Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Arthan dan Nadhin


__ADS_3

Devina akhirnya berkunjung ke rumah orang tuanya dia di sambut dengan hangat apa lagi oleh Daffa yang langsung memeluknya dengan sayang tak hanya itu Daffa juga langsung menggendong cucunya Ardhan yang langsung menempel padanya. Sedangkan Fahisa mengambil Arthan lalu menggendongnya, anak itu sedikit merengek, tapi diam begitu Fahisa mencium pipinya.


Masuk ke dalam rumah Devina langsung berlari menghampiri Adara juga Devano yang ada di ruang tengah bersama dengan si kembar. Tersenyum senang Devina langsung duduk dan mengangkat tubuh Nadhin membuat anak itu merengek pelan.


Di ciumnya pipi Nadhin dengan sayang membuat anak itu kini menatap Devina dengan lugu.


"Ini Mami"


Devina mengatakan itu pada Nadhin dan Nadhin tersenyum lucu.


"Miii"


Nadhin sangat pintar dia suka meniru ucapan orang lain meskipun hanya kata belakangnya saja.


"Ihh gemes." Kata Devina


Ziko yang ikut duduk membawa Nathan ke dekatnya dan anak itu hanya diam dia tak banyak merengek. Matanya menatap Ziko dengan lugu membuat Ziko tersenyum dan mengusap pipinya.


"Anteng banget ya?" Kata Ziko dengan senyuman


Devano tersenyum dia menatap Nathan yang memang sangat anteng bahkan anak itu berbaring dan menjadikan paha Ziko sebagai bantalan kepalanya.


Tak lama suara anak-anaknya terdengar khususnya Arthan memang anaknya yang satu itu tidak bisa diam.


"Amiii"


Anak itu heboh sendiri minta di turunkan dan ketika Fahisa menurunkannya Arthan berlari menuju Devina. Wajahnya berubah galak dia berseru kencang dan memukul Nadhin yang menempel pada Devina.


"Ehh Arthan"


Nadhin menangis, tapi dia langsung balas memukul membuat Arthan merengek.


"Amiiii"


Adara langsung mengambil Nadhin dan Devina mengambil Arthan yang langsung membuat anak itu memeluknya.


"Adara maaf Arthan memang gitu." Kata Devina sambil mengusap pipi anaknya itu dengan sayang


"Enggak papa Vin." Kata Adara dengan senyuman


"Enggak papa sayang namanya anak kecil." Kata Fahisa


Devina mengangguk singkat lalu melepaskan Arthan yang masih tetap menempel padanya. Kini anak itu berjalan menuju Ziko yang ada di dekatnya.


"Aaaaa"


Arthan merengek membuat Ziko langsung mendudukkan Nathan karena takut di pukul oleh anaknya. Begitu Nathan menjauh Arthan langsung menjatuhkan diri ke dalam pelukan Papi nya.


"Ya ampun anak ini." Kata Ziko


Adara tertawa dia merasa lucu melihat Arthan yang sangat rewel.


"Ami Amii"


Lagi sebuah suara terdengar ternyata itu Ardhan yang datang bersama dengan Daffa anak itu merentangkan tangannya pada Devina membuat Devina tersenyum dan langsung mengambilnya.


"Gemes banget cucu Daddy." Kata Daffa

__ADS_1


Ardhan melihat Nadhin dia merangkak dan mendekati anak itu ah kalau Ardhan memang suka dengan orang baru, tapi kalau Arthan tidak.


"Lihat yang ini akur." Kata Adara


Ardhan tersenyum dia mengambil mobilan yang ada di dekatnya dan Nadhin juga ikut tersenyum.


"Brrrbrrrrn"


Nadhin membuat suara itu membuat mereka tertawa karena merasa gemas dan Ardhan bermain dengan Nadhin keduanya terlihat anteng. Kalau Nathan ada di pangkuan Adara begitu juga dengan Arthan yang ada bersama Ziko.


Masih asik bermain Arthan yang melihat kembarannya asik dengan orang lain sibuk sendiri dia bangun dan duduk di antara keduanya membuat Devina menggelengkan kepalanya pelan.


"Dannn"


Nadhin melihat Arthan dia lalu refleks memukulnya hingga Arthan berteriak kesal.


"Aaaaa"


Devano tertawa pelan dia mendekat dan mengambil Arthan yang malah membuat anak itu merengek serta memberontak dalam dekapannya.


"Aamiiiii Amiiiii"


"Seperti Vina ini enggak bisa diam." Kata Devano sambil mencium lama pipi Arthan membuat anak itu semakin kesal


"Aaaaa Amiiiiii"


Devano tertawa dia mencium lagi pipi Arthan membuat anak itu merengek dan karena kesal menangis dengan keras.


"Van ih kasian." Kata Adara yang malah membuat Devano tertawa


"Lucu"


"Aamiiiii"


Arthan terus menangis membuat Devina akhirnya bangun dia mengusap sayang punggung anaknya dan anak itu kini bersandar dengan begitu manja di pundaknya.


"Manjanya." Kata Fahisa sambil mengusap pipinya


Arthan merengek dia mengusap pipinya dan bersandar lagi pada Devina.


"Main dong sama Nadhin sama Nathan." Kata Devina dengan penuh kelembutan


Arthan masih saja menempel padanya.


"Lihat tuh Ardhan aja main." Kata Devina sambil menunjuk Ardhan yang bermain dengan Nadhin dan kini dengan Nathan juga


Ah Arthan memang rewel, tapi dia lucu Devina gemas sendiri dengan anaknya yang satu itu.


Arthan menggeleng dengan cepat dia memeluk leher Devina dan bersandar manja di bahunya.


"Sama Papa Vano ya?" Kata Devina


Devina mendekatkan Arthan pada Devano, tapi anaknya itu berseru kencang dan mengeratkan pelukannya.


"Sombong ih gak aku belikan mainan nanti." Kata Devano sambil mencubit pelan pipinya


"Aaaaa"

__ADS_1


Arthan memang begitu kalau sedang tidak mood dia tidak mau dengan siapapun selain Devina atau Ziko.


Dasar Arthan!


°°°°


Devina pusing sekali dengan anaknya ini sudah jam makan dia sedang menyuapi Ardhan dan anaknya yang satu itu malah asik bermain di suapin makan tidak mau. Sekarang Devina masih berada di rumah orang tuanya dia akan pulang ketika malam nanti.


Sama dengan Devina ada juga Adara yang sedang menyuapi Nathan juga Nadhin yang begitu anteng apalagi Nathan anak itu hanya duduk diam dan membuka mulutnya ketika di beri suapan. Berbeda dengan Arthan yang sangat heboh sendiri bukannya makan dia malah sibuk bermain robot dan ketika di suapin malah merengek dan marah.


"Arthan makan." Kata Devina


"Aaaaa"


Arthan menggeleng dengan cepat dia juga melempar mainan yang dia pegang pertanda kalau dia marah.


"Zikooo"


Ziko tertawa dia mengangkat tubuh Arthan membuat anak itu merengek.


"Makan dulu Arthan." Kata Ziko


"Ndakkk"


Arthan menangis lagi membuat Ziko akhirnya membiarkan anak itu kembali bermain dan Arthan langsung diam.


Karena Nathan dan Nadhin sangat diam mereka sudah selesai makan lebih dulu kini Nadhin berjalan mendekat dia duduk dekat Arthan dan ingin ikut bermain. Sayangnya ketika akan mengambil mainan Arthan berseru lagi padahal itu mainan Nathan dan Nadhin.


Ya ampun Devina pusing.


"Arthan mainnya sama-sama." Kata Devina


Arthan mengalah dia membiarkan Nadhin mengambil mainan yang sama dan untuk sesaat keduanya terlihat tenang.


Berbeda dengan Nadhin juga Arthan yang bermain kalau Nathan dan Ardhan malah tiduran. Saat tengah asik bermain entah bagaimana bisa Arthan dan Nadhin ingin mengambil satu mainan yang sama.


Dan keduanya merengek.


"Amaaaa"


"Aaaaaa"


Arthan menarik mainannya begitu juga dengan Nadhin kedua anak itu benar-benar membuat Adara dan Devina pusing.


Merasa kesal karena tidak bisa mengambil mainan yang dia mau Arthan melepas mainannya lalu menangis dan dengan lebaynya berguling di atas karpet tebal.


"Amii Amiiii"


Astaga Devina ingin sekali mencubit pipinya dengan kuat karena gemas sendiri.


°°°°


Arthan dan Nadhin \= Musuh bebuyutan😠


Nadhin : Ini mainan akuuuu😠


Arthan : Mainan akuuu😠

__ADS_1


Ardhan dan Nathan menyimak dalam diam🤣


__ADS_2