Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 46 Lihai


__ADS_3

Satu bulan sudah pernikahan bang Age dan Siska. Suasana pengantin baru masih terasa dari hawa kamar mereka yang masih sama. Tak ada satupun malam yang mereka lewatkan tanpa pelajaran-pelajaran baru yang bang Age berikan pada sang istri.


Bahkan sekarang Siska lebih pandai dari suaminya sendiri. Siska benar-benar dewasa dalam segala hal. Ia begitu telaten nengurus rumah, menjaga putranya yang sudah seperti anak sendiri, mengurus segala kebutuhan suaminya, sampai menguras tenaga sang suami, sekarang dilakukannya dengan lihai.


Seperti pagi ini, Siska yang sudah biasa bangun pagi sudah mempersiapakan segala kebutuhan keluarga kecilnya. Rumah sudah bersih, sarapan sudah siap, sang putra dan dirinya sudah rapih. Hanya tinggal imamnya saja yang masih meringkuk manja dibawah selimut.


"Dah habis!" Siska mengelap bibir putranya dengan tissue, setelah Ia selesai menyuapinya. Aska sampai girang dan tepuk tangan karena bisa menghabiskan sarapannya.


"Dede main dulu disini ya! Timom mau bangunin Papih dulu." Titahnya mengelus kepala putranya sayang dan diiyakan Aska.


Siska berlenggang ke kamar setelah menyimpan piring kotornya kedapur.


Ceklek!


"Ya ampun bang! Belum bangun lagi?" Tanyanya seraya menghampirinya dan duduk ditepi ranjang.


"Bang bangun! Udah siang tuh, kamu jadi gak kebagian subuh deh." Omelnya seraya menarik selimut yang membungkus tubuh sang suami hingga menutupinya sampai kepala.


"Bentar lagi. Abang masih cape. Ntar lagi ya nambahnya! Tenaga abang udah habis!" Timpalnya yang masih enggan untuk membuka mata.


"Ya ampun bang! Siapa juga yang mau nambah? Orang aku udah cantik gini juga." Protes Siska.


Sepertinya separuh nyawanya masih melayang dinirwana sana, sampai Ia mengigau martabaknya kembali menantang untuk dimakan.


"Bang bangun ih!!" Rengek Siska kembali menyeret selimutnya hingga terbuka sudah. Menampilkan suaminya yang masih telanjang dada dan hanya menggunakan boxernya saja.


"Susah bener ihh, dibangunin!" Omelnya. "Bangun abang hubby bangun!" Siska sampe menjewel kedua pipinya gemas. Dan hal itu sukses membuat sang suami membuka matanya.


Bang Age tersenyum lebar membuat Siska menaikan satu alisnya merasa heran. "Abang kenapa?" Tanyanya.


Bukan menjawab bang Age malah menarik tangannya hingga Ia terjatuh diatas dada suaminya. Dengan sekejap bang Age pun merentangkan tangannya.


"Lakukanlah abang pasrah!" Titahnya membuat Siska terkekeh.


"Emang aku mau ngapain? Sampe abang mau pasrah hemm?" Goda Siska.


"Katanya mau nambah. Mau ngasih tarian hot kan?" Tanyanya balik membuat Siska tergelak.


"Musiknya gak ada. Udah ah ayo bangun!" Siska pun hendak bangun dari dada sumainya namun tangannya kembali dicekal, Ia kembali tersungkur didadanya.


"Yuk kita bikin dulu musiknya!" Ajaknya dengan nada menggoda.


"Isshh udah ah ayo ntar lagi. Katanya capek?" Protes Siska.


"Katanya mau nambah?"

__ADS_1


"Siapa juga yang mau nambah, ih abang mah!" Siska mencubit dada suaminya dan sukses membuatnya tergelak dan mendekap sang istri erat.


"Kamu tau tadi malam tuh kamu beda banget." Ucap bang Age.


"Beda kenapa?"


"Garang bener, kek macan. Euurghh!" Timpal Age dan sukses membuat Siska menjerit.


"Aww!! Abang, kenapa pipi aku digigit sii?" Protes Siska.


"Habisnya greget, pipi kamu makin hari makin bulat. Gemesin!" Tutur bang Age dengan menciumi pipi yang tadi Ia gigit dan sukses membuat Siska tertawa.


"Abang tu, KDRT mulu akunya dihajar terus." Timpal Siska membuat kedunya tergelak.


"Tapi suka kan?"Goda bang Age disela tawanya.


"Udah bang cepetan mandi, kita berangkat sekarang!" Titahnya.


Akhirnya bang Age bangkit dari ranjangnya diikuti sang istri dibelkaangnya. namun baru saja Ia melangkah, Ia kembali berbalik hingga Siska menabraknya.


"Abang ih!!" Omlnya seraya mengusap jidatnya yang terbentur dada bidang yang menjadi tempat wajahnya bersemayam kala tidur.


Banga Age tertawa kecil dan mencium jidat yang menabraknya. "Maaf! Maaf!"


"Tapi beneran nih gak mau nambah, buat pelajaran pagi hari?" Godanya lagi.


Bang Age pun berlenggang ke kamar mandi. Siska keluar dan hendak menyiapkan sarapan untuk mereka, setelah menyiapkan pakaian sang suami lebih dulu.


Setelah selesai sarapan, keduanya sudah bersiap memasuki mobil. Dengan bang Age yang kerepotan membawa tas barang-barang mereka dan memasukannya kedalam bagasi. Siska hanya menggandeng tangan putranya, seraya menuntunnya berjalan memasuki mobil.


Kuda besi yang ditumpangi mereka melesat meninggalkan halaman rumah.


"Timom nta au ana?" Tanya Aska pada timomnya itu.


"Kita mau ke desa sayang. Ke rumahnya timom." Balas Siska membuat balita itu girang bukan main.


"Hoeeyyy!! Timom umah." Celotehnya membuat kedua orang tua itu ikut tertawa.


Besok adalah jadwal digelarnya acara wisuda kelulusan dan penyerahan ijazah disekolah Siska, tentu Ia harus hadir dan mengikuti acara tersebut. Bang Age memutuskan untuk sekalian menginap dirumah sang ibu. Ia yang berencana hanya akan berangkat berdua, tentu ditolak mentah-mentah sang istri. Siska bersikukuh untuk memboyong juga putra kesayangannya pergi ke desa.


Dengan melakukan negosiasi panjang tadi malam, akhirnya bang Age pasrah menuruti keinginan sang istri. Rencananya mereka akan menginap untuk beberapa hari kedepan.


Seperti biasa perjalanan terasa begitu singkat, karena keramaian celotehan-coketah balita gemas yang menjadi pengisi acara perjalanan mereka. Hingga tak terasa mobil pun sampai dihalaman rumah.


**

__ADS_1


"Assalamualaikum!"


Hening!


Tak ada jawaban dari penghuni didalam sana. Membuat keduanya keheranan.


"Bu! Ibu didalam?" Teriak Siska seraya mengetuk pintunya. Namun nihil masih tak ada tanggapan dari sana.


Ia mencoba membuka knop pintu namun dikuncinya. "Apa ibu masih dipasar ya?" Tanya Siska bermonolog.


"Kenapa? Ibu kemana?" Tanya bang Age yang mwnghampiri dengan membawa barang-barangnya.


"Kek nya ibu masih dipasar deh. Soalnya pintunya dikunci." Jawab Siska dan dijawab oh ria suaminya disertai anggukan kepala.


Bang Age dan putranya duduk memunggu dikursi teras. Siska mencoba menghubungi ibunya. Lama panggilan itu masuk, namun tak ada jawaban dari sana.


"Ibu kemana sih? Kok kepasar gak bawa Hp?" Tanyanya lagk bermonolog sendiri.


Hingga seseorang dari luar pagar memnggilnya. "Siska!" Sapanya.


"Iya bu!" Siska menjawab seraya menghampirinya.


"Syukurlah kamu datang. Kamu ke mana aja hah?" Tanyanya.


"Aku-" Belum selesai Ia menjawab suara bu Siti orang yang menyapanya kembali bersuara. "Udah! Ntar aja ceritanya. Cepetan kamu ke bale desa, ibu kamu tadi dijemput pak kades kesana!" Tuturnya dan sukses membuat Siska shok.


"Ke bale, ngapain bu?" Tanya Siska khawatir.


"Ibu juga gak tau. Kek nya ada sangkut pautnya sama kamu yang gak pulang-pulang." Timaplnya membuat Siska melongo.


"Banyak gosip tentang kamu tau gak disini!" Tuturnya. "Oh iya itu siapa?" Tanyanya seraya menunjuk kearah suaminya diteras.


"Udah bu. Ntar aku jelasin. Aku harus nyusul ibu dulu kesana." Timpal Siska dan dijawab anggukan bu Siti.


Setelah bu Siti pergi, Siska kembali menghampiri suaminya.


"Ada apa?" Tanya bang Age heran.


"Gawat bang!" Ucap Siska panik.


"Gawat kenapa?" Tanyanya heran.


"Ibu kena ghosting."


**************

__ADS_1


Jangan lupa jempolnya digoyang ya! Ramaikan kolom komentarnya!!! Sayang kaleannn😘😘


__ADS_2