Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 20 Sibuk


__ADS_3

Setelah satu malam disana Siska dan ibu benar-benar pulang sore harinya setelah menyambut Ayra dan baby nya, karena Siska yang harus kembali masuk sekolah, meski masih waktunya libur tapi sebagai anggota OSIS tentu Ia harus ikut mempersiapkan penyambutan calon siswa baru disekolahnya. Hingga acara akikah dan potong rambut baby Shaka, putra bang Ar dan kak Ayra. Ia tak dapat ikut serta disana. Karena harus mengikuti kegiatan masa orientasi siswa disekolahnya.


Hanya lewat VC Ia bisa melihat mereka. Bahkan sang abang yang memintanya kesana tak dapat diiyakan olehnya, karena kesibukannya.


"Ya udah kalo emang lu gak kangen sama dede. Gak usah kesini!" Sewot bang Age.


"Idihhh ngambek! Ntar deh kalo udah masa orientasinya selesai aku kesan kok!" Bujuk Siska.


"Ck! Ya udah sana. Belajar yang bener jangan pacaran mulu!" Titahnya.


"Yaelah siapa juga yang pacaran orang sibuk gini juga." Timpal Siska namun tak diindahlan bang Age.


Tanpa basa basi lagi bang Age sudah memutuskan sambungannya. "Ngeselin emang!" Gerutunya dan melempar ponselnya ke atas ranjang, lalu Ia pun berlalu kekamar mandi untuk membersihkan diri. Entah kenapa mendapati gadisnya itu tak bisa berkunjung membuatnya begitu kesal.


Sementara disebrang sana Siska mengomeli layar pipihnya yang tak bersalah itu. "Dasar! Kebiasaan deh main matiin aja! Salam dulu atau apa kek ini main tutup aja! Jangankan buat sun jauh, pamitan aja kagak!" Omelnya, kemudian menghempaskan benda yang seolah tak penting itu, padahal mah sangat berharga ya? Ke atas kasur.


Ia berlenggang menemui ibunya didapur. "Bu aku berangkat dulu ya!" Pamitnya pada sang ibu, menyalimi tangannya takzim dan berlalu keluar hendak memakai sepatunya.


Namun Ia mengingat sesuatu dan kembali kedalam kamarnya. "Maafin gue ya! Tadi gue kesel sama orang yang lu ilangin wajahnya." Ucapnya seraya mengajak ngobrol benda pipih yang tadi Ia hempaskan dengan begitu teganya, eh sekarang disayang-sayang lagi.


Ia pun berlenggang keluar dan memakai sepatunya. Dengan penampilan rapih dan seragam yang lengkap untuk menunjukan kakak senior yang baik pada adik juniornya, Ia pun bergegas berangkat pagi sekali.


Hari pertama penyambutan siswa baru begitu meriah. Banyak murid baru yang mengikuti acara itu. Bahkan tahun ini, jumlah siswa meningkat hampir lima puluh persen dari jumlah siswa tahun kemarin.


Tak terasa hingga waktu pun sudah sore dan akhirnya Siska bisa pulang. Dua hari kemarin Ia dan anggota yang lain begitu sibuk untuk acara perayaan hingga baru bisa pulang waktu maghrib. Dan hari ini Ia baru bisa pulang lebih awal. Ia yang sudah sampai dirumah segera merebahkan dirinya disofa.


"Ya ampun cape banget! Kalo boleh milih, mening jadi istri aja dah!" Keluhnya dengan ngelantur. Belum tau aja dia bagaimana rasanya jadi emak-emak dasteran yang sibuk ngurusin rumah tangganya. Ya gak emak-emak?


Kebetulan setelah Siska berangakt ibunya hari ini kekota untuk menghadiri acaranya baby Shaka yang akan digelar besok. Jadi hanya tinggalah dia seorang dirumah. Ketika Ia hampir terlelap dengan sebelah lengan yang menghadangi keningnya dan seragam lengkap yang masih membalut tubuhnya. Tiba-tiba dering Hp mengejutkannya.


Ia ambil layar pipih itu diatas meja dan melihat si pemanggil, ternyata kakak angkatnya yang menelpon. Ia bangun dari tidurnya, menggeser icon hijau itu dan memulai sambungannya.


"Haii baby Shaka!" Sapanya.

__ADS_1


"Hai Onty?" Sapa balik Ayra dengan suara dibuat kecil.


"Maaf ya kak aku gak bisa kesana, gak bisa haidrin acara baby Shaka besok!" Sesalnya.


"Iya gak papa! Kata ibu lu sibuk ya disekolah?" Tanya Ayra.


"Iya kak. Cape banget aku! Kemarin aku pulang maghrib, mungkin besok juga maghrib. Baru hari ini aja aku bisa pulang awal." Keluh Siska.


"Kasihan! Nih gue kasih buat obat cape lu." Tutur Ayra hingga tertangkap wajah baby yang selalu jadi penyemangatnya.


"Hai dede? Kangen gak sama Onty? Onty kangen sama dede." Sapa Siska membuat baby disebrang sana tertawa dan berceloteh ria.


"Dia kangen tuh sama lu, dari tadi nyariin mulu." Timpal Rila dari samping Ayra.


"Uluh-uluhh gumushnya, kangen ya sama Onty ya? Ntar Onty main lagi deh kesana ya, gantengnya Onty!" Siska begitu gemas dengan baby yang begitu gembira melihatnya.


Hingga tiba-tiba layar itu menampilkan sosok abang dengan raut muka yang sama sepeti tadi pagi. "Abang?! Diem-diem bae?" Ledeknya namun tak ditanggapinya.


"Abang kangen gak sama aku?" Goda Siska dan hanya dijawab cebikan bibir olehnya.


"Gak tau tuh dari tadi sensi mulu." Timpal Ayra.


"Lagi dapet kali." Timpal Siska membuat dirinya dan kedua wanita disana tergelak.


Dengan raut muka yang masih sama bang Age mengambil alih Hp dari tangan Ayra. "Udah gak usah ketawa!" Ucapanya sengit.


Hingga ketukan pintu mengalihkan atensi Siska. "Iya bentar!" Teriaknya.


"Bang udah dulu ya! Ada temen aku tuh. Ntar disambung lagi. Bye!" Tanpa menunggu persetujuan Siska memutuskan panggilannya sepihak.


Bang Age yang hendak mengeluarkan katanya tak dapat Ia teruskan kala wajah gadisnya tak nampak lagi disana. "Sialan! Main matiin aja dia." Omelnya kesal membuat kedua wanita disampingnya tergelak kembali. Karma berlaku ya bang!


**

__ADS_1


Sementara itu Siska yang mendapati ketukan dipintunya segera membukanya. Ternyata itu tim anggota OSIS nya yang akan membahas rencana esok. Ada Lia dan si ketua OSIS juga kedua temannya disana.


Merekapun masuk setelah Siska mempersilahkannya. Mereka sengaja memilih rumah Siska untuk pembahasan. Tau kalau gadis itu diruamh sendiri, itung-itung menemaninya pikir si ketos. Tim yang terdiri dari lima orang ini, dikhususkan untuk pembuat rencana, meski rencana sudah diatur jauh hari. Tetap saja yang namanya rencana tak sesuai dengan yang terjadi.


"Lu sendiri dirumah?" Tanya Rangga.


"Iya. Ibu kan udah berangkat ke kota." Jawab Siska.


"Terus lu sama siapa?" Tanyanya lagi.


"Nih! Sama bestie gue." Jawab Siska merangkul pundak bestienya itu dan dijawab anggukan olehnya.


Malam ini Siska memang berencana akan mengajak Lia untuk menginap dirumahnya.


Malam pun tiba, setelah mereka makan malam tadi ketiga temannya pulang dan hanya menyisakan Lia disana.


"Eh gimana-gimana sama abang Age lu, katanya tadi pagi ngambek ya? Sekarang masih ngambek?" Tanya Lia.


"Makin ngambek kek nya." Timpal Siska cekikikan.


"Lah napa emang?" Tanya Lia heran.


"Tadi waktu kalean dateng, kita lagi VC terus gue matiin gitu aja."


"Wah parah lu. Ntar dia tambah ngambek gimana coba?"


"Biarin aja, biar dia rasa gimana jadi gue. Dipikir main matiin aja, enak apa?" Gerutu Siska. "Terus biar dia juga rasa!"


"Rasa apa?"


"Rasa rindu yang terabaikan!" Balas Siska menyeringai. Sepertinya ada rasa puas dihatinya, karena sudah mengerjai pujaan hatinya.


*************

__ADS_1


Ayo like dan komennya jangan lupa!! Kasih juga hadiahnya. Berhubung besok hari senin, vote nya jangan ketinggalan ya😊


__ADS_2