Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 67 Shoping


__ADS_3

Hari masih terlalu pagi untuk sepasang suami istri itu untuk terbangun. Bahkan adzan subuh belum jua berkumandang. Namun bangunnya salah satu dari mereka membuat kegaduhan diruang tempatnya bersemedi.


Owwhekk! Owwhek!


Bang Age memuntahkan semua isi perutnya didepan washtaple. Tak ada apapun dan hanya cairan bening saja yang keluar, karena memang belum ada apapun yang Ia makan. Bagai ritual wajib, hal seperti ini sudah Ia lakoni satu bulan terakhir ini. Namun pagi ini, tak seperti biasanya. Bang Age yang biasa muntah dijam sarapan, kini tiba-tiba Ia muntah dipagi-pagi buta.


"Duh bang! Kenapa muntahnya sekarang?" Tanya Siska dengan memijit tengkuk suaminya.


Bang Age menoleh mendengar pertanyaan sang istri. Emangnya ini kemauan dirinya? Pikirnya.


"Kamu tuh ya! Kalo boleh milih, abang juga gak mau di kasih mutah. Mening kasih duit aja!" Protesnya dan ditimpali cengiran kuda oleh sang istri.


"Maksudnya, kan biasanya muntahnya ntar sarapan. Ini kok jam segini udah muntah?" Tanyanya membuat sang suami berdecak.


"Tanyain gih, sama dedenya. Kenapa coba?" Tanya balik bang Age membuat sang istri tertawa kecil.


Siska berhambur memeluk dada suaminya dari belakang, menengokan wajahnya dilengan suaminya.


"Iya deh iya! Maaf ya bang! Abang harus ngerasain ini tiap pagi." Tuturnya sendu.


Siska benar-benar merasa kasihan pada suaminya yang harus satiap pagi mengalami morning sick. Hal yang seharusnya Ia rasakn, malah sang suami yang merasakannya.


Bang Age tersenyum dan meraih pipi sang istri yang tengah mendongak disisi lengannya. "Nggak papa sayang. Justru abang seneng, bisa menggantikan kamu. Setidaknya abang tau bagaimana rasanya menjadi seorang ibu yang selalu sabar menghadapinya." Tuturnya. "Anggap aja kita kongsi lah." Lanjutnya terkekeh.


Siska tersenyum medengar penuturan suaminya dengan mengeratkan pelukannya. "Makasih abang hubby!"

__ADS_1


Bang Age membalikan badannya. Menangkup kedua pipi istrinya. Menatap intens wajah imut yang kian hari kian cantik. Aura seorang ibu yang terpancar dari wajah imut itu begitu kentara terlihat.


"Itu adalah kata abang buat kamu. Makasih!" Tuturnya membuat Siska tersenyum dan memajukan bibirnya.


Bang Age menyambar bibir yang sudah membuatnya candu itu. Me lu matnya dan menyesapnya dalam.


"Dah manis!" ucapnya seraya melepaskan pagutannya.


"Penawar jitu ya bang?" Goda Siska membuat sang suami tertawa kecil.


"Iya. Auto seger lagi nih!" Timpalnya membuat keduanya tergelak.


**


Kian hari bumil itu kian berisi, bahkan semakin sexy dimata sang suami. Bobotnya pun kian naik seiring berkembangnya janin didalam rahimnya.


"Mau beli apa aja?" Tanya bang Age, ketika keduanya tengah berada didalam kijang besinya.


"Emm!" Siska nampak berfikir sejenak. "Banyaklah pokoknya mah!" Tuturnya dengan semangat.


Bang Age tersenyum. Ia menoleh dan mengusap pucuk kepalanya gemas. "Jangan lupa juga ya, beli itu!" Peringatnya.


"Apa?" Tanya Siska heran.


"Bungkus buat dua buah favorit. Biar gak tumpeh-tumpeh." Timpalnya dan sukses dapat timpukan manja dibahunya dari sang istri.

__ADS_1


"Abang ihhh!" Rengeknya membuat sang suami tergelak.


"Ini tuh gara-gara abang tau!" Protesnya.


"Kok abang?"


"Iya abang. Keenakan senam jari sih." Tuturnya membuat keduanya tergelak.


Tak berselang lama mobil pun berhenti diparkiran sebuah pusat perbelanjaan. Sepasang suami istri itu hanya pergi berdua saja. Sang putra yang dari kemarin menginap dirumah Mamihnya dan belum juga diantar pulang.


Keduanya berjalan dengan Siska yang terus bergelayut manja dilengan suaminya. Tujuan pertama mereka adalah tempat untuk kebutuhan sang istri.


Siska memilih beberapa dress, hingga atensinya tertuju pada satu mini dress yang menarik perhatinnya. Ia raih dres tersebut, bertepatan dengan tangan seseorang yang hendak mengambilnya juga.


Grreppp!!


Siska menariknya, begitupun seorang gadis yang sama menariknya. Hingga aksi tarik menarik tak dapat dihindari.


Hingga mata keduanya bertemu. Dan saling menatap satu sama lain.


"Lu!" Pekiknya serentak.


*************


Jangan lupa tinggalkan jejaknya readers😘

__ADS_1


__ADS_2