Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Baikan


__ADS_3

Seusai makan malam Devina bersama dengan suaminya pamit untuk pulang dan Daffa tidak bisa menahan keduanya, tapi sekali lagi dia memberikan peringatan pada Ziko agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jujur saja Daffa sangat ingin marah pada Ziko hanya saja dia tidak tega pada Devina karena anak perempuannya itu terlihat sangat mencintai Ziko bahkan hingga berbohong padanya.


Ziko sendiri merasa sangat bodoh dan bersalah pada Devina karena telah membuat istrinya yang cantik itu menangis hampir semalaman hingga membuat matanya sembab, bodoh sekali. Sekarang masalah apapun itu Ziko tidak akan memarahi Devina apalagi sampai membuatnya menangis karena sungguh Ziko tidak sanggup jika Daffa membawa istrinya pergi.


Tidak bisa Ziko tidak mungkin bisa berada jauh dari Devina.


"Vina besok mau ke rumah Mona." Kata Devina


"Jangan"


Perkataan itu membuat Devina langsung menoleh dan menatap suaminya dengan alis bertaut.


"Kenapa?" Kata Devina


"Aku mau ajak kamu pergi besok." Kata Ziko membuat Devina langsung tersenyum


"Kemana?" Tanya Devina dengan penuh semangat


"Kemana aja yang kamu mau." Kata Ziko


"Emm kalau gitu Vina mau ke kedai ice cream terus ke pantai." Kata Devina


"Boleh"


"Eh memang Ziko enggak kuliah?" Tanya Devina


"Besok kan akhir pekan sayang." Kata Ziko


"Iya juga hehe Vina lupa." Kata Devina


"Aku mau ajak kamu jalan-jalan sekaligus untuk permintaan maaf karena udah buat kamu nangis." Kata Ziko


Devina hanya tersenyum menanggapinya, dia senang Ziko sudah tidak marah lagi padanya.


Setelah percakapan singkat itu sisa perjalanan di penuhi dengan keheningan karena Devina yang mulai merasa mengantuk terlelap dengan sendirinya membuat Ziko tidak bisa menahan senyuman ketika melihatnya. Melakukan mobilnya dengan perlahan Ziko sampai di rumah dengan memakan waktu yang cukup lama.


Begitu mobilnya berhenti di halaman rumah Ziko melepaskan sabuk pengamannya lalu menatap Devina dan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya. Lelap sekali Devina tidur sepertinya dia sangat lelah Ziko jadi tidak tega membangunkannya.


Dengan hati-hati dia melepaskan sabuk pengaman Devina, tapi ketika ingin keluar dia malah melihat istrinya itu membuka matanya.


"Em udah sampai?" Kata Devina dengan suara khas orang bangun tidur


"Udah sayang kamu tidur lagi aja gak papa aku gendong ke kamar." Kata Ziko


"Enggak Vina jalan aja." Kata Devina


Tidak bisa memberikan penolakan Ziko hanya mengangguk saja lalu bersama dengan Devina keluar dari mobil. Begitu Devina ada disampingnya dia langsung memeluk lengan Ziko dan bersandar manja di lengannya.


Berjalan beriringan keduanya masuk ke dalam rumah dan ternyata masih ada Nazwa yang secara kebetulan baru saja keluar dari dapur.


"Eh udah pulang?" Kata Nazwa dengan senyuman


"Udah Ma kita mau langsung ke kamar ya? Vina udah ngantuk banget." Kata Ziko


"Iya ini juga Mama udah mau ke kamar, langsung istirahat ya sayang." Kata Nazwa

__ADS_1


"Iya Ma"


Setelah itu keduanya menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar, niatnya Devina ingin langsung berganti baju, tapi dia malas sekali hingga akhirnya memilih untuk duduk di tepian ranjang. Tersenyum tipis Ziko ikut duduk disampingnya lalu tanpa diminta dia membantu Devina melepaskan kalung yang dia pakai juga jam tangan.


Selesai melepaskan semua aksesoris yang Devina gunakan Ziko meletakkan kedua tangannya di bahu Devina dan membawa istrinya itu untuk menatapnya.


"Capek ya?" Kata Ziko sambil mengusap pelan pipinya


Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ganti baju dulu terus langsung tidur." Kata Ziko


"Males ganti bajuu." Kata Devina dengan bibir mengerucut


"Masa mau tidur pakai dress." Kata Ziko


"Males"


"Mau aku bantuin hm?" Kata Ziko


Devina langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban lalu memeluk Ziko dari samping dan memejamkan matanya.


"Ganti baju dulu terus langsung tidur." Kata Ziko sambil mengusap kepalanya


"Bentar lagi mau peluk Ziko dulu." Kata Devina


"Yaudah"


Ziko hanya diam sambil terus mengusap kepala Devina dengan sayang dan sesekali memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya.


"Maaf"


"Waktu pulang ke rumah tangan Vina masih sakit, tapi Ziko masih marah terus malah lempar kunci mobil dan masuk kamar mandi Vina jadi takut." Kata Devina


Ziko hanya diam mendengarnya dia juga mengeratkan pelukannya.


"Ziko bilang Vina mau balas dendam karena masalah Alda padahal enggak." Kata Devina pelan


Menghela nafasnya pelan Ziko melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Devina, mencium seluruh wajahnya dan berhenti lama di keningnya.


"Maaf, aku tau kemarin aku salah karena udah marah sama kamu dan buat kamu nangis." Kata Ziko


"Enggak papa kita udah baikan, tapi tadi pagi Vina takut banget Daddy bakal marah." Kata Devina


"Kalau Daddy kamu memang marah enggak papa aku memang salah karena udah buat anak kesayangannya menangis." Kata Ziko


"Enggak boleh Daddy enggak boleh marahin Ziko." Kata Devina


"Kenapa?" Tanya Ziko pelan


"Pokoknya enggak boleh." Kata Devina sambil memeluk Ziko lagi


"Kalau aku salah kamu jangan melindungi aku Vin enggak papa kok meskipun Daddy kamu marah atau pukul aku." Kata Ziko


"Enggak"

__ADS_1


"Aku kan udah janji bakal buat kamu bahagia, tapi tadi malah buat kamu nangis dan wajar Daddy kamu marah." Kata Ziko


Devina hanya diam sambil mengeratkan pelukannya.


"Kemarin kamu nangis dan itu semua karena aku, jadi meskipun Daddy atau Devano marah dan mau pukul aku gak papa." Kata Ziko


"Enggak! Vina bilang gak boleh." Kata Devina


Melepaskan pelukannya Devina menatap Ziko dengan raut wajah kesal.


"Enggak boleh! Vina enggak mau Ziko di marah sama Daddy atau Vano." Kata Devina


"Tapi, aku salah." Kata Ziko


"Enggak boleh kalau Daddy sama Vano udah marah Vina enggak bisa bujuk mereka supaya gak marah lagi." Kata Devina


Ziko hanya tersenyum sambil merapihkan rambut Devina dan mengusap pipinya.


"Ziko enggak salah kalau Vina bilang enggak salah berarti enggak." Kata Devina


"Vina...."


"Ish Vina bilang enggak! Nurut sama Vina kalau Vina bilang Ziko enggak salah berarti enggak!" Kata Devina kesal


"Yaudah jangan marah katanya capek mau tidur." Kata Ziko


"Makanya Ziko nurut." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal


Tersenyum manis Ziko mencubit pelan pipi Devina lalu mencium bibir nya berkali-kali dan memeluknya.


"Iya Ziko bakal nurut terus sama Vina"


"Ziko jangan marah lagi sama Vina." Kata Devina pelan


"Enggak akan"


"Kalau marah lagi?" Kata Devina


"Vina boleh pukul aku." Kata Ziko


"Cubit?"


"Boleh"


"Sekarang mau cubit Ziko." Kata Devina


"Iya"


melepaskan pelukannya Devina mencubit lengan Ziko dengan cukup kuat membuat suaminya itu meringis pelan, tapi setelahnya dia dibuat tersenyum dengan Devina yang mendekat dan memeluknya.


"Jangan marah lagi"


°°°°


Double update nya nih dibaca🥰

__ADS_1


__ADS_2