Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 26 Au ndi Ti


__ADS_3

"Dede mandi dulu ya sama Mimih!" Ajak sang nenek pada cucunya.


"Da, au Ti." Sang balita menolak dengan menggelengkan kepalanya.


"Onty nya lagi mandi. Dede juga mandi ya sama Mimih!" Ajaknya lagi.


"Da..." Baby Aska malah berlari keluar kamar menuju kamar Onty nya.


Siska yang baru selesai berpakaian dibuat terkejut dengan kedatangan baby gembil kesayangannya itu yang mendorong pintu dengan keras.


Braaakk!!!


"Ti au ndi.." Ia berlari cepat hingga menubruk kaki Onty nya.


"Ya ampun dede! Dede kenapa? Jangan lari-lari ntar jatoh!" Siska memperingati sambil mengangkat tubuh gembil itu ke atas kasur.


"De au ndi Ti." Celotehnya, Siska yang tak cukup mengerti menghembuskan nafasnya pelan.


"Ngomong apa ya? Gak ngerti aku." Siska sampai menggaruk kepalanya yang terlilit handuk karena tak mengerti.


"Dede mau apa hem?" Tanyanya lagi dengan mendekatkan wajahnya pada sang balita.


"Au ndi Ti." Celotehnya lagi.


"Mau mandi sama Onty gitu?" Tanya Siska memastikan hingga balita itu mengangguk dengan cepat.


Siska yang baru mengerti ber oh ria seraya menganggukan kepalanya dan tersenyum, kemudian mengusek pucuk kepala baby Aska gemas. Ia ciumi wajah imut nan tampan itu hingga membuat balita itu tertawa sampai terguling dikasur, saking gemasnya Siska menggelitiki perutnya membuat keduanya tergelak. "Pantesan masih acem. Dedenya belom mandi. Ihh gantengnya Onty jorok!" Siska juga mengusek dadanya dengan hidungnya, membuat balita itu semakin tergelak.


Mamih yang hendak menyusul cucunya berhenti diambang pintu, kala melihat interaksi keduanya. Ia tersenyum bahagia, sepertinya Siska memang orang yang tepat untuk cucu dan putranya. Ia tak jadi masuk dan lebih memilih ke dapur untuk membuat sarapan.


"Udah yuk mandi dulu!" Ajak Siska seraya membangunkan balita gembil itu. Dengan girang Ia berdiri dan memita digendong Onty nya. Siska tersenyum dan langsung menggendongnya.


Keduanya berlalu keluar kamar menuju kamar sang abang, dengan baby Aska digendongan Onty imutnya. Saat masuk Ia mengerenyitkan dahinya kala melihat sang pujaan yang masih meringkuk dalam selimut.


"Ya ampun jam segini belom bangun." Gumam Siska pelan. Ia dan balita gembil itu langsung menuju kamar mandi, mulai memandikan baby yang semakin manja padanya itu.


Tak membutuhkan waktu lama, acara mandi pun selesai. Siska menggantikan bajunya dan mendandaninya juga. "Dah wangi!" Siska mencium ceruknya yang sudah harum itu.


"Yeayy! Dede pinter!" Siska bertepuk tangan, hingga diikuti baby Aska dengan sorakan senangnya.


"Tos dulu ganteng!" Siska menadahkan tangan dan disambut tepukan baby Aska membuat keduanya kembali bersorak.


"Dede mau keluar apa mau bangunin Papih dulu?" Tanya Siska.


"Au uan." Baby Aska berlari keluar kamar, tanpa mendengar nasehat Onty nya untuk tidak berlari. Seperti biasa habis mandi balita gembil itu akan menemui sang kakek yang tengah membaca koran diteras depan dan pamer kecakepannya pada sang kakek.


Siska geleng-geleng kepala melihat tingkah Dede kesayngannya itu. Ia beralih melihat sang pujaan yang begitu anteng dengan selimutnya. Sudah dipastikan sang abang pasti sudah bangun, mengingat Ia dan putranya begitu hobah dari tadi.

__ADS_1


"Gak usah pura-pura merem. Ayo bangun!" Siska mendekat menarik selimut yang menutupi tubuh sang abang sampai leher.


"Hem gak mau!" Timpalnya dengan mata yang masih terpejam dan selimut yang semakin Ia eratkan.


"Ihh abang mah bangun! Udah siang itu. Ayo!" Ajak Siska terus menarik selimutnya.


"Abang masih ngantuk, bentar lagi." Timpalnya.


"Gak usah alesan deh, dari tadi udah bangun. Ayo!" Siska masih berusaha menarik selimut itu sekuat tenaga.


"Abang ihh!" Siska yang makin gereget menarik selimut itu sekuat tenaga. Namun tanpa diduga bang Age juga melepasnya. Hingga Siska hampir terjatuh dan..


Brukk!!!


Bukan jatuh kelantai Siska justru jatuh didada sang abang.


Deg


Jantung keduanya kembali berpacu, apalagi Siska yang kembali melihat tubuh atas abangnya yang polos. Bayangan tentang hari dimana Ia melihat seluruh tubuh sang abang yang polos kembali melintas dipikirannya, hingga membuat otak kotornya traveling seketika.


Bang Age pun merasakan hal yang sama, bayangan paha yang tak ada burik-buriknya waktu itu kembali melintas, apalagi sekarang Ia melihat leher jenjang yang baru pertama Ia lihat begitu menarik perhatiannya. Aroma sabun yang menyeruak diindera penciumannya benar-benar membangunkan jiwa kelelakiannya.


Mata keduanya terkunci, dengan dada keduanya yang menempel, keduanya bisa mendengar degup jantung yang bersahutan. Bang Age hendak meraih bibir ranum yang sudah bagai candunya itu. Hingga tinggal beberapa senti lagi, bahkan Siska sudah pasrah memejamkan matanya. Tiba-tiba suara baby Aska membuyarkan konsentrasi mereka.


"Ti..."


"Iya ganteng!" Siska berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya dan mencubit pipi gembil itu. "Ada apa hemm?" Tanyanya.


"Mamam!" Jawabnya membuat Siska tersenyum dan menciumi pipinya.


"Dede mau mamam ya? Mau Onty suapin ya?" Tanyanya dan dijawab anggukan baby Aska.


"Ya udah yuk! Kita kedapur!" Siska bangun dan menuntun baby Aska. Namun sebelum keluar dari kamar, Ia kembali membangunkan abangnya.


"Bang bangun ya! cepetan gih mandi!" Titah Siska dan hanya dijawab deheman abangnya membuat Siska tertawa kecil.


Siska keluar menuntun tangan baby gembil itu menuju dapur. Sang Mamih yang sudah menyiapkan sarapan untuk cucunya, tentu Siska tinggal menyuapinya saja.


"Abang udah bangun Sis?" Tanyanya.


"Emmm tadi sih udah dibangunin, entah udah masuk kamar mandi atau malah tidur lagi." Timpal Siska.


Mamih tersenyum mendengarnya. "Kamu harus extra sabar kalo bangunin abang. Dia emang gitu, susah banget kalo dibangunin!" Pesan Mamih seraya meletakkan nasi goreng. diatas meja makan dan dijawab anggukan Siska.


Baby Aska begitu menikmati suapan dari Onty kesayangannya itu. Ia yang biasa menyisakan makanannya kini menghabisknnya hingga bersih. Siska dengan telaten menyuapinya hingga suapan terakhir. Meberikan minum dan megelap bibirnya dengan hati-hati.


"Alhamdulillah!" Baby Aska mengikuti Siska menangkup tangannya, kemudian membawa kedua tangannya kewajah.

__ADS_1


"Pinter!" Siska menoel hidungnya gemas. "Gantengnya siapa sih?" Tanyanya menarik pelan kedua pipi gembulnya.


"Ti.." Jawab balita gembil itu dengan tepuk tangan. Membuat Mamih tak berhenti tersenyum dan geleng-geleng kepala melihatnya.


"Ya udah, kamu panggil abang gih! Kita sarapan bareng!" Titahnya pada sang calon mantu. "Dede panggilin Pipih ya!" Titahnya pada sang cucu untuk memanggil suaminya.


Keduanya berlenggang ketempat tujuan masing-masing. Baby Aska keluar untuk memanggil kakeknya. Dan Siska ke kamar untuk memanggil abangnya.


Tanpa mengetuk pintu Ia nyelonong masuk begitu saja. Siska kembali dibuat menganga kala melihat sang abang yang masih bertelanjang dengan handuk yang melilit dipinggangnya.


"Astagfirulloh!" Siska lanngsung membalikan badannya kala pipinya begitu panas dengan degup jantung yang kembali berpacu.


"A-abang cepetan pake bajunya. Ditunggu sarapan!" Ucap Siska.


Bang Age tersenyum dan mendekati sang gadis. Siska yang setengah melamun dibuat terkejut dengan suara yang tiba-tiba berada tepat didepan telinganya.


"Iya!" Bisik bang Age. Membuat Siska dengan reflek berbalik.


Ia sampai menelan salivanya susah payah kala melihat tubuh yang sangat nyaman untuk Ia dekap itu. Apalagi wajah sang abang yang sudah mendekat membuat hatinya ketar ketir tak karuan.


"B-bang jangan kek gini!" Siska mencoba menjauhkan wajahnya.


"Kenapa?" Goda bang Age semakin mendekat, membuat Siska mundur hingga berhenti dipintu.


Tangan bang Age megukungnya dipintu. Hal itu tentu membuat Siska semakin waswas.


"Kita gak boleh kek gini!"


"Emang kita ngapain?"


"Ini gak bisa dibiarin!" Siska mendorong tubuh abangnya. "Ayo cepet!" Siska menarik tangan abangnya. Membuat bang Age heran.


"Kemana?"


"Cari pak Ustadz buat halalin aku!" Balasan sang gadis membuat bang Age tergelak. Ia pun hanya mengikuti langkah gadisnya.


************


Ayo dong ramaikan! Kasih komen, biar cuma kata next🤭 Biar mak othornya gak kesepian🙈


Yang mau kasih kopi sama bunga boleh juga tuh!😁



Ini yang udah main sosor mulu🙈


__ADS_1


Ini yang disosor udah siap dihalalin😂


__ADS_2