Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 70 Ngidam nih!


__ADS_3

"Kamu tuh saya suruh beli dress, malah ngeghibaj disini." Omelnya seraya menghampiri mereka.


Mata dari ketiga orang itu beralih menatap siapa yang datang dengan ocehan yang mengganggu acara reuninya.


"Kak Ivan?!" Sapa Siska.


Ivan terdiam sejenak melihat siapa yang menyapanya. Kemudian Ia pun tersenyum menanggapi sapaan dari perempuan yang dulu pernah menjadi incarannya itu.


"Siska! Kamu disini?" Tanya Ivan dengan berjalan mendekat dan Siska mengangguk sebagai jawaban.


Bang Age menatap tajam pria yang menghampiri mereka. "Gak usah senyum-senyum! Geli gue." Protesnya pada Ivan yang mendudukan diri disisi Lia.


Ivan semakin melebarkan senyumnya melihat air muka masam pria didepannya.


Siska sudah cekikikan melihat tingkah suaminya. Sungguh dicemburuin seperti itu membuatnya bahagia.


Lia sendiri sedikit bingung dengan keadaan disana. Lidahnya sudah gatal dan kepo maksimal dengan tingkah ketiganya. Namun mengingat pria disampingnya adalah bosnya, Ia pun mengurungkan niatnya. Takut kena semprot. Pikirnya.


Ivan beralih menatap Lia yang tengah menatapnya. Hingga buru-buru Lia mengalihkan perhatiannya.


"Kamu kan saya suruh beli dress, ngapain malah ghibah disini?" Cecar Ivan pada gadis disampingnya itu.


Lia hendak menjawab namun terselak oleh sahabatnya itu. "Kita gak ghibah kok kak! Cuma lagi ngomongin bosnya Lia aja. Ya gak Li?" Tutur Siska menarik turunkan alisnya disertai cengiran kudanya pada sahabatnya itu.


Lia melongo mendengar penuturan benar sahabatnya itu. 'Sialan! Dasar bestie gak ada akhlak, kenapa mesti ngomong sih? Fix kena semprot ini mah.' Batinnya menggerutu sendiri. Ia bergumam pelan dengan memberi Siska kode peringatan dengan tatapan nyalangnya.


Lia melirik kearah bosnya yang tengah menatap tajam dirinya, Ia pun mencoba menyunggingkan senyumnya yang Ia paksa. "Oh iya boss!" Ia mengambil paper bag disampingnya. "Nih dress nya!" dan menyodorkannya pada sang bos untuk mengslihkan perhatian.


Ivan meraih paper bag itu dan sedikit mengintipnya. "Selera kamu terlalu biasa." Tuturnya dengan nada remeh.


"Tuh Sis, gue bilang juga apa. Gak bakalan cocok sama selera si bos! Kenapa gak pilih pilihan gue aja tadi sih?" Tutur Lia.


"Yey, lu sendiri kan yang bilang. Mau pilihan gue aja." Sangkal Siska.


Ivan yang mendengar penuturan kedua wanita itu jadi salah fokus. Ia jadi merasa tak enak hati pada wanita didepannya itu. Yang katanya sudah memilihkan dress untuknya. Hingga Ia pun berdehem keras untuk menetralkn suasana. "Ehemm! Udah gak papa. Ini lumayan juga." Timpalnya.


Kedua sahabat itu menyeringai tipis mendengar penuturan Ivan. Tak tau aja si boss taktik kedua wanita itu. Setelah pembicaraan keduanya yang panjang kali lebar, tentu mereka bisa menyimpulkan kalau boss nya itu selalu sengaja mengerjainya. Dan kali ini rencana Siska untuk mengerjainya balik sukses. Bang Age hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan keduanya.


"Kalian kok bisa kenal?" Tanya Ivan menunjuk dua wanita itu bergantian.

__ADS_1


"Ya kenal lah. Kita kan bestie dari orok." Timpal Lia dengan santainya membuat Ivan kembali menatap dirinya.


Lia yang menoleh dan mendapat tatapan itu lagi, langsung berdehem keras. "Ehemm! Maksudnya kita udah temenan lama." Ralatnya lagi merasa sedikit takut dengan bos nya itu.


Siska kembali cekikikan melihat tingkah keduanya, hingga ide jahil menyambangi otak kecilnya. Ia pun menyeringai dengan hasil kerja otaknya.


"Udah lah kak, jangan galak-galak! Kasihan tuh bestie aku." Bela Siska membuat Ivan menghela nafasnya panjang seraya memutuskan tatapannya.


"Udah sii dramanya. Yuk! Yang kita jalan. Katanya pengen kesuatu tempat!" Ajak bang Age pada sang istri yang sudah tak sanggup lagi, melihat drama dari ketiganya.


"Oke! Tapi kalian berdua juga harus ikut ya!" Tunjuknya pada kedua manusia didepannya.


"Kenapa harus ikut sih yang?" Tanya bang Age. "Gak usah lah, kita aja!" Protesnya.


"Tapi aku maunya mereka ikut." Rengek Siska.


"Maaf Sis, kakak gak bisa ikut! Soalnya lagi sibuk." Tolak Ivan.


"Gue juga gak bisa Sis! Gue cape mau istirahat." Tolak Lia pula.


"Nggak! Pokoknya kalian harus ikut!" Tegas Siska. "Ngidam nih!" Tuturnya lagi seraya mengelus perutnya.


"Kalian kudu ngikut! Kalo kalian gak mau ikut, terus sampe baby gue kenapa-napa. Gue sumpahin kalian gak dapet jodoh!" Tegas bang Age membuat keduanya tercengang, bahkan sang istri ikut shok mendengarnya.


Sebegitu posesifnya suaminya itu. Ia sampai mengeluarkan sumpah serapahnya pada kedua makhkuk didepannya, demi istri dan calon buah hatinya. Sungguh membuat Siska terhura pada suaminya itu.


"Issshh jangan gitu dong bang. Gak etis lah, gue yang cantik gini disumpahin gak dapet jodoh!" Protes Lia. "Iya deh, iya. Gue ikut." Pasrahnya dengan wajah ditekuk.


'Gak banget gue mesti jadi obat nyamuk! Dasar emang pasangan durjana.' Gerutunya dalam hati.


"Lu gimana?" Tanya bang Age pada Ivan.


"Ck! Ya deh, ngikut!" Pasrah Ivan pula. Gak mau juga kalau dirinya benar-benar tak dapat jodoh. Mana usianya sudah memasuki kepala tiga. Disumpahin seperti itu, membuatnya ngeri juga.


Siska melebarkan senyumnya seraya bergelayut manja dilengan suaminya, dengan satu tangannya Ia usapakan diperutnya.


"Oke deh! Yuk berangkat!" Ajaknya.


Keempat orang itu akhirnya pergi meninggalkan tempat itu menuju parkiran. Ketika sampai Lia hendak memasuki mobil bang Age, namun dicegat Siska.

__ADS_1


"Etss! Lu jangan masuk sini. Bareng noh sama bos lu!" Titah Siska.


"Ck! Nggak lah. Gue ikut sama lu aja!" Tolaknya seraya melirik kearah bosnya yang memang parkir bersebelahan.


"Jangan!" Cegat Siska menghadang pintu mobilnya.


"Gue tuh kalo dalam mobil sama abang, suka macem-macem. Mau lu nonton adegan live kita?" Tantang Siska membuat Lia kembali berdecak kesal.


"Udah sana sama Ivan!" Titah bang Age.


Lia masih berdiri didepan pintu mobil bang Age. Ia masih menimang untuk naik kemana. Hingga akhirnya seseorang menaik kerah bajunya dari belakang dan menyeretnya, membuat Ia terkejut bukan main.


"Ehhh apa-apain sih nihh!" Ucapnya seraya menoleh kebelakang, melihat siapa yang tega menarik kerah bajunya.


"Ya ampun bos lepasin! Dikira aku anak kucing apa?" Protesnya sambil berontak ingin melepaskan diri.


Namun sayang dirinya sudah sampai didepan pintu mobil bosnya.


"Gak usah banyak protes! Masuk!" Titah Ivan seraya membuka pintu mobil samping kemudinya dan mendorong masuk gadis didepannya kedalam mobil.


Kemudian Ia pun mengitari mobilnya, membuka pintu kemudi dan memasukinya.


Siska cekikikan melihat sepasang manusia yang Ia kerjai itu. Bang Age yang melihat tingkah sang istri baru memahami apa yang terjadi.


"Oh! Jadi kamu sengaja ya, buat mereka deket?" Tanya bang Age.


"Iya bang. Kesel aku tuh sama mereka berdua, so so an, saling menghindar. Gak taunya lagi sama-sama cari perhatian. Aku suksrukin aja berdua sekalian." Timpalnya cekikikan.


"Dasar emang!" Bang Age mencubit gemas hidungnya membuat Siska tergelak.


"Abang udah bantuin kamu ya, pokoknya abang minta bayaran yang setimpal!" Ucap bang Age merangkul pundak sang istri dan mendekatkan wajahnya.


"Iya deh boleh. Apa?" Tanyanya mendongak.


"Ngulang ampe ngempor, boleh ya? Godanya, lalu keudanya pun tergelak.


***************


Jangan lupa jejak nya yaa readers!😉 Kalo ada waktu ntar ditambah up nya, mau bikin rendang dulu mak othor nya yaa😁

__ADS_1


__ADS_2