Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Manten baru


__ADS_3

Keduanya menoleh melihat kearah pintu. Dengan gelagapan Rei bangkit dari tubuh istrinya dan berdehem keras.


"De-" Ibu tak meneruskan kalimatnya kala melihat pengantin baru itu tengah bermesraan. Matanya membola dan merasa bersalah sudah mengganggu keduanya.


"Eh. Maaf! Maaf! Nenek gak maksud ganggu! Ya udah nenek keluar dulu." Lanjutnya cekikikan seraya kembali menutup pintunya.


Sepasang pengantin itu melongo dengan mata saling lirik, lalu keduanya pun menghembuskan napasnya panjang.


"By ih malu!" Rengek Kia seraya menutup wajahnya dengan tangan, lalu melesakannya di bahu suaminya.


Rei menoleh pada sang istri dengan mata berkedip cepat. Merasa tak jelas dengan rengekan sang istri. "Apa tadi? Coba ulang!" Titahnya.


"Malu." Rengeknya lagi.


"Bukan itu, awalnya itu tadi apa?" Tanyanya.


Kia mendongak seraya mengerutkan dahinya heran. "Apa?"


Rei menghembuskan napasnya pelan. "Itu tadi awalnya, panggil apa?" Tanyanya dengan lengkung bibir yang menghiasi bibirnya.


Kia menggulirkan matanya kanan kiri, sepertinya Ia melupakan apa yang tadi diucapkannya. Terlihat dari raut wajahnya yang kebingungan. "Apa sih? Lupa!" Tanyanya seraya menggaruk kulit kepalanya yang mendadak gatal.


Rei menghembuskan napasnya panjang. Ia usek pucuk kepala istrinya, lalu mendekapnya erat. "Itu reflek dari bibir manis kamu! Dan kamu pasti akan mengucpakannya lagi." Tuturnya.


Kia terekekeh didalam dada suaminya. Ia baru mengingat apa yang tadi Ia ucapkan. "Iya aku inget by." Ucapnya.

__ADS_1


"Apa-apa?" Tanya Rei girang seraya melerai pelukannya.


Kia tersenyum melihat ekspresi suaminya. "Iya aku inget by." Ucapnya seraya menangkup wajah suaminya, lalu mengecupnya sekilas. Hingga keduanya pun tergelak.


"Kenapa by? Hem?" Tanya Rei seraya membenahi poni sang istri yang berantakan.


"Because your my hubby." Balas Kia tersenyum lebar.


Rei ikut tersenyum menanggapi itu seraya menjewel manja kedua pipi istrinya. Menggesekan hidung keduanya dengan canda tawa dari keduanya. Hingga suara pintu terbuka kembali membuat keduanya gelagapan.


"Lama banget sih, kalian la-" Sang timom yang hendak menerobos kamar pasangan itu, menghentikan cerososannya.


"Maafin timom! Kalian disuruh ayah segera turun." Titahnya kikuk sendiri. "Ya udah, timom duluan!" Pamitnya seraya mentup kembali pintunya.


"Aissshh kenapa aku jadi malu lihat mereka." Ucapnya.


"Ahhh jadi kangen si jack!" Ucapnya cekikikan seraya berlenggang meninggalkan pintu kamar tersebut.


**


Sementara itu didalam kamar sepasang pengantin masih terkekeh dengan apa yang terjadi. Tidak seharusnya mereka gelagapan seperti itu. Bukankah hal wajar untuk setiap pengantin baru?


"Kita lucu ya by. Padahal mah gak papa ya, namanya juga manten baru?" Tanya Kia seraya bangkit dari duduknya menuju meja rias.


Rei tersenyum mendengar itu. "Iya ya! Padahal kita cuek aja." Kekehnya.

__ADS_1


"Iya. Biar timom baper terus merengek sama papih ngajak ngamer." Balas Kia seraya mengikat rambutnya, kemudian tergelak.


Rei mendekat kerajh sang istri dan mengusek poninya gemas. "Kamu tu, kek tau aja ngamer." Ucapnya.


"Ini kan kita juga lagi ngamer by." Balas Kia.


"Bukan ngamer kek gini sayang." Protesnya seraya kembali menangkup kedua pipinya


"Terus apa dong?" Goda Kia menaik turunkan alisnya.


Rei mendekatkan wajah kearah sang istri. "Ngamer pemersatuan bangsa. Ritual mencari pahala." Kekehnya dengan hidung yang sudah kembali menyatu.


"Isshhh mesum banget sih." Protes Kia seraya mengeplak lengan suamianya hingga keduanya tergelak.


"Ya udah yuk turun! Kek nya ada hal serius tuh!" Ajak Rei dan dijawab anggukan Kia.


Setelah siap keduanya pun turun dan hendak menemeui kedua orang tua mereka dimeja makan. Waktu yang sudah menunjukan pukul tujuh malam menandalan mereka akan mengadakan makan malam bersama.


Semua keluarga sudah pulang dari tadi sore, bahkan keluarga ayah yang dari desa pun sudah pulang. Keluarga Pipih dan mimih pun juga sudah pulang sejak sore. Menyisakan kedua orang tua mereka saja disana.


"Kalian udah siap?" Tanya ayah dan reflek membuat sepasang pengantin itu keheranan dengan alis yang sama-sama menekuk tajam.


"Siap apa?"


************

__ADS_1


Yuk jejakny jamg lupa yaa🤗


__ADS_2