Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Panggilan


__ADS_3

Bang Age mengeratkan rangkulannya dibahu sang istri seraya menyemangatinya. "Udah jangan sedih lagi! Tuh udah kelihatan aka nya kan." Pintanya.


Siska menghembuskan napasnya panjang seraya menganggukan kepalanya. Melihat wajah tampan sang putra membuat perasaan ibu dua anak ini sedikit tenang.


"Jadi boleh dong!" Goda bang Age seraya menaik turunkan alisnya.


Siska menaikan satu alisnya. "Apa?" Tanyanya heran.


"Kita adu part sama kamar sebelah." Kekeh bang Age hingga sang istri tergelak.


Tanpa aba-aba bang Age menyambar bibir ranum istrinya. Hingga gedoran dipintu sukses membuat pria paruh baya itu berdecak kesal.


"Udah bang, ntar jatahnya malam." Kekeh Siska seraya bangkit dari duduknya.


"Sekarang kita keluar dulu, kek nya mereka mau pulang deh." Lanjutnya.


"Ck! Ganggu aja." Gerutunya.


Siska tertawa melihat ekspresi mengemaskan suamianya. Ia hendak berlenggang namun tangan sang suami mencekalnya, hingga Ia pun menoleh dengan mengangkat dagunya seolah bertanya apa?


"Janji ya malam ini!" Peringatnya, masih dengan wajah masamnya.


"Iya!" Balas Siska.


"Janji dulu!" Titahnya dengan manja.

__ADS_1


"Astagfirulloh abang ih, kek anak TK deh! Iya, janji." Protes Siska.


"Sampe ngempor ya?" Godanya seraya menaik turunkan alisnya.


Siska terkekeh mendengar penuturan suaminya dengan melipat kedua tangannya didada. "Emang masih kuat? Gak yakin aku." Ledek Siska.


"Aisshh ngeremehin nih. Oke kita buktiin." Balasnya dengan sengit hingga Siska pun tergelak.


Setelah drama panjang kali lebar yang sepasang suami istri itu lakukan, dengan hasil akhir Siska harus siap ngalahin kamar sebelah untuk malam ini. Keduanya pun keluar untuk kembali ketengah para tamu yang masih stay diluar sana.


**


Hembusan napas hangat yang menerpa wajah seorang gadis sukses membangunkannya. Ia mengerjapkan matanya kala seorang pria begitu anteng menatap lekat dirinya. Kia tersenyum seraya mengucek matanya.


Rei tersenyum seraya membelai lembut pipi mulusnya. "Om masih gak nyangka aja, kita bener-bener bersama sekarang." Ucapnya.


Kia ikut tersenyum karenanya. "Iya, aku juga om! Janji satu hal sama aku ya om." Tuturnya.


"Hem? Apa?" Tanyanya.


"Jangan terlalu gila kerja! Aku kan mau juga diperhatiin." Balasnya hingga sang suami terkekeh. Namun tak ayal Ia mengangguk juga dengan tangan yang terulur mengusek pucuk kepalanya.


"Dan kamu juga harus merubah satu hal!" Titahnya.


Kia menaikan satu alisnya. "Apa?" Tanyanya.

__ADS_1


"Panggilanmu. Status kita kan udah berubah, masa masih panggil om?" Protes Rei.


Kia tergelak mendengar itu. Memang benar juga, akan terasa aneh terdengar ditelinga orang lain dengan panggilan itu. Dan juga Ia tak ingin mengakui sebagai keponakan lagi didepan khalayak umum. Ia ingin mengakui dirinya sebagai istri dari seorang Reihan Adya Darmawan.


"Iya deh! Emang mau dipanggil apa?" Tanya Kia.


"Terserah kamu! Yang penting nyaman kamu panggil."


"Emmm apa ya?" Tanya Kia seraya tengah berpikir keras. "Sayang, honey, bunny, sweety, baby?" Pilihnya, hingga sang suami terkekeh geli.


"Ya gak gitu juga lah, itu kek panggilan anak abege." Balas Rei.


"Terus apa dong?" Tanya Kia dan dijawab gedikan bahu oleh suaminya seraya tersenyum


Kia hendak berpikir lagi, namun tiba-tiba saja bibirnya dibungkam suaminya. Ia pun terpaku sejenak, hingga sidetik berikutnya Ia pun ikut hanyut dalam permainan suaminya.


Rei beralih ke atas tubuh sang istri. Satu tangannya Ia biarkan untuk menopang bobot tubuhnya. Satu tangannya lagi Ia gunakan untuk menahan tengkuk gadisnya. Tangan kia bertengger di leher sang suami. Lama keduanya berpagut mengecap rasa yang sudah menjadi candu barunya. Hingga pintu terbuka dan panggilan dari luar sukses membuat keduanya menghentikan aktifitasnya.


Ceklek!


"De-"


*******************


Jangan lupa jejaknya yaa, tungguin masih ada up nyaa🤗

__ADS_1


__ADS_2