
Dengan lantang Rei mengucapkan ijab qabul didepan calon ayah mertuanya. Hingga suara sah terdengar menggema diruangan nan luas itu. Ucapan syukur pun ikut mengiringi satu kata bermakna yang kedua saksi ucapkan. Rasa syukur dan bahagia menyeruak dari hatinya, hingga senyum terukir manis dari bibirnya. Namun tiba-tiba saja pandangannya kabur, tak nampak apapun dan gelap.
**
Hiks! Hiks! Hiks!
Suara isak tangis terdengar pilu ditelinga seorang pria yang baru saja sadarkan diri. Rei mengerjapkan matanya berulang kali untuk menetralkan cahaya yang masuk diindera penglihatannya. Ia merasakan basah diarea tangannya yang digenggam erat oleh seseorang.
Ia menoleh kesamping dan mendapati seorang wanita yang tengah menunduk dengan bahu yang bergetar. Senyumnya terukir kala tau gadis yang tengah menangisinya ialah istri yang baru saja Ia nikahi. Sebelah tangannya terulur dan membelai lembut rambut sang gadis yang berantakan.
Seketika sang istri menghentikan tangisnya dan mendongak. Ia terpaku sebentar melihat lengkung senyum dari suaminya. Namun didetik berikutnya tangisnya kembali pecah dengan menghamburkan diri, memeluk tubuh lemah yang berbaring diatas kasur itu.
"Om!!!" Jeritnya.
Rei membalas pelukan sang istri serta membelai rambutnya dan menciumi pucuk kepalanya berulang kali.
"Om jahat! Om buat aku takut!" Ucapnya disela isak tangisnya.
Rei terkekeh mendengar omelan gadisnya. "Maafin om ya!" Balasnya seraya tak henti menciumi kepalanya.
"Jangan tinggalin aku om!" Lirih Kia.
"Gak akan! Om akan selalu ada bersamamu." Balasnya.
Sang timom yang mengintip diambamg pintu tersenyum dengan air mata harunya. Ia tutup kembali pintunya dan membiarkan keduanya didalam sana. Ia hendak berbalik, namun tubuhnya hendak menabrak seseorang hingga Ia terlonjak.
"Astagfirulloh! Ibu ngagetin aja!" Pekiknya seraya mengusap dadanya.
__ADS_1
Ibu terkekeh melihat ekspresi putrinya itu. "Gimana? Rei udah sadar?" Tanyanya.
"Udah bu! Dia baru aja sadar. Biarin dulu lah mereka berdua." Balasnya.
Ibu menghembuskan napasnya panjang. "Alhamdulillah syukurlah! Ibu sangat shok dengan kejadian tadi." Ungkap ibu merasa lega.
"Iya bu. Aku juga. Aku baru pertama kali menyaksikan pernikahan yang mempelai prianya pingsan." Timpal Siska.
"Oh iya bu, kok bisa pingsan ya?" Tanyanya yang masih penasaran dengan sang menantu yang tiba-tiba saja pingsan.
Ibu tersenyum seraya menampilkan deretan gigi putihnya. "Itu!" Ucap ibu ragu, hingga Siska menaikan satu alisnya tak mengerti.
"Kenapa?" Tanya Siska.
"Itu. Ibu lupa ngasih sarapan sama Rei." Ucap Ibu cengengesan.
"Ya kan ibu sibuk dari pagi. Tau sendiri lah, keluarga ayah datangnya dadakan. Ibu jadi banyak tugas sampe lupa sama Rei. Terus lagi Rei emang terlihat gugup dari pagi. Ya jadinya gitu deh!" Balas ibu dan dijawab anggukan kepala oleh Siska.
"Ya udah, aku ambilin makan dulu buat dia. Sekalian buat dede juga belum makan." Pamit Siska dan diiyakan ibu yang juga ikut berlalu menemui tamu yang kebanyakan keluarga dari desa, yang masih ramai diluar rumah.
**
Sementara itu didalam kamar, Rei sudah duduk bersandar dikepala ranjang dan tengah disuapi oleh sang istri setelah sang timom membawakan makanan untuk sepasang pengantin baru itu.
"Aaa!!"
Dengan telaten Kia menyendokan makanan dan memberikan pada sang suami bergantian padanya pula. Hingga keduanya pun makan bersama.
__ADS_1
"Makan yang banyak ya om! Biar gak pingsan lagi." Kekeh Kia dengan nada ledekan.
Rei tersenyum mendengar ledekan itu. Ia hanya mengangguk seraya mengusek poni istrinya gemas.
"Kamu juga makannya yang banyak!" Titahnya.
"Aku mah makan sedikit juga gak papa, gak bakal pingsan juga." Ledek Kia lagi.
"Tapi sekarang mah beda. Makannya harus banyak!" Peringatnya.
"Kenapa emang?" Tanya Kia heran.
Rei tersenyum, Ia raih tangan sang istri yang masih memegang sendok dan menyimpannya diatas piring yang hampir tandas. Mengambil piring tersebut dan memindahkannya ke atas nakas. Hal itu membuat Kia semakin keheranan.
Ia meraih kedua tangannya dan menggenggamnya erat, lalu mencondongkan tubuhnya hingga bibirnya sampai ditelinga sang gadis. Hal yang tiba-tiba membuat bulu kuduk sang gadis meremang seketika. Ia sampai menelan salivanya kuat-kuat kala hembusan napas hangat mengenai ceruk dan daun telinganya. Apalagi mendengar penuturan sang suami membuat sekujur tubuhnya terasa terbakar dengan hati yang berdebar hebat.
"Kamu harus makan banyak. Karena banyak juga tenaga yang harus kamu keluarin, dimalam pertama kita." Bisik Rei.
Deg!
****************
Jejaknya jangan lupa yaa! Like dan komennya, buat malam pertama pasangan uwu iniðŸ¤
Unboxing malam pertama euy😂
__ADS_1