
Terimakasih yang sudah memberikan semangat dengan like n komennyaa ,dan mau dong author ditambah votenya. Selalu ditunggu dukungannya ya... 💖💖
Mobil Sigit sudah berhenti diparkiran kampusnya, Winda segera membuka pintu dan beranjak dari kursinya.
"Win." panggil Sigit ketika Winda memegang pintu mobil.
"Iya? " mendengar namanya dipanggil, Winda menghentikan pergerakannya dan kembali mendudukkan dirinya dikursi samping kemudi, lalu menutup kembali pintu mobil.
"Ada apa Git? " Winda melihat Sigit sedang membuka setbeltnya, lalu tangannya mengeluarkan buket mawar dari samping kursinya.
Sigit sudah meghadap Winda dengan buket ditangannya, matanya menatap manik hitam didepannya.
"Gue harus memberikan buket ini ke lu Win, supaya lu senang dan semangat menghadapi ujian skripsi hari ini, karena gue ingin melihatmu selalu tersenyum, semoga lu senang dengan buket ini Win."
"Buat lu, semoga ujiannya berjalan lancar."
Sigit mengulurkan buketnya kearah Winda. Winda seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Sigit terhadapnya, matanya memperhatikan Sigit dan buket didepannya bergantian.
Tangan Winda meraih uluran Buket yang diberikan Sigit kepadanya, matanya tidak berkedip melihat buket pemberian Sigit yang sudah ditangannya, Winda tidak pernah menyangka sikap Sigit pagi ini yang membuat hatinya bagaikan balon udara di angkasa, Winda menatap bola mata Sigit dalam-dalam.
"Apa bener ini Sigit suamiku yang ku kenal selama ini sebagai laki-laki yang selalu senang mengusiku?"
"Ini beneran buat aku Git? "
Winda masih tidak percaya dengan buket ditangannya benar-benar pemberian Sigit untuk dirinya. Sigit mengangguk tersenyum.
"Dan... selesai ujian nanti, gue ingin memberikan kejutan sesuatu sama lu."
"Kejutan? ada apa denganmu Git? tumben amat. Kamu tidak sedang merencanakan sesuatu terhadapku kan? "
Winda masih terheran dengan sikap Sigit yang tiba-tiba baik dan ramah berbeda dari biasanya, Sigit yang selalu menggodanya dengan tingkah semaunya sendiri, tapi pagi ini benar-benar seperti bukan Sigit tukang usil.
Sigit mengangguk dan tersenyum kepada Winda.
"Iya Win, nanti malem gue akan mengajak lu, jadi segeralah pulang nanti jika sudah selesai dan berdandanlah yang cantik."
"Kamu tidak sedang kesambet kan Git? "
"Sudah sana cepat masuk, yang semangat ya." ucap Sigit dengan senyum dipipinya.
"Ya sudah aku masuk dulu ya, kamu juga ujiannya semoga lancar. assalamualaikum." kata Winda dan mencium tangan Sigit.
"Waalaikumsalam." jawab Sigit, matanya memperhatikan Winda yang sudah keluar dari mobilnya dengan tersenyum kepadanya.
Sigit masih tersenyum tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakannya kepada Winda barusan.
__ADS_1
"Seneng Win lihat lu selalu tersenyum. Semangat Git, lu sudah ambil langkah yang tepat! " kata Sigit dalam hati.
Sigit masih tersenyum mengingat rencananya nanti malam ingin mengajak dinner special dengan Winda yang sempat tertunda waktu itu. Sigit keluar dari mobilnya melangkahkan kakinya menuju Fakultas, dia berjalan menuju kantin menemui geng boynya yang sudah rapi dengan kostum dan jas almamater mereka.
"Pagi bro." sapa Willy menyambut kedatangan Sigit.
"Lagi ketiban bulan kayaknya man. Dapet tender dari mana semalem?" seloroh John melihat wajah Sigit yang tersenyum cerah tidak seperti biasa.
"Biasa aja." jawab Sigit tangannya membuka botol minuman didepannya.
"Bener man kata John. beda banget Sigit hari ini, kalau diperumpakan tu kayak bulan purnama." kata topan.
"Bulet dong muka gue, sialan!! " ketus Sigit, yang di ikuti gelak tawa geng boynya.
Ha ha ha ha ha
"Eh bro, lu pada liat gak tuh cewek? " kata John disela-sela tawa gengnya, matanya memperhatikan seorang gadis yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki di dekat pintu lift.
"Siapa? " sahut Topan.
"Itu tu cewek yang lagi ngobrol sama cowok berkacamata yang didekat pintu lift, kayaknya tidak asing dech, tapi siapa ya..." kata John menunjukan jari telunjuknya kearah orang yang dimaksud dengan diikuti pandangan gengnya.
Sigit melihat sosok Winda dan Faisal yang dimaksud perkataan John.
"Itu kan Winda? ngapain dia sama Faisal? senyum-senyum lagi." kata hati Sigit setelah mengetahui yang dimaksud sahabatnya.
"Wow itu benar Winda man? " kata Willy terbelalak.
"Beneran bro itu Winda! ck ck ck ck."
John terkejut dengan perubahan penampilan Winda dari hari-hari biasa ketika dikampus, Winda menggunakan kostum yang sama dengan mereka dengan jas almamater kampus, dipadu jilbab hitam yang tambah modis, terlihat lebih putih berseri wajahnya yang bermake up natural.
"Gila! bisa totalitas perubahannya! 380 derajat Git! bener-bener gila mempesona Git! " kata Willy.
"Tapi sayang dia sudah ada yang punya, tuh cowoknya." ucap Topan.
"Serasi man." kata John menimpali perkataan Topan.
"Ckk apaan sih lu, udah buruan siap-siap masuk ujian."
jawab Sigit setelah melirik kearah Winda dan Faisal yang sesekali terlihat tertawa riang disela-sela perbincangan mereka.
Sigit beranjak dari duduknya, dia berjalan menuju toilet.
Setelah selesai dengan hajatnya dibelakang, Sigit keluar dan menemukan Faisal didepannya, Sigit menajamkan pandangannya dan mendekati Faisal.
__ADS_1
"Jangan sekali-kali mendeketi Winda lagi! ini sebagai awal dari peringatan! " kata Sigit kepada Faisal.
"Heh! ada urusan apa kamu sama dia? " kata Faisal santai sambil tersenyum sinis.
"Asal lu tau! dia milik gue! jadi tidak ada yang bisa merebutnya dari gue! " jawab Sigit geram.
"Dasar laki-laki bodoh! tinggal bilang aja istriku. gitu aja masih ditutupi! " umpat Faisal dalam hati menertawakan Sigit.
"Denger! saya akan merebutnya kembali jika sampai sekali saja kamu menyakiti hatinya." jawab Faisal pura-pura mengancamnya dengan membalas tatapan Sigit yang tajam.
Faisal berlalu meninggalkan Sigit sendirian menuju parkiran dan menaiki mobilnya meninggalkan kampus.
❄❄❄
Sudah pukul 14.15 Winda keluar ruang sidang, baru saja dia menyelesaikan sidang skripsinya, dia berjalan menuju kantin mencari geng girlnya.
Dari kejauhan Winda sudah melihat geng girlnya bersama geng boy kecuali Sigit. Winda berjalan semakin mendekati sahabatnya yang sedang asik berbincang dikantin, lamat-lamat Winda mendengar perbincangan mereka, dia menghentikan langkahnya dan memperjelas pendengarannya.
"Serius lu Will? Sigit pernah bilang begitu? " kata Serly.
"Serius girl. masak gue boong." jawab Willy.
"Masak segitunya si Sigit. Keterlaluan! " kata Tania.
"Serius girl. Telinga gue denger sendiri kalau Sigit bilang siapa saja diantara kita yang bisa ngajakin Winda kemana aja yang penting dia mau memakai celana jins kita dapat lima belas juta. Cash ditempat! " kata John menguatkan perkataan Willy yang diangguki Topan dan Willy.
"Gila! bener-bener gila tu Sigit! masak iya Winda! Winda gitu loh dibuat taruhan dengan sepotong celana jins? " ucap Tania emosi.
"Bener-bener pelecehan! belum aja dia kena karmanya! " Silvi menimpali ucapan Tania.
Hati Winda terasa dicabik-cabik, sakit. Setelah mendengar percakapan geng girl dan geng boy barusan ditelinganya.
Winda memutar balik langkahnya, tangannya segera mengetik pesan taksi online, air mata mulai menganak sungai, hatinya gontai tidak menyangka bahwa Sigit akan setega itu terhadap dirinya.
Winda baru saja merasakan kebaikan Sigit, sikapnya yang bersahabat tadi pagi, dia anggap sebagai awal dari kisah mereka. Windaa berlari-lari kecil keluar kampus mencari taksi online yang sudah berada didepan parkiran, Winda memasukkan dirinya didalam mobil.
"Benar dengan atas nama neng Winda Zilvana Idris? " kata sopir taksi online ketika Winda menutup pintu mobil.
"Iya saya Winda Zilvana Idris pak."
"Baik neng. Sesuai di aplikasi dengan tujuan taman Anggrek putih ya neng." tanya sopir taksi online lagi.
"Iya pak." jawab Winda.
Mobil pun mulai bergerak keluar parkiran kampus, bergabung dengan mobil-mobil yang berlalu lalang dijalan raya.
__ADS_1
Disepanjang perjalanan menuju taman Anggrek Putih, Winda menatap kosong pemandangan perkantoran yang menjulang.
"*A*pa yang sebenarnya kamu rencanakan terhadap diriku Git? kalau diriku saja kamu tega buat taruhan? apalagi kehidupanku nanti?apa sebenci itukah dirimu kepadaku? " kata Winda dalam hatinya, air matanya sudah tidak terbendung lagi, sesekali Winda mengusap airmatanya. Sakit, kecewa yang dia rasakan saat ini.