Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Ngulang?


__ADS_3

Kia mengusap wajah suaminya dan tersenyum. Ngulang? Satu kata yang membuatnya merasa geli. Jika Ia tak malu, sekarang juga Ia masih ingin melanjutknnya karena merasa dirinya pun belum menuntaskannya. Namun mengingat artikel yang Ia baca, jika sudah lumrah untuk pria pemula yang akan tumbang dalam waktu cepat seperti yang dialaminya kini. Ia pun memutuskan untuk mengalah dan akan membiarkan sang suami beristirahat.


"Udah om! Ntar lagi." Ucapnya hendak mendorong tubuh sang suami supaya terlepas.


Namun bukannya menjauh Rei malah mendekapnya erat. Ia tau sang istri masih belum mencapai klimaksnya. Ia pun memutuskan untuk kembali mengulangnya. Meski si jack sudah terasa terbakar didalam sana, Ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. 'Kali ini harus lama.' Batinnya.


Tanpa menarik si jack dari sarangnya, Ia kembali menyerang bibir ranum istrinya. Mencoba kembali memberi rangsangan padanya. Hingga si jack pun kembali turn on didalam sana. Lama keduanya terus berpagut dengan mencoba kembali menggerakan pinggulnya. Menggali rasa dengan tempo pelan yang begitu memabukan.


Desa han kembali terdengar saling bersahutan. Sepertinya kali ini Rei akan bertahan cukup lama. Begitupun Kia rasa kebas yang sempat Ia rasakan tadi berganti menjadi rasa yang tak mampu Ia jabarkan. Gerakan yang awalnya lembut kian menuntut. Mendengar suara sang istri yang mendayu merdu membuat Ia semakin cepat untuk berpacu.


"Ommhhhh!!!"


"Yeah sayanghhh!!"


"Lebih cepathh!"


"Mmmm yeahh!"


Rei semakin mempercepat laju temponya mendengar intruksi dari sang istri dan juga sesuatu yang ingin meledak dari dalam diri keduanya. Hingga pencapaian itu datang dan merekapun tumbang bersama diiringi erangan panjang dari kedunya.

__ADS_1


"Eurggghhhhh!!!!"


Napas keduanya sudah terdengar senen kemis. Peluh kembali membanjiri tubuh keduanya. Rei masih terdiam dengan menenggelamkan wajahnya diceruk sang istri yang semakin basah. Membiarkan bibit-bibit penerusnya berhamburan dirahim terdalam itu.


Begitupun Kia, kali ini Ia benar-benar pasrah dan tak berdaya. Satu tangannya bergerak lemah mengusap rambut basah suaminya.


Rei menegakan wajahnya untuk melihat wajah cantik yang semakin membuatnya tak bisa berpaling. Ia tersenyum seraya menghapus buliran peluh yamg membanjiri wajah cantik itu.


"Makasih sayang! Love you!" Ucapnya, lalu mengecup lama keningnya.


Kia hanya mampu tersenyum sebagai tanggapan. Sepertinya tenaganya benar-benar terkuras habis, bahkan hanya sekedar mengeluarkan satu kata saja begitu sulit untuknya.


Rei menarik si jack dari tempat semayamnya hingga terlihat bercak darah dibenda keramat itu. Ia tersenyum seraya memgambil tissue dari atas nakas untuk membersihkan si jack dan lembah yang berantakan karena ulahnya.


Karena kelelahan pengantin baru itu pun akhirnya terlelap. Keduanya bahkan melupakan tugas mereka hari ini. Bahkan benda pipih yang bergetar tanpa suara pun tak dihiraukan mereka.


**


Kia mengerjapkan matanya berulang kali, entah berapa jam Ia terlelap hingga terlihat susana luar yang mulai menggelap. Kia menoleh mendapati sang suami yang masih terlelap dan begitu anteng memeluk dirinya.

__ADS_1


"Om! Bangun!"


Kia mengusap rahang sang suami, berharap pria disampingnya akan terbangun. Namun sepertinya, Rei begitu terlelap hingga tak sedikitpun terusik.


Ia pun memutuskan untuk bangun, namun saat berdiri rasa perih diarea nonanya seketika membuat Ia menghentikan gerakannya dengan sedikit meringis. Hingga Ia duduk kembali.


Ternyata pergerakannya sukses membangunkan sang suami. "Kenapa yang?" Tanyanya seraya mendekat dengan mengucek matanya.


"Aku mau kekamar mandi om." Balasnya.


Rei yang mendengar itu, sontak meliapt kerutan dahi. Tak mengerti dengan maksud sang istri. Kia yang melihat ketidak pahaman suaminya berdecak kesal.


"Omm!!" Rengeknya.


Rei semakin tak mengerti dengan maksud sang istri. "Apa yang?" Tanyanya seraya membelai rambutnya.


Mata Kia sudah berkaca-kaca, wajahnya menekuk kesal dengan menatap nyalang pada sang suami. Kemudian tanpa diduga Ia meraung hingga mengagetkan suaminya.


"Aku gak bisa jalaan!"

__ADS_1


*********************


Jangan lupakan jejaknya yaa🤗 ini hari senin, yang punya vote boleh lah disumbangin🙏 satu dukungan kalian begitu berharga buat author receh ini🤧


__ADS_2