
Siska tersenyum setelah sang suami melepaskan tautan bibirnya. Lalu Ia menangkup pipi suaminya seraya mempertemukan hidung keduanya.
"Aku gak bisa bayangin gimana abang bisa kerja sambil nahan ini." Kekeh Siska dengan menunjuk si jack dengan matanya, yang sepertinya sudah menegang dibawah sana. Terasa dari gesekannya mengenai pahanya.
Bang Age menghembuskan nafasnya panjang. "Kamu tau gak?"
"Nggak!" Selak Siska.
"Isshh abang belum selesai ngomong!" Ucapnya membuat Siska tergelak.
"Iya. Apa?" Tanyanya disela tawa.
"Tau ah, lupa!" Kesal bang Age semakin membuat sang istri tergelak.
"Ck! Minta dihajar ya?" Bang Age menggelitiki sang istri hingga membuat keduanya tergelak.
"Udah bang. Udah!" Siska mencoba menghentikan aksi suaminya kala perutnya sudah tak kuat menahan tawa.
Bang Age menghentikan aksinya dan memeluk tubuh sang istri erat. "Mulai sekarang ya?" Tanyanya dengan menatap mata istrinya.
Siska tersenyum menanggapinya. Ia kalungkan tangannya dileher sang suami seraya memejamkan matanya dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.
Bang Age yang mengerti akan kode yag diberikan istrinya tak menyia-nyiakannya. Ia sambar bibir ranum yang tak pernah bosen untuknya menyecap rasa yang selalu membuatnya ingin dan ingin lagi.
Me lu matnya lembut, hingga melesakan lidahnya lebih dalam. Mengabsen setiap inci rongga mulutnya. Tangan nakalnya mulai membuka kancing piyama sang istri satu persatu hingga terpampang jelas semangaka yang meluber dari cangkangnya.
Tangannya bergeliyara kebelakang mencari kunci cangkang dari semangka yang kian membesar dihadapannya hingga tangannya dengan sigap menangkup satu dari dua buah itu. Me re matnya pelan penuh perasaan hingga membuat Siska semakin membusungkan dadanya.
Bang Age melepaskan pagutannya. Membiarkan bibirnya berjalan menyusuri leher putih nan jenjang istrinya. Memberikan kecupan basah dan menghi sapnya, hingga tanda maha karyanya terapampang jelas disana.
Bang Age terkekeh melihat hasil karyanya sendiri. Hingga membuat Siska heran. "Kenapa bang?" Tanyanya.
"Tandanya kegedean." Balas bang Age membuat Siska menganga.
"Ihh.. Kenapa gede-gede sih bang!" Protes Siska.
Bang Age tertawa. "Gak sengaja!" Jawabnya.
"Ahh! Abang mah!" Ucap Siska cemberut dengan sedikit menggosok bekas gigitan suaminya.
"Apa sih? Emang kenapa kalo gede? Bukannya enakan yang gede ya?" Goda bang Age dan sukses dapat timpukan didadanya.
"Ihh abang! Emang sih yang gede enak!" Kekeh Siska.
"Kek si jack ya?" Godanya lagi dan kembali dapat timpukan manja didadanya.
"Tapi kalo ini malu tau. Ntar aku nya diledekin. Masa ******* kek bekas kerokan!" Protesnya lagi membuat sang suami kembali tergelak.
"Ya udah, sini abang kecilin lagi." Bang Age hendak kembali menyambar tanda yang tengah jadi bahan perbincangan disana.
__ADS_1
"Eehhh jangan lah! Bukan ngecilin, yang ada tambah gede." Protesnya lagi.
Bang Age kembali terkekeh. "Ya udah lah, besok juga ilang! Percaya deh." Bujuknya meyakinkan.
"Emang iya?" Tanya Siska.
"Iya lah. Tanda kek gitu cepet ilangnya. Gak kek cinta abang sama kamu. Gak akan bisa ilang!" Tuturnya membuat Siska tergelak.
"Gembel. Sekarang abang suka banget ngegembel ya? Jadi curiga." Selidik Siska.
"Curiga apa? Hem?" Tanyanyaa seraya mengikis jarak, hingga hidung keduanya bertemu.
"Ya curiga. Jangan-jangan diluar sana suka gembel-gembel sama ciwi-ciwi." Ucapnya dengan cemberut.
Bang Age tersenyum. Ia raih dagu lancip istrinya tanpa menjawab Ia menyambar bibir cemberut itu dan menye sapnya lembut. Tangannya beralih ketengkuknya dan menekannya untuk memperdalam ciumannya.
Ciuman yang awalnya lembut kian menuntut. Ia melepas sebentar pagutannya dan membuka kaos yang melekat ditubuh sispex nya, membuangnya kesembarang arah dan mengambil tangan sang isyri untuk menjamah bagian tubuh depannya.
Hingga sentuhan dari tangan lembut sang istri mampu membuatnya memejamkan mata. Menikamti sensasi luar biasa. Hingga membangunkan si jack yang tadi sempat tertidur.
Ia susuri kembali setiap jengkal kulit tubuh istrinya. Bermain didua semangka yang mampu membuat sang istri melantunkan suara sexy nya.
"Uhhh bangghh!"
Suara itu bagai sinyal kuat untuknya menjadi liar. Gairahnya semakin membuncak, kala lantunan suara sexy itu terdengar semakin merdu ditelinganya.
Ia tarik kain penutup bagian tubuh bawah sang istri dan juga dirinya dengan tergesa. Hingga si jack siap menjelajah dilembah basah yang belum juga Ia jamah.
"Pih! Timom!"
Lengkingan suara balita didepan pintu kamarnya mampu mengerem si jack yang hampir menerobos lembahnya.
Hahh~~
Terdengar helaan nafas panjang dari bang Age membuat sang istri terkekeh. Lagi, lagi dan lagi ujian si jack harus dirasakannya.
"Awas bang! Itu Aka nangis!" Siska mendorong suaminya, hingga terjungkal kesisi.
"Eurgghhh" Erangan frustasi kembali terlantun dari bang Age disertai jamabakan kasar pada rambutnya.
Siska hanya tersenyum dan segera mengenakan kembali pakaiannya. Bang Age memasuki kamar mandi dengan membawa pakaiannya yang Ia kumpulkan.
Ceklek!
Siska membuka pintu kamarnya, hingga pintu terbuka dan menampakan wajah putranya dengan air mata yamg membasahi wajah tampannya.
"Aka kenapa?" Tanya Siska khawatir seraya berjongkok dan menghapus jejak kebasahannya.
"Aka mimpi mom!" Jawabnya terisak.
__ADS_1
"Mimpi buruk ya?" Tanya Siska dan dijawab anggukan olehnya.
"Gak papa! Jangan takut ya!" Ucapnya megelus rambutnya sayang. "Yuk sama timom!" Ajaknya membawa keatas ranjang.
Keduanya merebahkan diri dengan Siska mengeloninya. "Aka berdoa dulu, ya! Biar gak mimpi buruk lagi!" Titah Siska.
Setelah berdoa, akhirnya balita tampan itu kembali memejamkan matanya dengan memeluk tubuh timomnya. Siska tersenyum seraya membelai rambutnya sayang.
"Huh!" Lagi-lagi nafas frustasi terdengr dari sang suami yang tengah merebahkan dirinya disofa.
"Sabar bang!" Ucapnya pelan.
"Udah tidur lagi?" Tanya bang Age dan dijawab anggukan Siska.
Hingga tak berselang lama, Siska pun ikut terlelap. Namun Ia dibuat terlonjak, kala tubuhnya melayang. Ia hendak berteriak, namun benda kenyal mampu membukamnya.
Bang Age menggendong sang istri ala bridge style keluar menuju kamar tamu. Ia rebahkan tubuh itu, tanpa melepaskan pagutannya dan mengukungnya.
Untuk kedua kalinya, tangannya bergerak membuka kancing piyamanya. Tak seperti pertama, kali ini Ia membukanya dengan tergesa. Takut sang putra kembali mengganggu acara buka puasa yang gagal dan gagal lagi itu.
Hingga kain-kain itu terlepas dan berhamburan tak tentu arah. Bibirnya terus berjalan menyusuri lekuk tubuh sang istri. Memberikan banyak jejak maha karyanya disana sini.
"Oke! Kali ini gak boleh gagal!" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Siska terkekeh mendengar hal itu. Namun tak dapat dipungkiri Ia pun menginginkan hal yang sama. Ia juga ingin merasakan sentuhan suaminya. Ingin merasakn hentakan kuat si jack yang selalu membuatnya melayang.
Hingga akhirnya si jack sukses menerobos lembah basah itu.
"Alhamdulillah!"
Ucap syukur benar-benar bang Age ucapkan dengan mata terpejam merasakan kembali penyelaman, yang sudah lama di skip mak othor. Begitupun Siska, akhirnya Ia merasakan tragedi empat puluh hari yang digadang-gadang akan sakit, namun sebaliknya. Pulen. Ia pun memejamkan matanya merasakan sensasi luar biasa itu.
Hingga tiba-tiba terbesit sesuatu diingatannya. Ia dorong tubuh suaminya hingga terjungkal kesamping dan sukses membuatnya shok.
"Kenapa yang?" Tanyanya khawatir.
"Itu bang!" Balas Siska.
"Apa?" Tanyanya lagi.
"Anunya." Balas Sika, enggan menyebutnya.
"Anu? Anu apa sih?" Tanyanya semakin penasaran.
"Si kokomnya kelupaan!" Penuturan sang istri sukses membuatnya menghembuskn nafasnya panjang. Ia pun bangkit dan mencari si biang kerok.
*****************
Maafin mak othor jack! Lagi jahad😂 soalnya rugi, guenya lagi gak bisa ikut praktek🙈
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya gaiss! Kasih bonus lah, Bener-bener crazy up nih hari ini😊