Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Bahagia


__ADS_3

Sepasang sejoli itu masih terdiam mencerna ucapan pria tampan beraura hot daddy didepannya. Masih tak mempercayai apa yang barusan dikatakannya.


Hingga ekspresi mereka menjadi tontonan komedi untuk keempat orang tua itu. Mereka begitu menikmati ekspresi kebingungan dari wajah keduanya. Hingga rengekan tangis dari bibir mungil sang gadis menghentikan tawa mereka.


"Huaaaa...."


Rei yang berada disampingnya terlonjak kaget. Ia segera merangkul bahunya, mencoba untuk menenangaknnya. "Kenapa de?" Tanyanya khawatir.


Begitupun keempat orang tua tadi. Mereka segera mendekat kearah sang gadis, seraya ikut bertanya dengan khawatir.


"Dede kenapa?" Tanya timom.


"Kalian jahat!" Pekiknya dan berlalu pergi meninggalkan mereka disana dengan ke khawatiran.


"De!" Panggil timom hendak menyusul, namun dicegat suaminya.


"Udah biarin aja!" Ucapnya. "Itu biar jadi tugas calon suaminya."


Tanpa mendengar mereka lagi, Rei berlenggang dengan cepat mengejar kekasihnya.


Ia berlari keluar resto. Matanya memindai keseluruh area parkir. Hingga senyumnya terukir kala netranya menangkap sang gadis yang tengah berjalan tak jauh dari dirinya. Ia melangkahkan kakinya, hingga baru satu langkah senyumnya memudar kala menangkap seorang pria yang ikut berjalan beriringan disampingnya.


Matanya menatap tajam kedepan melihat keduanya. Ia berjalan cepat untuk menyusulnya dengan menahan gemuruh dihatinya.


**


"Hai!" Sapa seorang pria yang hendak memasuki mobilnya pada gadis yang berlenggang melewatinya.


"Eh! Tunggu!" Panggilnya. Namun sang gadis berjalan tanpa ingin menoleh.


Dengan cepat si pemuda menyusul. "Kamu Kia kan?" Tanyanya, namun tak ada juga ada jawaban darinya. "Hei ini aku Azril." Lanjutnya.


"Kamu nangis?" Tanyanya lagi. Namun Kia masih saja berjalan tanpa menghiraukannya.


"Biar aku antar pulang!" Ajaknya mencekal lengan sang gadis. Hingga Ia pun berhenti.


Namun tanpa diduga, seorang pria mencekal lengannya dan mencengkramnya erat. "Lepaskan tanganmu!" Titahnya.


Azril menaikan satu alisnya melihat pria yang mengaku pacar dari sang gadis, lalu Ia pun tersenyum miring. "Kenapa? Bukankah dia keponakanmu?" Tanyanya seraya menghempaskan tangan yang dicekal Rei.


Rei tersenyum menanggapinya. "Bukan. Sekarang dia calon istriku." Ucapnya dengan tatapan mengarah tajam pada pria yang tersenyum sinis dihadapannya.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Rei menggendong gadisnya ala bridge style, hingga Kia sedikit terlonjak. Namun didetik berikutnya Ia pun memeluk leher kekasihnya dan menyembunyikan wajah berantakannya didada bidang sang pacar.


Rei berlenggang pergi meninggalkan pemuda yang sepertinya tengah memendam kekesalan itu dan berjalan menuju kijang besinya.


Mendudukan pelan gadisnya dijok depan penumpang. Ia berlari mengitari mobilnya dan masuk menduduki bangku kemudi. Tak ada niatan untuknya segera menyalakan mesin mobilnya.


Ia membelokan tubuhnya mengahadap sang gadis, memegang kedua bahunya hingga gadisnya menghadap kearahnya.


Kedua tangannya terulur menangkup kedua pipi chuby yang menunduk dan mendongakan agar mengarah padanya. Diusapnya jejak kebasahan dipipi itu dengan ibu jarinya. "Jangan nangis lagi! Kamu jelek kalo nangis." Titahnya seraya meledek.


"Isshhh omm!!" Rengek gadis manja kesayangan omnya itu dengan mengerucutkan bibirnya. Hal itu tentu membuat Rei tertawa.


"Minta dicium ya?" Goda Rei dengan ibu jari menyentuh benda kenyal nan ranum dengan warna baby pink yang maju kedepan itu.


Sungguh Rei baru menyadari ternyata wajah gadisnya begitu cantik malam ini, matanya terfokus menatap benda yang tengah Ia sentuh. Niat hati untuk menggoda sang gadis, malah dia sendiri yang tergoda.


Hingga tanpa aba-aba Ia pun menyambar bibir itu dan me lu matnya lembut. Menyecap rasa manis dari rasa lipstik yang menempel disana.


"Kita berhasil!" Ucapnya tersenyum seraaya mengusap lembut bibir yang baru saja Ia lepaskan. Dan tentu saja senyum itu menular pada gadisnya dan diangguki olehnya.


Kia berhambur memeluk tubuh tegap didepannya. "Aku bahagia om!" Ucapnya dengan bibir kembali bergetar menahan genangan air dipelupuk matamya, yang sayangnya tak dapat dibendungnya lagi hingga tumpah membanjiri pipinya.


Rei membalas dekapannya tak kalah erat Ia pun merasakan hal yamg sama. Sesuatu yang mengganjal dihatinya hilang seketika. Apa yang menjadi ke khawatirannya kini terjawab sudah. "Om lebih bahagia. Sangat!" Ucapnya seraya menciumi kepala gadisnya betubi-tubi.


**


Senyum tak luntur dari sejoli yang baru saja mendapat restu dari kedua orang tua mereka. Genggaman tangan kduanya pun tak lepas, mengayun seiring langkah kaki yang berjalan menuju rumah.


Setelah drama didalam mobil, keduanya memutuskan untuk pulang kerumah dan akan makan malam berdua disana.


"Mau makan apa?" Tanya Rei ketika mereka sudah sampai didapur. Hal yang sudah tak asing dilakukan Rei.


Di apatemennya, dialah yang akan menjadi koki didapur. Kia yang manja tak pernah sempat berkenalan dengan wajan dan kawan-kawannya. Alhasil dimanapun Ia berada, Ia lah yang akan menjadi princess nya.


"Emm apa ya? Terserah om deh! Apapun yang om masak, pasti aku makan." Timpal Kia dengan cengiran kudanya.


"Gak mau bantuin nih?" Goda Rei mendekatkan wajahnya seraya menoel hidung mancung gadisnya.


"Ya udah dibantuin, bantuin nyicipin." Balas Kia lalu tergelak. Hingga sukses dapat usekan gemas di pucuk kepala dari sang pacar.


Rei mulai mencari bahan masakan didalam kulkas, yang ternyata isi kulkasnya limit. Sepertinya sang timom belum sempat mengisi kembali lemari penyimpann itu.

__ADS_1


Rei menggaruk kepalanya yang bingung harus memasak apa. Kia yang melihat itu ikut keheranan. "Kenapa om?" Tanyanya seraya mendekat.


Rei membuka kulkasnya, memperlihatkan isi didalamnya pada sang gadis. "Kosong!" Kekehnya hingga Kia tertawa.


"Ya udah om, nyeduh mie instant aja." Saran Kia.


"Emang gak papa de?" Tanyanya.


"Gak papa, asal makannya sama om!" Ucapnya lagi dan langsung dapat dekapan hangat dari sang pacar.


Tak berselang lama, mie dalam satu mangkuk itu tersaji. Entah bagaimana konsepnya hingga mie yang harusnya dua mangkuk menjadi satu mangkuk. Namun sudah dipastikan ini kerjaan gadis cerwet yang hanya bisa membuka bumbu mie dengan gunting itu. Mungkin niatnya agar bisa romantis.


"Aaa!!"


Rei menyuapi gadisnya dan disambut girang olehnya. Hingga mie pun masuk kedalam mulut keduanya bergantian.


"Om!"


"Hemm!!"


"Maafin aku ya!" Ucap Kia dengan penuh sesal.


"Maaf? Maaf kenapa?" Tanya Rei heran.


"Ya, aku kira kan calon suami aku bukan om, ya." Jelas Kia memulai penuturannya.


"Terus?"


"Aku pernah sumpahin." Lanjutnya.


"Oh ya? Emang nyumpahin apa?" Tanya Rei tersenyum.


"Aku sumpahin serangan jantung." Balas Kia cekikikan, kala mengingat kelakuannya waktu itu.


"Ya ampun! Tega bener!" Kekehnya. "Pantesan jantung om berasa ada yang aneh." Lanjutnya yang sukses membuat Kia menghentikan tawanya.


"Aneh kenapa om? Jantung om kenapa?" Tanya Kia dengan hebohnya saking khawatirnya, seraya meraba-raba dada sang pacar.


Rei mencekal tangan sang gadis yang bertengger didadanya. "Jantung ini berdetak tidqk pada temponya, ketiak kita bersma." Tuturnya.


***************

__ADS_1


Jangan lupakan jejaknya yaa🤗


__ADS_2