
Tangan Devina melingkar manis di leher suaminya dia bersandar manja di bahunya dan Ziko hanya diam, dia malah menikmati wangi tubuh Devina yang menenangkan. Tadi Mama nya sudah bilang bahwa Devina menangis karena dia tinggal dan Ziko jadi merasa bersalah, tapi Devina sendiri yang belum bangun.
"Ziko ngapain?" Tanya Devina
Ziko bergumam pelan sebelum menjawab.
"Hm Papa minta selesain kerjaan untuk besok." Kata Ziko
Devina mengangguk singkat dia mendusal manja di leher suaminya membuat Ziko merasakan dingin yang menyentuh kulitnya karena Devina baru saja mandi.
"Vina tadi nangis karena bangun enggak ada Ziko." Kata Devina
"Kamu nakal ya? Aku bangun kamu tidurnya di sofa sambil megang buku." Kata Ziko tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop
Devina tertawa pelan.
"Hehe iya Vina tidur jam tiga." Kata Devina
"Tuh kan nakal." Kata Ziko
Devina mengeratkan pelukannya.
"Iya maafin." Kata Devina manja
Ziko tersenyum dan masih tetap fokus pada layar laptopnya hingga ponselnya bergetar membuat Ziko mengambilnya. Ada pesan dari sekretaris Papa nya ternyata dan Ziko langsung membukanya.
Ada beberapa file yang masuk ke dalam ponselnya dan Devina yang penasaran melirik, tidak Devina melirik ke nama pengirim pesan. Wajahnya berubah cemberut karena namanya seorang wanita dan Devina langsung mengambil ponsel suaminya.
Tidak ada percakapan baru itu saja hanya file yang memang dikirimkan.
"Itu sekretaris Papa sayang." Kata Ziko
"Cewek?"
"Iya, udah menikah." Kata Ziko
"Kata siapaaa?" Tanya Devina
Ziko tertawa pelan lalu membuka foto yang ada di sana dan menunjukkan pada Devina.
"Ini kan foto pernikahan sayang, lihat kan?" Kata Ziko
Devina mengangguk lucu membuat Ziko gemas sendiri dan langsung mencium bibirnya.
"Ziko tebakk"
"Tebak apa?" Tanya Ziko yang kali ini menghentikan sejenak kegiatannya untuk bicara dengan istrinya
"Mona suka sama Gio." Kata Devina
"Hm kata siapa?" Tanya Ziko
"Ish kemarin waktu ke rumah Mona dia cerita tentang Gio." Kata Devina
"Biarin, mereka cocok." Kata Ziko
Devina mengangguk setuju.
"Ziko mau tau lagi gak?" Tanya Devina
"Enggak." Canda Ziko membuat Devina cemberut
"Ish harus mauu." Kata Devina
"Iya iya apa?" Kekeh Ziko
Devina mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu.
"Vina beli baju seperti baju yang Mona hadiahkan waktu kita nikah." Kata Devina
"Hm mana?" Tanya Ziko dengan wajah sumringah
__ADS_1
"Emm nantii." Kata Devina
"Sama siapa belinya?" Tanya Ziko
"Sama Mama tadi kan ke mall sama Mama." Kata Devina
"Coba pakai." Kata Ziko
"Emm enggak kan belum di cuci." Kata Devina
"Nanti pakai ya?" Kata Ziko
Devina mengangguk dan memeluk Ziko lagi.
"Sayangnya Ziko untuk Vina berapa persen?" Tanya Devina
"Hm tidak terhingga gak ada batasnya." Kata Ziko
Devina tertawa dia menatap mata Ziko lalu menangkup kedua pipinya dan menekannya dengan gemas.
"Papii Ziko"
Devina suka sekali memanggil Ziko begitu dan Ziko juga suka.
"Vina enggak mau kehilangan Ziko." Kata Devina
Ziko tersenyum dia merapihkan rambut Devina dan mencium keningnya lama.
"Ziko harus sama Vina terus Ziko enggak boleh pergi." Kata Devina
"Ziko enggak akan pergi." Kata Ziko dengan senyuman
"Kalau Vina yang pergi?" Kata Devina
"Vina! Aku marah ya?" Kata Ziko
"Aaa jangan Vina kan cuman tanya." Rengek Devina
"Jangan, kamu gak boleh pergi kemana pun kalau mau pergi harus sama aku." Kata Ziko
"Vina bakal sama Ziko terus sampai baby kita besar dan punya baby lagi." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya
"Jangan bicara aneh-aneh gak boleh." Kata Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang
Devina mengangguk sebagai jawaban.
"Ziko"
Ziko kembali bergumam pelan.
"Waktu masih kecil Vina sering dinakalin karena selalu punya banyak mainan," Kata Devina.
Ziko menatap Devina dalam diam.
"Waktu masih SD juga Vina cuman punya Devano yang lain enggak mau temenan sama Vina terus waktu SMP juga, mereka gak mau temenan sama Vina." Kata Devina
Ziko diam, tapi tangannya mengusap kepala Devina dengan sayang.
"Kenapa mereka gak suka sama Vina? Padahal keluarga Vina terus Ziko bilang kalau Vina enggak pernah bisa buat kalian marah, tapi kenapa banyak orang gak suka sama Vina?" Tanya Devina
"Vina jangan pernah mikirin kata-kata orang hm? Mereka hanya iri dengan semua yang Vina punya karena Vina punya keluarga yang sayang sama Vina dan Vina selalu bisa punya apa yang Vina mau." Kata Ziko
"Mona temannya banyak Ziko juga, tapi Vina enggak." Kata Devina
"Kata siapa? Teman Vina banyak." Kata Ziko
Devina diam dan hal itu membuat Ziko tersenyum.
"Teman aku dan Devano itu teman kamu juga." Kata Ziko
"Nanti baby nya Vina harus seperti Ziko." Kata Devina
"Kenapa gak seperti kamu?" Tanya Ziko
__ADS_1
"Karena Vina manja dan Vina selalu buat orang lain susah." Kata Devina
"Vina apaan sih ngomongnya gitu, gak boleh sayang." Kata Ziko
Devina menunduk membuat Ziko ikut menunduk agar bisa menatapnya.
"Kenapa coba Vina tiba-tiba bilang gitu?" Tanya Ziko
"Habis baca novel tadi malam pemeran utamanya di benci banyak orang dia ditinggalin banyak orang." Kata Devina
"Gak aku kasih izin baca novel lagi nih kamu." Kata Ziko
"Aaa jangan maaf." Kata Devina
"Kiss dulu baru dimaafin." Kata Ziko
Devina memasang wajah cemberut, tapi tetap mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Ziko berkali-kali.
Setelahnya Devina memeluk Ziko dengan sayang membuat suaminya itu tersenyum dan membalas pelukannya.
°°°°
"MOMMY SAKITT"
Devina berusia lima tahun ketika itu dia terjatuh karena temannya mendorong Devina dari ayunan yang dia naiki hingga dia terjatuh. Lututnya berdarah Devina menangis, tapi teman-temannya tertawa membuat Devina menyembunyikan wajahnya dan terisak.
Cukup lama Devina di posisi itu hingga pundaknya di sentuh ternyata gurunya yang langsung memeluk Devina dengan sayang dan berusaha memberikan ketenangan. Setelah itu Devina di bawa ke dalam dia duduk di sofa yang ada di ruang guru dengan keadaan masih menangis.
Hari ini tidak ada Devano karena Devano sakit, jadi Devina hanya sendirian saja.
"Aaaa sakittt Mommy sakittt"
Devina menangis ketika gurunya membersihkan lukanya dia sesenggukan karena merasa perih.
"Sst sayang enggak papa? Sebentar aja sakitnya hm? Bu guru udah marahin teman-teman Vina yang nakal"
"Mau.... Pulang...."
Devina menangis lagi dia memeluk gurunya ketika lukanya masih di obati.
"Iya Ibu udah telpon Mama nya Vina sebentar lagi Mama Vina datang"
"Mommy.... Mommy"
Devina menangis sambil terus memanggil Mommy nya hingga kedua orang tuanya benar-benar datang dan Daffa terlihat sekali ingin marah, tapi Fahisa menahannya.
"Sayang? Sini sama Daddy"
Daffa menggendongnya dengan sayang dia berusaha menenangkan Devina yang kini sudah berhenti menangis, tapi masih terisak.
Sejak hari itu Devina selalu takut dia tidak pernah bisa memulai pembicaraan dengan orang lain.
Devina takut dibenci.
°°°°
Devina tertidur lelap dalam dekapan suaminya dia bahkan tak terganggu ketika Ziko melepaskan pelukannya, tapi tetap disampingnya dan terus menatapnya. Tangan Ziko memainkan helaian rambut Devina lalu mengusap pipinya dengan penuh kelembutan agar tidak mengganggu tidurnya.
Ziko jadi teringat kejadian ketika mereka masih sma dulu ketika mendengar cerita Devina. Saat masih sekolah Devina pernah di tampar oleh Hara dia juga pernah mendapat banyak kata-kata jahat yang entah karena apa ditujukan untuknya.
Beranjak kuliah ternyata semakin parah Devina dilabrak oleh Yuna bahkan menerima pesan ancaman dia pernah di culik lalu mengalami kekerasan oleh anak-anak dari orang yang menculiknya.
Banyak yang bilang Devina beruntung padahal dia mengalami banyak kejadian yang meninggalkan luka di hatinya.
Devina baik, sangat baik, tapi dia sering sekali disakiti.
"Mulai sekarang Vina hanya akan bahagia"
Ziko mengatakan itu dan mencium kening Devina dengan sayang lalu memeluknya lagi.
°°°°
Ya ampun gak selesai-selesai juga updatenyaaa😫
__ADS_1
Cerita Vano dan Gavin besok yaaa sekarang lagi khusus Vina-Ziko😭