
Helaan nafas Devina terdengar, dia merasa sangat bosan berada di rumah karena Ziko sedang pergi keluar dan dia tidak ikut padahal tadi Ziko mengajaknya, tapi Devina malas sekali. Suaminya itu sedang pergi bersama teman-temannya karena itu Devina malas ikut dan lagi Ziko mengatakan hanya sebentar saja.
Sebenarnya bukan hanya malas, tapi Devina juga takutnya malah mengganggu Ziko dengan teman-temannya apalagi kalau nanti dia tiba-tiba minta pulang karena bosan. Makanya Devina memilih untuk di rumah saja dan meminta Ziko agar membelikan dia ice cream setelah pulang bertemu dengan teman-temannya.
"Kapan ya Ziko pulang?"
Devina menumpukan dagunya di tangan kanan dan menatap lurus ke cermin dia dapat melihat wajahnya yang cemberut disana.
"Pasti deh Ziko lagi main game sama teman-temannya." Kata Devina
Saat tengah asik melamun pintu kamar terbuka Devina dapat melihat mertuanya yang masuk ke dalam membuat dia tersenyum dan berjalan mendekat.
"Ada apa Ma?" Tanya Devina
"Vina lagi ngapain? Ke bawah dulu yuk? Ada Bianca sama Alda." Kata Nazwa
Devina hanya mengangguk patuh lalu mengikuti mertuanya dan keluar dari kamar, dia memang mengenal Bianca, tapi Alda dia baru mendengar namanya. Begitu sampai di ruang tamu Devina dapat melihat dua orang wanita yang seumuran dengannya.
Mengikuti mertuanya Devina duduk tepat disamping Nazwa lalu menatap keduanya dengan senyuman. Awalnya tidak ada yang mulai bicara hingga Nazwa membuka suaranya dan mengenalkan wanita bernama Alda itu kepadanya.
"Vina ini kenalin Alda dia itu temannya Ziko sama Bianca waktu kecil dan dia baru pulang dari Malaysia." Kata Nazwa
Tersenyum tipis Devina mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan wanita itu untuk sesaat.
"Devina"
"Alda ini menantu Tante istrinya Ziko kamu sih gak datang waktu Ziko menikah." Kata Nazwa
Wanita itu tersenyum canggung sambil menatap Nazwa.
"Ada urusan Tante dan aku gak nyangka Ziko akan menikah secepat ini." Katanya pelan
Devina dapat melihat kesedihan disana, tapi dia memilih untuk tidak peduli dan sekarang Devina hanya memainkan jari-jari tangannya karena bingung harus melakukan apa.
"Kamu mau tinggal disini lagi apa gimana?" Tanya Nazwa
"Enggak kok Tan mungkin cuman satu bulan habis itu balik ke Malaysia lagi." Kata Alda
Mengangguk faham Nazwa beranjak dari tempat duduknya dan mengatakan kalau dia akan pergi ke kamar mandi.
"Hai"
Sapaan itu membuat Devina mendongak lalu tersenyum.
"Em Hai Alda"
"Ziko lagi kemana?" Tanya Alda
"Keluar sama teman-temannya." Kata Devina
"Gak ikut?" Tanya Bianca
Devina menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Enggak mau ganggu waktu Ziko sama teman-temannya, tapi biasanya aku ikut." Kata Devina
Huft Devina benar-benar kebingungan dan merasa tidak nyaman.
Saat tengah sibuk dengan fikirannya Devina dapat mendengar suara suaminya dan ketika menoleh dia melihat Ziko yang masuk ke dalam sambil membawa sesuatu ditangannya. Baru akan memanggil Devina menghentikan niatnya kala Alda lebih dulu memanggil suaminya.
"Eh Alda"
Ziko tersenyum lalu berjalan mendekat dan meletakkan plastik yang dia bawa di meja.
"Ice cream kamu"
Ziko masih sempat mengatakan itu pada Devina bahkan memberikan usapan di kepalanya.
Senyuman manis Devina mengembang, tapi wajahnya berubah seketika kala wanita bernama Alda itu mendekat dan memberikan pelukan untuk suaminya. Tangan Devina terkepal kuat wajahnya juga berubah murung apalagi Ziko terlihat biasa saja dan tidak terganggu.
__ADS_1
"Kapan pulang?" Tanya Ziko
"Kemarin"
Mengangguk singkat Ziko langsung duduk disamping Devina ketika Alda melepaskan pelukannya.
"Udah lama banget gak ketemu." Kata Alda
"Hm kapan sih terakhir?" Tanya Ziko
"Udah lama Ko kayaknya pas sma kelas satu ya? Kan Alda pindah." Kata Bianca
"Ah iya bener." Kata Ziko
Devina hanya diam saja, dia masih tidak suka melihat Ziko dipeluk oleh wanita lain.
"Eh udah kenalan kan sama Devina?" Tanya Ziko
"Udah kok." Kata Alda dengan senyuman
Setelah itu mereka terlibat percakapan yang sama sekali tidak Devina mengerti hingga Nazwa datang dan bergabung sambil membawa minuman. Mereka asik sekali mengobrol dan Devina hanya menanggapi seadanya karena dia tidak tau apa yang mereka bicarakan.
Cukup lama hingga Devina yang merasa bosan meminta izin untuk kembali ke kamar, dia juga tidak tau harus bicara apa disana.
"Ma aku ke kamar dulu ya? Vina lupa ada tugas yang harus dikumpul besok." Kata Devina pelan
Perkataan itu membuat semua orang menatapnya terutama Ziko, tapi Devina tidak peduli dia malas dan tidak suka berada disana lalu melihat Ziko asik mengobrol dengan orang lain.
"Iya gak papa kalau kamu memang lagi ada tugas." Kata Nazwa
Devina tersenyum singkat lalu melangkah kan kakinya pergi ke kamar dan begitu memasuki kamarnya Devina langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjang.
Helaan nafas terdengar Devina berbaring menyamping lalu mengambil ponsel miliknya dan melihat beberapa pesan yang ada disana.
Agar tidak bosan dan mood nya sedikit membaik Devina mencari nama kembarannya lalu menekan tombol telpon disana.
"Halo Vanooo"
Meskipun mereka baru bertemu untuk pertama kalinya.
°°°
Devina tidak tau berapa lama dia bersama Devina mengobrol lewat telpon, tapi yang jelas cukup lama dan bersamaan dengan dia yang mematikan panggilan telponnya Ziko masuk ke dalam kamar. Melihat hal itu wajah Devina kembali berubah muram dan dia mulai menyibukkan diri dengan ponselnya.
Intinya dia sangat kesal entah karena rasa cemburu atau karena dia yang memang sebentar lagi akan datang bulan atau bisa jadi karena keduanya, tapi yang jelas Devina kesal. Melihat Ziko hanya diam ketika di peluk lalu mengobrol dan tertawa bersama membuat Devina tidak suka bahkan meskipun ada Bianca juga mertuanya disana.
"Udah selesai tugasnya?" Tanya Ziko
Devina bergumam pelan sebagai jawaban.
"Lagi ngapain sih asik banget sampai gak mau nengok?" Tanya Ziko
Devina tetap diam ketika Ziko mendekat dan duduk di sampingnya sambil melirik ponselnya dimana Devina sedang membuka youtube.
"Ice creamnya udah dimakan?" Tanya Ziko
"Ada di kulkas Vina belum mau makan nanti aja." Kata Devina
"Kenapa?" Tanya Ziko
"Enggak papa." Kata Devina
Ziko tersenyum tipis lalu mengambil ponsel Devina hingga membuat istrinya itu menghela nafasnya dan menatap mata sang suami.
"Kamu kenapa? Vina marah karena Ziko pulangnya lama?" Tanya Ziko
"Enggak"
"Terus kenapa? Kok jadi galak." Kata Ziko
__ADS_1
"Vina lagi bad mood." Kata Devina
"Bad mood kenapa?" Tanya Ziko
Devina hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu melepaskan tangannya yang tadi Ziko genggam.
"Enggak papa"
"Devina, jawab dulu kamu kenapa? Aku buat salah?" Tanya Ziko
"Enggak"
"Dari tadi jawabnya enggak terus, tapi mulanya cemberut gak mau senyum." Kata Ziko
Ziko selalu tau kalau Devina sedang merajuk karena dapat terlihat jelas.
"Aku gak papa." Kata Devina
"Marah kan? Barusan ngomongnya pakai aku biasanya pakai nama terus." Kata Ziko
Devina memasang wajah cemberutnya dan menatap Ziko dengan raut wajah menggemaskan.
Kenapa Ziko tau semua kebiasannya sih?
"Devina ayo ngomong, kamu marah? Aku ada salah apa?" Tanya Ziko
Devina terdiam untuk sejenak lalu memeluk suaminya dan mengatakan sesuatu dengan suara yang sangat pelan, tapi masih dapat Ziko dengar dengan jelas.
"Aku enggak suka Ziko pelukan sama cewek tadi"
Mendengar hal itu Ziko terdiam lalu melepaskan pelukan Devina dan menangkup wajahnya.
"Aku, Bianca dan Alda udah sahabatan dari kita masih kecil kamu gak perlu cemburu sayang." Kata Ziko
Sayangnya perkataan Ziko membuat mood Devina semakin memburuk, dia kira Ziko akan seperti biasanya.
'Yaudah kalau kamu gak suka aku gak bakal kayak gitu lagi'
Tersenyum tipis Devina menjauhkan tubuhnya dan mengalihkan pandangannya dari sang suami.
"Devina"
Tidak ada tanggapan yang Devina berikan membuat Ziko kembali menangkup wajahnya dan membawa Devina untuk menatapnya.
"Ziko kan udah menikah udah jadi suaminya Vina gak boleh pelukan sama wanita lain kayak gitu." Kata Devina pelan
Mendengar hal itu Ziko terdiam untuk sesaat lalu tersenyum dan memberikan ciuman di kening Devina.
Benar, dia sudah menikah harusnya Ziko tidak boleh begitu.
"Memang kalau Vina pelukan sama teman Vina waktu masih kecil Ziko enggak akan marah?" Tanya Devina
Lagi Ziko terdiam dan menatap Devina yang juga tangah menatapnya.
"Ziko jangan kayak gitu Vina enggak suka enggak boleh pelukan sama cewek lain." Kata Devina
"Maaf, aku janji gak bakal kayak gitu lagi." Kata Ziko
"Dia sahabat Ziko, tapi Vina istrinya Ziko." Kata Devina
Ziko tersenyum lalu membawa Devina ke dalam pelukannya dan memberikan ciuman di puncak kepalanya hingga berkali-kali.
"Jangan kayak gitu lagi gak boleh"
Ziko menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk perkataan istrinya.
"Aku janji gak akan kayak gitu lagi"
°°°
__ADS_1
Updatu dulu yukk kemarin udah gak update🤣