Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Bobok


__ADS_3

Setelah menginap selama dua hari Devina pulang ke rumah bersama dengan suaminya, dia senang bisa berkumpul lagi bersama orang tuanya meskipun hanya sebentar dan sekarang Devina harus pulang. Selama perjalanan pulang Devina tak banyak bicara dia hanya duduk diam sambil memainkan ponselnya dan membalas beberapa pesan yang masuk.


Sebelum pulang Devina mengajak Ziko untuk pergi ke supermarket karena katanya dia mau membeli jajanan dan tentu saja Ziko akan mengantarnya. Terlalu fokus pada ponselnya Devina sampai tidak sadar kalau mereka telah sampai di area supermarket dan mobil Ziko sudah terparkir dengan rapih.


Menoleh untuk menatap istrinya Ziko tersenyum penuh arti.


"Ayo Devina"


Devina mendongak lalu melihat ke sekitarnya dan menunjukkan cengirannya ketika sadar bahwa mereka telah sampai.


"Ehh udah sampai." Kata Devina


Ziko hanya tersenyum lalu keluar dari dalam mobil dan mengulurkan tangannya pada Devina dan mengajaknya untuk masuk ke dalam.


"Vina mau beli jajan yang banyak." Kata Devina


Begitu masuk ke dalam Ziko langsung mengambil troli belanjaan dan mendorongnya mengikuti langkah kaki Devina.


"Vina mau miee." Kata Devina


Devina mengambil cukup banyak mie dengan berbagai rasa membuat Ziko hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Banyak banget sayang." Kata Ziko


"Emm enggak papa untuk nanti lagi." Kata Devina senang


Ziko kembali mengikuti Devina yang sekarang berjalan ke tempat dimana susu berada.


"Vina mau beli susu hamil?" Tanya Ziko


Sebelumnya Devina selalu menolak kalau Ziko mau belikan, tapi sepertinya kali ini Devina mau mencobanya.


"Mauuu"


Devina memilih sendiri susu yang dia inginkan lalu meletakkannya ke dalam troli dan pergi ke rak lainnya.


"Vina mau beli ini." Kata Devina


Devina mengambil cukup banyak makanan yang ada di sana dan memasukkan ke dalam troli dan Ziko membiarkan saja selagi tidak ada yang mengandung udang atau sesuatu yang membuat istrinya sakit.


"Masih ada lagi?" Tanya Ziko


"Ice cream untuk di rumah." Kata Devina sambil tersenyum lebar


Ziko mengangguk singkat dan membiarkan Devina mengambil beberapa ice cream dari dalam kulkas.


"Sekarang udah semua ayo bayar." Kata Devina


"Yakin gak ada lagi?" Tanya Ziko

__ADS_1


Devina mengangguk yakin lalu mengajak Ziko untuk pergi membayar tangan Devina memeluk lengan suaminya itu dengan sayang ketika mereka di kasir. Setelah membayar Ziko membawa semua belanjaan Devina hanya ada dua plastik dan Ziko meletakkannya di jok belakang.


Kembali masuk ke dalam mobil Ziko melajukan mobilnya menuju rumah sambil melirik jam yang sudah hampir siang. Sebentar lagi Devina harus makan Ziko akan menanyakan apa yang istrinya itu inginkan.


"Vina mau makan siang pakai apa?" Tanya Ziko


"Em nanti aja di rumah." Kata Devina


Ziko mengangguk singkat dan kembali fokus pada jalanan di hadapannya.


Di tempatnya Devina terlihat asik memainkan ponsel suaminya dan melihat-lihat foto yang ada di sana.


Ada banyak sekali fotonya di sana dan Devina senang.


°°°°


"Ziko sini tangannya"


Devina tersenyum manis dia meraih tangan sang suami lalu menautkan jari-jari mereka di sana dan di tempatnya Ziko hanya diam sambil terus memperhatikan istri cantiknya. Mereka hanya berdua saja di rumah malam ini karena orang tua Ziko sedang makan malam di luar bersama rekan kerja Zidan dan masih belum pulang.


Sekarang keduanya ada di ruang tengah tadinya sedang menonton TV hanya saja ketika sedang iklan Devina malah fokus pada suaminya. Menatap jarinya yang bertautan dengan jari besar suaminya Devina mengangkat tangan itu lalu menciumnya.


Perbuatannya itu jelas saja membuat Ziko tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum sambil menatap gemas istrinya.


"Vina mau bobok"


"Ke kamar aja kalau ngantuk." Kata Ziko sambil tersenyum


"Em sini ajaa nanti kalau film nya mulai enggak ngantuk." Kata Devina


Ziko tak banyak bicara dan membiarkan saja Devina melakukan apa yang dia inginkan. Tangannya mengusap sayang rambut hitam Devina membuat istrinya itu terus menatap ke arahnya.


"Ziko"


"Hm"


"Vina takut"


"Takut kenapa?" Tanya Ziko


"Em Vina takut gak bisa jagain baby kita dengan baik." Kata Devina


"Kenapa bilang gitu?" Kata Ziko dengan penuh kelembutan


"Vina takut gak bisa jadi Ibu yang baik." Kata Devina


"Gak boleh bilang gitu." Kata Ziko penuh peringatan


"Vina istri yang baik bukan?" Tanya Devina sambil terus menatap mata suaminya

__ADS_1


"Tentu Devina." Kata Ziko


"Nanti Ziko ajarin Vina jadi Ibu yang baik untuk baby kita ya?" Kata Devina


"Iya, kita sama-sama belajar sayang." Kata Ziko


Devina tersenyum senang dia mengusap pipi Ziko dengan sayang membuat pria itu memejamkan matanya menikmati usapan yang Devina berikan untuknya.


Begitu membuka matanya Ziko mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Devina dengan penuh kelembutan untuk beberapa saat.


"Ke kamar ya? Vina mau tidur kan?" Kata Ziko sambil mengusap pelan pipinya


Devina mengangguk singkat sebagai jawaban lalu bangun dan berniat untuk turun.


"Sini aku gendong." Kata Ziko


"Enggak Vina jalan aja." Kata Devina


Begitu TV dimatikan Devina bersama dengan Ziko pergi ke kamar untuk istirahat dan karena memang sudah cukup malam.


Masuk ke dalam kamar Devina langsung berbaring di atas ranjang dan menepuk tempat disampingnya meminta Ziko agar berbaring disampingnya. Setelah suaminya itu ada disampingnya Devina mendekat dan langsung memeluknya dengan sayang.


"Mau bobok"


Ziko tertawa pelan dia menciumi puncak kepala istrinya dengan gemas dan meminta Devina untuk pergi tidur.


"Ayo bobok Mami Vina"


Tersenyum senang Devina mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya secara perlahan.


Kepala Devina bersandar manja di dada bidang suaminya, tapi merasa ada yang mengganjal Devina menjauhkan lagi wajahnya.


"Ziko bajunya buka ajaaa"


Ziko tertawa lalu bangun untuk membuka kaos yang dia pakai, memang hampir setiap hari Ziko tidak memakai bajunya kalau akan tidur.


"Siniii"


Devina memeluk suaminya lagi dengan erat.


"Enggak bau apa?" Kekeh Ziko


Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat dan malah semakin mengeratkan pelukannya.


Dia mencium aroma tubuh sang suami yang selalu berhasil membuatnya tenang.


°°°°


Aku updateeeee lagi hehee🥰

__ADS_1


__ADS_2