Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 50 Drama JAHE


__ADS_3

Semua mata yang sempat tegang dengan keadaan disana teralihkan pada arah yang ditunjuk sang ibu. Hingga mereka menangkap beberapa wanita paruh baya tengah mengintip dari jendela depan.


"Astagfirulloh!" Siska kaget mendapati ibu-ibu yang tengah misuh-misuh didepan sana. Dan baru mereka sadari sekarang.


"Mereka lagi ngapain?" Tanya bang Age dan dijawab gelengan Siska.


"Entah. Sejak kapan mereka disana?" Tanya Siska.


"Tuh pak! Mereka itu penggemar bapak. Saya gak mau kena ghosting mereka." Tutur ibu.


"Tapi neng. Eh maksudnya bu. Saya hanya mau kamu untuk menjadi istri saya." Tutur pak kades.


"Saya mohon, kasih saya kesempatan! Saya akan buktikan, kalo saya benar-benar serius ingin meminang kamu. Izinkan saya jadi imam buat kamu!" Lanjutnya.


Ibu tampak berfikir sejenak, membuat suasana kembali tegang. Pak kades hanya bisa pasrah, sepertinya Ia harus siap mendapat penolakan lagi untuk yang ketiga kalinya. Setelah pernyataannya dibale desa ditolak dengan alasaan harus dapat izin dari putrinya, dan barusan karena banyaknya sang penggemar mengintai dirinya. Dan sekarang?


Pak kades sudah menghembuskan nafasanya panjang, mengatur perasaannya. Bersiap menerima kenyataan, karena untuk sehari Ia harus merasakan tiga kali patah hati. Kek minum obat ya pak?


Ibu ikut menghembuskan nafasnya panjang sebelum mengeluarkan suaranya. "Baiklah! Buktikan kalo bener bapak serius sama saya. Saya gak suka kalo harus berdampingan dengan banyaknya wanita yang mengangumi bapak." Tuturnya dan sukses membuat senyum si kepala desa itu mengembang.


"Baiklah! Akan saya buktikan." Ia pun beranjak dari duduknya dengan senyum yang menghiasi wajahnya, dengan gaya percaya dirinya seperti biasa pria yang hampir memasuki setengah abad itu berlenggang hendak keluar rumah.


"Bu, ibu serius mau nerima pak kades?" Bisik Siska.


"Menurut kamu? Apa gak papa kalo ibu terima?" Tanya Ibu ikut berbisik.


"Itu sih terserah ibu. Orang ibu juga yang bakal ngejalaninya." Timpalnya. "Yang penting ibu bahagia!" Lanjutnya.


Ibu mengehembuskan nafasnya panjang. Masih ragu dengan keputusan yang Ia ambil. Hingga suara pak kades dari luar menyadarkan lamunannya.


"Tenang! Tenang ibu-ibu." Ucapan pak kades membuat semua penghuni rumah ikut keluar.


"Gimana saya mau tenang. Pak kades kan sudah berjanji sama saya untuk memberi kesempatan pada saya, buat dapatin hatinya bapak!" Tutur salah satu ibu-ibu disana. Sepertinya Ia punya status yang sama dengan bu Titin, seorang janda.


Ternyata pak kades yang memiliki status duda dua anak ini, begitu populer dikalangan ibu-ibu JAHE alias janda herang itu. Wajahnya yang memang tampan walau sudah hampir menginjak kepala lima, tak membuat aura ketampanannya hilang. Aura hot duda nya itu begitu terpancar, membuat para jahe begitu mengaguminya.


"Maaf bu Ani, saya gak pernah menjanjikan apapun pada siapapun. Terkecuali sekarang, saya sudah berjanji pada bu Titin akan membuktikan padanya kalo saya benar-benar meminangnya." Tutur pak kades dengan tegas. Membuat para ibu-ibu itu shok bukan main.

__ADS_1


"Apa????" Jawab mereka serentak.


"Pak! Yang benar saja, saya lebih cantik loh!" Protes salah satu dari mereka dengan dandanan cetarnya.


"Apaan sih. Saya dong! Saya pinter masak, nyuci, pokonya segala hal saya bisa." Protes ibu yang lain.


Dan masih banyak protesan-protesan dari keenam wanita, yang masih tak terima kala pak kades lebih memilih bu Titin.


Siska yang memang dari pagi merasakan pusing. Memilih pergi kekamarnya membawa dede Aska yang terlelap dipundaknya. Diikuti bang Age yang tak mau ikut campur dengan permasalahan para jomblowers disana.


"Stooopp!!!" Suara lantang pak kades seketika membuat mereka bungkam.


"Saya tekankan sekali lagi." Ia menoleh menatap pujaan hatinya dan meraih tangannya. Digenggamnya tangan itu seraya memperlihatkan kehadapan mereka.


Hal itu sukses membuat keenam jahe itu menganga dengan bola mata yang hampir keluar dari sarangnya.


"Saya resmikan hubungan saya dengan bu Titin, dan perlu kalian ketahui minggu depan kami akan menikah." Ungkapnya. Bukan hanya para jahe saja yang hampir kehilangan kesadaran diri, namun bu Titin juga ikut shok mendengarnya.


"Minggu depan?" Tanya ibu tak percaya.


"Iya. Minggu depan. Tida ada penolakan! Tidak ada bantahan!" Tuturnya membuat Ibu bergeming.


"Ada hati yang harus saya jaga." Suasana semakin riuh kala Pak kades menekukan kakinya sebelah berlutut dihadapan ibu dan sukses mendaratkan bibirnya ditangan pujaannya itu.


Ibu benar-benar terpaku Ia hanya menutup mulutnya yang menganga dengan sebelah tangannya. Ini adalah perlakuan yang sama, yang mendiang suaminya berikan kepadanya dulu. Bahkan kata-kata itu, terdengar persis dengan apa yang dikatakannya waktu itu.


Air mata ibu luruh begitu saja. Sepertinya Ia benar-benar baper dengan perlakuan pria didepannya. Hingga suara seseorang mengalihkan atensi mereka.


"Oke cut! Bagus pak. Saya sudah mengabadikan moment bersejarah ini. Saya juga sudah menyiarkannya live disosial media." Tutur seorang pria membuat pak kades bangkit dan berkacak pinggang.


"Kut kat, kut kat! Kamu pikir saya lagi syuting apa? Ganggu suasana aja! Orang lagi serius juga." Omelnya dan hanya dijawab cengiran kuda oleh pria yang mengakui dirinya seorang youtuber itu.


"Nggak pak! Maksud saya baik kok. Saya mengabdikan moment penting bapak. Harusnya bapak berterima kasih dong sama saya." Tuturnya, membuat pak kades terdiam sejenak.


"Iya deh iya. Udah sana!" Usirnya.


"Siap pak! Tapi jangan lupa tipsnya ya pak!" Candanya.

__ADS_1


"Saya yang seharusnya meminta tips sama kamu. Kamu yang ngonten juga." Protes pak kades dan dijawab cengiran pria itu. Setelah berpamitan Ia pun pergi meninggalkan rumah bu Titin.


"Kalian juga pada pulang sana!" Titahnya pada para jahe. Mereka semua berdecak dan berlenggang pergi membawa kekesalan mendapati kenyataan hari ini.


"Sekarang kamu percaya kan sama saya? Besok kita akan bicarakan ini lagi. Sebentar lagi adzan maghrib, saya pulang dulu ya!" Tuturnya dan hanya dijawab aggukan ibu.


"Assalamualaikum! Calon istri." Salam pak kades dengan senyumnya yang mengembang.


"Waalaikumsalam!" Balasnya dengan tertunduk malu.


Setelah kepergian pak kades ibu pun masuk. Entah kenapa diperlakukan seperti itu membuatnya seperti abege lagi. Hingga rona dipipinya keluar. "Ya ampun! Memalukan sekali." Tururnya mengibas-ibaskan tangan dipipinya dan berlalu ke kamarnya.


**


Sementara itu dikamar sebelah, pasangan yang sudah menginjak pernikahannya yang ke 33 hari itu tengah mengadakan drama. Pasangan itu tengah siap-siap untuk ritual mencari pahala, mengobrak ngabrik martabak. Membuat adonan legit untuk membentuk kehidupan baru dirahim sang istri.


Setelah menggelar surpet dibawah, agar tak mengganngu sang putra. Pikirnya. Mereka memulai pemanasan terlebih dahulu.


"Sikembar makin besar ya?" Tanya bang Age dengan memainkan tangannya disana. Siska tak menimpali, Ia begitu menikmati perlakuan suaminya.


"Banghhh!!"


"yaaa sayanggh!"


"Pengen!"


"Keluarin aja!"


Siska menghentikan aksi sang suami dan berlari ngibrit kekamar mandi.


"Sayang kamu kenapa?"


Siska tak menjawab pertanyaan suaminya, Ia berlari kearah wasthaple dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


*************


Ayo ramaikan lagi! Janga lupa like dan komennya ya😉

__ADS_1


Sehat-sehat buat kalian semua😇


Kek kemaren satunya ntar abis teraweh yaa😊


__ADS_2