
Ceklek!
Pintu kamar mandi dibuka seorang gadis yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya. Dengan santainya Kia memasuki kamar mengenakan bathrub yang melekat ditubuhnya dan handuk kecil yang membalut kepalanya. Ia bahkan melupakan pria yang dengan setia memperhatikan gerak geriknya dari sofa dengan laptop yang Ia pangku diatas pahanya.
Kia membuka lemarinya dan mulai mencari piyamanya. Alisnya menekuk keheranan kala tak menemukan apa yang Ia cari. Justru Ia dibuat tercengang kala seluruh piayamanya berganti dengan kain-kain tipis yang entah bagaimana semua kain itu masuk dilemarinya.
"Apaan ini?" Tanyanya seraya mengambil salah satu kain itu, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Astagfirulloh! Timom bener-bener deh. Dia pikir si om gak tertarik apa sama aku? Sampai harus disediain benda kek gini?" Gerutunya. Rei hanya tersenyum seraya terus memperhatikannya tanpa mau berkomentar.
"Si om kan lagi sakit, kalo aku pake kek gini auto meriang lagi dia! Aisshh ngeselin emang timom ini." Lanjutnya masih menggerutu didepan benda kotak itu. Rei hanya melipat bibirnya menahan tawanya agar tak pecah.
Kia kembali memasukan kain yang dipeganngnya dan kembali mencari baju yang layak pake menurutnya. Hingga pilihannya jatuh pada kaos oblong dengan hot pants untuk dikenakannya. Tanpa melihat sekitarnya, Ia membuka bathrubnya dan memakai kain-kain yang akan menutupi benda keramatnya. Hingga saat dirinya mengenakan kaos oblongnya, pelukan dari belakang membuat Ia terpaku dengan mata membola sempurna.
"Kenapa gak dipake? Hem?" Tanyanya dengan berbisik. Hal itu membuat bulu kuduk Kia meremang seketika, kala hembusan napas hangat mengenai ceruk dan telinganya.
"O-om! Eh ma-maksudnya By. Kapan disini?" Tanyanya dengan sedikit gugup.
"Sejak tadi." Balasnya dengan menenggelamkan wajah diceruk sang istri. Hal yang semakin membuat sang gadis tergugup.
"O-om! Mm-maksudnya By. Ng-ngapain?" Tanyanya lagi.
Rei menghentikan aktifitasnya. Lalu Ia membalikan tubuh sang istri untuk menghadapnya. "Bukannya ini malam pertama kita ya?" Godanya.
__ADS_1
"Isshhh paan sih!" Protes Kia memukul dada suaminya dengan wajah yang memerah.
Rei tergelak menanggapinya. Ia raih tubuh sang istri kedalam dekapannya. "Maafin om ya, kita harus menunda malam pertamanya!" Sesalnya.
"Kok om sih, katanya mau ganti?" Tanya Kia seraya mendongakan wajahnya.
Rei terkekekh mendengar itu. "Iya, ya! Udah kebiasaan sih, jadi agak sulit buat diubah." Balasnya.
"Ya udah lah gimana om aja!" Timpal Kia. "Eh tu kan, aku jadi ikutan panggil om lagi." Lanjutnya hingga keduanya tergelak.
Rei mengangkat tubuh ramping sang istri menuju ranjang. Lalu merebahkannya disana, diikuti dengan dirinya pula yang mepet disisi istrinya. Canda tawa begitu menggema diruangan terang benderang dari sepasang pengantin itu.
"Geser dikit om, ntar aku jatoh!" Titah Kia mendorong sedikit tubuh sang suami.
Tangannya bergerak memasuki kaos yang dikenakan sang istri, mengelus perut ratanya. Hal itu membuat tubuh ramping itu bergetar, merasakan geli dan rasa aneh bersamaan. Tak sampai disitu, tangan suaminya kembali berjalan hingga sampai didua buah berharganya. Tangannya ingin menyangkal dan menolak, namun otaknya yang penuh dengan rasa penasaran tak mengizinkannya.
Dengan mengikuti nalurinya, Rei mulai menggerakan tangannya didua buah bukit kembar yang masih terhalang cangakngnya itu. Hal yang membuat sang istri kembali merasakan hal aneh, hingga suara sexy keluar begitu saja dari bibirnya.
Suara manja yang membuat jiwa kelelakian Rei meronta seketika. Namun gerakkannya harus terhenti, kala tiba-tiba saja kepalanya berdenyut hebat. Ia pun memijit pelipisnya pelan.
"Kenapa om?" Tanya Kia khawatir.
"Entahlah. Tiba-tiba aja pusing." Balas Rei.
__ADS_1
"Mau aku pijitin kepalanya?" Tanya Kia.
"Gak usah. Kita tidur aja! Ntar pasti sembuh." Tolak Rei dengan kembali mendekap sang istri.
Rei emnghembuskan napasnya panjang membuat Kia semakin khawatir.
"Sakit banget ya kepalanya?" Tanyanya dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Kepala yang ini gak terlalu sakit." Balasnya seraya memegang tangan sang istri untuk menyentuh kepalanya.
"Dibanding kepala yang ini." Lanjutnya terkekeh dengan membawa tangan sang istri untuk memegang benda keramat dibawah sana.
Kia menelan salivanya kuat-kuat kala tangannya menyentuh benda yang membengkak dibawah sana. Hingga batinnya pun bertanya-betanya.
'Set dah gede amat ya?'
****************
Jejaknya jangan ketinggalan yaa🤗
Ini yang gak jadi unboxing😂
__ADS_1