Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 113 Jemuran


__ADS_3

"Pelan-pelan bang!"


"Iya. Ini juga pelan."


"Miringin dikit bang, biar masuknya enak." Saran Siska


"Kalo dimiringin ngeganjel. Udah lurusin aja!" Tolak bang Age.


"Tapi mentok bang!"


"Gak bakalan. Coba dorong dikit!"


Hffffhhh


Ahhhhhh~~


"Akhirnya keluar juga." keduanya ambruk dilantai dengan kucuran keringat yang membasahi tubuh keduanya.


Siska terus mengibaskan tangannya diwajah seraya nafas yang sudah ngos-ngoasan.


"Kasihan! Cape ya?" Tanya bang Age seraya mengelap keringat diwajah cantik sang istri menggunakan lengannya.


"Iya bang! Cape banget." Jawabnya.


"Ya udah kamu diem disini, biar abang yang jemur kasurnya!" Titah bang Age.


"Gak bang! Tu kasur berat. Lagian gimana ngangkatnya coba kalo sendiri?" Protes Siska. "Udah ntar aku bantu, mau ambil nafas dulu!" Lanjutnya dan langsung dapat acakan dirambutnya dari sang suami.


Setelah dirasa cukup untuk mengeringkan keringatnya, keduanya sudah siap kembali menggotong kasur yang berhasil mereka keluarkan dari dalam rumah. Dengan melewati dua pintu berukuran kecil, akhirnya mereka dapat mengeluarkan kasur kingsize nya dari sana.


Keduanya menggotong benda berbentuk balok itu menuju tengah halaman untuk dijemur. Untung saja cuaca siang begitu panas, jadi mereka tak perlu cemas untuk mengeringkannya.


"Ini tuh gara-gara si meong, enak-enaknya dia bersalin dikasur kita." Omel Siska sembari menyimpan ember berisi air yang Ia ambil dari keran kehadapan suaminya.


"Namanya juga hewan, yang! Mungkin dia kira kasur kita brankar persalinan kali." Kekeh bang Age seraya menggosok kasur yang kotor dengan sabun dan air yang istrinya bawa.


"Iya kali. Ngeselin emang si meong." Gerutunya membuat sang suami tersenyum dengan gelengan kepala.


"Awas bang yang bersih tuh darahnya, jangan sampe ninggalin bau anyir!" Titahnya.


"Iya. Bawel!" Balas bang Age membuat sang istri tergelak.

__ADS_1


Ia yang mengerti sang istri tentu rela melakukan pembersihan dikasurnya. Daripada harus melihat istrinya yang mabok darah, lebih baik Ia yang berkorban menahan sesak agar tak menghirup bau dikasur itu.


Ternyata niat hati ingin honeymoon dirumah sendiri, malah berujung harus bersih-bersih terlebih dahulu. Rumah yang ditinggal tentu membuat mereka harus membersihkannya sebelum beraktifitas. Bahkan mereka harus membersihkan sisa persalinan si meong ditempat tempur keduanya.


Bukan itu saja, Ia harus membuang sprei yang kotor terkena darah si meong, yang saat ditinggal masih tergelar dan lupa untuk Ia gulungkan.


Biarpun sang ibu selalu membersihkannya seminggu sekali, namun tetap saja rasanya kurang apdol kalo Ia tak bersihkan sendiri. Sementara sang suami membersihakan kasur. Ia pun membersihkan lantai dan barang-barang lain yang sedikit berdebu.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga." Ucap Siska seraya menyeka keringat yang mengucur melewati hidungnya.


Setelah beres, perutnya pun terasa keroncongan. Melihat tak ada bahan makanan yang dapat Ia olah, Ia pun hanya menyeduh mie instan untuk keduanya makan siang.


"Udah beres bang?" Tanya Siska sedikit berteriak dari teras.


"Udah nih. Tinggal nunggu kering aja!" Balasnya.


"Ya udah biarin aja! Kita makan dulu yuk!" Ajak Siska dan diiyakan suaminya.


Keduanya memasuki rumah, hingga sampai didepan meja makan.


"Maaf ya bang! Cuma mie instan aja. Ntar abis ini aku belanja dulu deh." Sesal Siska membuat suaminya tersenyum.


"Gak papa yang! Ini aja udah cukup. Udah laper banget soalnya." Balas bang Age membuat Siska tersenyum senang.


"Dah abis!" Bang Age terlebih dahulu menandaskan mie dalam mangkuknya.


"Ini punyaku masih banyak bang!" Protes Siska.


"Kamu abisin. Biar tenaganya kuat." Balasnya.


"Gak ah kenyang. Lagian bersih-bersihnya juga udah. Gak butuh banyak energi lah bang." Tolaknya.


"Siapa bilang? Kamu tuh butuh banyak energi." Balas bang Age membuat Siska mengerutkan dahinya heran.


"Katanya ya, kasur yang dijemur itu memberi aura positif, memberikan tenaga lebih buat penggempuran. Jadi kamu harus siap-siap!" Penuturan bang Age sukses dapat tampolan manja dipipinya dari sang istri.


"Abang!! Ihh.." Rengeknya membuat sang suami tergelak. Ia yang baru ngeuh, merasa dikerjai sang suami.


"Udah kamu abisin mie nya!" Titah sang suami hendak berdiri, namun Siska segera mencekal lengannya.


"Ehh tunggu bang!"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Katanya ya bang, kalo kekuatan pengen up maksimal. Makannya harus berdua. Itu memberi energi positif loh!" Tuturnya. "Jadi bantuin ngabisin ya bang!" Pintanya memelas.


Bang age tertawa melihat ekspresi wajah sang istri. Ia usek gemas rambut istrinya seraya mendudukan kembali dirinya. "Iya deh! Abang bantuin." Ucapnya membuat Siska tersenyum senang.


Akhirnya bang Age ikutan menghabiskan mie dari mangkuk itu, hingga di mie terakhir keduanya saling berebut, dam mie diseruputnya sampai ujung dan mempertemukan bibir keduanya.


Dengan seringai tipis diujung bibirnya, bang Age segera menyambar bibir merah merekah dengan bon cabe yang sukses membakar bibir itu hingga menebal. Dan hal itu membuat sang bibir begitu menggoda dimata suaminya.


Ia kecup benda kenyal nan merah itu, menyesapnya lembut penuh perasaan. Satu tangannya Ia letakkan ditengkuk sang istri untuk memperdalam ciumannya.


Siska menjauhkan dirinya hingga tautan bibir keduanya terlepas. "Bentar bang! Aku mau minum dulu." Tuturnya seraya mengambil air minumnya dan menegaknya.


Bang Age melongo melihat itu, Ia yang sudah siap lahir batin mendadak ambyar dengan kelakuan sang istri.


"Ya ampun pedes bang!" Ucapnya seraya menuangkan lagi air dari tekonya dan kembali menegaknya.


Ternyata sentuhan bibir semakin membuat bibirnya kian dower dan memanas. Sensasi dari bubuk cabe yang Ia tuangkan di mie suaminya tadi, ternyata menempel pekat dibibirnya. Ia juga sampai berlari untuk mencuci bibirnya diwashtaple.


"Ini mah sih semua cabe nempelnya dibibir aku!" Protesnya membuat bang Age terkekeh.


"Padahal ya, kamu juga lahap bibir abang? Tapi kenapa cuma kamu yang kepedesan ya?" Tanya bang Age keheranan seraya mendekat pada sang istri.


"Entah!"


"Ya udah, abang obatin! Kali ini dijamin gak bakal pedes lagi." Ucap bang Age.


Belum juga sang istri protes, Ia sudah menyambar terlebih dahulu bibir merah itu. Melu matnya sedikit liar. Hingga Siska ikut hanyut pada permainan yang meggairahkan dari suaminya.


Ia menggerakan kakinya hingga maju dan membuat Siska ikut mundur hingga pergerakannya berhenti kala tangan bang Age yang menahan kepala Siska menabrak tembok. Ia buka pintu kamar mandi disisinya dan melepaskan tautan bibirnya.


"Mau coba disini?" Goda bang Age membuat Siska tersenyum dan berinisiatif menyambar bibir sexy suaminya.


Mendorong pelan tubuh kekar itu hingga memasuki tempat berair untuknya membersihakn diri.


Dengan cepat bang Age membuka kaosnya hingga pahatan indah tubuhnya terpampamg jelas dimata sang istri. Ia sambar ceruk putih yang selalu memabukan baginya itu, menyusurinya dengan meninggalkan jejak maha karyanya disana.


Hingga Ia akan menaikan kaos sang istri dan hendak membukanya. Tiba-tiba suara teriakan dari luar membuat suasana menjadi ambyar.


"Neng Siska hujan!"

__ADS_1


***************


Jangan lupa jejaknya readers😉 crazy up nih! Kalo sempat malam di up lagi yaa😍😍


__ADS_2