Jodoh Yang Tak Terduga

Jodoh Yang Tak Terduga
Part 64


__ADS_3

"Sorry Git, gue pulang duluan. udah ditunggu pihak EO, besok aja kita ketemuan di kafe biasa, kafe balada jam sembilan gimana? sekalian gue nganter Silvi fitting baju."


"Oh, oke, sampai ketemu besok di kafe balada kalau begitu. thanks ya bro."


"Sama-sama. Gue tutup dulu ya."


klik


Siang ini tepat pukul satu siang para wisudawan wisudawati sudah resmi menjadi alumni Universitas Hukum Indonesia, mereka merayakan keberhasilannya dengan berfoto-foto bersama teman-teman dan keluarganya didepan gedung. Termasuk Winda, setelah kedua orangtua dan mertuanya pamit pulang lebih dulu, dia bersama Tania dan beberapa temannya menghabiskan kebersamaan mereka dengan berselfi- Selfi ria, beberapa pose selfi Winda lakukan, membuat Sigit tersenyum melihatnya dari kejauhan, tingkah Winda saat itu benar-benar menggelitik hatinya. Ditengah keseruan mereka, datanglah Faisal mendekati gerombolan Winda dan Tania dengan sebuah buket bunga ditangannya lalu mengulurkannya pada Winda.


Sigit memasukkan mesin pintarnya kedalam sakunya setelah Willy menutup panggilannya. Ada rasa kecewa dihatinya ketika Willy mengatakan bahwa dirinya sudah pulang lebih dulu, karena sebelumnya mereka sudah sepakat selesai acara wisuda akan menjelaskan pada Winda tentang peristiwa yang terjadi dimalam acara ulang tahun Anita beberapa tahun talu, namun mengingat acara pernikahan Willy dan Silvi tinggal beberapa hari lagi membuat Willy sangat sibuk, jadi Sigit memaklumi kesibukan sahabatnya yang bertambah padat.


Sigit berjalan mendekati gerombolan Winda yang terdapat Faisal juga di tengah kerumunan itu, hatinya tiba-tiba terasa panas melihat mereka sambil tertawa-tawa dengan buket ditangan Winda.


"Ehem, sudah selesai?"


Winda menoleh Sigit yang tiba-tiba datang dengan wajah sinis memecah keriuhan yang diciptakan oleh dirinya dan beberapa teman-temannya.


"Hm?"


"Jika sudah selesai ayo lekas pulang."


Winda melihat Sigit lalu mengalihkan pandangannya pada teman-temannya.


"Sudah shalat dzuhur?" tanya Sigit padanya, yang dijawab dengan gelengan kepala Winda.


"Sudah hampir jam dua." lanjut Sigit.


Tania melihat aura cemburu diwajah Sigit terhadap sahabatnya ketika berdekatan dengan Faisal, diapun memahami kalimat Sigit yang dilontarkan kepada Winda agar segera mengahiri perjumpaannya.Tania menggamit lengan Winda dan menganggukkan kepalanya.


"Sudah pulang dulu sana, itu kode dari suami lu, besok ketemu lagi di hari pernikahannya Silvi, oke?" bisik Tania ditelinga Winda.


Winda tersenyum mendengar bisikan Tania, lalu memandang wajah Tania dan teman-temannya yang sudah mengetahui status pernikahannya dengan Sigit.


"Baiklah kalau begitu, aku pulang duluan ya..." ucap Winda sambil menggenggam tangan Tania.


"Mas Faisal, terimakasih bunganya, aku suka."


lanjut Winda pada Faisal dengan mengangkat buket kearah Faisal. Faisal pun membalas senyuman Winda.


❄️❄️❄️


Sigit melajukan mobilnya kembali ke jalan raya menuju rumahnya setelah berhenti sejenak di masjid melaksanakan shalat dzuhur bersama Winda.


Selama perjalanan suasana hening tidak ada percakapan diantara mereka, Sigit fokus dengan kemudinya, walaupun sesekali melirik Winda, dia memutar radio untuk mengisi keheningan. Winda tidak mempedulikan apa yang dilakukan Sigit, ia tetap melihat gedung-gedung tinggi dari kaca jendelanya.


"Oke genks, inilah lagu untuk kalian yang lagi punya rencana meniti masa depan bersama pasangan. Sebuah lagu dari Yovie, Janji Suci."


Dengarkanlah wanita pujaanku

__ADS_1


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


Tuk yang pertama


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


Tuk yang pertama


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta

__ADS_1


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu


Oh oh oh oh oh


Tidak terasa ada sentilan yang menggelitik dihati Winda ketika mendengar lagu kesukaannya, suara Sigitpun lamat-lamat terdengar mengikuti alunan lirik lagu Yovie yang mengingatkan malam terakhir orientasi mahasiswa baru. Dimana Winda saat itu bersama Faisal dan kakak angkatannya berada di basecamp sedang ramai-ramai menemaninya, dengan Faisal menyanyikan lagu itu untuk menyatakan perasaannya pada dirinya, dari situlah Winda mengatakan keputusannya kepada kakak angkatannya agar jangan sampai ada yang menyimpan perasaan terhadapnya karena mereka hanya Winda anggap sebagai kakak saja tidak lebih, Winda sudah mengatakan prinsipnya pada Faisal dari awal dia kuliah, supaya tidak ada hati yang akan tersakiti. Winda hanya ingin fokus kuliah tanpa beban seorang pacar atau sejenisnya, menurutnya itu hanya akan membatasi pergaulan dan kebebasannya selama kuliah. Namun apa boleh dikata jika ternyata diakhir semester justru dia sudah menyandang status istri, dan status istri itu dia dapat dari teman sekelasnya, ya walaupun Winda tahu dari awal jika selisih umur mereka tidaklah banyak. Saat ini dia berumur dua puluh tiga tahun sedangkan Sigit berumur dua puluh tujuh tahun, selisih empat tahun.


Terkadang ada setitik rasa kagum Winda terhadap sikap Sigit saat pertama kali Sigit presentasi didepan kelas ketika semester pertama, dari cara penyampaian dan menjawab pertanyaan-pertanyaan, Sigit begitu menguasai permasalahan. Tegas, tepat, smart dan terampil, sehingga terlihat berwibawa. Namun karena sifat humorisnya yang berlebihan terhadapnya membuat wibawa Sigit hilang dimata Winda. Yang ada hanya rasa kesel dan sakit hatinya.


"Hai turun, sudah sampai!"


Sigit memanggil Winda dengan nada tinggi setelah berkali-kali mengajaknya turun, namun Winda tidak bergeming dari duduknya masih bergelut dengan lamunannya. Dengan hati sedikit kesal, Sigit turun dari mobilnya membiarkan Winda sendirian didalam mobil. Sigit mengira Winda masih memikirkan Faisal yang sudah menemuinya dengan memberikan ucapan selamat dan seikat buket padanya didepan gedung auditorium tadi.


Winda baru tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara pintu ditutup dengan Sigit meninggalkannya didalam mobil sendirian, dalam keadaan mobil sudah terparkir dihalaman rumah.


Winda melihat buket pemberian Faisal masih dipangkuannya, dia baru menyadari buket itu. Winda tersenyum kecil mengingat wajah Sigit yang masam ketika keluar dari mobil.


Winda membuka seatbeltnya, kepalanya menengok kebelakang menghadap jok dibelakangnya, kedua bola matanya terpaku ketika melihat sebuah buket mawar merah dan boneka wisuda hello Kitty berada diatasnya. Ada perasaan bersalah pada Sigit saat meraih kedua benda itu ditangannya dengan sebuah kartu pink yang bertuliskan,


Aku harap senyumu membawamu ke sudut impian kita, ke jendela kebahagiaan rumah tangga kita, masa depan kita, dan tempat-tempat paling istimewa yang pernah bisa kita coba meraihnya. Barakallah untuk gelar barumu istriku, Winda Zilfana Idris.


dari suamimu, Sigit Andra Winata.


"Hhhhhh...." Winda menghela nafas diudara setelah membaca tulisan itu.


"Ternyata... kamu sudah menyiapkan hadiah untuk aku bang..." terukir senyum manis dipipinya sambil mencium mawar dan boneka sarjana bergantian di tangannya.


"Berarti kamu tadi cemburu sama mas Faisal yang sudah memberiku buket ini bang he he he..."


Winda tersenyum puas sudah melihat wajah cemburu Sigit yang melihatnya memangku buket pemberian Faisal dari kampus hingga sampai rumah.


"Harusnya kamu berikan dari tadi bang hadiah ini, bukannya mas Faisal. Lagian... gengsi yang digedein bukannya romantis yang diduluin he he he... makan tuh cemburu... mang enak... aku aja kalau inget Anita hancur hati adek bang...."


Winda berbicara sendiri didalam mobil.


.


.


.


.


Bersambung...🤗🤗


saranghe...💞💞

__ADS_1


__ADS_2