
Mobilpun sampai disebuah gedung yang hampir sama dengan rumah sakit yang didatanginya tadi. Keduanya turun dengan bang Age membukakan pintu sang istri.
Waktu sudah gelap setelah keduanya mampir dulu ditempat makan untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo..
Siska terdiam sejenak memperhatikan bangunan tinggi didepannya. Ia bukan tak tau tempat apa ini, bahkan sudah tertulis jelas nama tempat ini yang terpampang diatas sana. Nama sebuah hotel yang begitu cukup terkenal dikota itu.
"Ngapain bengong yuk!" Ajak bang Age menggandeng tangannya.
"Ntar dulu bang!" Siska menghentikan langkah suaminya. Hingga membuat Ia berhenti dan menoleh.
"Kenapa?" Tanya bang Age heran.
"Kita beneran mau masuk kesini?" Tanyanya dan dijawab anggukan suaminya.
"Gak bakal ada yang ngira kita sugar baby and dady nya kan?" Tanyanya lagi dan langsung dapat toyoran bibir dijidatnya.
"Gak ada. Abang masih muda kek gini juga." Protesnya membuat Siska cekikikan.
"Ya takut aja gitu bang! Lagian ngapain juga kita ke tempat ini? Bukannya pulang juga." Siska ikut protes pada suaminya.
Bang Age menghembuskan nafasnya panjang. Bukannya seneng diajak ketempat ini, istrinya yang cerewet ini malah banyak protes. Kalau terus ditanggapi keduanya tak akan bisa masuk kesana. Tanpa menjawab, Ia menggendong tubuh ramping sang istri ala bridge style untuk membawanya masuk kesana. Siska menjerit kaget, mendapat perlakuan itu dari suaminya.
"Abang!" Pekiknya.
"Apa?" Tanya bang Age dengan senyuman jahilnya.
"Turunin bang! Ihh malu." Rengeknya namun tak dihiraukan sang suami.
Ia tetap membawanya masuk, menuju meja resepsionis. Siska yang malu hanya menenggelmakan wajahnya didada sang suami. Dari pada malu, pura-pura tidur aja. Pikirnya.
Bang Age yang memang sudah merencanakan itu dari kemarin, tentu sudah memboking satu kamar untuknya bersama sang istri. Setelah mendapatkan acces card. Bang Age bergegas meninggalkan meja itu.
Sesampainya dikamar Ia menurunkan sang istri dari gendongannya. Siska dibuat takjub dengan keadaan kamar. Bak pengantin baru, suasana kamar begitu romantis terlihat, taburan kelopak bunga berjatuhan dimana-mana, bahkan ranjang king sizenya penuh dengan kelopak mawar merah itu. Lilin berjejer menambah kesan romantis disana. Wangi semerbak tercium memenuhui rongga hidungnya.
__ADS_1
Disaat Siska tengah menikmati pemandangan didepannya. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar diperutnya. Hembusan nafas hangat mengenai area ceruknya. Ia sampai menggigit bibir bawahnya kala bulu kuduknya meremang seketika.
"Bang ini?" Tanya Siska memecah kegugugupannya.
"Iya. Abang sengaja menyiapkan ini untuk kita. Gimana kamu suka?" Tanyanya seraya menenggelamkan wajahnya diceruk yang selalu membuatnya mabuk kepayang itu.
"Bang!" Siska mulai menikmati sentuhan yang diberikan suaminya diarea ceruknya. Sebuah kecupan basah yang mampu membuat Ia terbang melayang.
Tangan nakal sang abang sudah menyingkap baju yang digunakannya. Dengan menggunakan dress selutut memudahkan tangan nakal sang suami untuk say halo dengan martabaknya. Hingga suara sexy keluar dari bibir sang istri.
"Abanghhh!!!"
Ia buka resleting belakang baju sang istri, hingga punggung mulusnya terekspos jelas. Mendaratkan kecupannya disana juga. Membobol kunci cangkang dua buah favoritnya. Hingga seluruh kain dari tubuh istrinya luruh berserakan dilantai, menyisakan benda segitiga saja dibawah sana.
Bang Age membalikan badannya. Menyerang bibir manis yang selalu menariknya untuk dinikmati itu. Satu tangannya meraup buah kesayangannya, dan satu tangannya lagi menahan pinggangnya. Ciuman yang awalnya lembut kian menuntut.
Ia mengangkat tubuh sang istri dan menggendongnya seperti koala tanpa melepas pagutannya. Lalu membawanya ketengaah hamparan kelopak bunga yang memenuhi kasur king sizenya.
Dengan gerakan tergesa Ia membuka kain yang melekat ditubuhnya dan melemparnya kesembarang arah. Kembali menyusuri setiap pahatan indah ditubuh sang istri. Meninggalkan banyak maha karya dikulit putihnya. Siska benar-benar dibuat tak berkutik mendapati perlakuan lembut sang suami.
"Tunggu bang!" Tahan Siska.
"Kenapa?" Tanya bang Age.
"Emang beneran udah bisa sialturahmi?" Tanyanya.
"Udah. Kan tadi kata dokter udah bersih, udah gak papa. Udah bisa disapa juga." Balas bang Age dan sudah siap mengarahakn juniornya, namun lagi-lagi sang istri mencegahnya. Membuatnya menghembuskan nafasnya panjang.
"Apalagi?" Tanyanya setengah frustasi. Mendapati si junior yang sudah berkedut hebat, meminta untuk dimanjakan.
"Gak akan sakit kan?" Tanya Siska memastikan. Meski sudah mendapat pencerahan dari dokter tadi, namun tetap membuatnya sedikit takut.
Bang Age membungkam bibir yang pastinya akan panjang kali lebar berceloteh kalau tak segera Ia hentikan. Cara jitu agar istrinya diam dan cukup mengeluarkan suara merdu nan sexy nya, Ia kembali memancingnya. Kembali memberikan cu m buan padanya.
__ADS_1
Dan benar saja suara cerewet itu berubah menjadi merdu ditelinga pria yang siap membawa si junior bersilaturahmi dengan martabaknya. Hingga kedua sejoli itu menyatu, membawa rasa yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Gerakan lembut yang diberikan bang Age, mampu membuat Siska melayang. Bibirnya tak berhenti men de sah, memanggil suaminya.
"Abangghhh!"
"Yeahhh sayanggghh!!"
"Uhhh!"
Hawa didalam kamar semakin memanas, ditandai cucuran keringat yang membanjiri tubuh keduanya. De sa han dan le ngu han silih bersahutan memenuhi ruangan luas dengan penerangan lilin dan lampu temaram itu.
Lamanya berpuasa membuat bang Age benar-benar bersemangat berbuka untuk pertama kalinya. Siska sudah mencapai klimaksnya namun tidak dengan sang suami. Ia masih menggali, mencari kelegitan martabaknya. Mencari rasa yang masih belum Ia capai.
"Abang!!"
Bang Age menghentikan sebentar aksinya. Ia mengelap keringat yang bercucuran didahi dan wajah istrinya dan menciuminya.
"Bentar lagi ya!" Ucap bang Age dan hanya dijawab anggukan sang istri dengan nafas yang sudah senen kemis.
Bang Age kembali menggali rasa dari kelegitan martabaknya. Penggalian yang lambat kian cepat, kala dari dalam sana mendorongnya untuk segera melepaskan apa yang seharusnya dilepaskan. Hingga erangan panjang dari keduanya, menandakan betapa luar biasanya acara buka puasa malam ini.
**************
Yuk kasih jejaknya! Beneran melek nih😳
Maaf yaa! Up nya agak-agak telat🙏 Maklumi aja ya, kesibukan seorang emak rumah tangga. Pada tau lah🤭
Semangat berbuka yaa bang😂
__ADS_1
Ini suguhan berbuka😂