
"Tablak Api tablakkk"
Arthan berlari menghampiri Ziko dan menubruk tubuh pria itu lalu tertawa apalagi melihat Ziko yang terlihat kaget karena tadi pria itu sedang menghadap belakang. Saat Ziko berbalik Arthan langsung lari dia menghampiri kembarannya dan melakukan hal yang sama menubruk tubuh Ardhan hingga keduanya jatuh ke atas karpet.
Tertawa senang Arthan bangun dia kembali berlari membuat Ziko harus berseru memanggilnya agar duduk diam, tapi bukan mendengarkan Arthan malah terus berlari. Anak itu berlari cukup kencang membuat Ziko takut sendiri dia bisa habis di marah Devina kalau anak itu sampai jatuh.
Istrinya itu sedang mandi mungkin sebentar lagi selesai dan Ziko yang ditugaskan menjaga si kembar.
"Arthan sini Arthan jangan lari nanti jatuh." Kata Ziko pusing sendiri melihat anaknya
Kali ini Arthan berhenti dia menatap Ziko lalu tersenyum.
"Celang Apii." Katanya
Anak itu berlari lagi menghampiri Ziko, tapi mendadak keseimbangannya hilang dia terjatuh karena terselandung kakinya sendiri.
"Aaaaa Amiiii"
Ardhan mendongak dan melihat kembarannya.
"Apii Altann jatuhh." Kata Ardhan sambil menunjuk kembarannya
Ziko menghela nafasnya pelan dia bergegas menghampiri Arthan dan menggendong anaknya yang kini menangis.
"Amii cakitt Amiiii"
Arthan menangis membuat Ziko bingung sendiri, anaknya yang satu ini tidak bisa diam sih pusing sendiri Ziko melihatnya. Tak lama Devina muncul dia menuruni tangga dengan buru-buru karena mendengar suara tangisan yang berasal dari anaknya.
"Kenapa Ziko?" Tanya Devina
"Amii Amiiii"
Arthan menangis anak itu lebay sekali padahal jatuhnya juga di atas karpet.
"Jatuh nih di suruh diam gak mau lari-lari terus kembarannya di tabrak tabrak." Kata Ziko
Devina menghela nafasnya pelan dan menggendong Arthan yang langsung bersandar manja pada bahunya.
"Cakit Ami." Adu Arthan
"Lari terus sih kata Papi kan duduk sama Ardhan." Kata Ziko yang merasa jengkel juga pada anaknya yang satu itu
Tapi, perkataannya malah membuat anak itu melotot kesal.
"Aaaaa"
"Ziko jangan." Kata Devina
Devina mengusap rambut Arthan dengan sayang lalu membawanya untuk duduk di dekat Ardhan yang asik bermain lego.
"Main sama Ardhan aja ya? Arthan jangan lari terus nanti capek terus jatuh, sakit kan?" Kata Devina
Arthan mengangguk dan memeluk Devina lagi.
"Mana yang sakit? Biar Mami sembuhin." Kata Devina
Arthan menunduk dan menunjuk lututnya membuat Devina tersenyum lalu mencium lutut anak itu dengan sayang.
"Sakitnya hilang." Kata Devina
Arthan tertawa senang dan memeluk Devina lagi.
"Ami cayang." Kata Arthan
Ziko yang melihat itu tertawa dia memangku Ardhan dan berbisik pelan, tapi masih dapat di dengar Devina juga Arthan.
"Arthan nangis terus ya?" Kata Ziko
"Gakkkk"
Arthan seolah mengerti anak itu melotot tidak Terima.
"Altan nangis telus." Kata Ardhan mengikuti Ziko
"Gakk Amiii." Adu Arthan yang ingin menangis lagi
"Ih nangis terus ih Arthan." Kata Ziko
"Ziko nanti nangis beneran dia." Kata Devina sambil mengusap pipi Arthan dengan sayang
Arthan lalu turun dari pangkuan Devina dan menghampiri Ziko.
"Apii nakal." Katanya sambil memukul tangan Ziko karena kesal
Ziko malah tertawa dia membawa Arthan ke dekatnya dan mendudukkan juga anak itu di pangkuannya.
Si kembar kini ada di pangkuannya dan Ziko yang merasa gemas memeluk mereka dengan sangat erat.
__ADS_1
"Aaaa dahh epass Api epas." Kata Arthan
Ziko tertawa dan melepaskan pelukannya membiarkan kedua anaknya itu turun dari pangkuannya.
"Anculkannn"
Arthan bangun lalu mengacak-ngacak Lego yang sedang Ardhan mainkan.
"Eh jangan Arthan." Kata Devina
"Anculkan anculkann." Kata Arthan
Arthan bukan hanya mengacak saja, tapi juga melempar Lego itu ke sembarang arah membuat Ardhan merengek dia mendekat dan memukul Arthan karena kesal.
"Altannn nakal." Katanya
"Aaa Amiii." Kata Arthan ketika kepalanya di pukul oleh kembarannya
"Amii lucakk." Rengek Ardhan
Ardhan memukul Arthan lagi membuat anak itu kini bangun dan balas memukul.
"Nakal Aldan nakal." Kata Arthan
Baru saja Ardhan ingin memukul lagi Devina langsung menggendong anak itu dan memeluknya.
"Nakal Altann." Kata Ardhan
"Iya iya nanti Arthan marahin ya?" Kata Devina
"Aaa gakkk jangan malahin." Kata Arthan yang kini merengek
Seperti biasa anak itu berguling-guling di atas karpet membuat Ziko menggelengkan kepalanya pelan.
"Kasian anak Mami." Kata Devina sambil mencium pipi Ardhan
"Aaa Amii Amiii." Kata Arthan yang sudah mulai menangis
Anak itu memang cemburuan sekali kalau pada Devina maunya sama Devina terus kalau Devina memanjakan Ardhan dia merengek dan langsung cari perhatian juga.
Ya maklum saja keturunan Ziko.
"Arthan ayo duduk sama Papi." Kata Devina dengan penuh kelembutan
"Gakk Amiiii." Kata Arthan
Arthan terus saja mengamuk membuat Ziko benar-benar pusing melihatnya.
Arthan cemberut dia melempar Ziko dengan lego yang ada di dekatnya.
"Arthan"
Arthan berlari mendekat lalu memeluk Ziko dengan manja, dia kalau habis di marah pasti begitu.
"Jangan malah Api nakal." Kata Arthan
Mendengar itu Ziko tertawa dia melepaskan pelukan anaknya lalu mencium pipinya dengan gemas.
"Gigit nih Arthan gemes banget." Kata Ziko
"Gak gakk cakitt." Kata Arthan sambil berusaha menjauhkan wajahnya
Devina ikut tertawa dia lalu menatap Ardhan yang masih menempel padanya dan duduk di samping suaminya.
Tangan Devina mengusap rambut hitam Ardhan dengan sayang.
Ini salah satu alasan Devina belum mau memiliki anak lagi, lihat saja punya Arthan dan Ardhan saja sudah membuatnya pusing karena bertengkar terus.
Belum lagi kalau sedang hamil Devina akan sangat manja nanti kasihan Ziko harus mengurus tiga orang sekaligus.
"Altan nakal." Kata Ardhan
"Iya, tapi enggak boleh berantem sama Arthan ya? Ardhan sama Arthan kan saudara jadi harus akur." Kata Devina dengan penuh kelembutan
Ardhan menatap Devina lama lalu mengangguk dengan lugu.
"Gemes banget sih anak Mami." Kata Devina sambil tertawa
"Amiii Amiii"
Arthan cemberut karena tidak diperhatikan dan hal itu kembali membuat Devina tertawa, tapi Ziko malah berdecak kesal.
Anaknya yang satu itu benar-benar tidak bisa diam.
"Sini Arthan maafan sama Ardhan enggak boleh berantem terus." Kata Devina
Arthan menurut anak itu mendekat dan Ardhan berdiri lalu keduanya berpelukan membuat Devina sangat gemas melihatnya, tapi baru beberapa detik sesaat setelahnya Arthan melepaskan pelukan kemudian mendorong Ardhan beruntung ada Devina di belakangnya.
__ADS_1
"Arthan"
"Aldan mainn ayo main." Kata Arthan
Devina menghela nafasnya pelan dan menatap Ardhan yang kini berdiri sambil mengikuti kembarannya.
Ardhan memang sangat sabar dia hanya sesekali saja menangis atau merengek ketika diganggu oleh kembarannya, tapi selebihnya dia hanya diam.
Tidak pernah marah pada Arthan bahkan kalau berbaikan pun dia selalu mau.
Anak itu pintar sekali kalau Arthan jahil sekali.
°°°°
"Mau cucu Maa mauu"
Ardhan melompat pada Nazwa yang sedang membuatkan susu untuknya membuat wanita itu tertawa senang karena Ardhan yang tumben sekali sangat lincah. Sejak tadi Ardhan bermain bersama dengan Arthan bahkan dia tidak tidur siang ketika kembarannya tidur Ardhan asik bermain sendirian.
Devina sedang pergi bersama Ziko sebentar tadinya mau mengajak si kembar, tapi Nazwa minta supaya si kembar di tinggal saja karena dia sendirian di rumah tidak ada teman. Sampai sekarang Arthan masih tidur belum bangun juga nanti kalau sudah bangun, sama tidak akan mau diam.
"Ini cucu Oma sayang." Kata Nazwa
Ardhan tersenyum senang dia langsung mengambil gelas itu dan meminum susunya.
"Ardhan nanti minumnya pinter duduk dulu." Kata Nazwa membuat anak itu berhenti minum
Ardhan mengikuti Nazwa dan duduk di ruang tengah lalu meminum lagi susunya.
"Altan macih tidul." Kata Ardhan
"Iya Ardhan enggak mau tidur?" Tanya Nazwa
Ardhan menggelengkan kepalanya pelan.
"Gakk"
Nazwa tersenyum dia memperhatikan Ardhan yang sedang meminum susu, cepat sekali anak itu minum bahkan hanya beberapa menit gelas yang cukup besar itu kini sudah kosong.
"Dah Maa"
"Pintar sekali Oma taruh ini ke belakang ya? Ardhan duduk sini jangan kemana-mana." Kata Nazwa
Ardhan mengangguk patuh dan menatap Nazwa yang berjalan menuju dapur lalu anak itu berbaring di atas karpet tebal dia memiringkan tubuhnya. Tangan mungilnya mengucak pelan matanya dan tak lama suara Devina terdengar membuat anak itu langsung bangun.
Dia berdiri dan berlari ke arah sumber suara.
"Amiii Amiiiii"
Devina yang baru saja masuk melihat anaknya berjalan dari arah ruang tengah.
"Ardhannnn"
Devina berseru memanggil anaknya dia langsung menggendong Ardhan dan membuat anak itu tertawa senang.
"Amii pulanggg"
Devina menciumi pipinya dengan gemas.
"Lagi ngapain ini hmm?" Tanya Devina
"Abis mimik cucuk." Kata Ardhan
"Eh udah pada pulang." Kata Nazwa sambil tersenyum
"Arthan mana Ma?" Tanya Ziko
"Tidur tuh kalau Ardhan dari tadi enggak tidur." Kata Nazwa
"Kenapa enggak tidur ganteng?" Tanya Ziko sambil mencubit pelan pipi anaknya
"Gakkk"
Ardhan lalu merentangkan tangannya pada Ziko membuat Ziko langsung menggendongnya dan anak itu bersandar manja padanya.
"Aduh yang ini anak Ziko." Kekeh Nazwa
Memang kalau Ardhan menempelnya pada Ziko berbeda dengan Arthan yang apa-apa maunya dengan Devina.
Baru saja ingin dibicarakan suara tangis anak itu terdengar, pasti baru bangun dan tidak melihat Devina di dekatnya, jadi langsung heboh begitu.
"Amiiii Amiiiii"
Devina menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum.
Baiklah mari kita melihat si jahil Arthan yang baru saja bangun tidur.
°°°°
__ADS_1
Culik Arthan : 💃👶🛫
Wusss kaburrr bawa Arthan biar dia enggak gangguin Ardhan terus🚀